Reseller kerap menjadi model bisnis yang dipilih oleh pemula karena cukup mudah dijalankan dan modal awalnya tidak terlalu besar. Di samping itu, keuntungan yang didapatkan pun lumayan menjanjikan.
Sayangnya masih banyak orang yang keliru dalam memahami model bisnis ini dan harus menghentikan bisnisnya lebih cepat. Supaya kamu tidak mengalami hal yang sama, yuk pelajari sistem reseller lebih dalam melalui artikel ini!
Apa Yang Dimaksud Dengan Reseller?
Reseller adalah model bisnis yang dijalankan dengan cara menyetok produk dari supplier untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggan. Karena hanya menjual kembali stok produk, maka reseller tidak perlu membuat produk sendiri.
Namun reseller harus menyiapkan modal untuk membeli stok produk dalam jumlah yang cukup banyak. Biasanya, semakin banyak stok produk yang dibeli, harga belinya akan semakin murah sehingga keuntungan yang didapatkan pun lebih besar.
Oleh sebab itu, reseller berbeda dengan dropship yang tidak perlu membeli stok produk, cukup menawarkan produk ke pelanggan lalu meneruskan pesanan ke supplier ketika ada pelanggan yang membeli. Nantinya pesanan tersebut akan diproses oleh supplier, mulai dari packing sampai dengan pengiriman.
Sistem Reseller
Dalam menjalankan bisnisnya, reseller dapat menggunakan beberapa jenis sistem penjualan berdasarkan kesepakatan yang dibuat dengan supplier. Beberapa sistem reseller yang sering digunakan adalah:
Sistem Bagi Hasil
Bagi hasil adalah sistem pembagian keuntungan dengan supplier dari setiap produk yang terjual. Besaran pembagian keuntungannya bisa bermacam-macam, tergantung kesepakatan antara reseller dengan supplier. Namun umumnya mulai dari 20% sampai dengan 50%.
Sistem Jaminan
Dalam sistem jaminan, reseller harus membayar sejumlah uang kepada supplier sebagai jaminan jika reseller tidak bertanggung jawab atau tidak menaati kesepakatan. Dengan begitu, supplier bisa meminimalisir kerugian.
Sistem Web Online
Web online adalah sistem yang dapat digunakan oleh reseller jika ingin mengelola penjualan produk melalui website sendiri. Tujuannya agar reseller lebih bebas menentukan cara menawarkan produk pada pelanggan dan cara pemesanan yang harus dilakukan oleh pelanggan.
Sistem Web Replika
Web replika adalah website yang dibuat oleh supplier untuk keperluan promosi dan transaksi reseller. Dalam website ini, supplier menyediakan informasi produk agar reseller bisa langsung menjual produk kepada pelanggan. Jika pelanggan melakukan pembelian dari website ini, reseller akan memperoleh komisi dari supplier.
Sistem Beli Jual
Sistem reseller yang terakhir adalah sistem beli jual. Dalam sistem ini, reseller harus membeli barang dari supplier dengan harga yang sudah ditentukan. Setelah itu, supplier akan memberikan berbagai fasilitas untuk membantu reseller menawarkan produk pada pelanggan.
Cara Kerja Reseller
Cara kerja reseller bukan hanya menjual kembali produk kepada pelanggan, tetapi juga mencari supplier, menyiapkan modal, memilih produk yang tepat untuk dijual, membuat toko online, membuat strategi promosi, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
Mencari Supplier
Supplier adalah jantung yang memastikan bisnis reseller tetap berjalan tanpa hambatan. Karena tanpa supplier, reseller tidak dapat menjual produk kepada pelanggan.
Oleh sebab itu, reseller wajib mencari supplier yang selalu bersedia menyiapkan stok produk. Bila perlu, reseller bisa menjalin kerja sama dengan beberapa supplier untuk mengantisipasi jika ada supplier yang tidak bisa menyediakan stok produk.
Menyiapkan Modal
Setelah mendapatkan supplier yang tepat, reseller harus menyiapkan modal untuk membeli stok produk sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan oleh supplier. Biasanya supplier meminta reseller membeli stok produk dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga modal yang disiapkan mungkin lumayan besar.
Memilih Produk untuk Dijual
Reseller mempunyai kebebasan untuk memilih produk yang akan dijual di tokonya. Pada umumnya, reseller menjual beberapa jenis barang sekaligus seperti peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dan alat masak.
Selain itu, ada juga reseller yang hanya menjual satu jenis barang saja di tokonya. Misalnya, hanya menjual buku anak-anak, atau hanya menyediakan produk teknologi saja.
Membuat Toko
Reseller harus mempunyai toko, baik online maupun offline, agar bisa menjual produk kepada pelanggan. Umumnya, reseller yang baru mulai berjualan lebih memilih toko online seperti marketplace atau website untuk memasarkan produk karena biayanya lebih murah dibanding toko offline.
Mempromosikan Produk
Reseller bebas menggunakan cara apa saja untuk mempromosikan produk kepada pelanggan, mulai dari social media marketing, word of mouth, direct selling, atau cara yang lain.
Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan
Cara kerja reseller yang terakhir adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan agar tidak kehilangan kepercayaan pelanggan. Selain itu, hubungan yang baik juga dapat membuat pelanggan semakin loyal.
Syarat Join Reseller
Setelah mengetahui sistem reseller dan cara kerjanya, kamu mungkin penasaran apa saja syarat yang harus disiapkan kalau ingin menjadi reseller. Untuk itu, berikut beberapa syarat join reseller yang perlu kamu ketahui:
Niat
Syarat yang pertama dan yang paling utama adalah niat yang kuat untuk menjual produk kepada pelanggan secara konsisten. Tanpa niat kuat, kamu mungkin akan tergoda untuk berhenti saat tidak ada produk yang terjual.
Riset
Sebelum menjadi reseller, kamu harus melakukan beberapa riset terlebih dulu agar tidak kesulitan saat menjalankan bisnis. Beberapa riset yang perlu kamu lakukan adalah:
- Riset Produk: Ini adalah proses mencari jenis produk yang akan dijual kepada pelanggan. Secara umum ada dua jenis produk yang bisa dipilih, yaitu produk yang sifatnya tidak mudah kadaluarsa dan produk yang sedang populer.
- Riset Supplier: Riset supplier adalah proses memilih supplier yang kredibel, profesional, dan dapat dipercaya.
- Riset Persaingan Harga: Riset persaingan harga membantu kamu untuk menentukan harga jual kepada pelanggan karena kamu pasti punya kompetitor yang menjual produk dengan harga berbeda-beda.
Belajar Digital Marketing
Syarat join reseller yang selanjutnya adalah belajar digital marketing agar kamu bisa menjangkau banyak konsumen dalam waktu singkat. Dengan ilmu digital marketing, kamu tidak hanya tahu cara berjualan di media sosial, tetapi juga cara memasang iklan, memanfaatkan berbagai saluran digital marketing, hingga riset segmentasi pasar.
Syarat Umum
Setiap supplier menerapkan persyaratan yang berbeda-beda untuk menjalin kerja sama dengan reseller. Namun secara umum, persyaratan dari supplier mencakup beberapa hal ini:
- Mengirimkan dokumen seperti KTP atau NPWP
- Melakukan pendaftaran melalui formulir online atau membuat akun di website supplier
- Membayar sejumlah uang sebagai modal awal
Cara Jadi Reseller

Bagaimana? Apakah kamu semakin tertarik menjadi reseller? Kalau iya, silakan simak panduan cara jadi reseller di bawah ini untuk meminimalisir kerugian.
Menentukan Produk yang Akan Dijual
Cara jadi reseller yang pertama adalah menentukan produk yang akan dijual pada pelanggan. Coba lakukan riset untuk mengetahui apa masalah yang sedang dirasakan oleh banyak orang dan apa produk yang dapat menjadi solusi masalah tersebut.
Setelah menentukan produk, cari informasi sebanyak mungkin tentang produk tersebut dari supplier. Tujuannya agar kamu bisa menjawab pertanyaan dari pelanggan dan meyakinkan mereka tentang kelebihan produk tersebut.
Memilih Supplier Produk
Ketika menjadi reseller, tugas utama kamu adalah menjual kembali produk dari supplier. Oleh karena itu, kamu harus bisa memilih supplier yang produknya terjamin bagus dari segi harga, kualitas, dan jumlah produknya.
Melakukan Pemasaran
Untuk melakukan pemasaran, kamu bisa menawarkan produk langsung ke orang-orang terdekat atau menggunakan berbagai saluran digital marketing seperti media sosial, marketplace, toko online, dan e-commerce.
Setelah memilih cara pemasaran yang akan dijalankan, kamu bisa langsung menentukan harga produk. Usahakan harga produknya tidak terlalu tinggi agar tidak memberatkan pelanggan, tapi jangan terlalu rendah juga karena bisa membuatmu rugi.
Memberikan Pelayanan Terbaik Pada Pelanggan
Pengalaman berbelanja pelanggan berperan penting untuk menjaga bisnis reseller tetap berjalan baik, karena itu kamu harus siap memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan seperti merespon setiap pertanyaan, menanggapi feedback, atau menjelaskan informasi dengan baik.
Biasanya pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan yang mereka terima akan meninggalkan ulasan positif. Ulasan positif ini kemudian akan dibaca oleh pelanggan lain sehingga mereka tahu kualitas pelayanan di tokomu.
Evaluasi
Setelah bisnismu berjalan, kamu perlu melakukan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan dari bisnismu. Tak hanya itu, evaluasi juga akan membantu kamu dalam mengukur keuntungan yang kamu dapatkan, mengetahui kebiasaan pelanggan, atau menentukan strategi promosi.
Cara Jadi Reseller Tanpa Modal
Bagi kamu yang ingin mulai berbisnis tapi belum punya modal yang cukup, maka panduan cara jadi reseller tanpa modal berikut ini bisa menjadi jalan keluarnya:
- Pertama, lakukan riset pasar untuk memilih produk yang akan dijual dan menentukan target pasarnya.
- Setelah itu, kamu bisa bekerja sama dengan toko online yang menyediakan produk pilihanmu. Pastikan pemilik tokonya mau mengirimkan barang setelah menerima pesanan darimu.
- Jika kamu sulit menemukan toko online yang menyediakan produk pilihanmu, maka kamu bisa coba menyediakan jasa titip produk untuk ditawarkan pada kerabat. Dengan cara ini, kamu tidak perlu mengeluarkan modal karena kamu baru membeli produk setelah menerima pembayaran dari pelanggan.
- Cara lain untuk menjadi reseller tanpa modal adalah dengan ikut menjual produk yang diproduksi oleh kerabatmu.
Cara Jadi Reseller Shopee
Shopee, sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, menyediakan fitur khusus bernama “Katalog Saya” yang membantu penggunanya memulai bisnis reseller. Kalau kamu mau memanfaatkan fitur ini, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:
- Pilih produk yang ada di Shopee untuk dijual kepada pelanggan, misalnya produk aksesoris HP, makanan kucing, atau yang lainnya.
- Setelah itu, tambahkan produk tersebut ke fitur Katalog Saya
- Selanjutnya, ubah harga jual yang akan ditampilkan dalam fitur “Katalog Saya”
- Terakhir, share produk yang ingin kamu jual ke media sosial seperti Whatsapp, Instagram, atau Facebook.
Cara Jadi Reseller Lazada
Sama seperti Shopee, Lazada juga kerap dipilih sebagai tempat berjualan oleh banyak reseller di Indonesia. Untuk menjadi reseller di Lazada, kamu bisa mengikuti cara berikut ini:
- Siapkan dokumen KTP dan buku rekening
- Buka website lazada.co.id lalu lakukan pendaftaran akun baru
- Setelah membuat akun, selanjutnya kamu harus mencari supplier dari toko-toko yang ada di Lazada. Pastikan mereka menerima sistem reseller di tokonya.
- Selanjutnya, beli stok produk dari supplier
- Kemudian upload informasi produk seperti nama, deskripsi, berat, dan foto produk ke akun tokomu
- Terakhir, bagikan link penjualan produknya ke media sosial seperti Instagram, Whatsapp, Tiktok, atau Facebook.
Kesimpulan
Reseller adalah model bisnis yang cocok dijalankan oleh pemula karena bisa langsung menjual produk tanpa harus memproduksinya sendiri. Selain itu, cara jadi reseller juga cukup mudah jika dibandingkan memulai bisnis lain. Meski demikian, untuk menjadi reseller kamu harus mempunyai persiapan yang matang agar tidak mengalami kerugian dan kegagalan setelah bisnis berjalan.
Referensi:
- https://www.jurnal.id/id/blog/usaha-reseller-sbc/




