Jika kamu bekerja di dunia digital marketing, tentu kamu sudah tidak asing dengan istilah cost per click. Cost per click atau CPC adalah sebuah metrik untuk mengukur besaran biaya yang kamu butuhkan untuk membayar setiap klik yang berasal dari iklan.
CPC menjadi salah satu aspek yang sangat penting ketika kamu ingin menjalankan kampanye iklan berbayar secara online. Metode ini dapat menjadi patokan saat akan menghitung besaran biaya yang perlu dikeluarkan saat beriklan. Dapatkan penjelasan lebih dalam di artikel ini!
CPC adalah Metrik Perhitungan Biaya
Secara umum, cost per click adalah sebuah metrik perhitungan biaya yang akan perlu dibayar oleh pengiklan berdasarkan iklan yang diklik oleh pengunjung.
Dilansir dari Investopedia, CPC adalah model pendapatan dari iklan online yang dipakai oleh situs web untuk menagihkan biaya kepada pihak pengiklan. Perhitungannya berdasarkan berapa kali pengunjung mengklik konten iklan bergambar yang tampil pada situs mereka.
Sementara itu, Sprout Social menjelaskan bahwa CPC merupakan istilah dalam periklanan berbayar yang mengharuskan pengiklan untuk membayar biaya dari setiap klik yang mereka dapatkan dari iklan. Sebagian konten iklan yang memanfaatkan CPC biasanya berbentuk text ads, shopping ads, image ads, dan video ads. Namun, CPC juga bisa kamu gunakan untuk Instagram ads, Facebook ads, Twitter promoted ads, atau LinkedIn ads.
Seringkali, pemilik website akan memanfaatkan pihak ketiga untuk menghitung dan menyesuaikan biaya iklan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan strategi Google Adwords.
Baca Juga: Pay per Impression adalah: Definisi dan Cara Kerjanya
Cara Kerja Cost Per Click
Cost per click ads merupakan salah satu cara efektif bagi bisnis untuk memasang iklan. Pasalnya, dengan menggunakan CPC, perusahaan bisa mengatur anggaran yang dibutuhkan untuk beriklan.
Selain itu, perusahaan yang memasang iklan juga bisa mengevaluasi campaign yang mereka iklankan berdasarkan respon audiens terhadap konten yang ditampilkan.
Namun, bagaimana cost per click ini bekerja? Berikut penjelasannya.
- Pihak pengiklan akan memasang iklan lewat dashboard dari platform digital yang dipilih perusahaan untuk beriklan.
- Kemudian, sebelum konten iklan tersebut disetujui oleh pihak publisher, sistem di dalamnya akan melakukan bidding atau lelang untuk menentukan besaran biaya yang sesuai.
- Setelah menyetujui iklan tersebut, konten akan ditampilkan ke audiens yang mengakses internet dan mencari informasi sesuai dengan keywords yang dipilih oleh pihak pengiklan.
- Pengiklan baru akan membayar biaya iklan tersebut ketika audiens mengklik konten iklan tersebut.
- Apabila pengunjung hanya melihat konten tanpa mengklik iklan tersebut, pihak pengiklan tidak akan membayar biaya cost per click adsense.

Cara Menghitung Cost Per Click
Lantas, bagaimana cara mengetahui hitungan cost per click? Perhitungan cost per click umumnya berdasarkan pada biaya per klik aktual yang terjadi pada iklan. Jika kamu ingin mengetahui besaran biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan CPC, kamu bisa menghitungnya dengan cara berikut ini:
Cost per click = Jumlah biaya iklan : Jumlah klik
Salah satu contohnya adalah saat pihak pengiklan memasang konten iklan dengan total biaya Rp2.000.000 dengan mendapatkan total klik sebanyak 2000 klik. Maka, untuk mendapatkan besaran biaya per klik, kamu perlu membagi total biaya dengan jumlah klik yang didapatkan.
Cost per click = Jumlah biaya iklan : jumlah klik
Cost per click = 2.000.000 : 2.000
Cost per click = 1.000
Dengan begitu, nilai cost per click dari campaign tersebut adalah Rp1.000.
Cara Optimasi Cost Per Click
Setelah mengetahui cara menghitung CPC, kamu juga perlu memahami cara mengoptimasi iklan tersebut supaya menghasilkan konversi dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik. Terdapat dua hal yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimasinya, yakni:
1. Membuat Ad Copy yang Menarik
Membuat ad copy yang menarik bisa menjadi salah satu cara untuk mengoptimasi konten iklan kamu. Ad copy merupakan sebuah teks berisi hal-hal yang akan menarik perhatian audiens untuk mengklik konten iklan kamu.
Untuk dapat menulis ad copy yang efektif, ada tiga komponen penting yang wajib kamu cantumkan, yakni manfaat, kegunaan dari fitur, hingga call to action atau kalimat ajakan yang bisa menarik konsumen untuk melakukan tindakan.
Untuk itu, kamu perlu membuat ad copy dengan menggunakan kata kerja aktif, tidak mengulang kata, dan cenderung berisi kalimat ajakan. Dengan membuat ad copy yang menarik, kamu bisa meningkatkan rasio click through rate (CTR) dan memengaruhi efektivitas dari iklan CPC yang sedang berlangsung.
2. Membuat Landing Page
Untuk mendukung pengoptimalan CPC, landing page menjadi hal yang wajib disediakan oleh perusahaan. Landing page merupakan sebuah halaman website atau profil media sosial yang dapat muncul saat pengunjung mengklik konten iklan yang ditampilkan.
Agar kamu bisa membuat landing page yang menarik, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Headline: Menggunakan judul yang menarik dan tentunya harus relevan dengan keywords yang ingin kamu gunakan.
- Desain brand yang konsisten: Membuat desain landing page sederhana yang bersih dengan mengikuti aturan dan panduan dari brand tersebut, agar kepercayaan pengguna dapat meningkat.
- Copy: Menuliskan copy yang menyampaikan value proposition dari produk atau layanan yang perusahaan tawarkan.
- Landing page harus berisi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung, untuk mengenal produk atau jasa, serta memberikan kemudahan bagi para penggunanya.
- Sematkan tombol atau link call to action yang jelas dan tentunya menarik.
Baca Juga: Intip Definisi dan Cara Membuat Membuat Landing Gratis!
Keunggulan Cost Per Click Bagi Bisnis
Penggunaan CPC sebagai metode kampanye digital marketing ternyata mampu memberi banyak keunggulan bagi bisnis. Tentunya, hal ini menjadi pertimbangan bagi para pelaku bisnis yang ingin memanfaatkan CPC sebagai metode kampanye mereka. Lantas, apa saja keunggulan dari penggunaan metode cost per click ini?
-
Terlacak dan Terukur
Salah satu keunggulan iklan CPC adalah memudahkan perusahaan untuk melacak dan mengukur hasil iklan menggunakan bantuan tools yang ada. Salah satu tools yang bisa kamu manfaatkan sebagai media untuk mengukur CPC beserta tingkat efektivitasnya adalah Google Analytics.
-
Mengetahui Efektivitas Biaya Iklan
Kamu juga bisa menggunakan cost per click untuk mengetahui seberapa efektif biaya yang kamu butuhkan untuk memasang iklan dengan metode ini. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui apakah hasil yang didapatkan dari konten iklan tersebut sudah sebanding dengan biaya untuk memasang iklan.
-
Memahami Aspek Iklan yang Efektif
Selain untuk mengetahui efektivitas biaya iklan, kamu juga bisa memanfaatkan CPC untuk menganalisis aspek pada iklan yang lebih optimal. Aspek-aspek tersebut terdiri dari keywords, desain pada iklan, copy atau teks yang terdapat pada iklan, dan lain sebagainya. Dengan memahami berbagai aspek tersebut, kamu bisa menghilangkan aspek yang tidak efektif dan menggantinya dengan aspek lain yang lebih baik.
-
Iklan Lebih Terkontrol
Memanfaatkan konten iklan CPC memperbesar peluang perusahaan untuk mengontrol target dan penayangan dari iklan tersebut. Dengan menentukan target audiens yang lebih spesifik, konten iklan yang kamu tampilkan dapat menarik perhatian pengunjung secara lebih efisien.
Perusahaan juga bisa mengontrol iklan CPC dengan menggunakan keyword atau kata kunci yang relevan dengan target market. Tak hanya itu, perusahaan juga bisa mengatur lokasi yang diinginkan untuk menampilkan iklan tersebut, sehingga konten lebih berpotensi untuk diklik oleh audiens.
-
Kompatibel dengan Marketing Channel lain
Cost per click merupakan sebuah metode yang sangat pas dengan berbagai marketing channel yang sering digunakan oleh digital marketer. Nah, agar konten iklan CPC menjadi lebih optimal, kamu bisa memanfaatkan copy iklan yang menarik di dalam landing page.
Penutup
Cost per click merupakan istilah dalam dunia digital marketing yang cukup sering digunakan. CPC adalah sebuah metode yang dipakai untuk menghitung besaran biaya dari iklan yang ditampilkan dalam mesin pencari. Perhitungan cost per click Google ini akan membebankan biaya kepada pihak yang memasang iklan berdasarkan jumlah klik dari iklan tersebut.
Kamu bisa mengoptimalkan metode ini dengan membuat landing page yang tepat dan copy yang menarik. Dengan begitu, konten iklan bisa mendatangkan kunjungan, interaksi yang berkualitas, serta konversi sesuai tujuan perusahaan.
Sumber:
- https://bigevo.com/blog/detail/cost-per-click
- https://majoo.id/solusi/detail/cpc-adalah
- https://glints.com/id/lowongan/cost-per-click-adalah/




