Dalam dunia digital marketing, landing page menjadi hal umum digunakan karena berperan penting dalam meningkatkan potensi penjualan bagi perusahaan atau individu yang memanfaatkan pemasaran digital sebagai salah satu cara memasarkan produk dan jasa yang mereka jual.
Saat ini banyak bisnis menggunakan landing page semenarik dan selengkap mungkin untuk memberikan informasi kepada calon konsumen atau target audiens mengenai produk atau layanan yang ditawarkan.
Di artikel ini, kita akan membahas landing page mulai dari pengertian, jenis, fungsi, cara membuatnya, hingga contohnya, lho! Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai landing page di sini!
Apa itu Landing Page?
Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dengan menonjolkan satu atau dua tombol call-to-action (CTA). Landing page umumnya bersifat spesifik untuk sebuah campaign promo produk, launching produk, dan tujuan spesifik lainnya.
Landing page bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung dengan beberapa strategi, misalnya mengoptimalkan SEO secara off-page dan on-page untuk meningkatkan peringkat landing page di hasil pencarian (SERP) dan mendatangkan traffic organik.
Tidak hanya secara organik, landing page juga dapat digunakan untuk campaign digital marketing berbayar (paid). Target audiens dari Google Ads dan Meta Ads dapat diarahkan ke landing page khusus untuk meningkatkan penjualanmu.
Fungsi Landing Page
Landing page dalam digital marketing memiliki fungsi yang berbeda dengan website karena di landing page para calon pelanggan harus dapat mencapai tujuan akhirnya seperti pembelian produk, berlangganan newsletter, dan lain-lain. Apa saja fungsi lain dari landing page? Simak daftar berikut ini, yuk!
- Membantu calon pelanggan merasakan pengalaman pertama yang menyenangkan, mulai dari melihat produk menarik hingga terdorong untuk melakukan tindakan seperti pembelian, register, atau download.
- Meningkatkan leads dan pelanggan bisnismu.
- Mengiklankan produk secara langsung dalam satu halaman di landing page bisa mengurangi biaya pemasaran seperti press release atau di iklan konvensional. Jadi, sungguh hemat, bukan?
- Calon pelanggan dapat lebih fokus dan langsung melihat katalog produk atau layanan untuk lanjut ke tahap pembelian.
- Ulasan produk di landing page membantu membangun kredibilitas produk untuk meyakinkan calon pelanggan.
- Membantu mengetahui apakah campaign digital marketing yang dijalankan sudah mendapatkan hasil yang baik atau belum dengan pengujian (A/B testing) pada isi konten, desain dan CTA di dalamnya.
- Meningkatkan traffic pencarian pada kata kunci tertentu yang ditargetkan oleh bisnismu.
- Mendukung bisnismu untuk lebih cepat mencapai tujuannya dengan strategi membuat landing page yang menarik dan lengkap.
Jenis Landing Page
Setelah memahami pengertian landing page dan fungsinya, pasti kamu penasaran tentang berbagai jenis landing page yang tersedia, bukan?
Berdasarkan tujuannya, landing page dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1. Click Through
Jenis landing page pertama yaitu click through yang memiliki tujuan mengajak pengunjung untuk mengklik halaman lainnya. Biasanya ditemukan di situs e-commerce dan layanan B2C lainnya yang fokus pada penjualan produk.
Landing page jenis ini berisi informasi singkat dan lengkap tentang penawaran produk atau layanan yang dapat menarik minat calon pelanggan untuk mengklik halaman lain yang mengarahkan ke keranjang belanja atau pendaftaran pengguna baru.
Contoh jenis landing page click-through adalah tombol promosi produk atau layanan dengan ajakan konversi seperti “beli sekaranng“, “baca selengkapnya”, atau “download gratis di sini”.
2. Lead Generation
Landing page click through dan lead generation memiliki fungsi yang sama yaitu mengajak calon pelanggan melakukan konversi.
Perbedaannya yakni calon pelanggan tidak perlu beralih ke halaman lain untuk menyelesaikan konversi. Cara konversi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan data pelanggan secara sukarela, misalnya nama, alamat email, nomor telepon, dan minat calon pelanggan.
Jenis landing page lead generation dianggap lebih menarik karena singkat dan jelas.
5 Elemen Utama Landing Page
Setidaknya, ada lima elemen yang perlu kamu perhatikan saat membuat landing page agar menarik dan dapat mendapatkan banyak konversi.
Lima elemen landing page meliputi unique selling points (USP) atau keunikan produk yang ditawarkan, value proposition (VP) atau nilai dari produk yang ditawarkan, serta social proof atau pengalaman dan review dari orang-orang yang pernah membeli produk atau menggunakan layanan bisnismu.
Selain itu, ada juga hero image yang merupakan gambar utama yang dapat menarik perhatian. Elemen terakhir yaitu call-to-action (CTA) merupakan tindakan yang dilakukan calon pelanggan untuk berbuat sesuatu setelah melihat landing page.
Agar lebih jelas lagi, kita bahas satu per satu, yuk!
1. Unique Selling Points (USP)
Bagian ini akan menjelaskan apa yang membuat produkmu lebih unik atau berbeda dibanding produk kompetitor. USP bisa diletakkan di bagian atas (header), tengah, atau bawah pada sebuah landing page, ya.
Sebagai contoh, USP pada salah satu landing page suatu bisnis burger, yakni “Bisnis makanan burger yang memberikan penyajian berbeda setiap bulan”.
2. Value Propositions
Value Propositions adalah suatu manfaat dari produk kita yang menjawab kebutuhan konsumen. Kamu dapat memperkenalkan produkmu sebagai solusi dari masalah konsumen atau target audiensmu.
Di landing page, value propositions di tempatkan di bagian atas atau tengah landing page, ya.
3. Social Proof
Social proof adalah testimoni dari konsumen, rating, ulasan, celebrity endorsement, atau pengalaman siapa pun yang pernah membeli produk atau jasa dari bisnismu. Elemen ini merupakan salah satu bagian paling penting dalam landing page, karena memberikan kredibilitas pada produk atau brand.
4. Hero Image
Hero image adalah gambar utama yang dapat menarik perhatian di landing page kamu. Gambar ini menjadi gambar yang terbesar atau paling menonjol, kamu harus memilih gambar paling menarik dan stand out, ya.
Hero image bisa ditampilkan dalam berbagai bentuk, lho! Jika produk kamu adalah layanan online, kamu bisa menggunakan video demo berukuran besar dan berkualitas tinggi.
Jika produk kamu adalah produk fisik, kamu bisa menggunakan foto produk atau foto penggunaan produk tersebut. Jika produk kamu adalah sebuah e-book, kamu bisa menggunakan cuplikan konten.
Hero image yang efektif dan baik, tentunya akan menarik perhatian target audiens, misalnya hero image yang menampilkan seseorang dengan senyum ceria.
5. Call-To-Action (CTA)
Call-To-Action (CTA) adalah elemen landing page yang mengandung tujuan spesifik. Beberapa contoh CTA:
- Unduh Sekarang!
- Klik di Sini!
- Follow
- Buy Now
Tombol CTA ini merupakan tujuan akhir untuk memberikan tindakan kepada calon pelanggan setelah melihat produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Perbedaan Landing Page dan Website
Landing page sudah lama dikenal dalam dunia digital marketing. Namun, banyak yang masih belum memahami perbedaan antara landing page dan website, lho!
Memang keduanya terlihat mirip dan merupakan representasi bisnis. Tetapi, landing page dapat dianggap sebagai versi yang lebih sederhana dari website, nih!
Apa bedanya website dan landing page? Berikut ini beberapa perbedaan yang akan dijelaskan secara lengkap dan jelas, ya.
1. Tujuan
Perbedaan pertama yang mencolok yaitu dari segi tujuan. Website dibuat sebagai halaman yang mewakili bisnis secara menyeluruh, memudahkan pengunjung website untuk mengakses dan mencari informasi seputar bisnis. Di website biasanya akan ada CTA yang mengarah ke landing page.
Sedangkan tujuan landing page lebih spesifik, yaitu memasarkan penawaran khusus kepada calon pelanggan, register ke suatu acara, mengumpulkan subscriber, membeli suatu produk, atau download e-book. Landing page memiliki tujuan akhir konversi.
2. Audiens
Website lebih mudah ditemukan dan ditujukan untuk audiens yang lebih luas, ya. Sedangkan landing page menargetkan audiens yang lebih spesifik.
Umumnya audiens yang mengunjungi landing page datang melalui CTA atau link yang sudah di-share dan mereka pun sudah tertarik terlebih dahulu terhadap penawaran yang diberikan. Bisa dikatakan, landing page bisa mendapatkan audiens yang lebih tersegmentasi.
3. Konten
Umumnya, website memiliki beberapa halaman yang meliputi halaman utama, blog, tentang kami, harga, dan lain sebagainya. Konten di website memang bersifat umum, sedangkan konten landing page langsung menawarkan sesuatu yang spesifik dan biasanya hanya memiliki satu CTA.
Walaupun terkadang penawaran khusus dimasukkan ke website, tapi bisnis perlu membuat landing page, lho! Mengapa demikian? Karena pengunjung akan langsung diarahkan pada satu tujuan, tanpa diarahkan ke konten lainnya.
Misalnya, nih, ketika suatu bisnis memberikan diskon 50% kepada target audiensnya, sebaiknya membuat landing page khusus untuk campaign tersebut. Pasalnya, landing page akan lebih efektif daripada menambahkan halaman khusus penawaran di website, ya.
4. Desain
Seperti yang disebutkan sebelumnya, website biasanya memiliki banyak menu yang memberikan informasi tentang bisnis. Nah, desain landing page akan lebih sederhana, karena di dalamnya hanya berisi CTA yang harus diambil audiens.
Jadi, saat membuat landing page, hindari informasi yang rumit dan fokuslah pada pesan marketing yang jelas, ya.
Cara Membuat Landing Page Menggunakan WordPress
Untuk membuat landing page cukup mudah, kok! Berikut ini beberapa langkah membuat landing page menggunakan plugin elementor di WordPress.
1. Menentukan Tujuan Landing Page
Membuat landing page perlu memiliki tujuan yang jelas agar pesan bisa disampaikan kepada calon pelanggan lebih tepat. Dengan menentukan tujuan ini, tentu akan memudahkanmu dalam mengevaluasi performa landing page yang telah dibuat.
Berikut ini terdapat beberapa tujuan pembuatan landing page, antara lain:
- Lead generation: mengumpulkan data calon customer.
- E-commerce: menjual produk atau layanan tertentu.
- Viral marketing: menyebarkan informasi tentang produk atau layanan yang ditawarkan bisnis.
- Branding: menciptakan kesan positif dan kuat, agar calon customer-mu tertarik untuk membeli.
2. Menentukan Target Audiens
Penting sekali untuk menentukan target audiens, karena akan mempengaruhi desain, tata letak (layout), dan tampilan landing page yang kamu buat, lho! Pemilihan target audiens ini juga berdampak pada keputusan calon pelanggan untuk membeli produk atau jasa yang bisnis tawarkan.
3. Mencari Inspirasi Desain
Langkah selanjutnya yaitu mencari inspirasi desain landing page yang sesuai dengan bisnismu. Meskipun terdapat banyak pilihan desain dan layout, tentunya dengan memiliki gambaran awal desain landing page ini akan memudahkanmu dalam membuatnya. Kamu bisa mempertimbangkan contoh landing page dari berbagai bisnis sejenis.
4. Membuat Copy dan Isi Landing Page
Setelah menentukan desain yang sesuai, langkah berikutnya adalah membuat copy dan isi landing page. Pastikan visual dan teksnya seimbang agar calon pelanggan mudah memahami penawaran yang bisnismu berikan.
Kamu bisa menggunakan formula copywriting AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) untuk menarik perhatian pelanggan dan mengarahkan mereka ke pembelian produk atau layanan bisnismu.
5. Memilih Plugin Page Builder
Ada banyak tools untuk membuat landing page, tapi jika kamu mencari pilihan gratis, plugin page builder adalah pilihan yang tepat. Dengan plugin ini, kamu bisa membuat landing page di WordPress tanpa perlu coding, lho!
Ada banyak pilihan page builder, misalnya Beaver Builder, WPBakery, SeedProd, Elementor, dan masih banyak lagi. Setiap page builder memiliki fitur dan kelebihannya masing-masing, ya.
6. Memasang Plugin Elementor
Di dashboard WordPress, kamu bisa membuka menu Plugins > Add New. Setelah itu, ketik “Elementor” di kolom pencarian dan pilihlah “Elementor Website Builder“. Klik “Install Now” dan tunggulah beberapa saat, kemudian klik “Activate“, ya.
7. Mengaktifkan Menu Landing Page
Dari dashboard WordPress, kamu bisa membuka menu Elementor. Di tab General, centanglah pilihan “Landing Pages” di menu Post Types agar kamu bisa membuat landing page untuk bisnismu. Setelah selesai mencentang, kamu bisa “Save Changes“.
8. Membuat Landing Page
Pada langkah ini, kamu bisa menambahkan landing page baru dengan membuka tab Templates > Landing Pages, setelah itu klik tombol “Add New Landing Page“, ya.
9. Memilih Landing Page Theme
Setelah kamu klik “Add New Landing Page”, kamu akan diarahkan ke halaman Theme Library Elementor. Di sini terdapat berbagai template gratis yang bisa kamu pakai. Pilihlah tema yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu, lalu klik “Insert Now“.
10. Kustomisasi Landing Page Template
Landing page template yang telah kamu pilih telah siap digunakan, tapi kamu juga bisa menyesuaikan layout (tata letak) di Elementor dengan cara drag and drop.
Di sini, kamu juga bisa menambahkan atau mengurangi elemen sesuai kebutuhan bisnismu, lho! Pastikan juga landing page milikmu dilengkapi Call-to-Action (CTA) dengan menggunakan teknik copywriting yang menarik, ya.
11. Launch Landing Page
Setelah melakukan kustomisasi landing page template, langkah selanjutnya yaitu klik “Publish“. Sebaiknya, lihatlah preview landing page terlebih dahulu untuk memastikan tampilannya telah sesuai dengan yang kamu inginkan.
Contoh Landing Page
Agar kamu lebih memahami landing page, di bawah ini terdapat beberapa contoh landing page yang umumnya ditemui. Apa saja contohnya? Simak, di bawah ini, yuk!



