Mengetahui dan memahami target audiens dari bisnis dapat membantumu dalam membuat dan menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat. Dengan begitu, orang-orang akan membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan dan dapat meningkatkan penjualan.
Kamu perlu memahami audiens target dengan baik sebelum melakukan pemasaran. Nah, kali ini kita akan mengulas lebih dalam tentang pengertian, jenis-jenis, dan cara untuk mengidentifikasi serta menganalisis target audiens.
Definisi Target Audiens
Target audiens adalah sekelompok orang yang menjadi sasaran dari produk, layanan, atau pemasaran yang kamu lakukan. Biasanya mereka ditentukan dari beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, umur, penghasilan, minat, tujuan, dan tantangan.
Secara umum, pemilihan target audiens dimulai dari masalah atau kebutuhan yang bisa diselesaikan oleh bisnismu. Setelah itu, dilanjutkan dengan mencari tahu siapa yang memiliki kebutuhan atau masalah itu. Misalnya, kamu mempunyai bisnis thrift shop, yang menjadi target audiens mungkin karyawan berusia 20-25 tahun yang ingin menghemat budget belanja.
Perlu kamu ingat, memilih target audiens sebaiknya harus spesifik, tujuannya agar audiens berjumlah sedikit namun sesuai target. Semakin spesifik audiens, strategi pemasaran yang kamu buat akan lebih relevan dengan mereka.
Beda Target Audiens Dan Target Market
Seringkali orang-orang menganggap target audiens dan target market adalah hal yang sama, padahal kenyataannya berbeda. Mengetahui perbedaan keduanya bisa membuat strategi pemasaran bisnismu menjadi lebih maksimal. Lantas, apa beda target audiens dan target market? Berikut penjelasannya:
Area Jangkauan
Jika dilihat dari area jangkauannya, target audiens lebih spesifik sehingga jumlah orang yang dijangkau pun tidak terlalu banyak. Sementara itu, target market jangkauannya lebih luas sehingga jumlah orangnya bisa jadi sangat banyak. Untuk lebih jelas, coba perhatikan contoh target audiens dan target market di bawah ini:
Saat ini kamu sedang menjalankan bisnis cuci sepatu, maka target marketnya adalah laki-laki berusia 15-25 tahun. Sedangkan yang jadi target audiensnya adalah laki-laki berusia 15-25 tahun dengan penghasilan menengah ke bawah yang tinggal di kota tempat tinggalmu dan aktif menggunakan Instagram serta TikTok.
Potensi Melakukan Pembelian
Baik target audiens maupun target market sama-sama berpotensi melakukan pembelian karena mereka memang membutuhkan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Akan tetapi, potensi pembelian target audiens lebih tinggi dibanding target market.
Jenis-Jenis Target Audiens
Dalam konteks pemasaran, mengetahui jenis-jenis target audiens akan membuat strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan pesan yang disampaikan juga lebih relevan. Berikut ini adalah jenis-jenis dari target audiens yang harus kamu ketahui:
| Jenis target audiens | Definisi |
| Geografis | Target audiens yang dipilih berdasarkan letak geografisnya, baik itu lokal, regional, nasional, maupun internasional. |
| Pengguna awal | Ini adalah orang yang mau membeli produk atau layanan baru yang kamu tawarkan |
| Pelanggan kompetitor | Target audiens yang saat ini menggunakan produk atau layanan milik kompetitor |
| Pelanggan sebelumnya | Kelompok orang yang pernah membeli produk atau layanan dari bisnismu |
| Demografis | Pemilihan target audiens berdasarkan jenis kelamin, usia, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, dan tempat tinggal. |
| Psikografis | Target audiens yang dipilih dari minat, gaya hidup, sikap, kepribadian, dan nilai-nilai yang mereka percaya. |
| Generasi | Pembagian target audiens dari generasi kelahirannya, misalnya generasi baby boomer untuk kelahiran tahun 1946-1964, generasi X untuk kelahiran 1965-1980, generasi milenial untuk kelahiran 1981-1994, generasi Z untuk kelahiran 1995-2010. |
| Niche | Ini adalah jenis target audiens yang sangat spesifik serta mempunyai kebutuhan atau minat khusus seperti vegetarian, aktivis lingkungan, dan lain-lain. |
Baca Juga: Definisi, Faktor, dan Manfaat Segmentasi Demografis Bagi Bisnis!
Bagaimana Identifikasi Target Audiens?

Saat ini kamu bisa memanfaatkan internet untuk memasarkan produk atau layanan bisnismu, namun kamu harus mengidentifikasi target audiens dulu agar strategi pemasarannya lebih efektif dan tepat sasaran. Lantas, bagaimana identifikasi target audiens yang tepat? Berikut panduannya:
Demografis
Pertama, kamu bisa mengidentifikasi audiens berdasarkan kriteria demografi seperti umur, penghasilan, jenis kelamin, pekerjaan, tempat tinggal, atau status pernikahan. Keuntungan menggunakan kriteria demografi adalah kamu jadi lebih mudah menyesuaikan gaya bahasa dengan karakteristik audiens. Misalnya, audiens berusia 30 tahun lebih bisa menggunakan gaya bahasa yang formal dan gaya bahasa santai untuk audiens yang berusia 18 tahun.
Psikologis
Identifikasi target audiens berdasarkan psikologis mencakup beberapa kriteria, mulai dari minat, gaya hidup, sikap, kepribadian, hingga kelas ekonomi. Kriteria ini bisa kamu gunakan untuk menentukan kepada siapa kamu akan menjual produk atau layananmu. Contohnya, kamu menjual sepatu stylish dengan harga Rp100,000 sampai Rp300,000, maka target audiensnya adalah pelajar dan mahasiswa.
Geografis
Kriteria geografis seperti negara, provinsi, kota, jarak, atau lingkungan juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi target audiens yang tepat. Kamu bebas mempersempit atau memperluas wilayahnya, tergantung kondisi bisnismu.
Misalnya untuk kamu yang memiliki bisnis di Jakarta Pusat, kamu bisa menargetkan audiens yang tinggal di Jakarta Pusat saja atau bisa juga melebar ke Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, maupun Jakarta Utara.
Kembangkan Audiens Persona
Identifikasi berdasarkan demografis, psikologis, dan geografis yang telah kamu lakukan bisa digunakan untuk mengembangkan audiens persona. Caranya bisa dimulai dengan menentukan apakah target audiensnya mau disegmentasi lebih lanjut dalam kelompok tertentu, setelah itu buat persona untuk masing-masing segmen audiens.
Untuk membuat personanya, bisa memanfaatkan template yang disediakan oleh website di internet seperti Hubspot, ClickUp, Semrush, dan yang lainnya.
Tentukan Channel Pemasaran
Setelah membuat audiens persona, selanjutnya cari tahu kebiasaan mereka seperti perilaku mereka dan platform yang sering dikunjungi seperti website atau media sosial. Setelah itu, tentukan saluran pemasaran yang cocok dengan target audiens bisnismu.
Lakukan Testing
Untuk memvalidasi audiens yang sudah kamu identifikasi, lakukan test dengan mengumpulkan feedback dari mereka melalui survei. Hasil dari test ini bisa kamu gunakan untuk menyempurnakan target audiens sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pemasaran.
Cara Melakukan Analisis Target Audiens
Sekarang kamu telah mengetahui apa yang dimaksud dengan target audiens dan jenis-jenisnya. Sekarang, saatnya belajar bagaimana cara melakukan analisis target audiens. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti jika ingin menganalisa target audiens:
Tentukan Tujuan
Langkah yang pertama adalah menentukan tujuan terlebih dulu. Apakah kamu ingin meningkatkan brand awareness, meningkatkan traffic ke website, mengajak audiens melakukan pembelian, atau yang lainnya?
Mengapa harus menentukan tujuan? Karena setiap tujuan bisa jadi memiliki target audiens yang berbeda. Tanpa tujuan yang jelas, kamu mungkin keliru dalam menargetkan audiens.
Riset Pelanggan yang Sudah Ada
Kedua, lakukan riset pada pelanggan yang sudah ada saat ini, baik dengan survei atau melakukan wawancara. Cari tahu apa yang mereka sukai dari produk atau layananmu. Identifikasi masalah mereka yang bisa diselesaikan oleh bisnismu. Kemudian, pelajari jenis konten yang menarik atau bermanfaat untuk mereka.
Identifikasi Pelanggan Ideal
Setelah melakukan riset dan mengumpulkan data dari pelanggan yang sudah ada, kamu bisa lanjut ke mengidentifikasi karakteristik pelanggan yang ideal. Untuk mengidentifikasinya, bisa dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
- Siapa orang-orang yang akan jadi pelangganmu?
- Apa kebutuhan yang mereka miliki saat ini?
- Apa motivasi yang membuat mau menggunakan produk atau layananmu?
- Bagaimana cara mereka mengkonsumsi konten promosi yang kamu bagikan?
Kumpulkan Data Target Audiens
Langkah berikutnya yaitu mengumpulkan data tentang target audiensmu. Data yang kamu kumpulkan ini bisa berupa data primer, sekunder, maupun keduanya. Yang paling penting, sebaiknya pertimbangkan apakah kamu akan menggunakan kualitatif atau data kuantitatif saat melakukan penelitian.
Analisis Data Target Audiens
Jika data tentang target audiens telah berhasil dikumpulkan, saatnya kamu menganalisisnya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mencari tren dan pola dari data yang ada. Dengan begitu kamu bisa punya gambaran yang lebih jelas tentang target audiensmu.
Riset Pasar
Untuk langkah yang keenam, kamu perlu melakukan riset pasar untuk mempelajari target audiens lebih lanjut lagi. Risetnya bisa menggunakan wawancara, survei, atau focus group untuk mengumpulkan data. Kalau belum memungkinkan, kamu bisa menggunakan data yang disediakan oleh lembaga-lembaga sensus.
Analisis Kompetitor
Terakhir, analisis kompetitor lalu pelajari apa jenis pengembangan konten yang digunakan oleh mereka. Kemudian cari tahu juga apa kelebihan dan kekurangannya. Dari informasi ini, kamu bisa membuat panduan untuk menyusun strategi konten bisnismu sendiri.
Baca Juga: Contoh Analisis Kompetitor dan Cara Mudah Membuatnya
Penutup
Sekarang kamu telah mengetahui pengertian, jenis-jenisnya, cara mengidentifikasi, hingga analisis target audiens. Dengan informasi tersebut, kamu bisa mempunyai pemahaman yang mendalam tentang audiens target bisnismu sehingga strategi pemasaran jadi lebih efektif dan tepat sasaran. Pemasaran yang efektif dan tepat sasaran biasanya lebih hemat biaya.
Selain itu, ketika kamu telah memahami target audiens, proses pembuatan konten pemasaran akan lebih cepat karena kamu bisa memilih topik dan menentukan gaya bahasa dengan mudah.
Referensi:
- https://www.semrush.com/blog/target-audience/
- https://www.ronsela.com/target-audience-analysis/




