Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search Engine Optimization). Berkat kehadirannya, kini pengguna internet bisa mendapatkan informasi dengan lebih informatif dan akurat.
Sebagai pemilik website kamu tentu harus memanfaatkan schema mark up semaksimal mungkin. Dengan begitu, website milikmu bisa mendapatkan CTR (Click Through Rate) dan traffic organic lebih besar.
Mau tahu bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan mengenai pengertian, fungsi, hingga contoh schema mark up di artikel ini!
Pengertian Schema Mark Up
Schema mark up adalah sebuah kode khusus yang bisa kamu gunakan untuk membantu memberikan hasil pencarian yang lebih informatif di search engine.
Saat kamu memasang kode ini, mesin pencari bisa mengetahui bentuk kontenmu dengan cepat lalu menyesuaikan tampilannya di hasil pencarian. Tampilan yang sudah disesuaikan ini dikenal juga dengan nama rich snippet.
Misalnya ketika kamu menerbitkan artikel tentang review sepatu sekolah merk ABCD, tampilan hasil pencarian di Google bukan sekadar Judul dan Potongan isi artikelnya saja. Tetapi ada juga informasi tentang rating, jumlah review, dan star rating.
Dengan begitu, pengguna internet bisa langsung tahu seperti apa kualitas dari sepatu sekolah yang kamu review dalam artikel tersebut. Selanjutnya mereka tinggal mencari tahu apa kelebihan dan kekurangannya.
Fungsi Schema Mark Up
Rich snippet, menurut Ahrefs.com, adalah bagian dari SEO yang dapat meningkatkan persentase Click Through Rate dan juga traffic. Itulah kenapa schema mark up penting untuk SEO.
Di sisi lain, schema mark up juga membantu mesin pencari untuk memahami konten yang ada pada website-mu. Sebab mesin pencari pada dasarnya tidak bisa membedakan jenis-jenis konten secara default.
Setelah mendapatkan bantuan dari schema mark up, barulah mesin pencari bisa mengenal dan mengelompokkan konten berdasarkan jenisnya. Kemudian konten yang sudah dikelompokkan akan ditampilkan pada pengguna internet dengan tampilan yang berbeda-beda.
Contoh Schema Mark Up
Sekarang kamu sudah mengetahui pengertian dan juga fungsi schema mark up. Supaya kamu tidak kebingungan dan punya gambaran yang jelas, mari simak beberapa jenis schema mark up dan contohnya di bawah ini.
Rating atau Review
Schema mark up rating atau review biasanya digunakan pada konten review seperti review produk, jasa, bisnis, buku, film, atau destinasi wisata. Dengan schema mark up ini, kamu bisa menampilkan rating dan jumlah ulasan kepada pengguna internet.

Organization
Organization schema mark up digunakan untuk menampilkan informasi penting suatu organisasi, perusahaan, atau brand. Mulai dari nama, kontak yang bisa dihubungi, lokasi, sampai alamat website resminya.
Contohnya jika kamu mencari kata kunci “Google Indonesia” di Google.com, maka akan muncul informasi seperti gambar di bawah ini:

Video
Jika kamu sering mengunggah video ke website, sebaiknya gunakan video schema mark up. Karena schema mark up ini bisa membantu pengindeksan video menjadi lebih cepat serta menampilkan informasi penting dari videonya seperti thumbnail, durasi, hingga deskripsi.

Person
Schema mark up person biasanya memuat informasi penting yang berhubungan dengan sosok terkenal. Seperti nama lengkap, tanggal lahir, latar belakang pendidikan, dan biografi singkatnya.
Contohnya schema mark up tentang mantan presiden BJ. Habibie di bawah ini:

Product
Kamu bisa memaksimalkan penggunaan schema mark up product untuk menampilkan berbagai informasi dari suatu produk. Misalnya foto, harga, rating, jumlah ulasan, dan lain-lain.
Contoh schema mark up produk bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini:

Breadcrumb
Schema mark up breadcrumb biasanya dimanfaatkan untuk menampilkan struktur dari halaman website. Dengan bantuan schema mark up ini, kamu bisa langsung memberitahu kategori yang ada di website-mu kepada pengguna internet.

Resep
Schema mark up resep memungkinkan kamu untuk menampilkan informasi yang berhubungan dengan resep masakan. Misalnya bahan-bahan yang dibutuhkan, rating, hingga durasi memasaknya.

Lowongan Pekerjaan
Schema mark up yang satu ini sangat cocok digunakan untuk menampilkan informasi lengkap mengenai suatu lowongan pekerjaan, seperti deskripsi tugas, kualifikasi, nama pekerjaan, dan sebagainya.

Rekomendasi Tools Testing Untuk Schema Mark Up

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bentuk dari schema mark up adalah sebuah kode. Kode ini dipasang pada struktur data HTML website milikmu sehingga tidak bisa langsung diketahui apakah kodenya berjalan atau tidak.
Oleh karena itu kamu harus mengetahui bagaimana cara cek schema mark up untuk memastikannya. Siapa tahu ada bagian yang error dalam kode tersebut lalu membuat kodenya gagal dijalankan.
Untuk mengecek kode schema mark up kamu bisa menggunakan memanfaatkan tools testing schema mark up seperti Google Rich Result Test. Caranya buka dulu tools tersebut, kemudian masukan URL website-mu pada kolom yang tersedia. Kemudian klik “Uji URL”.
Selain Google Rich Result Test, ada beberapa rekomendasi tool testing untuk schema mark up yang bisa kamu gunakan. Berikut daftarnya:
Google Search Console
Google Search Console dikenal sebagai tools untuk meningkatkan kualitas suatu website. Di dalamnya terdapat banyak fitur penting yang bisa digunakan oleh pemilik website, salah satunya adalah Google Search Console Structured Data Report.
Melalui fitur ini kamu bisa memverifikasi apakah kode schema mark up pada website-mu sudah berjalan dengan baik atau tidak. Namun untuk bisa menggunakan fitur ini website milikmu harus sudah terhubung dengan Google Search Console.
Yandex Webmaster’s Structured Data Validator
Tools testing schema mark up milik Yandex ini mampu menunjukkan bagaimana kode schema mark up dalam website-mu diproses. Selain itu, kamu juga bisa melihat kesalahan yang ada pada kodenya.
Cara menggunakannya cukup mudah, kamu hanya perlu meletakkan URL website atau kode schema mark up-nya ke kolom yang tersedia. Setelah itu, klik bagian “check” dan tunggu hasil analisisnya muncul.
SEO SiteCheckup’s Microdata Schema Test
SEO Sitechekcup dapat membantu kamu memeriksa dan memverifikasi kode schema mark up pada website milikmu secara akurat. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui jika ada error atau bug pada kodenya.
Selain hasil laporan yang akurat, tools ini juga sudah dilengkapi dengan fitur mengubah hasil analisa ke dalam format PDF. Kamu bisa memakai fitur ini jika ingin mengirimkan laporan hasil analisa ke klien atau sekadar disimpan untuk pribadi.
Kelebihan lain SEO Sitescheckup adalah gratis! Yup, kamu tidak perlu merogoh kocek untuk memperoleh hasil analisa yang lengkap. Cukup buat akun menggunakan akun Google atau Facebook.
Bing Markup Validator
Bing Markup Validator dari Microsoft ini bisa kamu manfaatkan untuk menganalisis kode schema mark up pada website-mu. Cara penggunaannya tidak terlalu ribet karena kamu hanya perlu meletakkan URL di kolom yang sudah tersedia kemudian menjalankan analisanya.
Akan tetapi kamu harus membuat akun terlebih dulu. Pendaftarannya gratis dan kamu bisa memilih salah satu dari tiga opsi pendaftaran yang tersedia, yaitu mendaftar dengan akun Microsoft, Google, atau Facebook.
Penutup
Nah itulah penjelasan mengenai pengertian, jenis, dan peran schema mark up dalam SEO. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa schema mark up adalah salah satu cara untuk mendatangkan traffic ke website-mu.
Namun perlu diingat juga, konten yang kamu buat harus berkualitas bagus agar tidak mengecewakan pembaca.
Referensi:
- https://idwebhost.com/blog/schema-markup/
- https://cmlabs.co/id-id/seo-terms/schema-markup-adalah
- https://wpastra.com/resources/structured-data-testing-tools/




