ROI adalah faktor penting yang harus kamu perhitungkan saat membuat kampanye pemasaran baru. Sebab dengan menghitung ROI, kamu bisa melihat apakah kampanye tersebut menghasilkan keuntungan atau malah kerugian.
Maksud dari keuntungan adalah persentase keuntungan dari modal awal, bukan nominalnya. Hasil perhitungan keuntungan ini kemudian bisa kamu laporkan kepada atasan dan pemegang saham, atau bisa juga kamu gunakan untuk mendapatkan investor.
Lalu, bagaimana cara menghitung ROI? Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel ini sampai selesai.
Definisi ROI
Sebelum menghitung ROI, kamu harus memahami pengertiannya terlebih dulu. Secara umum, ROI atau Return On Investment bisa diartikan sebagai alat ukur keuntungan atau kerugian yang kamu peroleh dari setiap kampanye pemasaran.
Pengukurannya adalah dengan cara membagi total keuntungan dengan biaya kampanye lalu bentuknya diubah ke dalam persen. Hasil dari perhitungan inilah yang menjadi tolok ukur efektivitas kampanye pemasaranmu.
Di samping itu, perhitungan ROI juga bisa membantu mengevaluasi beberapa kampanye yang sudah kamu lakukan. Jadi kamu akan mengetahui mana strategi yang harus dipertahankan dan yang harus diperbaiki.
Baca Juga: 7 Fungsi Pemasaran yang Perlu Dipahami Pebisnis
Cara Menghitung Roi
Saat hendak menghitung ROI, ada dua faktor yang sebaiknya kamu perhatikan, yaitu turnover dari operating assets dan profit margin-nya.
Turnover dari operating assets merupakan tingkat perputaran aktiva untuk kegiatan operasional seperti peralatan, uang, bangunan, atau aset yang tidak berwujud. Tingkat perputaran ini menunjukkan sejauh apa perusahaan menggunakan aset yang ada.
Sementara itu, profit margin adalah persentase keuntungan operasi dan juga jumlah yang diperoleh dari penjualan bersih. Profit margin berguna untuk mengukur tingkat keuntungan lalu dihubungkan dengan penjualan.
Dengan memerhatikan dua faktor tersebut, kamu akan mendapatkan dua keuntungan. Pertama, kamu jadi tahu efektivitas jumlah aktiva dalam bisnismu. Kemudian yang kedua kamu jadi tahu besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh.
Lalu bagaimana cara menghitung ROI? Perhitungannya sebenarnya tidak terlalu rumit karena kamu cukup menghitung keuntungan dikurangi biaya investasi, lalu hasilnya dibagi jumlah biaya investasi, setelah itu dikali 100%.
Supaya kamu lebih mudah memahaminya, inilah rumus ROI untuk menghitungnya dengan lebih cepat.
Keuntungan – Biaya investasi/Biaya investasi x 100%
Contohnya, kamu berinvestasi sebesar Rp20 juta untuk tiga bulan ke depan. Setelah melakukan perhitungan, ternyata kamu memperoleh penjualan Rp30 juta, maka hasilnya adalah:
30.000.000 – 20.000.000/20.000.000 x 100%
=50%
Jadi, return on investment-nya adalah 50%, yang berarti kamu mendapatkan keuntungan sebesar 50% dari biaya investasi.

Cara Menghitung ROI Iklan
Dalam digital marketing, kamu menggunakan ROI untuk melacak iklan di berbagai saluran pemasaran online. Namun, hasil perhitungannya tidak selalu berupa penjualan, melainkan bisa juga mencakup tingkat engagement, hasil leads, atau lainnya.
Prinsip yang sama berlaku untuk biaya investasi, perhitungannya bukan sekadar nominal, tetapi juga biaya iklan, tools yang digunakan, hingga biaya konsultasi. Kalau begitu, bagaimana cara melacak ROI iklan online? Berikut cara menghitung ROI iklan.
Rumus ROI Iklan 1
Rumus ROI untuk iklan online masih sama dengan sebelumnya, yaitu (keuntungan – biaya investasi) : biaya investasi x 100. Untuk perhitungannya, kamu bisa mulai dengan memecah setiap komponen agar datanya lebih jelas.
Pertama, hitung dulu laba bersih dengan cara mengurangi penghasilan penjualan dengan biaya iklan. Setelah itu, bagi lagi hasilnya dengan biaya pemasaran untuk kampanye iklan yang kamu jalankan. Lalu kalikan dengan 100, hasilnya adalah persentase laba dari investasimu.
Misalnya, kamu memperoleh penjualan sebesar Rp1 juta setelah menjalankan iklan di Facebook. Total biaya pemasaran untuk iklan tersebut adalah Rp800 ribu. Maka cara menghitungnya adalah:
1.000.000 – 800.000 = 2000.000 (ini adalah laba bersih)
200.000 : 800.000 = 0.25
0.25 x 100 = 25% (ini adalah persentase laba dari investasimu)
Artinya kamu mendapatkan laba sebesar Rp250 untuk setiap Rp1 yang kamu keluarkan untuk kampanye. Supaya lebih jelas, mari kita lihat beberapa contoh
Rumus ROI Iklan 2
Rumus lain untuk menghitung ROI iklan adalah [((jumlah prospek x tingkat prospek ke pelanggan x harga penjualan rata-rata) – biaya iklan) : biaya iklan] x 100. Untuk menggunakan rumus ini, kamu perlu mengidentifikasi beberapa hal, yaitu:
- Jumlah prospek: berapa banyak orang yang berpeluang konversi menjadi prospek?
- Tingkat prospek ke pelanggan: berapa persentase prospek yang menjadi pelanggan? Jika dari 100 prospek ada 10 orang yang menjadi pelanggan, tingkat prospeknya adalah 10% atau 0,1
- Harga penjualan rata-rata: harga rata-rata produk kamu
- Biaya iklan: biaya yang kamu habiskan untuk menjalankan kampanye, termasuk pengeluaran iklan, gaji orang yang terlibat dalam proyek, atau biaya untuk produksi konten.
Supaya kamu lebih mudah memahami cara menghitung ROI iklan dengan rumus yang kedua, coba lihat beberapa contoh berikut ini:
Paid Social Media Promotion
Sebuah perusahaan toko buku ingin mendapatkan langganan di situsnya yang biayanya Rp10 ribu per bulan. Mereka kemudian menawarkan free trial selama satu bulan untuk menarik prospek melalui postingan Facebook yang dilengkapi URL ke halaman free trial.
Postingan tersebut lalu diiklankan selama empat hari dengan anggaran Rp25 ribu per hari. Selama empat hari, ada 100 pengunjung dan 20 orang yang mendaftar free trial. Dari 20 orang tersebut, empat orang menjadi pelanggan berbayar di situs toko bukunya.
Dalam kasus ini, contoh perhitungannya adalah:
[((20 x .2 x 10.000) – 25.000) : 25.000 x 100 = 60%
Artinya, return on investment toko buku tersebut adalah 60% atau surplus sehingga mereka mungkin akan terus mengiklankan postingan di Facebook untuk menarik pelanggan baru.
PPC Campaigns
Agung mempunyai toko sepatu yang mengandalkan penjualan di internet. Dia ingin menjalankan dua kali iklan PPC untuk memperkenalkan merek sepatu baru yang dijual dengan harga Rp100.000 per pasang.
Pada kampanye yang pertama, Agung menganggarkan budget sebesar Rp100.000 untuk memasang iklan yang dalam kontennya tidak menampilkan harga sepatunya. Dari jumlah 10 pengunjung yang diterima, ada lima orang yang memasukkan sepatu tersebut ke dalam keranjang dan satu orang melakukan pembelian.
Kemudian di kampanye yang kedua Agung mulai mencantumkan harga sepatunya. Untuk biayanya, dia menghabiskan biaya sebesar Rp50.000. Hasil yang didapatkan adalah 50 orang memasukkan sepatu tersebut ke keranjang, 5 diantaranya melakukan pembelian.
Perhitungan ROI yang tepat untuk contoh kasus seperti ini adalah:
Kampanye pertama: [((5x.5×100.000) – 100.000) : 100.000] x 100 = 150%
Kampanye kedua: [((50x.1×100.000) – 100.000) : 100.000] x 100 = 400%
Dari perbandingan dua kampanye ini, kamu bisa melihat bahwa harga cukup efektif mendatangkan lebih banyak prospek dibanding iklan yang tidak dilengkapi harga sepatu.
Sponsored Content
Sebuah toko baju ingin mempromosikan produk baru seharga Rp500.000, tapi mereka tidak memiliki waktu untuk membuat video iklannya. Alhasil mereka bekerja sama dengan influencer lokal dan membayar gaji sebesar Rp3.000.000.
Pemilik toko baju meminta influencer tersebut untuk menyematkan link ke toko online miliknya di caption video. Melalui link tersebut, diketahui bahwa iklannya menghasilkan 50 kunjungan. 30 orang memasukkan produknya ke keranjang dan 10 orang melakukan pembelian.
Untuk menghitung ROI kampanye iklan produk baru ini, pemilik toko baju menggunakan rumus sebagai berikut:
[((30×0.3×500.000) – 3.000.000) : 3.000.000 x 100 = 50%
Dari hasil penghitungan, pemilik toko baju mungkin saja memutuskan untuk bekerja sama lagi dengan influencer tersebut karena mereka mendapatkan keuntungan sebesar 50%.
Baca Juga: Apa Itu Pay Per Click? Keunggulan dan Cara Kerjanya!
Berapa Nilai ROI Yang Baik?
Setelah melakukan penghitungan, kamu mungkin bertanya-tanya berapa nilai ROI yang baik? Sayangnya sampai sekarang masih belum ada jawaban yang pasti karena banyak faktor yang memengaruhinya seperti perusahaan, industri, produk, margin, dan sebagainya.
Meski begitu, dapat kamu simpulkan bahwa nilai ROI yang baik adalah 5:1 atau kamu mendapatkan penghasilan Rp5 untuk setiap Rp1 uang yang sudah masuk menjadi investasi. Di samping itu, kamu juga bisa membandingkannya dengan kompetitor untuk melihat bagaimana performa mereka.
Penutup
ROI adalah metrik yang perhitungannya cukup mudah ketika ingin mengevaluasi efisiensi investasi yang sudah kamu lakukan. Penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti turnover dari operating assets dan profit margin..
Tapi perlu kamu ketahui bahwa Return On Investment sebaiknya tidak kamu jadikan sebagai penentu keputusan bisnis karena tidak bisa melihat resiko dengan ROI. Semoga bermanfaat.
Referensi:
- https://bigevo.com/blog/detail/roi-return-of-investment
- https://www.opin.ca/blog/how-measure-roi-your-online-marketing-campaigns/
- https://blog.hubspot.com/marketing/measure-content-marketing-roi




