SEO On Page adalah faktor yang dapat menentukan apakah website kamu bisa bersaing di Search Engine Result Page (SERP) atau tidak. Itulah sebabnya, setiap pemilik website harus melakukan optimasi SEO On Page.
Optimasi SEO On Page sendiri berhubungan dengan kualitas website dan relevansinya dengan kebutuhan pengguna internet. Jadi jika website-mu tidak memenuhi keduanya, jangan harap bisa memenangkan persaingan di SERP.
Lantas apa yang dimaksud dengan SEO On Page? Apa saja kegunaannya, dan bagaimana cara membuatnya? Yuk pahami penjelasannya dari awal sampai akhir di artikel ini.
Apa itu SEO On Page?
SEO On Page adalah usaha-usaha yang kamu lakukan di halaman website-mu sendiri untuk meningkatkan peringkatnya di SERP. Inti dari semua usaha tersebut adalah membuat website yang bermanfaat, mudah dieksplorasi oleh pengunjung sehingga mereka betah, dan mudah dipahami strukturnya oleh mesin pencari.
Nah, usaha-usaha yang kamu lakukan berkaitan dengan berbagai elemen yang ada di halaman website, mulai dari title tag, heading, sampai dengan schema markup. Berikut adalah penjelasan singkat untuk setiap elemen tersebut:
-
Title tag
Title tag merupakan judul artikel yang muncul di hasil pencarian mesin pencari yang dibuat semenarik mungkin agar banyak orang yang membaca artikelnya. Biasanya, dalam title tag ada satu keyword utama dan panjangnya tidak lebih dari 60 – 70 karakter.
-
Headings
Headings adalah sub-judul yang membantu pembaca mengetahui poin-poin yang dibahas dalam artikel secara cepat. Selain itu, heading juga bisa membantu mesin pencari memahami isi dari sebuah artikel.
-
Kelengkapan artikel
Setiap artikel yang kamu unggah ke website harus informatif, menarik, dan juga dapat memberikan jawaban yang dicari oleh pembaca. Artinya, artikel SEO bukan sekadar artikel yang mengandung keyword tertentu, tetapi juga menyuguhkan informasi secara lengkap.
-
Internal links
Internal links adalah link dari website-mu yang disisipkan ke dalam artikel untuk membantu pembaca menemukan informasi yang lebih lengkap dan membantu mereka menavigasi website. Dalam SEO On Page, internal link menjadi elemen yang berdampak tinggi untuk website.
-
Expertise, Authority, Trustworthiness (E-A-T)
Ini adalah ukuran yang digunakan oleh Google untuk menilai konten dari suatu website. Dengan tolok ukur ini, Google bisa mengetahui apakah konten yang kamu tulis kredibel dan dapat dipercaya atau tidak.
-
FAQ
Artikel SEO ditulis dengan tujuan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna internet. Maka dari itu, buat bagian Frequently Asked Questions di artikel untuk memuat informasi berdasarkan pertanyaan dalam People Also Ask SERP Google.
-
Image alt-text
Image alt-text adalah alternatif teks yang ditulis untuk menjelaskan isi dari gambar yang ada di artikel. Teks ini akan muncul jika gambar gagal dimuat karena alasan tertentu seperti jaringan lemot, gangguan server, atau lainnya.
Alternatif teks dapat membantu mesin pencari memahami apa gambar yang ada di artikelmu dan juga membantu pembaca yang mungkin mempunyai gangguan penglihatan.
-
Schema markup
Schema markup adalah kode yang bisa membantu mesin pencari isi dari sebuah artikel kemudian menampilkannya di hasil pencarian. Website yang memanfaatkan schema markup biasanya banyak dikunjungi karena isinya lebih lengkap dan bisa menjawab pertanyaan pembaca.
Perbedaan SEO On Page dan SEO Off Page
Selain SEO On Page, ada komponen lain dalam SEO yang tidak boleh dianggap sepele, yaitu SEO off page. Keduanya berperan penting untuk meningkatkan ranking website di SERP, namun ada beberapa perbedaan yang mesti kamu ketahui.
Nah, berikut ini adalah perbedaan SEO On Page dan SEO off page:
| SEO On Page | SEO Off Page | |
| Pengertian | Usaha pengoptimalan yang dilakukan pada website itu sendiri. | Aktivitas yang dilakukan di luar halaman website untuk meningkatkan visibilitas website |
| Fokus | Fokus pada konten, HTML, dan struktur website secara keseluruhan | Fokus membangun hubungan eksternal, reputasi, dan otoritas. |
| Elemen Utama |
|
|
Kesimpulannya, On Page SEO lebih fokus pada pengoptimalan konten dan juga struktur dari halaman website, sementara itu fokus off page SEO lebih ke membangun otoritas website, kredibilitas, dan hubungan eksternal agar website dikenal serta dipercaya oleh masyarakat.
Kegunaan SEO On Page
Kegunaan SEO On Page tidak terbatas pada meningkatkan kualitas website secara keseluruhan saja. Lebih dari itu, SEO On Page bisa berguna juga untuk menghemat biaya, membuat konten yang tepat, meningkatkan traffic dan ranking website.
-
Membuat Konten yang Sesuai dengan pembaca
Jika kamu telah mempunyai segmentasi pembaca, SEO On Page bisa membantu kamu dalam membuat konten yang sesuai dengan pembaca tersebut. Dengan begitu, pembaca bisa menemukan berbagai informasi yang mereka butuhkan dari satu website saja.
-
Meningkatkan Traffic Website
SEO On Page dapat menolong kamu untuk keluar dari masa-masa galau akibat traffic website yang sedikit. Dengan mengoptimalisasi setiap elemen SEO On Page, website milikmu bisa lebih mudah ditemukan oleh pembaca. Alhasil traffic website-mu meningkat dari waktu ke waktu.
-
Meningkatkan Ranking Website di SERP
Optimalisasi SEO On Page adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan ranking website di SERP. Dengan catatan, kamu harus menjalankan optimalisasinya dengan tepat. Ketika website-mu ada di halaman pertama SERP, maka kesempatan untuk dikunjungi oleh pembaca juga makin tinggi.
-
Menghemat Biaya
Kegunaan SEO On Page yang terakhir adalah untuk menghemat biaya, terutama pemasaran digital. Mengapa begitu? Karena SEO On Page sendiri sebenarnya usaha yang kamu lakukan sendiri sehingga biaya yang dikeluarkan dalam prosesnya tidak sebanyak beriklan di Google Ads.
Cara Membuat SEO On Page

Sampai sekarang masih ada yang menganggap bahwa SEO On Page adalah tentang pengulangan keyword di sebuah halaman website. Faktanya, anggapan ini keliru dan bisa menghancurkan peringkat website di SERP.
Lantas bagaimana cara membuat SEO On Page yang baik dan benar? Berikut panduannya:
-
Sesuaikan konten dengan search intent
Search intent merupakan alasan dibalik pencarian yang dilakukan oleh pengguna internet. Dengan memahaminya, kamu bisa mengetahui apa yang dicari oleh pembaca dan apa yang perlu kamu sampaikan pada mereka.
Untuk memahami search intent, kamu bisa memasukkan satu kata kunci ke mesin pencari lalu lima sampai sepuluh website di halaman pertama. Dari seluruh website tersebut, coba identifikasi tiga hal berikut ini:
- Apa jenis konten yang mendominasi di SERP? Apakah postingan blog, halaman produk, video, atau yang lainnya?
- Apa format konten yang paling banyak digunakan? Apakah tutorial, daftar (listicle), review atau ulasan, perbandingan, atau yang lainnya?
- Angle penulisan yang membuat kontennya menarik seperti kata “untuk pemula”, “terbaru tahun 2024”, “terlengkap” atau yang lainnya. Angle penulisan ini dapat memberitahu kamu tentang angle yang digunakan dan juga siapa pengguna internet yang banyak mencari keyword tertentu.
Misalnya, kamu mencari keyword “digital marketing” di Google. Dari hasil pencarian, jenis konten yang paling mendominasi adalah postingan blog dengan format listicle. Kemudian, angle penulisannya menunjukkan bahwa keyword ini banyak dicari oleh para pemula yang ingin mengetahui apa itu digital marketing serta prospek kariernya.
-
Buat Konten yang Bermanfaat dan Menarik
Selain memerhatikan search intent, kamu juga harus bisa membuat konten yang bermanfaat sekaligus menarik dengan konsisten. Saat ini algoritma mesin pencari, terutama Google, lebih mengutamakan konten yang dapat memenuhi kebutuhan pembaca dibanding konten yang memenuhi algoritma.
Untuk membuat konten yang bermanfaat dan menarik, ada beberapa hal yang harus kamu penuhi, diantaranya:
- Konten harus mudah dipahami
- Isi kontennya harus terorganisir dengan jelas
- Informasi yang disajikan fresh dan unik
- Kontennya selaras dengan pedoman E-A-T
- Kontennya harus menyediakan informasi yang dapat menjawab pertanyaan pembaca
-
Optimalkan Penggunaan Heading
Tag header seperti Heading 1, Heading 2, Heading 3, dan seterusnya, dapat membantu mesin pencari dan pembaca memahami isi artikel dalam website-mu. Karena itu, optimalkan penggunaan heading dalam artikel semaksimal mungkin.
Untuk Heading 1 bisa kamu gunakan sebagai judul artikel. Kemudian heading 2 sampai heading 6 digunakan sebagai sub-judul dalam artikel. Misalnya katakanlah kamu sedang membahas pengertian dan jenis-jenis Digital Marketing, struktur artikelnya bisa jadi seperti ini:

-
Buat Title Tag yang Menarik
Title tag atau judul adalah bagian utama dari artikel yang digunakan untuk mengundang pembaca mengunjungi artikel milikmu. Itulah sebabnya, kamu harus membuat title tag semenarik mungkin.
Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat title tag yang menarik:
- Usahakan tidak terlalu panjang agar judul terlihat penuh di hasil pencarian, maksimal 60 – 70 karakter.
- Sesuaikan dengan search intent agar pembaca tahu bahwa kamu menyediakan informasi yang mereka butuhkan
- Deskriptif atau jangan terlalu umum dan ambigu
- Hindari clickbait. Artinya, judul dan isi artikel harus sesuai
- Sertakan keyword secara natural.
- Tambahkan tahun untuk artikel yang topiknya menuntut pembaruan, misalnya “Jadwal Bulan Puasa Tahun 2024”, “Cara Daftar Kartu Prakerja Tahun 2024”, dan sebagainya.
-
Buat Meta Description yang Meyakinkan
Sebenarnya meta deskripsi tidak termasuk dalam faktor yang menentukan peringkat website atau artikel, namun bermanfaat untuk menghasilkan traffic dan klik. Alasannya karena Google sendiri kerap menggunakan meta deskripsi untuk memberikan gambaran deskriptif dalam SERP.
Oleh sebab itu, kamu harus bisa membuat meta deskripsi yang meyakinkan pembaca bahwa isi artikelnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Berikut cara menulis meta deskripsi yang baik:
- Tulis meta deskripsi maksimal 160 karakter agar saat ditampilkan di SERP tidak terpotong.
- Tambahkan penjelasan yang tidak bisa kamu tuliskan di bagian title tag atau judul.
- Sesuaikan dengan search intent
- Gunakan kalimat aktif
- Tambahkan keyword secara natural karena Google kerap meng-highlight keyword dalam meta deskripsi saat tampil di SERP.
-
Buat URL yang User Friendly
URL termasuk bagian dari On Page SEO yang harus dioptimalkan, caranya adalah dengan menggunakan keyword di bagian slug atau setelah domain website-mu. Misalnya, kamu membuat artikel dengan keyword digital marketing, maka buat URL dengan struktur www.domainwebsitemu.com/digital-marketing.
-
Optimasi Gambar
Gambar yang kamu gunakan di artikel bisa membantu meningkatkan posisi di SERP dan menghasilkan traffic. Namun kamu harus mengoptimasi gambar dengan cara:
- Buat nama gambar yang deskriptif, misalnya untuk foto mesin ketik namanya bisa “mesin_ketik.jpg”
- Buat nama yang ringkas
- Hindari menggunakan keyword dalam nama file
- Gunakan tanda hubung di antara kata-kata dalam nama file
- Gunakan tag HTML <img> untuk membantu mesin pencari memahami gambarnya
- Kompress gambar agar ukurannya jadi lebih kecil sehingga mempersingkat waktu pemuatannya.
-
Tambahkan Internal Link dan Eksternal Link
Internal link adalah tautan yang berasal dari halaman lain di website milikmu. Internal link ini membuat mesin pencari memahami apa isi artikel yang kamu tulis. Sementara itu, eksternal link adalah tautan yang mengarah ke website lain sehingga memudahkan pembaca mencari sumber lain. Kamu bisa menggunakan keduanya dalam artikel untuk meningkatkan otoritas dan ranking artikel di SERP.
-
Tunjukkan Bahwa Kamu Berpengalaman atau Ahli
Mesin pencari seperti Google, Yahoo, Yandex, dan yang lainnya sangat menghargai artikel yang ditulis oleh para ahli atau orang yang berpengalaman. Bagaimana cara menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang memiliki keahlian atau pengalaman?
Untuk menunjukkan keahlian, kamu bisa melakukan:
- Menulis artikel yang dapat membantu memecahkan masalah pembaca
- Membantu pembaca mencapai sesuatu dengan keahlianmu misalnya kamu bisa menulis artikel tentang daftar olahraga yang baik untuk kesehatan jantung.
- Cantumkan sumber informasi yang jelas
- Sertakan kutipan dari para ahli agar artikelmu lebih kredibel
- Tambahkan latar belakang pendidikan atau keahlian di profil penulis atau halaman “Tentang Saya”
- Pastikan artikel tidak mengandung kesalahan faktual yang mudah diverifikasi
Kemudian untuk menunjukkan bahwa kamu orang yang berpengalaman, kamu bisa melakukan:
- Menjelaskan proses pembuatan artikelnya. Misalnya, saat menulis artikel review kamu bisa menulis dari berapa lama kamu sudah menggunakan produk tersebut.
- Tambahkan bukti bahwa kamu terlibat dalam pembuatan artikelnya, misalnya foto atau video saat menggunakan produk yang diulas.
- Tambahkan latar belakang di profil penulis atau halaman “Tentang Saya”. Misalnya, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu adalah seorang pembaca buku sejak kecil, tech enthusiast, atau yang lainnya.
-
Optimasi Konten untuk Featured Snippets
Featured Snippets adalah cuplikan yang ditampilkan dalam hasil pencarian oleh Google. Kamu bisa memanfaatkannya untuk menunjukkan jawab dari pertanyaan yang dimiliki oleh pembaca. Biasanya Google cenderung memilih bagian dalam artikel yang mengandung keyword untuk dijadikan Featured Snippets. Jadi pastikan kamu menambahkan keyword di bagian yang menjadi jawaban dari pertanyaan pembaca.
-
Gunakan Schema Mark Up
Schema Markup adalah hasil penelusuran yang menyoroti struktur data pada halaman website. Schema Markup digunakan oleh Google untuk memberikan informasi ringkas kepada pembaca sehingga mereka bisa menemukan informasi dengan cepat.
Untuk menampilkan Schema Markup, kamu harus membuat kode khusus yang memenuhi syarat. Pembuatan kodenya bisa dilakukan dengan bantuan alat seperti schema.dev atau yang lainnya.
-
Optimasi Page Experience
Saat menentukan peringkat website, Google melihat sinyal page experience yang termasuk:
- Kecepatan halaman
- Kestabilan kecepatan halaman
- Keamanan website (apakah website-mu sudah menggunakan HTTPS atau belum)
- Terhindar dari dialog atau pop up yang mengganggu kenyamanan pembaca
- Mobile friendly
Contoh SEO On Page
Contoh SEO On Page bisa kamu lihat pada website-website terkenal yang sudah sering berada di posisi teratas dalam SERP. Misalnya website milik backlinko.com milik Brian Dean yang membahas tentang SEO dan link building.
-
Title Tag yang Menarik
Salah satu artikel dalam website backlinko.com memiliki title tag “SEO Strategy: How to Create an Effective Plan”. Jika kamu mengetikkan keyword “seo strategy”, title tag tersebut muncul secara utuh (dari awal sampai akhir) tanpa potongan sama sekali. Alhasil pembaca mendapatkan gambaran bahwa artikel tersebut membahas tentang cara membuat strategi SEO yang efektif.

-
URL yang User Friendly
Masih dari artikel yang sama, Brian Dean menggunakan struktur URL https://backlinko.com/seo-strategy yang mudah diingat sekaligus mengandung keyword utamanya.

Bagaimana Cara Optimasi SEO On Page?
Cara optimasi SEO On Page bisa dilakukan dengan:
- Membuat konten yang bermanfaat, menarik, dan sesuai search intent
- Menggunakan title tag yang menarik dan meta deskripsi yang meyakinkan
- Membuat URL yang user friendly
- Mengoptimasi setiap gambar dalam artikel
- Menambahkan internal link dan eksternal link
- Menunjukkan keahlian atau pengalaman
- Memanfaatkan Featured Snippets dan Schema Markup
- Membuat pembaca nyaman saat mengunjungi website
Penutup
SEO On Page adalah komponen penting dalam Search Engine Optimization yang dapat membantu meningkatkan peringkat website di SERP dan membuat pembaca puas. Oleh karena itu, sejak awal SEO On Page harus dioptimasi sebaik mungkin.
Elemen yang dioptimasi dalam SEO On Page sangat banyak, mulai dari title tag, URL, internal link, eksternal link, gambar, hingga meta deskripsi. Semua elemen ini perlu dioptimasi agar hasil yang kamu dapatkan semakin maksimal.
Referensi:
- https://ahrefs.com/blog/on-page-seo/
- https://ahrefs.com/blog/on-page-vs-off-page-seo/




