Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

Retna Kumalasari by Retna Kumalasari
29 May 2026
in Search Engine Optimisation
Reading Time: 7 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat mendengar istilah ini. URL adalah salah satu komponen di dalam website yang mempunyai makna seperti alamat unik penanda lokasi website itu berada.

Istilah ini erat kaitannya dengan kata address atau alamat. Jika diibaratkan sebagai rumah, URL ini adalah alamat rumah tersebut.

Hal ini juga menunjukkan di mana website ini berlokasi (secara online), seperti halnya alamat rumah yang dapat menentukan lokasi tinggalnya seseorang.

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu URL ?
  • Fungsi dari URL
    • Memberi nama pada file yang tersimpan dalam website
    • Memudahkan user saat mengakses website
    • Mempermudah dalam mengidentifikasi file
    • Memberi alamat dokumen
  • Struktur pada URL
    • HTTP/HTTPS
    • WWW (Subdomain)
    • Nama Domain
    • Ekstensi Domain
    • Path to Resource
    • Parameter
  • Jenis-Jenis URL
  • Cara Membuat URL SEO Friendly
    • Gunakan URL deskriptif dan sederhana
    • Pakai keyword yang relevan
    • Pakai tanda hubung untuk mengganti spasi
    • Hindari menggunakan parameter URL yang berlebihan
    • Gunakan format lowercase
    • Pakai subfolder
  • Penutup

Apa Itu URL ?

URL adalah singkatan dari Uniform Resource Locator yang merupakan salah satu komponen pada halaman website. URL sendiri sangat berguna untuk mengarahkan kamu ke dalam website, halaman web, atau dokumen-dokumen tertentu di dalam internet.

Umumnya, URL digunakan untuk mengidentifikasi lokasi dari sebuah file di dalam internet,  baik berupa situs, video, gambar, program perangkat lunak, dan lain sebagainya.

Dengan adanya URL, kamu bisa mengakses berbagai macam file di dalam internet dengan mudah, karena browser web sudah mengetahui kemana harus mencari file tersebut.

Fungsi dari URL

Selain sebagai media untuk mengidentifikasi alamat pada situs website, ada beberapa fungsi URL lainnya yang mesti kamu ketahui. Nah, di bawah ini ada beberapa fungsi lain dari URL, di antaranya:

  1. Memberi nama pada file yang tersimpan dalam website

Jika melihat dari definisi URL, dapat diketahui bahwa URL bisa menjadi sarana untuk menamai file-file pada website yang kamu buat.

  1. Memudahkan user saat mengakses website

Fungsi lainnya adalah dapat mempermudah para pengguna dalam mengakses website. Selain itu, URL dapat membantu pengguna untuk mengingat alamat dokumen yang pernah ia akses.

  1. Mempermudah dalam mengidentifikasi file

Penggunaan URL akan mempermudah dalam mengidentifikasi file dalam internet seperti situs, dokumen, gambar, video, dan file lain yang dibutuhkan.

  1. Memberi alamat dokumen

Fungsi terakhir dari URL adalah menjadi alamat pada setiap file yang di dalamnya berisikan dokumen-dokumen tertentu.

Gunakan URL yang sederhana agar website lebih mudah dicari

Struktur pada URL

Ternyata, masih banyak orang yang menganggap URL sama dengan nama pada domain. Padahal kenyataannya, domain hanya salah satu bagian atau komponen pada struktur URL itu sendiri.

Nah, supaya kamu bisa membedakan antara komponen yang ada pada URL, simak dengan baik struktur dan bagian-bagian URL di bawah ini.

  • HTTP/HTTPS

Pertama adalah scheme atau skema dari protokol mana yang dipakai ketika akan mengakses website.

HTTP dan HTTPS menjadi scheme yang paling sering digunakan. Protokol ini nantinya akan bertugas untuk mengirim dan menerima pesan atau informasi melalui Domain Name System, kemudian akan mengembalikannya lagi ke dalam browser.

  • WWW (Subdomain)

Bagian URL selanjutnya adalah subdomain. Subdomain merupakan kata yang ada pada titik pertama URL. Biasanya, subdomain dianggap sebagai “anak” dari domain utama yang digunakan.

Secara umum, subdomain akan dipakai untuk dua hal, yakni digunakan untuk melakukan staging dan testing di dalam sebuah website.

Tipe subdomain yang paling sering digunakan adalah www. Selain www, pemilik website bisa menggunakan kata apa pun pada subdomain. Beberapa contoh subdomain lain yang bisa digunakan adalah “blog”, “support”, “news”, dan lain-lain.

  • Nama Domain

Struktur URL selanjutnya adalah nama domain. Nama domain adalah sebuah alamat yang diketik oleh pengguna di dalam browser, guna membuka website yang dituju.

Satu jenis nama domain beserta ekstensinya hanya bisa digunakan oleh satu website saja. Sebab, nama domain ini hanya mewakili setiap alamat IP yang menuju kepada server website tersebut.

Berikut adalah salah satu contoh nama domain beserta ekstensinya, yakni economic.co.id.

  • Ekstensi Domain

Ekstensi domain atau disebut dengan Top-level Domain (TLD) merupakan bagian pada URL yang berada setelah titik di akhir nama dari website tersebut.

Pada dasarnya, ada banyak jenis TLD yang bisa digunakan saat membuat website, namun yang paling banyak digunakan adalah ekstensi .com.

Selain .com, berikut beberapa jenis ekstensi yang bisa kamu gunakan, di antaranya:

  1. Generic TLD (gTLD) merupakan ekstensi domain yang cukup populer untuk dipakai, misalnya .com, .org, atau .net.
  2. Country Code TLD (ccTLD) adalah TLD yang bisa menunjukkan identitas sebuah wilayah, negara (country), atau area geografis tertentu. Umumnya, ccTLD akan terdiri dari dua huruf yang merujuk pada kode negara internasional. Contohnya, .uk (Inggris), .sg (Singapura), dan juga .id (Indonesia).
  3. Sponsored TLD (sTLD) merupakan jenis ekstensi domain yang digunakan dan disponsori oleh pihak atau organisasi tertentu. Misalnya saja LLC yang merupakan sponsor dari .travel, Tralliance Registry Management Company, hingga DotAsia Organization Lt. yang menjadi sponsor dari .asia.
  4. New gTLD (nTLD) adalah ekstensi domain generasi yang baru. Beberapa contoh nTLD yang umum digunakan adalah .online, .store, atau .tech.
  • Path to Resource

Bagian selanjutnya adalah Path to Resource. Path juga dikenal sebagai struktur folder yang ada di dalam website. Biasanya, path berada di sebelah kanan TLD, atau setelah simbol garis miring “/”. Bagian dari URL ini yang akan mengarahkan pengguna kepada lokasi yang lebih spesifik.

  • Parameter

Terakhir dan tak kalah penting adalah parameter. Parameter merupakan variabel URL yang berada setelah tanda tanya. Biasanya, parameter ini akan dipisahkan dengan tanda = (sama dengan).

Kemudian, pada URL yang memiliki beberapa variabel, simbol ampresan (&) akan dipakai sebagai pemisah di antara variabel yang ada.

Jenis-Jenis URL

Ada beberapa jenis URL yang bisa kamu temui dengan mudah. Di antara URL yang digunakan tentu mempunyai fungsi dan kegunaannya tersendiri. Agar kamu bisa lebih mudah mengetahuinya dengan mudah, simak jenis-jenis URL berikut ini.

URL Absolute

Absolute adalah alamat lengkap yang berisikan seluruh informasi yang kamu perlukan untuk menemukan sumber daya.

Absolute akan dipakai untuk menautkan kepada sumber daya eksternal pada situs web lain, atau membagi tautan yang akan melepaskan kamu dari halaman utama pada web yang menyematkan tautan tersebut.

URL Relatif

URL relatif merupakan alamat yang relatif pada halaman web yang di dalamnya terdapat tautan tersebut. Biasanya jenis URL ini akan dipakai untuk menautkan kepada halaman lain pada domain website yang sama.

URL Dinamis

Pada URL dinamis, berisikan parameter yang akan dipakai untuk menyesuaikan isi konten yang diambil. Jenis URL ini akan digunakan untuk hasil pencarian, formulir online, hingga filter produk.

URL Vanity

Jenis selanjutnya adalah URL Vanity. Jenis URL pendek yang ketika dipetakan ke URL asli, URL-nya akan menjadi lebih panjang. URL jenis ini sangat membantu pengguna untuk membagikan dan mengingat website yang akan dituju.

Biasanya, jenis URL ini bisa dengan mudah ditemukan pada jejaring sosial, kode QR, atau pada kampanye pemasaran.

URL Fragment

Ada pula URL fragment yang bisa digunakan untuk menautkan kepada bagian tertentu dari halaman website. URL fragment akan memungkinkan para penggunanya untuk langsung masuk ke bagian tertentu dari halaman website yang panjang.

URL Data

Selain kelima jenis URL di atas, ada juga jenis URL data yang biasanya dipakai untuk menandai sumber daya yang disimpan secara lokal pada file di komputer penggunanya.

URL Mailto

Sementara itu, URL mailto dipakai untuk membuat tautan email yang saat diklik akan membuka email dari klien pengguna yang telah terkonfigurasi.

URL FTP

Terakhir adalah URL FTP. Jenis URL yang satu ini umumnya dipakai untuk membuka akses pada FIle Transfer Protocol.

Cara Membuat URL SEO Friendly

Setelah memahami apa itu URL, jenis dan bagian-bagian dari URL tersebut, kini kamu bisa membuat URL untuk website kamu sendiri. Di bawah ini, ada beberapa cara membuat URL dan contoh URL SEO friendly yang bisa kamu tiru.

  1. Gunakan URL deskriptif dan sederhana

Ada baiknya URL dibuat secara singkat, padat, jelas, dan menggambarkan isi secara keseluruhan. Hindari karakter-karakter khusus, string alfanumerik yang tidak relevan, atau angka acak.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/nama-artikel-seo-friendly

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/page?id=1234

  1. Pakai keyword yang relevan

Sematkan kata kunci yang relevan dengan konten pada halaman URL kamu. Hal ini memudahkan mesin pencari untuk memahami konten kamu. Selain itu, ini juga bisa meningkatkan potensi agar website mendapat peringkat yang lebih baik.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/panduan-seo-onpage

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/artikel/12345

  1. Pakai tanda hubung untuk mengganti spasi

Apabila dalam URL berisi lebih dari satu kata, alangkah baiknya kamu menggunakan tanda hubung untuk memisahkan antar katanya. Dengan begitu, URL bisa lebih mudah terbaca oleh mesin pencari.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/artikel-populer

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/artikelpopuler

  1. Hindari menggunakan parameter URL yang berlebihan

Parameter URL yang berbentuk “?category=xyz” atau “?id=123” dapat mempersulit mesin pencari. Jadi, gunakan parameter yang jelas atau tidak perlu menggunakan parameter apabila memungkinkan.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/produk/nama-produk

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/produk?id=12345&kategori=abc

  1. Gunakan format lowercase

Kamu bisa menggunakan huruf kecil pada URL, sebab mesin pencari akan menganggap URL yang menggunakan huruf besar dan huruf kecil sebagai halaman yang berbeda. Hal ini berpotensi menyebabkan duplikasi pada konten website kamu.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/artikel-seo

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/Artikel-SEO

  1. Pakai subfolder

Apabila website kamu mempunyai struktur hierarkis, kamu bisa menggunakan subfolder untuk memberi gambaran hubungan antar halamannya. Pastikan kamu mengurutkan level domainnya untuk mempermudah mesin pencari dalam memahami website kamu.

Contoh yang baik: www.contohsitus.com/artikel/kategori

Contoh kurang baik: www.contohsitus.com/kategori/artikel

Penutup

Itu tadi penjelasan lengkapnya seputar URL, jenis, dan cara membuatnya. Semoga dengan informasi tersebut, bisa membantu kamu untuk membangun website dengan URL yang mudah diingat dan dibagikan oleh para pembacanya.

 

Referensi: 

  • https://www.jagoanhosting.com/blog/pengertian-apa-itu-url/
  • https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-url#HTTP_atau_HTTPS
  • https://bard.google.com/share/942e6c5f46db
  • https://mtarget.co/blog/struktur-url-seo-friendly/ 

 

ShareTweetPin
Retna Kumalasari

Retna Kumalasari

Retna Kumalasari memiliki ketertarikan untuk menulis artikel sejak lama. Retna pun memutuskan untuk mendalami bidang penulisan sejak awal tahun 2022. Topik artikel yang ditulis tidak hanya seputar wirausaha, bisnis, dan keuangan. Namun, ada beberapa topik lainnya, seperti olahraga, kesehatan, game, anime, dan teknologi.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

Apa itu SEO?
Search Engine Optimisation

SEO adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

29 May 2026

SEO adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini. Apalagi semakin banyak...

Apa itu sitemap?
Search Engine Optimisation

Sitemap Adalah: Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya

26 May 2026

Saat membuat website, banyak orang cenderung fokus pada domain dan hosting sebagai dua hal...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka