Remarketing adalah cara yang efektif untuk menjaga brand atau bisnis agar tetap menjadi pilihan utama bagi audiens. Jika kamu bekerja di bidang pemasaran, tentu kamu akan sering menemukan istilah remarketing.
Kegiatan ini memiliki tujuan yang spesifik. Oleh sebab itu, penerapannya pun tidak bisa kamu samakan dengan bentuk pemasaran lain. Apa sebenarnya remarketing campaign itu?
Pengertian Remarketing
Secara umum, arti remarketing campaign adalah proses pemasaran ulang. Selain itu juga dikenal sebagai sebuah strategi pemasaran menghubungkan kembali target audiens yang pernah melakukan interaksi dengan bisnis tersebut, baik melalui sosial media, website, ecommerce, atau platform lainnya.
Strategi tersebut adalah hal yang cukup efektif menghasilkan konversi, karena target yang dituju merupakan audiens yang telah menunjukkan ketertarikannya terhadap produk atau layanan perusahaan. Banyak pihak yang juga menganggap remarketing adalah peluang atau kesempatan kedua untuk mendapatkan konversi, mempertahankan pelanggan lewat iklan atau bentuk kampanye online lainnya, serta meningkatkan penjualan.
Jenis Remarketing berdasarkan Tujuannya
Perlu kamu ketahui, bahwa ada dua jenis remarketing yang umum digunakan oleh para pelaku bisnis. Kedua jenis tersebut dapat dibedakan berdasarkan audiens yang menjadi tujuan mereka.
1. Remarketing yang Menargetkan Pelanggan Baru
Kegiatan pemasaran suatu perusahaan terkadang tidak mendapatkan tingkat keberhasilan yang tinggi atau mampu mendorong angka penjualan secara signifikan. Salah satu penyebabnya adalah target audiens yang tidak sesuai dengan karakter produk atau layanan dari perusahaan tersebut.
Jika menghadapi situasi seperti itu, tentu tindakan ini akan sangat dibutuhkan untuk menyasar target audiens yang baru dan lebih sesuai, supaya konversi dapat meningkat.
2. Remarketing yang Menargetkan Pelanggan Lama
Jenis selanjutnya merupakan upaya untuk menarik minat pelanggan lama yang belum optimal. Biasanya, situasi seperti ini dapat terjadi ketika produk atau layanan untuk target audiens sudah sesuai, tapi metode pendekatannya masih kurang tepat sehingga tidak bisa terkonversi menjadi sebuah pembelian.
Untuk bisa melakukan kegiatan tersebut, perusahaan perlu menganalisa kegiatan pemasaran yang sebelumnya. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui hal-hal yang memerlukan peningkatan dari kegiatan pemasaran tersebut. Apalagi, jika target audiens yang dipilih memang sudah tepat.
Baca Juga: Target Audiens: Pengertian, Jenis, dan Cara Menganalisisnya
Manfaat Remarketing
Lantas, apa manfaat remarketing? Kegiatan ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan pada bisnis. Namun, tindakan ini juga bisa memberi manfaat lain yang tidak kalah penting bagi bisnis tersebut, antara lain:
Meningkatkan Brand Awareness
Manfaat pertama dari remarketing adalah dapat membangun brand awareness yang lebih kuat. Remarketing dapat membantu mengingatkan pelanggan mengenai keberadaan brand tersebut. Hal ini, akan sangat membantu memperkuat hubungan antara brand dengan perusahaan tersebut.
Memperluas Jangkauan Pelanggan
Kegiatan ini juga mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan jangkauan pelanggan. Ketika seorang pelanggan melakukan interaksi pada website perusahaan tanpa melakukan tindakan lainnya, kamu bisa memasukkan pelanggan tersebut dalam daftar remarketing untuk menampilkan konten iklan kepadanya.
Menjalin Hubungan dengan Pelanggan
Manfaat lainnya adalah dapat menjalin hubungan dengan pelanggan. Setiap interaksi, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan membangun hubungan baru dengan pelanggan tersebut.
Umumnya, pelanggan yang pernah mengunjungi website kamu belum tentu bisa langsung mengingat brand tersebut. Dengan memasukkannya ke dalam daftar remarketing, calon pelanggan dapat mengingat brand kamu kembali atau bahkan melakukan pembelian.
Mengoptimalkan Anggaran Iklan
Perusahaan bisa mengoptimalkan anggaran iklan supaya lebih efisien. Perusahaan juga dapat menargetkan iklan secara lebih spesifik kepada audiens yang menunjukkan ketertarikannya pada bisnis kamu. Dengan begitu, kamu dapat menekan biaya iklan remarketing.
Meningkatkan Relevansi Iklan
Saat perusahaan menggunakan strategi tersebut, perusahaan dapat memasang konten iklan yang lebih relevan dengan apa yang sedang dicari oleh pelanggan dalam website kamu.
Meningkatkan Konversi
Manfaat terakhir adalah meningkatkan peluang konversi pelanggan. Audiens yang telah melakukan interaksi dengan perusahaan dan mendapatkan kembali informasi mengenai produk dari penawaran perusahaan, berpotensi besar untuk melakukan tindakan. Seperti melakukan pendaftaran, mengisi formulir, atau bahkan melakukan pembelian produk yang ditampilkan.

Cara Membuat Remarketing Google Ads
Setelah mengetahui jenis dan manfaatnya, kamu bisa melakukannya dengan mengikuti beberapa tahap atau cara remarketing Google Ads berikut ini:
1. Menambahkan Remarketing Tag pada Website
Tahap pertama untuk membuatnya adalah dengan lebih dulu menjalankan remarketing tag. Tag merupakan kode pendek yang berfungsi untuk menandai pengunjung website dengan cookie, sehingga perusahaan dapat menampilkan konten iklan kepada audiens tersebut meskipun mereka telah keluar dari website.
2. Membuat Remarketing List
Tahap kedua, kamu bisa membuat remarketing list untuk menentukan audiens yang ingin kamu terapkan dalam campaign. Untuk membuatnya, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Login ke dalam akun Google Ads kamu.
- Pilih campaign atau grup link iklan yang ingin kamu tambahkan ke dalam list remarketing.
- Pilih tab “Audience” pada bagian kiri layar.
- Klik tombol “+ Remarketing List”
- Pilih jenis audiens yang mau kamu targetkan, contohnya adalah penonton video atau pengunjung situs.
- Tentukan jenis kriteria pemasukan ke dalam list, misalnya halaman yang dilihat atau durasi kunjungan.
- Berikan nama pada list yang dibuat dan periode penyimpanan data (30, 90, atau 180 hari).
- Pilih tombol “Save” untuk menyimpan list yang telah ditambahkan.
3. Membuat Remarketing Campaign pada Akun Google Ads
Setelah membuat list, selanjutnya kamu bisa mulai melakukan remarketing campaign. Apabila kamu masih kesulitan untuk membuatnya, perhatikan tahapannya berikut ini:
- Buat kampanye baru
- Pilih jenis kampanye yang paling sesuai dengan kebutuhan, contohnya “Display” atau “Search”.
- Pilih audiens target yang telah kamu buat sebelumnya di dalam list.
- Tentukan waktu tayang, anggaran iklan, serta target geografisnya.
- Buatlah konten iklan berupa gambar, teks, maupun video.
- Simpan pengaturan yang telah dibuat, kemudian aktifkan campaign tersebut.
Nantinya, setelah aktif, maka konten iklan akan muncul pada audiens yang pernah melakukan interaksi dengan website bisnis kamu.
Baca Juga: Apa Itu Reach? Cara Hitung serta Tips untuk Meningkatkannya
Contoh Iklan Remarketing
Iklan bisa dilakukan baik menggunakan jasa penyedia jaringan iklan maupun memanfaatkan email untuk melakukannya. Kamu dan marketer lainnya perlu melakukan upaya ini untuk mengingatkan dan menarik perhatian mereka untuk melakukan pembelian.
Salah satu contoh iklan remarketing adalah ketika kamu baru saja mengunjungi situs A dan melihat konten iklan baik berupa foto, video, maupun teks. Kemudian, kamu membuka situs lain di internet. Akan tetapi, konten iklan yang berada di situs A kembali muncul di layar monitor atau ponsel kamu.
Selain contoh di atas, ada beberapa contoh iklan lainnya yang bisa kamu temukan, yakni:
- Mengirimkan email yang berisi penawaran, promosi, atau potongan harga untuk produk-produk yang relevan dengan pembelian pelanggan sebelumnya.
- Mengirimkan promosi produk pelengkap dari pembelian pelanggan di masa lalu.
- Menawarkan produk baru yang masih berkaitan dengan produk dari pembelian sebelumnya.
- Mengingatkan pelanggan bahwa mereka masih memiliki produk terpilih pada keranjang belanjaan mereka.
- Memberi kupon potongan harga kepada pelanggan yang telah lama tidak melakukan pembelian.
Penutup
Bagaimana? Apakah kamu sudah lebih memahami apa yang dimaksud dengan remarketing campaign? Jenis kampanye yang satu ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghasilkan penjualan. Pasalnya, tindakan ini memiliki tujuan yang lebih spesifik dari proses pemasaran pada umumnya.
Dengan memanfaatkannya, perusahaan bisa mendapat lebih banyak potensi penjualan dan konversi yang memengaruhi pendapatan bisnis tersebut.
Referensi:
https://accurate.id/marketing-manajemen/remarketing/




