Pernah menemukan iklan yang muncul saat sedang asik menonton video di YouTube? Iklan semacam itu dikenal dengan sebutan YouTube Ads atau YouTube Advertising.
YouTube Ads merupakan salah satu fitur dari YouTube yang digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa lewat cuplikan yang ditayangkan di video YouTube.
Hingga saat ini, YouTube masih menjadi salah satu platform media sosial yang banyak digunakan tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.
Dengan tingginya jumlah pengguna dari platform ini, tidak heran apabila banyak pelaku usaha yang mengiklankan produknya di dalam YouTube.
Namun, apa, sih, Youtube Ads itu? Temukan penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini!
Apa Itu YouTube Ads?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, YouTube Ads atau iklan YouTube ini adalah sebuah fitur yang disediakan dengan tujuan untuk mempromosikan produk atau layanan jasa dari sebuah brand menggunakan platform YouTube.
Dengan fitur Ads ini, para pelaku bisnis dapat memasarkan produk atau jasa mereka sesuai dengan target audiens yang secara spesifik sudah ditentukan berdasarkan ketertarikan atau di mana lokasi mereka berada.
Dilansir dari Backlinko, hingga Februari 2024 platform YouTube sudah digunakan oleh sekitar 2,49 miliar pengguna aktif. Di antara para pengguna aktif tersebut, 80 juta user termasuk dalam pelanggan premium yang membayar biaya langganan setiap bulannya.
Jumlah ini membawa YouTube menjadi media sosial urutan kedua yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Melihat luasnya jangkauan pengguna YouTube di seluruh dunia, membuat para pelaku usaha tertarik untuk memanfaatkan platform ini sebagai media pemasaran mereka.
Jenis-Jenis YouTube Ads
Nah, bagi kamu yang tertarik untuk membuat iklan YouTube, pahami dulu jenis-jenis YouTube Ads di bawah ini, agar konten iklan yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan kamu.
-
In-feed Video Ads
Jenis iklan dengan In-feed Video Ads akan muncul pada YouTube search result, home feed, atau pada watch next. Format yang digunakan dalam jenis ini bukan dalam bentuk video, melainkan berbentuk display sehingga kamu perlu melakukan optimasi SEO pada video YouTube supaya iklan yang dipasang berada di posisi paling atas.
-
Skippable In-feed Video Ads
Selanjutnya adalah Skippable In-feed Video Ads yang merupakan jenis iklan berupa video yang ditampilkan di sela-sela video utama. Video iklan ini dibuat dengan durasi minimal 12 detik dan maksimal 3 menit.
Pada detik ke-5, akan muncul tombol skip yang dapat digunakan oleh penonton untuk melewatkan video iklan tersebut. Ya, sesuai dengan namanya, video iklan jenis ini bisa di-skip oleh penonton yang tidak tertarik atau tidak ingin terganggu dengan iklan, saat sedang menonton video utama.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk membuat video iklan yang menarik agar iklan yang ditampilkan tidak dilewati oleh penonton.
-
Non-skippable In-stream Ads
Lain halnya dengan Skippable In-feed Video Ads, pada Non-skippable In-stream Ads ini video iklan yang diputar tidak akan bisa di-skip oleh penonton. Dengan begitu, materi iklan yang ingin kamu sampaikan dapat diterima secara lengkap oleh para pengguna YouTube.
Jenis YouTube Ads satu ini bisa digunakan sebagai strategi promosi yang relatif lebih efektif. Pasalnya, sebagian besar penonton YouTube akan melakukan skip pada iklan yang muncul di hadapan mereka.
Non-skippable In-stream Ads ini sendiri memiliki tiga tipe yang perlu kamu ketahui, antara lain:
- Pre-roll Ads: jenis iklan yang muncul sebelum video utama dimulai. Umumnya Pre-roll Ads akan muncul dengan durasi sekitar 15-20 detik.
- Mid-roll Ads: iklan yang muncul di sela-sela video utama berjalan atau setelah 10 menit tayangan utamanya diputar. Iklan ini memiliki durasi yang sama dengan Pre-roll Ads, yakni selama 15-20 detik.
- Bumper Ads: iklan video yang akan muncul di bagian awal, tengah, atau pada akhir video utama. Umumnya, video iklan yang menggunakan Bumper Ads memiliki durasi paling lama 6 detik saja.
-
Discovery Ads
Discovery Ads atau dikenal dengan sebutan In-Display Ads merupakan jenis YouTube Ads yang biasanya ditampilkan pada bagian homepage YouTube, halaman hasil pencarian, atau halaman yang berhubungan dengan video yang sedang dilihat oleh penonton.
Iklan jenis ini memerlukan strategi optimasi SEO pada video, agar iklan yang ditayangkan efektif dan mendatangkan viewers yang jauh lebih banyak.
-
Non-video Ads
Apabila perusahaan ingin beriklan namun tidak mempunyai konten iklan atau tidak ingin menggunakan iklan berbentuk video, YouTube menyediakan iklan tanpa video yang disebut dengan Non-video Ads.
Sering kali, iklan yang menggunakan Non-video Ads akan muncul dalam bentuk teks, kartu, maupun gambar dalam YouTube.
Non-video Ads juga terdiri dari tiga tipe, di antaranya:
- Sponsored Card Ads: tipe iklan berbentuk gambar atau card yang timbul ketika para penonton di YouTube meng-klik tanda “i” di bagian pojok kanan pada layar video.
- Overlay Ads: tipe iklan berbentuk teks yang berada di dalam box semi transparan dengan ukuran 480×70 pixel.
- Display Ads: tipe iklan YouTube berbentuk gambar yang muncul pada laman hasil pencarian YouTube.

Cara Pasang Iklan di YouTube
Sebelum mengetahui bagaimana cara pasang iklan di YouTube, tentu kamu harus menentukan tujuan apa yang ingin dicapai dari iklan ini.
Apabila tujuan yang ingin dicapai adalah awareness, maka target iklan yang dibuat adalah untuk mendapatkan impression yang tinggi dari para penonton.
Sementara itu, jika tujuan utama iklan ini adalah untuk meningkatkan penjualan, tentunya iklan yang dibuat harus menarik sehingga audiens mau melakukan pembelian pada produk yang ditampilkan.
Setelah mengetahui tujuan dari iklan yang akan dibuat, ini saatnya untuk belajar cara iklan di YouTube.
-
Unggah Video di Channel YouTube
Tahap pertama adalah mengunggah video pada akun YouTube kamu. Konten iklan tidak akan bisa ditampilkan apabila tidak ada video yang ditayangkan.
Pastikan video yang diunggah memiliki judul, keyword, dan deskripsi menarik yang sesuai dengan isi konten.
-
Membuat Campaign
Selanjutnya, buka Google Ads Manager lalu pilih menu Campaign. Pilih ikon (+) yang berada pada dashboard lalu pilih new campaign.
Kemudian, kamu perlu memilih tujuan atau goals apa yang ingin digunakan. Goals yang dipilih disesuaikan dengan tujuan iklan tersebut ditampilkan. Pilih tipe iklan yang akan dipakai, apakah display atau dalam bentuk video. Lalu klik continue.
-
Tentukan Parameter Campaign
Setelah kamu memilih continue, maka akan muncul parameter dari iklan yang dibuat. Pastikan parameter tersebut terisi sesuai dengan kebutuhan iklan tersebut. Parameter iklan ini akan terbagi menjadi beberapa macam, yakni:
- Campaign name: berisi nama iklan yang sedang dibuat.
- Bid strategy: bidding pada iklan yang akan ditampilkan. Pada bagian ini, strategi yang dipilih bergantung pada tipe iklan yang dipilih.
- Budget: berisi jumlah biaya yang siap dikeluarkan untuk membuat iklan.
- Networks: lokasi atau posisi iklan akan ditampilkan yang sesuai dengan target audiensnya.
- Language: berisi bahasa yang akan dipakai pada iklan.
-
Set up Target Audiens
Setelah mengisi parameter iklan dengan lengkap, tahap selanjutnya kamu bisa menentukan target audiens dari iklan yang dipasang. Umumnya, target audiens akan ditetapkan berdasarkan dengan demografi dan target audiens yang akan melihat konten iklan kamu.
Selain itu, penggunaan keyword yang relevan dapat membantu menargetkan audiens yang sesuai dengan konten yang sering mereka lihat.
-
Hubungkan Link Video YouTube
Tahap terakhir adalah menghubungkan link iklan yang ingin ditampilkan dengan video yang sebelumnya sudah ditayangkan di YouTube. Setelah memasukkan link video tersebut, kamu bisa memilih create campaign untuk menampilkan iklan YouTube kamu.
Biaya Ads YouTube
Lantas, berapa biaya YouTube Ads ini? Jika ditanya mengenai biaya, jumlah anggaran yang diperlukan akan disesuaikan dengan kebutuhan pada konten iklan yang akan kamu iklankan.
Besarannya akan bergantung pada banyak faktor, seperti jenis iklan, lokasi geografis, target audiens, kompetisi pasar, durasi iklan, tujuan iklan, dan lain sebagainya.
Penutup
Apakah saat ini kamu sudah memahami dengan baik apa itu YouTube Ads? YouTube Ads memiliki berbagai jenis, antara lain In-feed Video, Skippable In-feed Video, Non-skippable In-stream, Discovery, dan Non-video. Kamu dapat memilih jenis iklan tersebut sesuai dengan rencana campaign.
Seperti yang disebutkan di atas, YouTube Ads menjadi salah satu platform beriklan yang populer di kalangan para pelaku bisnis karena pengguna YouTube di seluruh dunia masih cenderung tinggi dibandingkan dengan platform pemasaran lainnya.
Nah, jika kamu juga tertarik menggunakan YouTube Ads sebagai strategi pemasaran kamu, pastikan kamu mengerti cara membuat YouTube Ads, Biaya Ads YouTube, serta cara mengoptimalkannya.
Dengan begitu, konten iklan yang dibuat akan lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnis.
Referensi:
- https://revou.co/panduan-teknis/youtube-ads
- https://www.niagahoster.co.id/blog/youtube-ads/#1_Skippable_in-stream_Ads
- https://glints.com/id/lowongan/youtube-ads-adalah/#:~:text=Apa%20Itu%20YouTube%20Ads%3F,-%C2%A9%20Freepik.com&text=Seperti%20yang%20sudah%20dijelaskan%20di,pengguna%20yang%20besar%20di%20dunia.
- https://backlinko.com/youtube-users#monthly-active-users
- https://revou.co/panduan-teknis/youtube-ads
- https://www.dewaweb.com/blog/youtube-ads/#1_Upload_Video_di_Channel_Kamu




