Bersamaan dengan peningkatan jumlah pengguna internet dan melonjaknya konten di setiap social media platform, istilah influencer semakin sering terdengar, bukan? Jadi, sebenarnya, apa itu influencer? Bisa dikatakan, bahwa seorang influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan memengaruhi orang lain.
Temukan penjelasan lebih lengkap mengenai pengertian, manfaat, jenis, dan cara menjadi influencer di artikel ini, yuk!
Apa Itu Influencer?
Saat ini, istilah influencer sudah sangat dikenal oleh masyarakat umum, terutama di dunia digital. Influencer adalah seseorang yang memiliki banyak pengikut dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap publik.
Digital influence adalah suatu kemampuan untuk memengaruhi, mengubah pendapat, dan perilaku seseorang secara online. Bisa dikatakan, bahwa influencer adalah individu yang memiliki kekuatan pengaruh di social media, ya.
Cara kerja influencer adalah dengan secara rutin membuat unggahan tentang topik tertentu di saluran media sosial mereka untuk menarik banyak followers sehingga followers-nya terlibat aktif dalam unggahan tersebut.
Umumnya, brand atau perusahaan menyukai influencer media sosial karena mereka mampu menciptakan tren dan mampu memengaruhi followers mereka untuk membeli produk yang mereka promosikan.
Baca Juga: Intip Cara Endorse Selebgram untuk Bisnis!
Manfaat Influencer untuk Bisnis
Influencer sudah menjadi hal yang biasa dalam dunia digital marketing saat ini. Dengan semakin banyaknya orang menggunakan media sosial, influencer telah menjadi alat yang efektif dalam menghubungkan brand dengan lebih banyak orang.
Mari kita bahas manfaat yang bisa kamu dapatkan dari influencer jika kamu menggunakannya untuk bisnis!
-
Jangkauan Luas
Salah satu manfaat utama dari influencer adalah jangkauannya yang luas. Para influencer memiliki followers yang setia dan terhubung dengan mereka melalui social media. Dengan bekerja sama dengan influencer yang tepat, kamu bisa memperluas jangkauan brand milikmu secara signifikan, lho!
Konten yang di-posting oleh influencer berpotensi untuk dilihat dan dibagikan oleh banyak pengguna social media. Tentunya, cara ini akan membantu memperkenalkan brand bisnismu kepada orang-orang yang sebelumnya mungkin belum mengenalnya.
Selain itu, influencer juga membantu mengurangi pemborosan sumber daya dan meningkatkan efisiensi marketing campaign bisnis. Jadi, jika kamu ingin memperkenalkan brand bisnismu kepada lebih banyak orang, influencer adalah strategi yang patut dipertimbangkan, ya.
-
Memiliki Kepercayaan dan Kredibilitas
Influencer juga memiliki kepercayaan dan kredibilitas yang tinggi. Influencer tentunya memiliki ikatan emosional dengan followers-nya dan dianggap sebagai sumber inspirasi.
Ketika seorang influencer merekomendasikan atau mempromosikan produk atau layananmu, hal ini menciptakan persepsi positif dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand bisnismu. Pasalnya influencer bisa membangun reputasi yang kuat dengan followers mereka dan rekomendasi mereka dianggap sebagai suara yang bisa dipercaya.
Influencer juga memberikan manfaat dalam hal kredibilitas, lho! Kerja sama dengan influencer yang relevan sesuai dengan niche tertentu, tentu menghasilkan kredibilitas di mata followers mereka.
-
Segmentasi Pasar yang Tepat
Tak hanya itu, influencer juga memberikan manfaat segmentasi yang tepat. Influencer memiliki followers dengan minat dan preferensi yang serupa. Dengan memilih influencer yang sesuai dengan target audiensmu, kamu dapat memastikan bahwa pesan pemasaranmu bisa disampaikan kepada orang-orang yang memiliki ketertarikan dan kebutuhan yang relevan, ya.
-
Menciptakan Konten yang Kreatif
Salah satu manfaat menggunakan influencer untuk membentuk marketing bisnismu adalah kemampuannya untuk menghasilkan konten yang inovatif dan kreatif. Mereka memiliki kemampuan unik untuk memahami dan menghadirkan konten yang sesuai dengan minat dan preferensi bisnismu.
Influencer juga memberikan fleksibilitas dalam menciptakan berbagai format konten, misalnya foto, video, ulasan, cerita, atau bahkan kolaborasi kreatif dengan brand. Dengan menggunakan variasi format konten ini, bisnis akan dapat menjangkau audiens yang beragam dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi mereka.
Baca Juga: Apa Itu Content Creator? Tugas hingga Skill yang Harus Dimiliki
Jenis-jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followers
Semakin majunya teknologi komunikasi dan informasi melalui social media, membuat definisi influencer semakin mudah dipahami. Dalam marketing melalui social media, influencer dikelompokkan berdasarkan jumlah followers yang dimilikinya. Berikut adalah jenis-jenis influencer berdasarkan jumlah followers-nya, antara lain:
-
Nano Influencer
Influencer dengan jangkauan paling kecil yaitu nano influencer yang memiliki followers antara 1000 sampai 10.000 orang. Jumlah followers yang terbatas ini membuat interaksi di social media antara influencer dan pengikutnya menjadi lebih dekat dan aktif. Akibatnya, tingkat engagement yang terjadi menjadi lebih kuat.
Engagement yang tinggi membuat tingkat kepercayaan pengikutnya meningkat. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk bekerja sama dengan nano influencer cenderung sangat terjangkau.
-
Micro-Influencer
Influencer dengan jumlah followers antara 10.000 sampai 100.000 dikenal sebagai micro influencer. Biasanya, masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap jenis influencer ini karena mereka memiliki keahlian khusus di bidang tertentu, misalnya ahli kecantikan, ahli kesehatan, dan lain sebagainya.
Selain itu, jumlah followers yang tidak terlalu banyak membuat interaksi antara influencer dan pengikutnya tetap kuat. Biaya yang dibutuhkan oleh suatu brand untuk berkolaborasi dengan micro influencer masih terjangkau.
-
Macro Influencer
Influencer yang masuk ke dalam kategori macro memiliki followers antara 100.000 sampai 1 juta. Dengan jumlah followers yang lebih besar, pesan dari campaign yang disampaikan oleh influencer memiliki jangkauan lebih luas, meskipun biaya yang dikeluarkan oleh brand tersebut lebih besar.
-
Mega Influencer
Mega influencer adalah influencer yang memiliki lebih dari 1 juta followers. Umumnya, mereka adalah artis atau tokoh masyarakat yang dikenal secara nasional atau bahkan internasional.

Jenis-jenis Influencer Berdasarkan Platform Media Sosial
Peran influencer semakin menjadi sorotan karena kemampuannya memengaruhi perilaku konsumen melalui berbagai platform digital. Jenis-jenis influencer memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda-beda, tapi semua memiliki tujuan yang sama: yaitu memengaruhi audiens mereka.
Mari kita bahas lebih lanjut tentang jenis-jenis influencer berdasarkan platform media sosial, ya.
-
Blogger
Influencer blogger adalah individu yang memiliki kemampuan mempengaruhi pembaca mereka melalui tulisan-tulisan di situs blog mereka. Konten yang disajikan oleh blogger bisa beragam, mulai dari ulasan produk, tempat, layanan, hingga pengalaman pribadi.
Cara kerja mereka biasanya melibatkan pembuatan ulasan yang mendetail dan informatif di blog mereka dan memberikan pembaca informasi yang jelas dan terperinci.
-
YouTuber
YouTuber merupakan influencer yang memiliki kemampuan memengaruhi subscriber-nya melalui konten yang mereka bagikan di platform YouTube. Konten yang diunggah oleh YouTuber bervariasi sesuai dengan minat dan fokus masing-masing, misalnya travelling, kecantikan, gaya hidup, dan lain sebagainya.
Cara kerja influencer YouTube umumnya melibatkan pembuatan ulasan produk atau pengalaman yang kemudian diunggah ke YouTube untuk ditonton oleh pengikut mereka.
-
Selebgram
Selebgram atau selebritas Instagram adalah public figure yang memanfaatkan kepopulerannya di platform Instagram untuk memengaruhi followers mereka. Mereka menggunakan konten-konten berupa foto atau video untuk memengaruhi audiensnya.
Cara kerja selebgram meliputi berbagai layanan, misalnya endorsement, kerja sama berbayar, atau promosi produk. Dari cara kerjanya ini, harapannya para pengikut mereka tertarik untuk membeli dan meningkatkan penjualan produk yang dipromosikan, ya.
Cara menjadi Influencer
Menjadi seorang influencer bisa menjadi pilihan menarik bagi banyak orang. Terlihat sederhana karena kebanyakan platform media sosial mudah digunakan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kamu bukan satu-satunya yang tertarik memanfaatkan peluang bisnis ini, ya.
Memang banyak orang telah berhasil menghasilkan uang sebagai influencer media sosial. Jika, kamu ingin mencapai kesuksesan yang serupa atau bahkan lebih, manfaatkanlah tips-tips berikut tentang cara menjadi influencer media sosial.
-
Memilih Target Audiens yang Spesifik
Sebelum memulai menjadi seorang influencer, kamu harus mengidentifikasi terlebih dahulu siapa target audiensmu, ya. Kamu perlu memilih topik yang kamu kuasai dan dapat memberikan konten secara konsisten. Untuk menjadi seorang influencer, kamu juga perlu memiliki pengalaman yang terverifikasi dalam topik yang kamu pilih.
Sebagai seorang influencer, kamu akan diminta untuk teratur mem-posting konten dalam bidang minat yang kamu pilih. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih sesuatu yang kamu sukai dan akan membuatmu menikmati waktu yang kamu habiskan, seperti kuliner, travelling, belanja, dan lain sebagainya.
Selain itu, menjadi seorang influencer harus mencoba untuk fokus pada satu topik di satu waktu agar feed-mu tetap konsisten, ya
-
Tingkatkanlah Profilmu di Social Media
Setelah kamu menentukan audiens yang spesifik, kamu harus memilih platform media sosial favoritmu untuk meningkatkan profilmu. Sebagian besar influencer hanya terkenal di satu atau dua platform media sosial. Oleh karena itu, lebih baik fokus pada 1–2 media saja.
Setelah kamu memilih platform media sosial, buatlah profil baru atau optimalkan profil yang sudah ada. Berikut adalah beberapa tips untuk mengoptimalkan profilmu, yakni:
- Mengubah akun menjadi akun creator atau bisnis
Jika ingin menjadi seorang influencer, ubahlah akunmu menjadi akun bisnis atau akun creator karena ini memberimu lebih banyak pilihan. Sebagian besar platform, termasuk Instagram, Twitter, dan Facebook, memungkinkanmu untuk membuat akun bisnis ini.
- Menulis Intro yang Menarik
Karena bio adalah yang pertama dilihat orang ketika mengunjungi profilmu, sangat penting kamu dalam memberikan kesan baik kepada followers-mu. Bio kamu harus bisa menjelaskan dirimu secara menarik,ya. Tidak lupa untuk menyertakan informasi relevan seperti nama lengkap atau nama panggilanmu, informasi kontak bisnis, dan pengalaman yang relevan.
- Menambahkan Profil dan Foto Sampul
Kamu juga harus menyertakan foto profil dan foto sampul di profilmu karena keduanya penting dalam menciptakan “brand image” pribadimu. Orang cenderung mengingat profil jejaring sosial dari foto profilnya, lho! Jadi, pilihlah dengan bijak, ya. Selain itu, pastikan kualitas gambar untuk foto profil dan foto sampulmu dengan resolusi yang bagus.
-
Membuat dan Membagikan Konten yang Relevan
Langkah berikutnya untuk menjadi seorang influencer adalah dengan menyajikan konten yang bermanfaat dan relevan bagi followers. Semakin banyak kamu terhubung dengan pengikutmu, semakin besar pengaruhmu terhadap rekomendasi dan ide yang kamu sampaikan.
Kamu perlu mengembangkan strategi konten yang kuat dan menggunakan berbagai format konten, terutama yang disukai oleh pengikutmu.
Selanjutnya, coba gunakan metode corong konversi TOFU, MOFU, BOFU di bawah ini untuk menghadirkan variasi dalam jenis konten yang kamu bagikan. Penjelasan ketiga corong konversi tersebut ada di bawah ini, ya.
- TOFU (Top Of Funnel): untuk menciptakan kesadaran tentang personal branding-mu dan menarik prospek dengan memberikan nilai kepada audiens.
- MOFU (Middle Of Funnel): untuk menciptakan komitmen dan menarik perhatian pada nilai yang kamu tawarkan kepada audiens.
- BOFU (Bottom Of Funnel): untuk memperkuat loyalitas, dan saat itulah pengikutmu menjadi pelanggan atau penggemarmu.
-
Konsisten dan Teratur dalam Mengunggah Konten
Setelah kamu memutuskan jenis konten yang akan kamu buat dan bagikan kepada pengikutmu, kamu harus menetapkan frekuensi dan jadwal posting. Sebagian besar algoritma media sosial memprioritaskan akun yang sering memposting. Ini terutama berlaku untuk Instagram, di mana frekuensi posting yang konsisten diperlukan untuk mendapatkan lebih banyak visibilitas!
Menurut penelitian, ada hari dan waktu tertentu dalam seminggu di mana kamu mungkin akan mendapatkan interaksi paling banyak pada postingan-mu. Sebagian besar platform memiliki tingkat keterlibatan tertinggi di pagi dan sore hari dalam seminggu.
Jangan lupa untuk melakukan riset agar kamu bisa menemukan waktu optimal untuk mem-posting di platform pilihanmu dan rencanakan jadwal posting dengan baik, ya
-
Melakukan Interaksi dengan Followers
Ketika kamu mulai berbagi konten di media sosial, kamu akan sering menerima like dan komentar. Karena interaksi dengan pengikutmu sangat penting, kamu tidak boleh mengabaikan respons ini, lho!
Kamu perlu merespons komentar dan pesan pengikutmu sesegera mungkin. Kamu juga dapat menunjukkan apresiasi dengan sekadar memberikan like pada komentar mereka. Namun, akan lebih baik jika kamu menambahkan komentar singkat.
Untuk lebih terlibat dengan para followers-mu, ajukan pertanyaan dan mulailah percakapan dengan mereka, ya. Interaksi ini membantu kamu dalam membangun hubungan dengan pengikutmu dan memperkuat posisimu sebagai influencer.
Baca Juga: 11 Ide Konten TikTok agar Mudah FYP
Influencer Terkenal di Indonesia
Nah, tentunya influencer seseorang yang memiliki banyak pengikut dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap publik. Kamu tahu enggak, sih, siapa aja influencer paling terkenal di Indonesia? Yuk, kenali 3 influencer terkenal di Indonesia berikut ini.
-
Jerome Polin
Jerome adalah seorang influencer lulusan Waseda University, Jepang yang mengambil jurusan Matematika Terapan. Di akun Instagramnya saat ini, ia memiliki followers sebanyak 7,9 juta. Sementara di akun YouTube, ia memiliki 10,4 juta jumlah subscribers.
Jerome juga berhasil membuktikan bahwa orang yang cerdas, bahkan dalam bidang matematika pun bisa menjadi influencer, lho! Apalagi, awal mula ia terkenal karena sering mengunggah videonya dalam mengerjakan soal matematika.
Dari kepiawaiannya membuat video, Jerome juga berhasil membuat para audiens atau followers-nya menjadi suka mempelajari hal-hal baru yang orang lain sering hindari dan pada akhirnya ia dikenal sebagai influencer milenial.
Dengan kesuksesan yang ia raih setelah menjadi influencer, pada tahun 2021 ia berhasil mendirikan sebuah perusahaan bernama Mantappu Corp dan menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer). Pada tahun yang sama pula, Jerome dan kakaknya mendirikan bisnis minuman teh yang bernama Menantea.
-
Rachel Vennya
Siapa, sih, yang enggak mengenal Rachel Vennya Roland atau yang biasa disapa dengan Rachel, Raven, ataupun Buna ini? Di akun Instagramnya, followers-nya sudah sebanyak 7,6 juta, lho! Jumlah subscribers YouTube-nya mencapai 1,39 juta dan di TikTok, ia memiliki 2,6 juta followers.
Awal kariernya dimulai di bidang beauty, tapi setelah menikah ia sering sharing ilmu parenting kepada followers-nya. Dari situlah, kini Rachel lebih dikenal sebagai influencer yang berkarir di bidang parenting.
Sebagai seorang influencer, Rachel juga sangat berpengaruh dalam membuka berbagai macam penggalangan dana online, lho! Sampai saat ini, sudah sekitar tujuh penggalangan dana yang berhasil ia buka dan mendapatkan dana fantastis. Tahukah kamu? Setiap kali ia menggalang dana, jumlah dana yang terkumpul bisa menembus angka 3 miliar rupiah, lho! Luar biasa sekali, bukan?
-
Arief Muhammad Yakoeb
Arief Muhammad Yakoeb atau lebih dikenal dengan nama Arief Muhammad atau Armuh adalah influencer di bidang enterpreneur (wirausaha). Beberapa bisnis yang sudah ia dirikan, di antaranya Bakso Aci Akang yang telah memiliki 80 cabang, Billionairs Project (fashion), Prepp Studio (fashion), dan Rumah Padang Payakumbuah (kuliner). Selain itu, ia melakukan collabs dengan Elf Bar Vape (vape sekali pakai), lho!
Arief aktif di beberapa social media platform, seperti Instagram, Twitter, dan YouTube. Kini, di Instagram ia memiliki sebanyak 5,4 juta followers, di Twitter memiliki 5 juta followers dan di YouTube memiliki 3,8 juta subscribers.
Kesimpulan
Jadi, bisa disimpulkan bahwa influencer adalah seseorang yang bekerja sama dengan brand atau perusahaan untuk mempromosikan suatu produk atau jasa ke media sosial mereka.
Tugas influencer adalah mengikuti arahan yang diberikan oleh sebuah brand atau perusahaan agar konten yang dibuat oleh influencer sesuai dengan marketing goals dari brand atau perusahaan tersebut.
Jadi, apa kamu tertarik menjadi influencer atau malah ingin bekerja sama dengan mereka untuk membantu marketing campaign bisnismu?
Referensi:
- https://ifttt.com/explore/business/what-is-influencer-marketing
- https://www.pop-star.me/blogs/cara-kerja-influencer-marketing-dan-keuntungannya-bagi-brand




