Segmentasi psikografis merupakan salah satu metode pengelompokkan yang sangat berpengaruh pada strategi pemasaran bisnis. Bagi para pelaku bisnis, menjalankan strategi pemasaran yang tepat sasaran dan efisien menjadi sebuah hal yang sangat penting.
Dengan melakukan segmentasi, perusahaan dapat lebih mudah untuk melakukan pemasaran yang dengan personalisasi dari target audiens mereka. Akan tetapi, masih banyak pelaku bisnis atau perusahaan yang belum memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan segmentasi psikografis dan pentingnya bagi bisnis.
Oleh sebab itu, dalam pembahasan kali ini akan lebih banyak membahas mengenai segmentasi psikografis beserta manfaat dan bagaimana melakukan penjualan dengan cara segmentasi psikografis.
Definisi Segmentasi Psikografis
Menurut data dari Hotjar, segmentasi pasar psikografis merupakan sebuah metode kualitatif yang berpusat untuk mempelajari sikap dari calon pelanggan. Penerapan segmentasi ini adalah dengan mengelompokkan pelanggan berdasarkan beberapa variabel, seperti lifestyle (gaya hidup) dan juga personality (kepribadian).
Cara ini akan memanfaatkan preferensi dan karakter psikologis manusia yang berupa nilai, karakter, keinginan, tujuan, hingga gaya hidup mereka, sebagai acuan dalam segmentasi.
Tujuan utama dari metode ini adalah agar perusahaan dapat memahami perasaan pelanggan dengan lebih baik, sehingga proses pemasaran dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. Segmentasi psikografis cukup efektif jika dibandingkan dengan jenis segmentasi lainnya. Dengan menggunakan segmentasi psikografis, perusahaan dapat lebih fokus untuk mengelompokkan target audiens yang serupa.
Baca Juga: Segmentasi Pasar: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Bisnis
Pentingnya Segmentasi Psikografis
Secara umum, penerapan segmentasi psikografis adalah untuk dapat memahami kebutuhan dan keperluan yang memang diinginkan oleh pelanggan, dengan mengelompokkannya berdasarkan berbagai variabel.
Tentunya, pengelompokkan ini menjadi tindakan yang sangat penting untuk dapat melakukan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Pasalnya, pada segmentasi psikografis ini perusahaan dapat mengetahui karakteristik calon pelanggan, berdasarkan beberapa faktor, seperti kepribadian, nilai, hingga gaya hidup target audiens.
Namun, variabel-variabel pada segmentasi ini pengukurannya cenderung sulit, sebab cenderung menggunakan penilaian secara subjektif. Melalui segmentasi ini pula, perusahaan dapat mengetahui kecenderungan atau preferensi konsumen melalui berbagai hal, termasuk penggunaan media sosial.
Dengan begitu, perusahaan bisa mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki untuk membuat konten iklan yang lebih relevan dengan target audiens tersebut.

Karakteristik Psikografis
Terdapat lima variabel atau karakteristik khalayak berdasarkan segmentasi psikografis yang menjadi unsur-unsur penting, untuk menghasilkan informasi mengenai calon konsumen perusahaan.
Kepribadian
Karakteristik yang pertama pada segmentasi psikografis adalah kepribadian. Kepribadian dalam hal ini adalah sifat dari seseorang, dari waktu ke waktu.
Biasanya, hal ini juga dapat dinilai melalui 5 faktor. Apabila hasil dari 5 faktor model ini dapat menunjukkan nilai rata-rata konsumen yang memiliki skor ekstrovert yang rendah, maka dapat dipastikan bahwa sebagian besar konsumen memiliki kepribadian introvert. Informasi mengenai gambaran kepribadian ini yang nantinya dipakai untuk memasarkan produk dan layanan, agar sesuai dengan profil dan preferensi calon konsumen tersebut.
Nilai
Karakteristik kedua adalah nilai. Aspek yang satu ini diambil dengan mengetahui sudut pandang pelanggan dalam menilai segala hal. Penerapan segmentasi yang berkaitan dengan nilai bisa efektif apabila audiens berfokus pada isu tertentu.
Dengan begitu, perusahaan dapat menawarkan produk yang relevan dengan apa yang bisa menjadi pertimbangan para audiens tersebut.
Gaya Hidup
Selanjutnya adalah aspek gaya hidup. Gaya hidup merupakan sebuah pilihan yang berkaitan dengan keseharian calon pelanggan, termasuk di dalamnya informasi mengenai tempat tinggal pelanggan, hingga apa yang biasanya mereka lakukan untuk menghabiskan waktu dalam sehari.
Apabila informasinya lebih banyak menampilkan gaya hidup pelanggan yang mewah, artinya bentuk promosi yang dilakukan pun sebaiknya menyesuaikan dengan hal tersebut.
Ketertarikan
Ketertarikan dalam segmentasi psikografis merupakan kegiatan, hobi, atau kebiasaan pelanggan saat menggunakan media sosial. Misalnya, target pelanggan kamu merupakan seseorang yang suka dengan olahraga.
Dengan begitu, strategi iklan dan promosi yang kamu gunakan harus menampilkan elemen atau unsur tersebut, sehingga pelanggan akan merasa lebih dekat dengan bisnis.
Opini, Sikap, dan Kepercayaan
Karakteristik terakhir sangat erat kaitannya dengan opini, kepercayaan, dan sikap seseorang, terhadap berbagai hal, mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga pandangan politik dari target audiens. Hal tersebut diyakini akan membentuk dan mendasari setiap keputusan yang dianggap penting untuk mereka ambil.
Bagi perusahaan, informasi ini tidak hanya penting untuk membantu merancang produk, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap pengembangan informasi dan komunikasi promosi yang lebih persuasif kepada target audiens mereka.
Cara Mengumpulkan Data Psikografis
Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan data-data psikografis ini. Cara ini merupakan langkah yang paling umum untuk mendapatkan berbagai informasi dari calon pelanggan, yakni:
Survei
Cara yang paling populer dan efektif untuk mendapatkan informasi dari target audiens adalah dengan melakukan survei. Kini, survei bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga proses pengumpulan data bisa lebih mudah untuk dilakukan.
Buatlah beberapa pertanyaan bersifat tertutup untuk para target audiens, agar preferensi dari pelanggan tersebut bisa diketahui dengan lebih jelas.
Selain itu, perusahaan juga bisa memahami kebutuhan pelanggan dari jawaban mereka yang terfokus.
Wawancara Konsumen
Selanjutnya, kamu bisa menggunakan metode wawancara kepada pelanggan yang sebelumnya sudah pernah membeli dan menggunakan produk atau layanan dari perusahaan.
Kamu bisa membuat pertanyaan yang dapat menarik pelanggan agar mau menceritakan dan memberikan informasi mengenai dirinya. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui psikografis konsumen secara maksimal.
Namun, apabila bisnis yang kamu kelola belum mendapatkan pelanggan, kamu bisa melakukan wawancara pada orang-orang yang berada di demografi yang mirip dengan target audiens kamu.
Diskusi dengan Customer Service
Cara lain untuk mendapatkan informasi dan memahami psikografis pelanggan adalah dengan melakukan diskusi dengan anggota tim yang berhubungan secara langsung dengan pelanggan, seperti customer service atau sales.
Pihak tersebut bisa menjadi pihak yang dapat memberi informasi mengenai apa saja untuk pelanggan, hal apa yang sering mereka tanyakan, atau istilah yang sering mereka gunakan saat membicarakan tentang produk atau layanan perusahaanmu.
Google dan Facebook
Selain ketiga cara di atas, perusahaan juga bisa memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Google atau Facebook menjadi media yang paling banyak dipakai oleh masyarakat. Kedua media ini memiliki fitur tracking yang dapat kamu optimalkan untuk mengumpulkan data-data dari para penggunanya.
Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan beberapa tools seperti Google AdSense, Google Analytics, Facebook Custom Audience, Facebook Connect, dan lain sebagainya untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan perusahaan.
Baca Juga: Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
Contoh Segmentasi Psikografis
Untuk mempermudah kamu memahami bagaimana penerapan segmentasi psikografis di dalam bisnis, berikut adalah contoh segmentasi psikografis pada industri perhotelan.
- Audiens yang suka berpetualang: Pada segmen ini, biasanya audiens cenderung mencari pengalaman dan kegiatan outdoor ketika mereka bepergian. Mereka pun akan lebih memilih akomodasi yang menawarkan kegiatan berpetualang dan berlokasi di dekat tempat wisata alam.
- Audiens yang mencari kenyamanan: Jenis segmen yang satu ini akan mengutamakan kemewahan dan kenyamanan di dalam perjalanan mereka. Biasanya, audiens pada segmen ini lebih memilih fasilitas hotel yang lebih lengkap, makanan yang lezat, dan layanan kamar yang berkualitas.
- Pecinta seni budaya: Segmentasi yang memiliki ketertarikan yang cukup kuat terhadap seni dan budaya. Segmentasi ini akan mencari akomodasi yang berada dekat dengan galeri seni, museum, teater, atau situs-situs bersejarah. Hotel dan penginapan yang menawarkan tour kesenian lokal lah yang akan menarik perhatian audiens tersebut.
Penutup
Kesimpulannya segmentasi psikografis merupakan salah satu jenis segmentasi pasar yang cenderung melibatkan aspek-aspek psikologis dari para audiens yang menjadi target. Biasanya, segmentasi psikografis akan mengelompokkan audiens berdasarkan aktivitas, kepribadian, dan juga gaya hidup calon pelanggan tersebut.
Tentunya, memiliki informasi mengenai kelompok pelanggan ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi bisnis. Biasanya, perusahaan yang mengaplikasikan metode segmentasi ini akan membuat konten promosi yang lebih relevan dengan target audiens berdasarkan data-data yang telah mereka kumpulkan.
Dengan begitu, setiap tindakan atau kegiatan promosi oleh bisnis bisa lebih tepat sasaran dan tentunya efektif menjangkau target audiens mereka.
Referensi:
- https://accurate.id/marketing-manajemen/segmentasi-psikografis/#Karakteristik_Psikografis
- https://glints.com/id/lowongan/psikografis-adalah/#karakteristik-psikografis
- https://mtarget.co/blog/segmentasi-psikografis-dalam-marketing/




