Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Marketplace Adalah: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

Retna Kumalasari by Retna Kumalasari
29 May 2026
in E-Commerce
Reading Time: 6 mins read
0
Keberadaan marketplace akan sangat memudahkan para pelaku usaha untuk menjajakan barang atau jasa mereka.
Share on FacebookShare on Twitter

Perkembangan teknologi yang semakin maju tentunya turut memengaruhi cara seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk dengan berbelanja. Jika dahulu orang cenderung mendatangi pasar atau toko, kini kamu bisa melakukannya dari rumah melalui media marketplace.

Namun, apa itu marketplace? Marketplace adalah sebuah platform yang digunakan sebagai media berkumpul bagi para penjual maupun pembeli.

Dengan adanya platform ini, baik pembeli maupun penjual dapat bertemu untuk saling memenuhi kebutuhan mereka.

Apabila kamu ingin mengetahui tentang marketplace, jenis, fungsi, contoh, hingga bedanya dengan toko online secara lebih dalam, simak informasi yang telah kami siapkan di bawah ini.

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu Marketplace?
  • Jenis-Jenis Marketplace
    • Berdasarkan Tempat
      • Traditional marketplace
      • Online marketplace
    • Berdasarkan Fokus
      • Vertikal
      • Horizontal
    • Berdasarkan Target Audiens
      • B2B marketplace
      • B2C marketplace
      • P2P marketplace
    • Berdasarkan Pendekatan Manajemen
      • Unmanaged
      • Lightly managed
      • Fully managed
  • Fungsi Marketplace
    • Sarana Penghubung antara Penjual dengan Pembeli
    • Mencakup Lebih Banyak Konsumen
    • Sarana Berjualan yang Gratis
    • Produk yang Bervariasi
  • Perbedaan Marketplace dengan Toko Online
  • Contoh Marketplace
    • Bukalapak
    • Tokopedia
    • Shopee
    • Blibli
    • Lazada
  • Kesimpulan

Apa Itu Marketplace?

Seperti yang sudah disebut di atas, marketplace adalah sebuah platform yang menjembatani para penjual dan pembeli, guna melakukan aktivitas jual beli di antara mereka.

Sebagai pihak ketiga dalam suatu transaksi, marketplace menjadi tempat berjualan yang sangat memudahkan para penggunanya.

Dilansir dari Shopery, marketplace merupakan sebuah platform yang digunakan sebagai media berkumpul bagi para penjual, guna menawarkan produk dan jasanya kepada pelanggan yang telah dikurasi sebelumnya.

Keberadaan marketplace sendiri hanya sebagai media atau tempat pertemuan antara penjual yang ingin menjajakan barang dagangannya, dengan pembeli yang membutuhkan produk atau jasa dengan transaksi yang cepat dan mudah.

Selain itu, marketplace juga terdiri banyak macam, lho. Bahkan mungkin, masih banyak orang yang belum mengetahuinya.

Jenis-Jenis Marketplace

Marketplace sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda berdasarkan beberapa aspek tertentu, seperti tempatnya, target audiens, dan lain sebagainya. Berikut ini akan kami jelaskan jenis-jenis marketplace untuk kamu pahami.

Berdasarkan Tempat

  • Traditional marketplace

Jenis yang pertama adalah marketplace tradisional. Traditional marketplace merupakan suatu area terbuka pada sebuah tempat yang disediakan sebagai lokasi jual beli. Contohnya adalah street market, retail, pasar tradisional, pasar malam, dan lain sebagainya.

  • Online marketplace

Seperti yang tercantum pada namanya, online marketplace adalah platform atau media dari pihak ketiga yang bisa dijadikan sebagai lokasi jual beli secara online.

Berdasarkan Fokus

  • Vertikal

Marketplace vertikal merupakan media yang digunakan untuk menjual atau menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan kategori tertentu. Misalnya adalah Fiverr atau Sribulancer yang disediakan khusus untuk menghubungkan para pekerja lepas (freelancer) dengan calon client.

  • Horizontal

Sementara itu, marketplace horizontal lebih banyak diisi oleh penjual atau vendor. Jenis marketplace yang satu ini, memiliki peranan yang serupa dengan departement store yang menawarkan berbagai macam barang dalam satu lokasi.

Berdasarkan Target Audiens

  • B2B marketplace

Marketplace Business to Business (B2B) akan mempertemukan antara suatu organisasi selaku konsumen, dengan organisasi lain yang berperan sebagai penjual.

Nantinya, mereka akan menjadi fasilitator dari seluruh transaksi dan kebutuhan pemesanan barang secara online, baik mulai dari procurement, transaksi penjualan, dan lain sebagainya. Adapun contoh dari marketplace B2B ini adalah perusahaan manufaktur atau retailer.

  • B2C marketplace

Ada pula jenis B2C atau Business to Customer marketplace yang sering digunakan untuk menghubungkan antara penjual dan pembelinya individu secara langsung.

Platform jenis ini mempunyai karakteristik yang berbeda untuk menarik calon konsumennya masing-masing.

  • P2P marketplace

Terakhir adalah Peer to Peer marketplace. Marketplace yang satu ini akan menghubungkan individu agar bisa bertukar produk atau jasa di satu lokasi saja.

Dengan jenis marketplace ini, baik penjual maupun pembeli nantinya bisa bertukar peran menjadi pengguna maupun penyedia jasa, misalnya Etsy atau Uber.

Berdasarkan Pendekatan Manajemen

  • Unmanaged

Pada marketplace unmanaged, pihak marketplace tidak akan melakukan quality control atau pengecekan pada barang atau jasa yang telah disediakan oleh penjual. Namun, untuk menjaga kredibilitasnya, mereka hanya akan memantaunya dari feedback dan rating yang diberikan oleh konsumen.

  • Lightly managed

Kemudian, untuk jenis lightly managed, pihak marketplace akan melakukan quality control pada beberapa barang, misalnya melakukan verifikasi identitas, garansi barang, menentukan kebijakan retur, serta pengembalian dana konsumen.

  • Fully managed

Sementara itu, pada lightly managed marketplace, pihak marketplace memiliki hak penuh untuk mengontrol seluruh proses transaksi.

Di dalamnya termasuk untuk memilah penjual beserta kelengkapan dokumennya, meningkatkan kualitas barang, menjamin keamanan, hingga mengoptimalkan pengalaman yang baik bagi konsumennya.

Baca Juga: Marketplace Produk Digital: Cara Berjualan Produk Agar Laris

Marketplace digunakan sebagai media untuk menemukan produk atau jasa kebutuhan konsumen.

Fungsi Marketplace

Keberadaan marketplace pada dasarnya merupakan sarana pertemuan antara pihak penjual dengan pembeli. Namun, secara lebih dalam, fungsi marketplace dapat terbagi menjadi beberapa, di antaranya:

Sarana Penghubung antara Penjual dengan Pembeli

Fungsi utama dari adanya marketplace adalah sebagai media berkumpulnya penjual dan pembeli, untuk dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing. Di sini, penjual bisa menjual produk-produknya secara mudah.

Begitu pula dengan para pembeli yang dapat menemukan berbagai produk kebutuhannya dengan cara yang mudah pula.

Mencakup Lebih Banyak Konsumen

Kemampuan marketplace untuk diakses semua orang mempermudah penjual menemukan calon konsumen baru.

Bagi konsumen, mereka juga bisa dengan mudah menemukan produk yang sedang mereka cari di dalam marketplace, sebab ada banyak penjual yang menawarkan berbagai macam produk dagangan mereka.

Sarana Berjualan yang Gratis

Baik penjual maupun pembeli yang ada di marketplace juga dapat melakukan transaksi tanpa perlu membayar sewa lapak di dalam marketplace. Artinya, siapa pun yang memenuhi syarat masuk sebagai penjual maupun pembeli, dapat secara gratis mengakses marketplace ini.

Produk yang Bervariasi

Banyaknya toko yang menawarkan produk-produk mereka di marketplace, tentu memudahkan pembeli untuk menemukan barang yang sedang dibutuhkan.

Variasi produk seperti ini tentu akan meningkatkan ketertarikan mereka untuk membeli sebuah produk melalui marketplace.

Baca Juga: Strategi Bisnis Marketplace untuk Meningkatkan Penjualan

Perbedaan Marketplace dengan Toko Online

Ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa marketplace dengan toko online merupakan dua hal yang berbeda. Meski begitu, keduanya keduanya memang menawarkan cara yang sama untuk menjual dan membeli produk yang dibutuhkan.

Nah, untuk dapat membedakan antara marketplace dengan toko online, berikut perbedaan marketplace dengan toko online yang telah kami rangkumkan untuk kamu.

Faktor Marketplace Toko Online
Pemilik Memiliki banyak penjual yang berkumpul dan menawarkan produknya dalam platform tersebut. Dimiliki oleh penjual secara langsung (toko tunggal).
Konsep Platform yang mewadahi pertemuan antara penjual dengan pembeli. Hanya dioperasikan oleh satu penjual.
Persediaan Produk Tidak membutuhkan ruang untuk persediaan produk. Membutuhkan ruang untuk menyimpan persediaan produk mereka.
Jenis Produk Menyediakan berbagai macam produk yang ditawarkan dari beragam penjual yang ada di dalam marketplace. Mempunyai jenis produk yang spesifik atau terbatas dan hanya dijual oleh satu penjual saja.
Kontrol Produk Kontrol produk akan didasarkan pada persyaratan dan standar kualitas produk yang harus dipenuhi penjual, guna menjaga integritas dari platform tersebut. Memiliki kontrol secara penuh pada produk yang ditawarkan.
Pengalaman Konsumen Bergantung pada kualitas dan reputasi dari penjual serta pengalaman konsumen menggunakan platform tersebut. Pengalaman konsumen bergantung pada strategi dan treatment yang diberikan oleh penjual.

Contoh Marketplace

Di Indonesia sendiri, ada banyak marketplace yang sering digunakan oleh masyarakatnya. Berikut adalah beberapa contoh marketplace yang paling sering digunakan, yakni:

Bukalapak

Bukalapak merupakan salah satu marketplace yang hadir sejak awal tahun 2019 di Indonesia. Ada banyak produk terjangkau, namun tetap menjaga kualitasnya.

Tokopedia

Kemudian, ada Tokopedia yang hadir sejak tahun 2009 dan terus berkembang hingga mampu mendapatkan status sebagai startup unicorn. Dikutip dari Timedoor, ada tiga macam barang yang paling sering dicari oleh konsumen, yakni fashion, elektronik, dan juga bahan-bahan makanan.

Shopee

Pada tahun 2015, Shopee hadir dengan strategi promosi yang cukup intens. Bahkan, di usianya yang masih baru, Shopee mampu menggaet 58% pengguna perempuan dengan produk fashion dan kecantikan yang menjadi komoditas utamanya.

Blibli

Marketplace lain yang juga mendapatkan status unicorn asal Indonesia adalah Blibli. Umumnya, konsumen yang berbelanja di sini didominasi oleh para pencari barang elektronik ataupun smartphone.

Lazada

Tak kalah dari keempat marketplace lainnya, Lazada muncul di tahun 2018 dan sempat menjadi platform yang paling populer saat itu. Sebagian besar pengguna Lazada akan menggunakan media ini untuk mencari produk fashion.

Kesimpulan

Dengan informasi yang telah disampaikan di atas, apakah kini kamu lebih memahami apa yang dimaksud dengan marketplace dan apa perbedaan marketplace dengan toko online?

Marketplace disebut sebagai media perantara dari pihak ketiga yang disediakan sebagai wadah pertemuan antara penjual dengan pembeli.

Kehadiran marketplace sering disamakan dengan toko online. Padahal, ada cukup banyak hal yang membedakan di antara keduanya.

Nah, semoga dengan informasi yang sudah kami sampaikan ini, kamu tidak lagi kesulitan untuk membedakan antara marketplace dengan toko online.

Meski begitu, keduanya bisa kamu manfaatkan untuk memasarkan produk dagangan kamu, sekaligus menjadi tempat tujuan para pembeli untuk menemukan barang atau jasa yang mereka butuhkan.

 

Referensi: 

  • https://majoo.id/solusi/detail/marketplace-adalah
  • https://glints.com/id/lowongan/marketplace-adalah/#apa-itu-marketplace
  • https://www.niagahoster.co.id/blog/marketplace-adalah/
  • https://myrobin.id/untuk-bisnis/apa-itu-marketplace-dan-fungsinya-bagi-bisnis/
  • https://pasarind.id/blog/5-Perbedaan-Ecommerce-Marketplace-dan-Online-Shop#toc_4
Tags: Marketplace
ShareTweetPin
Retna Kumalasari

Retna Kumalasari

Retna Kumalasari memiliki ketertarikan untuk menulis artikel sejak lama. Retna pun memutuskan untuk mendalami bidang penulisan sejak awal tahun 2022. Topik artikel yang ditulis tidak hanya seputar wirausaha, bisnis, dan keuangan. Namun, ada beberapa topik lainnya, seperti olahraga, kesehatan, game, anime, dan teknologi.

Related Posts

Apa itu e commerce?
E-Commerce

e Commerce adalah: Arti, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

29 May 2026

Apa kamu termasuk orang yang suka berbelanja secara online? Pasti, iya, bukan? Saat ini,...

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya
E-Commerce

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya

25 May 2026

Reseller kerap menjadi model bisnis yang dipilih oleh pemula karena cukup mudah dijalankan dan...

Toko online adalah sarana yang mempermudah proses jual beli di era digital.
E-Commerce

Toko Online adalah: Pengertian dan Keuntungannya

25 May 2026

Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, toko online adalah sarana yang dinilai sangat efektif. Dengan kemudahan...

Cari tahu cara upload produk di Shopee!
E-Commerce

Cara Upload Produk di Shopee yang Benar untuk Seller Pemula

23 June 2025

Shopee sebagai salah satu e-commerce raksasa di Indonesia yang memiliki jutaan pengunjung menjadi pilihan...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka