Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Sitemap Adalah: Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya

Faiqotul Himma by Faiqotul Himma
26 May 2026
in Search Engine Optimisation
Reading Time: 15 mins read
0
Apa itu sitemap?
Share on FacebookShare on Twitter

Saat membuat website, banyak orang cenderung fokus pada domain dan hosting sebagai dua hal utama. Namun, setelah tahap tersebut selesai, apakah kita akan biarkan begitu saja website tersebut? Tentu tidak, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan agar website menjadi lebih optimal. Nah, salah satu aspek penting yang berpengaruh besar pada website yaitu sitemap.

Untuk memahami sitemap lebih lanjut, artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai pengertian hingga contoh sitemap. Yuk, ikuti penjelasannya sampai selesai, ya!

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu Sitemap?
  • Fungsi Sitemap
    • Membantu Crawling dan Indexing Lebih Mudah dan Cepat
    • Membantu Search Engine Menemukan Orphaned Page
    • Meningkatkan Visibilitas Website
    • Membantu Google Membedakan Halaman Duplikat Suatu Website
    • Memudahkan Pengunjung Melakukan Navigasi
  • Jenis-jenis Sitemap
    • 1. Normal XML Sitemap
    • 2. Index Sitemap
    • 3. Image Sitemap
    • 4. News Sitemap
    • 5. Video Sitemap
    • 6. HTML Sitemap
  • Bagaimana Membuat Sitemap di WordPress?
    • Cara Membuat Sitemap XML
      • 1. Cara Membuat Sitemap XML secara Manual
        • Format XML
        • Tag Wajib
        • Tag Opsional
        • Pengunggahan dan Validasi 
        • Submit ke Search Engine
      • 2. Cara Membuat Sitemap XML Menggunakan Plugin Yoast SEO
    • Cara Membuat Sitemap HTML
  • Rekomendasi Website Membuat Sitemap dengan Generator
    • 1. Dynomapper
    • 2. Slickplan
    • 3. XML-Sitemaps
    • 4. Powermapper
    • 5. Inspyder Sitemap Creator 5
  • Contoh Sitemap Website
  • Kesimpulan

Apa Itu Sitemap?

Istilah sitemap terdiri dari dua suku kata, yaitu ‘site’ dan ‘map’ yang artinya peta situs. Sitemap adalah daftar dari halaman website yang dapat diakses oleh search engine dan user. Sitemap dibuat dalam bentuk XML atau Extensible Markup Language.

Mesin pencari seperti Google menggunakan bot atau sering disebut crawler untuk menemukan setiap halaman website. Crawler ini membutuhkan cukup banyak waktu jika harus menemukan halaman website satu per satu melalui tautan internal.

Dengan menggunakan sitemap, semuanya akan disimpan dalam satu file ‘XML Sitemap’ sehingga crawler bisa menemukan halaman website di satu tempat saja. Oleh karena itu, website pun bisa diakses lebih mudah dan cepat.

Jika suatu halaman website yang kamu cari sulit dijangkau crawler, kemungkinan besar website yang kamu cari tidak masuk ke dalam index Google. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa halaman website yang kamu cari tidak akan muncul di hasil mesin pencari. Itulah sebabnya, penggunaan sitemap membutuhkan crawler agar lebih mudah dan cepat menemukan website yang kamu cari, ya.

Fungsi Sitemap

Kenapa sitemap penting? Jadi, semakin mudah website itu dipahami oleh Google, makin efisien juga website tersebut untuk mendapatkan peringkat berdasarkan keyword dan menghasilkan traffic yang tinggi. Namun, tidak hanya itu saja fungsi dari sitemap, berikut ini beberapa fungsi sitemap yang perlu kamu ketahui.

Membantu Crawling dan Indexing Lebih Mudah dan Cepat

Sitemap membantu mesin pencari dalam menemukan dan memahami struktur suatu website dengan lebih efektif dan efisien. Pasalnya, crawler dapat merayapi seluruh halaman pada satu tempat saja yaitu di XML Sitemap. Disarankan kepada pemilik atau pengelola website untuk membuat sitemap yang berisi keseluruhan konten, khususnya website yang kontennya diunggah setiap hari dan jumlahnya banyak.

Membantu Search Engine Menemukan Orphaned Page

Biasanya, mesin pencari seperti Google menemukan halaman suatu website dengan mengikuti link yang ditemukan selama proses crawling. Namun, ada juga halaman website yang tidak memiliki internal link (orphaned page) sehingga sulit ditemukan mesin pencari.

Oleh karena itu, dengan memasukkan orphaned page tersebut di sitemap, mesin pencari pun dapat menemukan dan mengindeksnya sehingga dapat muncul di hasil pencarian, ya.

Meningkatkan Visibilitas Website

Sitemap merupakan salah satu cara optimasi SEO yang akan membantu website mendapatkan peringkat tinggi di SERP. Tentu saja akan adanya sitemap ini akan meningkatkan visibilitas website karena sering muncul di halaman depan hasil pencarian di mesin pencari (search engine). Adanya visibilitas website yang tinggi mampu membuat traffic website pun meningkat.

Membantu Google Membedakan Halaman Duplikat Suatu Website

Konten duplikat berdampak negatif terhadap SEO dan sitemap dapat membantu search engine mengidentifikasi dan membedakan halaman duplikat di suatu website. Dengan menyertakan canonical URL di sitemap, mesin pencari dapat mendeteksi halaman website mana yang harus diindeks dan diberi peringkat.

Memudahkan Pengunjung Melakukan Navigasi

Fungsi lain sitemap yaitu untuk memudahkan pengunjung melakukan navigasi. Sitemap memungkinkan seluruh konten ditampilkan dalam satu halaman di mana hal ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan halaman lain, ya. Jika dibuat dengan benar, sitemap akan bersifat user friendly dan tidak membuat pengunjung website kebingungan.

Sitemap adalah peta situs.

Jenis-jenis Sitemap

Berikut adalah beberapa jenis sitemap beserta penjelasannya, ya.

1. Normal XML Sitemap

Sitemap jenis ini yang paling umum digunakan. Biasanya, jenis sitemap ini menghubungkan ke berbagai halaman di website milikmu

2. Index Sitemap

Jenis sitemap selanjutnya yaitu index sitemap yang memiliki maksimal 50.000 URL dan batas ukuran file terkompresi adalah 50MB. Sitemap ini akan digabungkan menjadi satu file indeks yang menjadi indeks dari halaman website. Biasanya, akan ada sebuah file bernama sitemap-index.xml.

3. Image Sitemap

Sitemap ini dirancang khusus untuk meningkatkan indeks konten yang berisi gambar atau visual image. Walaupun, sitemap untuk gambar tidak memuat banyak halaman, tapi sangat penting diperlukan saat pengguna memiliki website penyedia stok foto. Dengan adanya sitemap untuk gambar, mesin pencari dapat menemukan semua gambar yang di-posting di website milikmu

4. News Sitemap

News sitemap untuk membantu mesin pencari dalam menemukan konten di website yang telah disetujui untuk menjadi bagian dari Google News. Syarat untuk mendaftarkan website pada sitemap ini adalah dengan men-submit konten sesuai ketentuan khusus sebelum dilakukan peninjauan oleh mesin pencari, ya.

5. Video Sitemap

Video sitemap hampir sama dengan image sitemap. Jadi, jika sebuah website tidak memiliki konten video untuk mempromosikan bisnisnya, jenis ini mungkin tidak diperlukan.

6. HTML Sitemap

Jenis sitemap HTML berfokus untuk menemukan konten. Biasanya, jenis sitemap ini dapat ditemukan di bagian footer halaman website.

Bagaimana Membuat Sitemap di WordPress?

Ada beberapa cara membuat sitemap di WordPress jenis XML. Berikut ini cara yang bisa kamu gunakan untuk membuatnya, ya.

Cara Membuat Sitemap XML

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam membuat sitemap di WordPress untuk jenis XML. Di bawah ini akan dijelaskan 2 cara membuat sitemap di WordPress dengan cara manual dan menggunakan plugin.

1. Cara Membuat Sitemap XML secara Manual

Untuk membuat sitemap di WordPress secara manual, buka text editor seperti Windows Notepad, atau Nano untuk pengguna Linux dan macOS. Ingatlah, bahwa file ini harus dalam format XML. 

  • Format XML

Dalam file ini, masukkan URL website milikmu dan semua informasi penting yang harus diketahui oleh search engine. Berikut ini terdapat contoh sitemap  XML di WordPress.

  • Tag Wajib

Dalam sitemap ini, terdapat tag yang wajib dan opsional. Berikut adalah penjelasan dari tag-tag yang tersebut. Mari kita mulai dari tag yang wajib ada di dalam sitemap.

  • <urlset> : Merupakan standar protokol saat ini. Biarkan URL seperti contoh di atas untuk file XML sitemap milikmu.
  • <url> : Merupakan patent tag untuk URL. Tag-tag lainnya disertakan di dalam tag ini.
  • <loc> : Merupakan URL website, harus dimulai dengan protokol seperti HTTP, dan diakhiri dengan garis miring jika web server milikmu memerlukannya. Nilai untuk tag ini harus kurang dari 2.048 karakter, ya.
  • Tag Opsional

Selain itu, terdapat beberapa tag opsional yang perlu dipertimbangkan, yakni: 

  • <lastmod> : Menunjukkan waktu modifikasi terakhir website. Kamu perlu menggunakan format YYYY-MM-DD untuk tag ini.
  • <changefreq> : Menjelaskan seberapa sering website mengalami perubahan. Nilai yang valid termasuk yang ada di dalamnya, seperti always (selalu), hourly (per jam), daily (per hari), weekly (per minggu), monthly (per bulan), yearly (per tahun), dan never (tidak pernah).
  • <priority> : Memberi tahu search engine tentang URL mana yang paling penting bagi crawler. Nilai yang valid yang ada di dalamnya antara 0,0 hingga 1,0, dengan nilai default 0,5.

Setelah kamu membuat file XML sitemap, unggahlah ke folder root WordPress milikmu. Lalu, akses URL sitemap untuk memeriksa sitemap WordPress tersebut. Biasanya, URL tersebut mengikuti format yang ada di bawah ini.

  • Pengunggahan dan Validasi 

Setelah menemukan URL sitemap, langkah selanjutnya yaitu memvalidasikan dengan sitemap validator. File sitemap yang tidak valid akan menimbulkan masalah di website WordPress. Oleh karena itu, penting untuk memeriksanya dengan validator sebelum submit XML sitemap ke search engine. Untuk menggunakan validator ini, kamu bisa memasukkan URL sitemap dan klik tombol VALIDATE SITEMAP, ya.

Jika, sitemap di WordPress milikmu valid, akan muncul pesan No issues detected seperti di bawah ini.

 Nah, apabila sitemap di WordPress milikmu tidak valid, akan muncul pesan peringatan Problem detected, please check details below.

  • Submit ke Search Engine

Setelah file sitemap divalidasi, perlu submit ke Google Search Console dan Bing Webmaster Tools untuk membantu mesin pencari menemukan dan mengindeks website-nya.

2. Cara Membuat Sitemap XML Menggunakan Plugin Yoast SEO

Yoast SEO adalah salah satu plugin SEO populer untuk digunakan di WordPress. Pasalnya, Yoast bisa menangani semua aspek bisnis terkait optimasi konten di WordPress, termasuk pembuatan sitemap XML. Berikut ini cara membuat sitemap XML menggunakan Yoast SEO di WordPress.

  1. Bukalah Dashboard > Plugins > Add New. Setelah itu carilah plugin Yoast SEO dan klik Install Now dan Aktifkan plugin ini yang versi gratis.

  2. Setelah aktivasi plugin, bukalah menu SEO di dashboard WordPress dan pilih General. Untuk mengaturnya, kamu bisa membuka tab Features.
  3. Pada tab Features ini, pilihlah tombol On di bawah XML sitemaps dan klik Save changes, ya.
  4. Untuk memeriksa link XML sitemap, kamu bisa klik icon tanda tanya seperti di bawah ini, lalu pilihlah See the XML sitemap.
  1. Setelah itu, Yoast SEO akan mengarahkanmu ke URL sitemap XML dan kamu akan melihat informasi mengenai setiap URL di website milikmu.

Selain itu, Yoast SEO mempunyai pengaturan Webmaster Tools yang gunanya bisa menghubungkan secara langsung ke website WordPress di berbagai mesin pencari. Jadi, kamu bisa submit dan menginformasikan update lebih mudah ke berbagai mesin pencari, ya.

Cara Membuat Sitemap HTML

Sitemap HTML adalah salah satu bagian penting dalam teknik SEO. Fungsinya yaitu menyajikan navigasi yang user friendly bagi pengunjung website dan untuk menentukan struktur yang jelas pada halaman website.

Cara membuat sitemap HTML di WordPress paling mudah yaitu dengan menginstal plugin seperti WP Sitemap Page. Berikut ini cara membuat sitemap yang bisa kamu ikuti, ya.

  1. Menginstal WP Sitemap Page dan Aktifkan Plugin
  2. Untuk membuat halaman baru di website WordPress, bukalah Dashboard > Pages > Add New. Untuk menambahkan WordPress sitemap ke halaman yang sudah ada, pilihlah halaman di bagian Pages; sangat direkomendasikan untuk membuat halaman baru.
  3. Setelah itu, untuk menambahkan HTML sitemap, masukkan shortcode berikut:
    [wp_sitemap_page]
  4. Klik Publish dan HTML sitemap akan tersedia di website WordPress, ya.

Rekomendasi Website Membuat Sitemap dengan Generator

Sitemap generator adalah website, software, atau plugin yang menawarkan pembuatan sitemap tanpa membutuhkan kode. Ada banyak pilihan sitemap generator yang bisa kamu pilih. Berikut rekomendasi website untuk membuat sitemap generator, ya.

1. Dynomapper

Dynomapper menyediakan 3 model sitemap yang bisa dipilih oleh pengguna, yaitu default, lingkaran, dan pohon. Selain itu, logo dan skema warna sitemap juga bisa disesuaikan. Dynomapper menawarkan lebih dari sekadar URL sehingga penggunanya dapat berkolaborasi dan menyertakan komentar, data analitik, kategori, dan masih banyak lagi.

Dengan fitur drag and drop, opsi perayap lanjutan, dan integrasi analitik, Dynomapper menjadi alat pembuat sitemap visual yang bagus. Dynomapper menawarkan uji coba gratis selama 14 hari dan paket premium mulai harga $40 per bulan.

2. Slickplan

Slickplan bisa disebut sebagai salah satu alat pembuat sitemap terbaik untuk membantu pengguna membuat cetak biru proyek website dan meningkatkan pengalaman pengguna SEO. Pengguna dapat menguji skenario struktur yang berbeda dengan efisien untuk menentukan tata letak yang paling optimal untuk mengarahkan audiens ke tempat yang pengguna iinginkan.

Versi gratis dari Slickplan ini hanya terbatas pada satu sitemap dan satu pengguna selama 14 hari. Fitur yang ada di dalam Slickplan, seperti kolaborasi yang mudah di beberapa pengguna dengan saluran feedback dalam aplikasi, panel properti untuk menjaga agar informasi penting tetap terjaga teratur, dan metrik halaman lanjutan untuk membantu pengguna menyempurnakan sitemap lebih lanjut.

3. XML-Sitemaps

Selanjutnya, ada XML-Sitemaps, suatu sitemap generator yang memiliki versi gratis dan berbayar yang paling sering direkomendasikan. Tools ini bisa digunakan hingga 500 URL. Selebihnya, pengguna harus melakukan registrasi untuk beralih pada paket berbayarnya, yang biaya perbulannya sekitar $3,49.

XML-Sitemaps juga dilengkapi dengan berbagai fitur SEO lainnya, termasuk pemeriksa halaman SERP, validator sitemap, kalkulator untuk menghitung densitas atau kepadatan kata kunci, dan analisis pesaing yang tentunya sangat membantu untuk menentukan kebijakan atau strategi baru.

4. Powermapper

PowerMapper menawarkan pemetaan situs otomatis sekali klik untuk menghemat waktu dalam membuat sitemap secara manual. PowerMapper sangat berguna untuk merencanakan website dan membantu mengidentifikasi kesalahan sitemap yang ada. Selain itu, pengguna dapat mengekspor sitemap sebagai file XML atau Excel CSV, ya.

Ada penawaran yang menarik dari PowerMapper, nih, yaitu jaminan uang kembali 30 hari dengan lisensi pengguna tunggal $149. Untuk perusahaan yang ingin menggunakan PowerMapper ada tawaran khusus yaitu paket bundling On Demand Suite dengan uji coba gratis selama 30 hari dan harga paket mulai $49 per bulan.

5. Inspyder Sitemap Creator 5

Inspyder Sitemap Creator 5 adalah alat pembuat sitemap yang tak kalah populer. Inspyder Sitemap Creator 5 menawarkan pemasangan desktop yang sederhana dan cepat dengan satu kali pembayaran dan memungkinkan pengguna menghasilkan sitemap XML yang akurat. Selain itu, Inspyder Sitemap Creator 5 juga menyediakan sitemap khusus pengguna seluler, gambar, bahkan video.

Inspyder Sitemap Creator 5 akan secara otomatis membuat sitemap Google pengguna, mengunggahnya ke server, melakukan ping, dan mengirimkan pemberitahuan pada pengguna melalui email, serta menjadikannya opsi yang sangat direkomendasikan.

Tidak hanya itu, Inspyder Sitemap Creator 5 juga menawarkan beberapa tools gratis seperti pembuat encode URL/HTML. Untuk menikmati fungsionalitas penuh, pengguna dapat memanfaatkan trial gratis dan paket bundling dengan cara melakukan pembayaran satu kali sebesar $39,95, ya.

Contoh Sitemap Website

Sebuah sitemap yang baik yaitu yang mudah dipahami, selalu diperbarui, dan tersusun dengan rapi. Di bawah ini, ada beberapa contoh sitemap HTML dan XML dari beberapa perusahaan.

  1. Harvard – Sitemap HTML

Salah satu contoh sitemap website terbaik yang pertama adalah website milik Harvard. Dalam tampilan sitemap Harvard, pengguna dapat melihat bahwa konten-konten yang serupa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. Tentu ini akan memudahkan pengguna dalam menemukan informasi yang mereka cari.

  1. Quora – Sitemap HTML

Contoh sitemap terbaik selanjutnya dari website Quora. Situs ini memiliki sitemap HTML yang terstruktur dengan baik, di mana setiap kategori dihubungkan dengan halaman yang relevan. Dengan demikian, pengguna dapat melakukan navigasi dengan lancar.

  1. Walmart – Sitemap XML

Contoh sitemap XML terbaik selanjutnya berasal dari website Walmart. Sitemap XML Walmart disusun dengan jelas dan dirancang agar mudah dimengerti oleh mesin pencari serta dapat mengindeks situs konten mereka dengan efisien. Dengan sitemap XML yang teratur ini, Walmart memastikan bahwa website mereka dapat ditemukan dengan mudah oleh mesin pencari.

Kesimpulan

Nah, itulah penjelasan tentang sitemap, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, cara membuat, dan contohnya.

Bisa disimpulkan, bahwa sitemap adalah sebuah file yang memberikan informasi secara detail pada seluruh halaman website pada mesin pencari yang dapat diakses semua pengguna internet, ya.

Jika kamu memiliki website bisnis, pastikan untuk mempunyai sitemap yang teratur dan terkini. Dengan begitu, peluang website-mu muncul di halaman pertama mesin pencari akan meningkat. Yuk, segera perbarui sitemap-mu dan rasakan dampak positifnya!

 

Referensi:

  • https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-membuat-sitemap-di-wordpress/#Cara_Membuat_Sitemap_XML_pada_WordPress
  • https://markitors.com/best-free-sitemap-generator-tools/
  • https://bikin.website/blog/sitemap-adalah/
  • https://sekawanstudio.com/blog/sitemap-adalah/
  • https://www.dewaweb.com/blog/apa-itu-sitemap/#Apa_itu_Sitemap
ShareTweetPin
Faiqotul Himma

Faiqotul Himma

Menulis artikel sejak tahun 2019. Topik yang ditulis memang kebanyakan tentang bisnis, finansial, dan marketing. Namun, topik lain sering ditulis juga mencakup topik lifestyle, kuliner, kecantikan, dan parenting. Selain itu, selama 3 tahun terakhir ini sedang mendalami profesi Social Media Strategist.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!
Search Engine Optimisation

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

29 May 2026

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat...

Apa itu SEO?
Search Engine Optimisation

SEO adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

29 May 2026

SEO adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini. Apalagi semakin banyak...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka