Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Cara Menggunakan Google Keyword Planner yang Benar

Firly Fenti by Firly Fenti
23 June 2025
in Search Engine Optimisation
Reading Time: 11 mins read
0
Cara menggunakan dan fungsi Google Keyword planner
Share on FacebookShare on Twitter

Google Keyword Planner menjadi salah satu tool gratis yang digunakan oleh advertiser untuk meningkatkan efektivitas campaign iklan mereka di Google Ads. Dengan memahami fitur-fitur yang ada pada Google ads, tool ini akan membantu advertiser untuk menemukan keyword yang relevan, mengoptimalkan pengeluaran iklan, dan mencapai target audiens dengan tepat. Artikel di bawah ini akan membahas cara menggunakan Google Keyword Planner yang benar dan efektif.  

Table of Contents

Toggle
  • Mengenal Google Keyword Planner dan Fungsinya
    • Membantu Menemukan Keyword yang Relevan
    • Memberikan Data Pencarian yang Akurat
    • Mempermudah Analisis Keyword Kompetitor
    • Membantu Meningkatkan Efektivitas Campaign Iklan
  • Cara Daftar Google Keyword Planner
  • Cara Menggunakan Google Keyword Planner
    • 1. Discover New Keywords
    • 2. Get Search Volume and Forecast
  • Membaca Analisa Daftar Keyword dari Google Keyword Planner
  • Tips Menggunakan Google Keyword Planner yang Efektif
    • 1. Cara Menggunakan Fitur Filter pada Google Keyword Planner
    • 2. Cara Mengetahui Keyword yang Digunakan Kompetitor
  • Contoh Penggunaan Google Keyword Planner untuk Google Ads
    • 1. Memilih Keywords yang Low Competition di Google Keyword Planner
    • 2. Mencari Ide Keyword yang Sesuai dengan Bisnismu di Google Keyword Planner
    • 3. Forecasting Performance dengan Google Keyword Planner

Mengenal Google Keyword Planner dan Fungsinya

Google Keyword Planner adalah tool dari Google yang membantu kamu mencari keyword untuk campaign iklanmu di Google Ads. Tool ini memberikan informasi tentang volume pencarian keyword, biaya per klik (Cost per Click), dan saran keyword baru. Tool ini siap membantu kamu merencanakan campaign iklanmu dengan lebih baik.

Selain gratis, Google Keyword Planner memiliki beberapa fungsi lain. Fungsi Google Keyword Planner antara lain:

Membantu Menemukan Keyword yang Relevan

Google Keyword Planner membantu kamu menemukan keyword yang relevan dengan bisnismu. Dengan fitur “Discover New Keywords“, kamu dapat menjelajahi berbagai ide keyword yang sesuai dengan tujuan campaign iklanmu.

Memberikan Data Pencarian yang Akurat

Dengan opsi “Get Search Volume and Forecasts“, Google Keyword Planner memberikan informasi yang akurat tentang volume pencarian dan perkiraan kinerja keyword yang sudah ada. Hal ini memungkinkan kamu untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan campaign iklanmu.

Mempermudah Analisis Keyword Kompetitor

Google Keyword Planner juga memungkinkan kamu untuk menganalisis keyword yang digunakan oleh kompetitormu. Dengan memahami strategi keyword kompetitor, kamu dapat mengoptimalkan strategi iklanmu untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Membantu Meningkatkan Efektivitas Campaign Iklan

Dengan semua fitur dan data yang terdapat di Google Keyword Planner, kamu dapat mengoptimalkan campaign iklan, sehingga lebih efektif dalam mencapai tujuan marketingmu. Dengan kata lain, Google Keyword Planner membantu meningkatkan ROI (Return on Investment) dari kampanye iklanmu.

Baca Juga: 5 Contoh Iklan Google Ads untuk Memperluas Jangkauan

Bagaimana cara menggunakan Google Keyword Planner?

Cara Daftar Google Keyword Planner

Cara mengakses Google Keyword Planner cukup mudah, cepat, dan gratis. Langkah pertama yang diperlukan untuk menggunakan tool ini adalah membuat akun Google Ads. Jika kamu belum mempunyai akun Google Ads, tenang, kamu bisa membuatnya hanya dalam hitungan menit dengan panduan berikut ini:

  • Buka Google Ads dan klik “Mulai sekarang.”
  • Masuk dengan akun Google kamu.
  • Klik opsi “Beralih ke Mode Pakar.”
  • Pilih opsi “Buat akun tanpa kampanye.”
  • Pilih negara penagihan, zona waktu, dan mata uang.
  • Klik “Kirim” untuk menyelesaikan proses.
  • Setelah sampai di halaman konfirmasi, klik “Jelajahi akunmu.”
  • Di bagian menu, klik “Alat.”
  • Pilih “Keyword Planner” di bawah kolom “Perencanaan.”

Selesai, kamu bisa memulai untuk menggunakan Google Keyword Planner.

Cara membuat Google Keyword Planner

Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Google Keyword Planner memberikan dua opsi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan advertiser. Opsi yang bisa kamu pilih dalam menggunakan Google Keyword Planner adalah:

  • Discover New Keywords: untuk mencari ide keywords yang sesuai dengan bisnis atau produk kamu
  • Get Search Volume and Forecast: untuk melihat volume pencarian dan beberapa metrik lainnya untuk daftar keyword yang sudah kamu miliki sebelumnya

Berikut penjelasan lebih detail mengenai Discover New Keywords dan Get Search Volume pada Google Ads Keyword Planner:

1. Discover New Keywords

Pilih opsi ini jika kamu ingin melakukan riset keyword untuk menemukan ide keyword baru. Kamu akan melihat dua tab, yaitu “Start with keywords” dan “Start with a website”.

Menggunakan Keyword Planner dengan Discover New Keywords

a. Start with keywords: Masukkan hingga 10 keyword yang terkait dengan bisnismu. Misalnya, kamu ingin menemukan keyword yang terkait dengan “Jasa Digital Marketing”, masukkan keyword tersebut ke dalam kolom pencarian. 

Kemudian klik “Get results.” Kamu juga bisa memasukkan URL situsmu untuk membantu Google menghapus layanan, produk, atau merek yang tidak kamu tawarkan. Kamu juga akan mendapatkan informasi tentang jumlah pencarian bulanan rata-rata, jumlah bidding tertinggi dan terendah, dan lainnya.

Menggunakan Keyword Planner dengan Start with keyword

b. Start with a website : Jika cara yang pertama dengan mengetikkan keyword, cara yang kedua bisa kamu lakukan dengan memasukkan URL untuk mendapatkan saran atau ide keyword. Google akan mencari keyword yang terkait dengan konten halaman (atau situs) dari URL tersebut.

Menggunakan Keyword Planner dengan Start with keyword

2. Get Search Volume and Forecast

Jika sudah memiliki daftar ide keyword, kamu bisa menggunakan opsi ini. Opsi ini memungkinkan kamu melihat volume pencarian—seberapa sering keyword dicari setiap bulannya rata-rata—dan metrik lainnya untuk beberapa keyword sekaligus.

Untuk memulai, kamu bisa memasukkan keyword ke dalam kolom pencarian. Lanjutkan dengan copy dan paste, menambahkan satu keyword per baris, atau menambahkannya dalam satu baris yang dipisahkan dengan koma. Kemudian, klik “Get started.”

Menggunakan Keyword Planner dengan Get Search Volume and Forecast

Kamu akan melihat halaman hasil keyword yang sama seperti saat kamu menggunakan “Discover new keywords.” Bedanya, kamu hanya akan mendapatkan informasi tentang keyword yang kamu masukkan, tanpa ide keyword terkait lainnya.

Menggunakan Keyword Planner dengan Get Search Volume and Forecast

 

Membaca Analisa Daftar Keyword dari Google Keyword Planner

Saat menganalisis daftar keyword dari Google Keyword Planner, penting untuk memahami beberapa istilah metrik yang diberikan dalam hasilnya. Berikut beberapa istilah dari result yang perlu kamu pahami:

  • Keyword: Ini adalah kata kunci atau frasa yang digunakan oleh audience atau user saat mencari informasi di Google.
  • Average monthly searches: Metrik ini menunjukkan rata-rata jumlah pencarian bulanan untuk setiap keyword dalam daftar. Semakin tinggi angka ini, semakin banyak orang yang mencari keyword tersebut setiap bulannya.
  • Competition: Tingkat persaingan menunjukkan seberapa banyak advertiser yang beriklan menggunakan keyword tertentu. Semakin tinggi persaingannya, semakin sulit untuk bersaing dalam iklan dengan keyword tersebut.
  • Three month change: Metrik ini menunjukkan perubahan dalam jumlah pencarian keyword selama tiga bulan terakhir. Jika angka ini positif, itu berarti jumlah pencarian meningkat. Sebaliknya, jika negatif, itu menunjukkan penurunan dalam jumlah pencarian.
  • Top of Page Bid: Ini adalah perkiraan biaya yang diperlukan untuk menempatkan iklanmu di bagian atas halaman hasil pencarian Google menggunakan keyword tersebut. Semakin tinggi angka ini, semakin mahal biaya per kliknya. 

Dengan memahami istilah-istilah metrik ini, kamu dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih keyword untuk kampanye iklan, serta merencanakan strategi bidding dan budget yang tepat.

Tips Menggunakan Google Keyword Planner yang Efektif

Untuk memaksimalkan manfaat dari Google Keyword Planner, ada beberapa tips menggunakan Google Keyword Planner yang bisa kamu terapkan. Menggunakan fitur filter dengan tepat dan memanfaatkan data kompetitor adalah dua strategi penting. 

Dengan filter, kamu bisa menyaring hasil pencarian berdasarkan kriteria spesifik seperti lokasi atau bahasa, sehingga mendapatkan keyword yang lebih relevan dengan bisnismu. Selain itu, menganalisis keyword yang digunakan oleh kompetitor bisa memberimu informasi tentang strategi mereka, membantu kamu menemukan peluang keyword yang belum digunakan dan meningkatkan performance kampanye.

1. Cara Menggunakan Fitur Filter pada Google Keyword Planner

Fitur filter pada Google Keyword Planner memungkinkan kamu untuk menyaring hasil pencarian keyword berdasarkan kriteria tertentu seperti lokasi, bahasa, atau periode waktu. Menggunakan filter ini bisa membantu kamu menemukan keyword yang lebih spesifik dan relevan dengan bisnismu. Berikut cara menggunakannya:

  • Setelah mendapatkan hasil pencarian keyword, klik ikon filter di bagian atas halaman.
  • Pilih kriteria filter yang diinginkan, misalnya lokasi, bahasa, atau periode waktu.
  • Klik “Apply” untuk melihat hasil yang sudah difilter. Analisis hasil filter untuk menemukan keyword yang paling cocok dengan target audiens dan kebutuhan bisnismu.

Fitur filter pada Google Keyword Planner

2. Cara Mengetahui Keyword yang Digunakan Kompetitor

Mengetahui keyword yang digunakan oleh kompetitor bisa menjadi salah satu dalam strategi iklanmu. Dengan Google Keyword Planner, kamu bisa menganalisis dan memanfaatkan keyword yang sudah terbukti efektif oleh kompetitor. Berikut caranya:

  • Masuk ke Google Keyword Planner.
  • Pilih “Discover New Keywords”.
  • Masukkan URL situs web kompetitor di kolom yang tersedia.
  • Klik “Get Results” untuk melihat daftar keyword yang digunakan oleh kompetitor beserta data jumlah pencariannya.
  • Analisis keyword tersebut dan pilih yang paling relevan dan berpotensi untuk bisnismu.
  • Gunakan keyword tersebut dalam campaign iklanmu untuk meningkatkan visibilitas dan efektivitas iklan.

Dengan memahami dan menerapkan cara menggunakan fitur filter serta mengetahui  keyword dari kompetitor, kamu bisa lebih efektif dalam mengoptimalkan Google Keyword Planner untuk meningkatkan kinerja kampanye iklanmu.

Baca Juga: Struktur Campaign Google Ads dan Cara Membuatnya

Contoh Penggunaan Google Keyword Planner untuk Google Ads

Google Keyword Planner adalah alat yang sangat berguna untuk meningkatkan efektivitas kampanye iklan di Google Ads. Dengan alat ini, kamu bisa menemukan keyword yang tepat untuk menarik audiens yang relevan, mengidentifikasi peluang dengan persaingan rendah, dan memperkirakan performa iklanmu di kampanye selanjutnya. 

Beberapa contoh penggunaan Google Keyword Planner untuk Google Ads yang bisa kamu jadikan referensi adalah:

1. Memilih Keywords yang Low Competition di Google Keyword Planner

Salah satu cara efektif untuk meningkatkan performance iklan adalah dengan memilih keyword yang memiliki persaingan rendah (low competition). Untuk menemukan keyword seperti ini di Google Keyword Planner, masukkan beberapa keyword yang relevan dengan bisnismu. 

Setelah mendapatkan hasil pencarian, gunakan fitur filter untuk menyaring keyword berdasarkan tingkat persaingan rendah. Dengan memilih keyword yang low competition, kamu bisa menargetkan audiens yang lebih spesifik dengan biaya lebih rendah dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan klik dan konversi.

2. Mencari Ide Keyword yang Sesuai dengan Bisnismu di Google Keyword Planner

Google Keyword Planner bisa membantu kamu menemukan ide keyword yang sesuai dengan bisnismu. Masukkan keyword utama atau URL situs webmu di fitur “Discover New Keywords” untuk mendapatkan daftar keyword yang relevan. 

Analisis daftar tersebut berdasarkan jumlah pencarian, relevansi, dan tingkat persaingan. Kamu bisa memilih keyword yang paling sesuai dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Dengan cara ini, kamu bisa memastikan bahwa iklanmu menjangkau audiens yang tepat dan meningkatkan efektivitas iklanmu.

3. Forecasting Performance dengan Google Keyword Planner

Fitur forecasting di Google Keyword Planner memungkinkan kamu untuk memperkirakan performa keyword sebelum di set di kampanye iklan. Caranya adalah dengan memasukkan daftar keyword yang ingin kamu analisis di fitur “Get Search Volume and Forecast“. 

Fitur ini akan memberikan perkiraan jumlah klik, impresi, dan biaya untuk keyword tersebut. Dengan data ini, kamu bisa merencanakan anggaran dan strategi iklanmu dengan lebih baik, memastikan bahwa kamu mendapatkan hasil maksimal dari pengeluaran iklanmu.

Menggunakan Fitur Forecast dengan Google Keyword Planner

Itu tadi penjelasan mengenai Google Keyworld Planner, semoga membantu dan selamat mencoba!

Tags: CampaignIklanKeyword
ShareTweetPin
Firly Fenti

Firly Fenti

Memulai pengalaman digital marketing di bidang media sosial dan SEO writing 4 tahun lalu, Firly saat ini fokus menekuni bidang performance marketing dengan portofolio handling beberapa bisnis, seperti web-commerce and app based. Firly saat ini juga menekuni CRM dan data untuk mengoptimalkan hasil serta mengintegrasikan strategi performance marketing di seluruh digital channels.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!
Search Engine Optimisation

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

29 May 2026

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat...

Apa itu SEO?
Search Engine Optimisation

SEO adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

29 May 2026

SEO adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini. Apalagi semakin banyak...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka