Google Analytics adalah salah satu tools yang sangat populer bagi digital marketer, khususnya SEO Specialist. Tools satu ini mampu menyediakan data dan laporan lengkap mengenai pengunjung websitemu.
Dari data yang ada di Google Analytics, kamu bisa menganalisis traffic hingga konversi website. Kemudian dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat strategi marketing di bisnismu untuk meningkatkan konversi dan ROI (return on investment).
Saat ini pengguna internet semakin bertambah dan banyak konsumen yang lebih suka melakukan belanja online. Ini membuat banyak pelaku bisnis yang sadar harus memasarkan produknya secara digital atau online.
Salah satunya cara memasarkan bisnis secara online yaitu melalui website. Analoginya, website adalah sebuah rumah yang dapat kamu buat semenarik dan senyaman mungkin agar lebih banyak tamu yang datang dan kembali lagi ke rumahmu.
Nah, untuk mendapatkan data para tamu tersebut dari mana datangnya, berapa usianya, berapa lama di rumahmu, dan ruangan apa saja yang dikunjungi, kamu memerlukan tools Google Data Analytics.
Google Analytics memiliki berbagai fungsi dan fitur di dalamnya, untuk lebih mengenalnya yuk simak pembahasannya di artikel ini!
Apa Itu Google Analytics?
Google adalah salah satu raksasa mesin pencari (search engine) yang namanya sudah tidak asing lagi saat ini. Ketika kamu mencari jawaban di Google, kamu akan menemukan daftar website yang membahas pertanyaanmu dan memilih satu website yang menarik.
Sebagai pemilik website, kamu dapat melihat berbagai data kinerja websitemu di tools bernama Google Analytics. Tools ini disediakan gratis oleh Google dari tahun 2016 hingga saat ini bernama Google Analytics 4 (GA-4).
Kamu bisa melihat dan membuat laporan data matriks di Google Analytics berupa traffic website, user behaviour (perilaku pengunjung), user engagement (interaksi pengunjung), demografi pengunjung, halaman website yang paling banyak dikunjungi, dan konversi.
Data dan laporan dari Google Analytics dapat digunakan untuk memperbaiki strategi marketing di websitemu. Misalnya dengan membuat dan meng-update konten yang berkualitas untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung dan konversi.
Google Analytics dapat digunakan di platform desain website apa saja termasuk WordPress, Wix, dan lain-lain.

Perbedaan Universal Analytics dan Google Analytics 4
Terdapat perbedaan penting antara Universal Analytics dan Google Analytics 4. Semua kejadian yang tercatat di dalam situs web akan diidentifikasi sebagai event. Inilah yang berbeda dari akun Universal, saat setiap data yang terjadi masih dijelaskan sesuai dengan jenisnya. Seperti tampilan halaman, peristiwa, sosial, pengukuran waktu pengguna, tampilan layar, dan lainnya.
Dengan melihat fitur-fitur sebelumnya, terlihat jelas bahwa tools analytics Google versi 4 ini mengadopsi artificial intelligent (AI). AI dapat membantu pengguna dalam melakukan prediksi hasil, seperti meramalkan pendapatan atau tingkat perpindahan pelanggan (churn rate).
Melalui prediksi ini, digital marketer dapat mengetahui segmentasi konsumen, mengidentifikasi konsumen. Semuanya dapat dioptimalkan untuk mengatasi kendala yang mungkin timbul.
Beberapa fitur terbaru yang ada di Google Analytics adalah:
- Custom Reports
Fitur ini memberikan kemampuan kepada pengguna untuk membuat tabel atau visualisasi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah menyajikan hasil data yang ada.
- Event Tracking
Sebagian besar event dapat dilacak secara otomatis dan diukur sesuai dengan alat ini. Bahkan, 300 events per setiap properti Google Analytics yang ada dapat dipantau menggunakan event tracking.
- Automated Table
Fitur selanjutnya dari Google Analytics 4 adalah otomatisasi tabel. Melalui fitur ini, data yang diperlukan dapat diadaptasi dan diorganisir sesuai dengan laporan data yang diinginkan oleh pengguna.
- Predictive Analytics
Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), informasi tentang segmen target pengguna dapat diakses. Informasi ini memudahkan pengguna melakukan transaksi, serta potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari bisnis dan situs web.
- Audience Segments
Pengaturan audience segments hanya perlu dilakukan sekali pada fitur Google Analytics 4 ini. Oleh karena itu, jika pengguna memerlukan data audiens dari segmen yang berbeda, informasi tersebut dapat diakses dengan mudah tanpa perlu membuat segmen baru setiap kali mengganti audiens.
- Anomaly Detection
Fitur terakhir dari Google Analytics adalah anomaly detection atau pendeteksian anomali yang dapat terlihat dalam grafik. Melalui fitur ini, pengguna dapat fokus pada data yang ditampilkan dan dapat membantu mengidentifikasi data mana yang mungkin diperlukan.
Berbagai Fungsi Google Analytics
Supaya lebih jelas manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan dari layanan analisis Google ini, berikut uraian beberapa fungsi Google Analytics secara lebih rinci.
-
Mengukur dan Mengoptimalkan Kinerja Situs Web
Hal paling penting dari upaya pemasaran digital adalah pengukuran jumlah pengunjung ke situs web dan kesesuaian jumlah tersebut dengan tujuan bisnis. Data ini berguna untuk menganalisis tren, dan menentukan halaman yang populer. Termasuk untuk menguji apakah penambahan konten serupa dapat mempertahankan pengunjung atau mendorong traffic baru.
-
Menentukan Efektivitas Strategi Pemasaran
Fungsi berikutnya adalah membantu melihat dan menentukan efektivitas strategi pemasaran yang sudah dilakukan. Analytic tools pada Google akan membantu menilai apakah anggaran pemasaran sudah digunakan dengan efisien, atau perlu memfokuskan upaya lain.
-
Mengarahkan Konsep Konten Produk
Metrik membantu pemahaman tentang cara pengguna berinteraksi dengan situs web milikmu. Jadi kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan pengalaman mereka. Kamu bisa memilih konsep konten apa yang tepat untuk target pengguna tersebut yang sudah disesuaikan dengan anggaran pemasaran.
-
Meningkatkan Penempatan Halaman di Hasil Mesin Pencari (SERP)
Untuk meningkatkan traffic ke situs, berbagai pendekatan digunakan, salah satunya adalah dengan optimasi mesin pencari. Google Analytics memberikan informasi cara orang menemukan situs web dan keyword yang digunakan. Data berguna untuk memastikan bahwa situs web milikmu muncul di bagian atas hasil pencarian.
-
Memahami Target Konsumen
Fungsi Google Analytics lainnya adalah untuk mengetahui target konsumen. Kamu dapat memahami perilaku pengunjung situs web beserta demografinya, memberikan gambaran tentang siapa yang tertarik dengan produk yang ditawarkan. Dengan mengetahui target konsumen, kamu dapat lebih mudah memahami kebutuhan mereka dan merancang produk yang sesuai.
-
Menyajikan Data Pengunjung yang Selalu Diperbarui
Google Analytics adalah alat yang berfungsi untuk menyajikan data pengunjung secara real-time atau selalu diperbarui. Data ini memudahkan analisis terhadap kinerja bisnis, memberikan pemahaman tentang kenaikan atau penurunan produktivitas bisnis.
Cara Kerja Google Analytics
Mungkin kamu penasaran bagaimana caranya Google Analytics dapat melakukan berbagai fungsi seperti yang sudah dibahas tadi. Secara sederhana, cara kerja Google Analytics dapat diuraikan sebagai berikut:
Langkah awal dalam cara kerja Google Analytics adalah pembuatan kode pelacakan yang akan dipasang di situs web. Kode ini biasanya dalam bentuk tag JavaScript yang ditempatkan di header halaman. Informasi ini berfungsi mengumpulkan data dengan menyimpan cookie di browser pengguna.
Selanjutnya, Google Data Analytics akan memberikan statistik dasar seperti:
- Jumlah pengunjung dalam periode tertentu.
- Jumlah orang yang sedang mengakses situs web saat ini.
- Interaksi yang dilakukan pengunjung, seperti mengklik halaman, melakukan pembelian, atau mengunduh file dalam periode waktu tertentu.
- Bounce rate, yaitu jumlah pengunjung yang meninggalkan situs tanpa melakukan interaksi lebih lanjut.
- Durasi sesi atau rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna di situs.
- Peta lokasi pengguna selama periode tertentu.
- Grafik perangkat yang digunakan pengunjung untuk mengakses situs.
- Grafik hari dan waktu kunjungan pengunjung.
Setelah itu, berlanjut pada proses laporan data analisis. Laporan Google Analytics terbagi menjadi lima kategori yang merinci interaksi pengguna dengan situs web milikmu, yaitu:
- Real-time, yang memberikan data pengguna aktif, termasuk lokasi, tampilan halaman per menit, sumber lalu lintas, konten, konversi, dan peristiwa.
- Audiens, ini adalah bagian yang memecah statistik pemirsa dengan detail seperti demografi, lokasi, perilaku, dan penggunaan perangkat.
- Akuisisi, yang menunjukkan bagaimana pengunjung menemukan situs web melalui rujukan, iklan, pencarian, media sosial, dan kampanye tertentu.
- Perilaku, menunjukkan interaksi pengguna dengan halaman situs, termasuk tampilan halaman total, tampilan halaman unik, waktu keluar pengguna, dan halaman paling sering dikunjungi.
- Konversi, menunjukkan berapa kali pengguna menyelesaikan tindakan tertentu, seperti pembelian atau unduhan.
Google Analytics dapat dikonfigurasi untuk memberikan notifikasi atau alert jika ada perubahan signifikan dalam data atau jika terjadi kejadian penting. Dengan begitu, penggunanya bisa merespons dengan cepat.
Cara Menggunakan Google Analytics
Untuk memastikan kamu tidak salah dalam memanfaatkan layanan Google Analytics, berikut adalah langkah-langkah cara menggunakan Google Analytics yang tepat.
- Registrasi Akun dan Tambahkan Properti
Jika belum memiliki akun Google Analytics, kunjungi halaman login dan isi informasi yang diperlukan. Google Analytics menyebutnya sebagai properti, yang mewakili situs web milikmu. Tambahkan properti di bagian Admin dengan mengklik ‘Buat Properti’ dan masukkan URL situs web. Properti juga dapat diakses melalui aplikasi seluler.
- Pasang Kode Pelacakan di Situs Web
Cara setting Google Analytics berikutnya adalah menyematkan kode pelacakan di situs web. Kode pelacakan berfungsi sebagai pengikat, mengirimkan setiap interaksi ke akun Google Analytics. Google Analytics akan memberikan ID yang dapat mengidentifikasi akun untuk situs Anda, bersamaan dengan global site tag.
Untuk melihat global site tag, buka bagian Admin, lalu di bawah Property> Tracking Info> Tracking Code. Kamu bisa menyalin global site tag dan menyematkannya ke dalam HTML, mengikuti format tag yang sudah ada.
- Tentukan Tujuan Pemasaran
Google Analytics adalah layanan yang memungkinkan kamu menetapkan tujuan khusus sesuai dengan strategi pemasaran. Di bagian Admin> View> Goals, kamu dapat membuat berbagai tujuan pemasaran, tergantung pada jenis bisnis yang dijalankan.
- Telusuri Laporan Google Analytics
Seperti yang sudah diuraikan tadi, laporan Google Analytics terdiri dari beberapa kategori. Dari laporan tersebut kamu bisa mendapatkan informasi tentang pengunjung, perilaku pengunjung, dan berapa banyak tujuan yang sudah dicapai. Pahami dan analisis laporan ini untuk mendapatkan informasi data yang lebih mendalam.
- Persiapkan Dasbor
Maksimalkan manfaat dan fungsi Google Analytics dengan membuat dasbor yang sesuai. Dasbor akan memudahkan kamu melihat informasi penting dengan cepat. Sesuaikan dasbor untuk properti milikmu dengan menambahkan widget yang diinginkan.
Penutup
Google Analytics adalah sebuah layanan dari Google yang membantu pengguna menganalisis berbagai metrik, seperti lalu lintas web, perilaku pengunjung, dan statistik lainnya. Google Analytics juga dapat membantu pengguna dalam menentukan efektivitas strategi pemasaran serta meningkatkan penempatan halaman hasil mesin pencari.
Bagaimana? Sekarang sudah paham kan apa itu Google Analytics, cara kerja dan fungsinya untuk pemasaran digital? Manfaatkan sebaik mungkin agar hasil yang kamu dapatkan juga bisa lebih optimal. Selamat mencoba!
Referensi:
- https://accurate.id/digital-marketing/google-analytics/




