Apa itu crawl budget? Cukup banyak pemilik website yang melupakan hal ini ketika membuat strategi SEO. Padahal crawl budget termasuk hal yang dapat memengaruhi keberhasilan sebuah strategi SEO. Mengapa demikian?
Perlu kamu ketahui, Googlebot tidak selalu memindai setiap halaman website yang ada di internet secara instan. Terkadang, prosesnya bisa berlangsung dalam hitungan hari atau bahkan minggu. Akibatnya, website kamu mungkin tidak akan terindeks tepat waktu.
Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengoptimalkan crawl budget. Namun, apa itu crawl budget dan bagaimana cara kerjanya? Mari simak penjelasan lengkapnya sampai habis di artikel ini!
Apa Itu Crawl Budget?
Dalam SEO, istilah crawl memiliki arti sebagai proses mengunjungi halaman baru atau yang diperbarui di sebuah website oleh bot mesin pencari seperti Google, Yandex, Bing, dan yang lainnya. Setelah proses ini selesai, bot tersebut akan menyimpan dan mengatur konten yang dia temukan kemudian menampilkannya ke pengguna.
Lalu, apa itu crawl budget? Secara sederhana, crawl budget berarti jumlah halaman yang akan dikunjungi oleh bot mesin pencari pada waktu tertentu. Jumlah halamannya berbeda-beda dalam setiap waktu, misalnya hari ini bot-nya mengunjungi lima halaman di website-mu, lalu besoknya bertambah jadi sepuluh, dan lusa kembali menjadi lima lagi.
Banyak faktor yang memengaruhi Jumlah “budget” ini, seperti ukuran website, kesehatannya, atau jumlah error yang berhasil terlihat oleh bot mesin pencari, dan juga jumlah link yang menuju ke website-mu. Jika “budget” atau jatah jumlah halaman website-mu sudah habis, bot-nya akan pindah ke website lain.
Baca Juga: Crawling Data adalah: Pahami Proses dan Dampaknya Bagi Bisnis!
Apakah Crawl Budget Penting?
Apakah crawl budget penting? Jika melihat dari pengertiannya, crawl budget sangat berpengaruh dalam menentukan berapa banyak Google akan melihat dan mengindeks halaman website kamu.
Hal ini sangat penting sebab halaman website yang tidak dirayapi oleh Google tidak akan mungkin muncul di hasil pencarian mereka. Itulah sebabnya, sebagai pemilik website, kamu harus membuat crawl budget yang efisien agar bot Google bisa menemukan halaman penting yang perlu diindeks secara mudah.
Jika crawl budget-nya tidak efisien, bot Google akan kesulitan menemukan halaman penting dalam website kamu, sehingga tidak dapat menampilkannya ke pengguna. Lalu, pertanyaannya, bagaimana cara mengoptimalkan crawl budget?
Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan, di antaranya adalah memperbaiki struktur website, menghilangkan konten duplikat, dan juga memblokir semua halaman yang tidak penting agar tidak dirayapi oleh bot Google.
Faktor Yang Memengaruhi Crawl Budget
Agar proses crawling jadi lebih efektif, Google dan mesin pencari lainnya harus membuat prioritas. Biasanya, website yang memiliki banyak URL berkualitas rendah tidak akan masuk prioritas.
Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi crawl budget:
Masalah Teknis
- Struktur website
Website dengan struktur yang rumit dan tidak teratur menjadikan Googlebot lebih sulit memahaminya, sehingga menghabiskan crawl budget yang lebih banyak. Parahnya lagi, crawl budget tersebut habis untuk halaman yang kurang penting dan tidak sesuai kebutuhan user.
- Tautan internal
Kamu harus memerhatikan tautan internal yang ada pada website karena ikut memengaruhi kinerja Googlebot. Jika tautan antara halaman berhubungan dengan baik, Googlebot akan bekerja secara efektif. Bahkan, dia bisa menemukan halaman yang penting lebih cepat.
Sebaliknya, tautan internal yang tidak konsisten atau rusak akan membuat Googlebot kebingungan. Kemungkinan besar dia akan merayapi halaman-halaman yang tidak penting dan sebenarnya pengguna tidak memerlukannya.
- Konten duplikat
Hindari membuat konten yang isinya sama (duplikat) karena hanya akan membuang-buang crawl budget. Tidak menutup kemungkinan Googlebot akan merayapi semua konten duplikat yang ada pada website kamu.
Jika konten duplikatnya hanya ada satu atau dua, mungkin budget yang terbuang tidak terlalu banyak. Namun bagaimana jika jumlahnya mencapai puluhan atau bahkan ratusan? Kamu akan kehilangan jatah crawl budget untuk halaman yang lebih penting.
- Kecepatan situs web
Faktor yang memengaruhi selanjutnya adalah kecepatan situs web. Semakin lambat kecepatan loading sebuah situs web, semakin lama Googlebot membutuhkan waktu untuk merayapi halaman yang ada. Alhasil, budget untuk website kamu akan lebih cepat habis.
- Status error pages
Halaman yang error seperti 404 (Not Found) atau 500 (Internal Server Error) akan menghabiskan crawl budget karena Googlebot tetap mengunjunginya. Pada kenyataannya, halaman tersebut tidak ada atau rusak yang berarti tidak memberikan manfaat kepada pengguna yang melihatnya.
- Infinite Scrolling atau Pagination:
Infinite scrolling atau pagination merupakan fitur yang dapat memberikan kenyamanan membaca kepada pengguna. Akan tetapi, penggunaannya harus optimal, tidak boleh sembarangan atau asal. Pasalnya, infinite srolling atau pagination yang tidak optimal dapat membuat Googlebot terjebak dalam loop tanpa batas. Akibatnya, crawl budget untuk website-mu menjadi terbuang begitu saja.
- Faceted navigation
Faceted navigation adalah fitur berupa filter hasil pencarian yang sering muncul pada website e-commerce atau toko online. Dari perspektif pengguna, fitur ini sangat bermanfaat karena memudahkan saat memilih barang yang akan dibeli.
Di sisi lain, bagi Googlebot fitur ini justru menyulitkan karena saat diterapkan, faceted navigation ternyata menghasilkan banyak konten duplikat dan URL kombinasi. Semua konten duplikat dan URL kombinasi ini akan menghabiskan crawl budget.
- Session identifier
Season identifier merupakan fitur yang memungkinkan pemilik website untuk menambahkan parameter ke dalam URL. Tujuannya agar satu halaman memiliki banyak kombinasi URL. Pada akhirnya, crawl budget jadi lebih boros karena Googlebot merayapi semua URL tersebut.
Perilaku Crawl
Perilaku crawl berhubungan erat dengan interaksi antara Googlebot dan website kamu. Contohnya seperti seberapa sering kamu memperbarui konten di website-mu atau seberapa sering website kamu menjadi sumber tautan bagi orang lain.
Ada tiga faktor yang termasuk dalam perilaku crawl ini, yaitu:
- Popularitas website: Crawl budget untuk situs yang sangat populer cenderung lebih besar karena Google sendiri sering melihat link yang menuju ke situs tersebut.
- Keadaan website: Bagi website yang tergolong baru maupun yang jarang melakukan update, crawl budget yang ada jauh lebih kecil. Terutama jika dibandingkan dengan website yang rajin di-update.
- File robots.txt: robots.txt merupakan file yang memberitahu Googlebot mana saja halaman yang perlu mereka rayapi dan tidak. Dengan memanfaatkan file ini, kamu dapat menghemat serta mengefisienkan crawl budget.

Cara Kerja Crawl Budget
Cara kerja crawl budget meliputi tiga tahap, yaitu crawling, indexing, dan ranking. Bot melakukan ketiga tahapan dengan tujuan untuk menemukan, merayapi, menganalisa, dan meng-index halaman website yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pengguna.
Berikut adalah penjelasan lebih lengkap untuk cara kerja crawl budget:
Crawling
Crawling adalah proses ketika bot mesin pencari mencari konten di internet. Biasanya mereka menggunakan riwayat crawl sebelumnya dan juga XML sitemaps pada website sebagai acuan.
Setelah itu, bot akan mengunjungi alamat sebuah website, membaca informasi-informasi di dalamnya, dan mengikuti link yang ada pada setiap halaman. Kemudian, bot berkunjung kembali ke halaman yang masuk dalam list Google untuk mengecek perubahan pada halaman tersebut. Selanjutnya, barulah bot merayapi halaman yang baru.
Indexing
Jika proses crawling telah selesai dilakukan, bot akan menyerahkan halaman yang berhasil dirayapi ke Google. Tujuan dari penyerahan ini adalah indexing, yaitu menyimpan dan mengatur halaman di hasil pencarian. Pada proses indexing inilah relevansi dan kualitas kontenmu dinilai.
Ranking
Tahap yang terakhir, yaitu ranking merupakan proses menampilkan halaman atau konten terbaik ke hasil pencarian agar ditemukan oleh pengguna. Biasanya, konten berkualitas tinggi dan dianggap mampu memenuhi permintaan pengguna akan mendapatkan ranking yang tinggi di hasil pencarian.
Formula Crawl Budget
Crawl budget tidak terbentuk begitu saja, melainkan mempunyai formula khusus. Dalam formula ini, ada dua hal penting yang sangat berpengaruh, yaitu crawl demand dan juga crawl rate limit. Supaya kamu tidak kebingungan, berikut penjelasan singkat tentang elemen dalam formula crawl budget ini:
Crawl Demand
Crawl demand adalah penilaian dari Google pada suatu URL untuk menentukan apakah mereka harus merayapi URL tersebut atau tidak. Umumnya, crawl demand mengindeks halaman yang dikunjungi banyak orang atau populer dan up to date.
Ketika banyak pengguna yang mengunjungi sebuah URL, berarti popularitasnya di internet akan semakin tinggi sehingga Googlebot pun akan lebih sering merayapi website tersebut. Sementara itu, up to date berarti halamannya harus berisi konten terbaru yang memang dibutuhkan oleh pengguna.
Crawl Rate Limit
Crawl rate limit berkaitan dengan kesehatan server dan juga batasan dari crawl budget yang bisa kamu tetapkan sebagai pemilik website. Artinya, elemen ini menunjukkan kemampuan Googlebot dalam mengambil data pada sebuah website.
Terkait crawl rate limit ini, ada beberapa faktor yang diperhatikan oleh Googlebot, yaitu kualitas crawl serta batas di Search Console yang diatur oleh pemilik website. Kualitas crawl adalah jumlah batas crawl berdasarkan kecepatan website dalam memberikan respon. Semakin cepat responnya, semakin tinggi batas crawl-nya. Begitupun sebaliknya, jika responnya lambat maka batas crawl akan menurun.
Sementara itu, batas di Search Console adalah jumlah crawling Googlebot di sebuah website yang disetel oleh pemiliknya. Terkait ini, ada satu hal yang harus kamu perhatikan, yaitu setinggi apapun batasannya, tidak akan berpengaruh kepada jumlah crawling budget.
Cara Melihat Report Crawl Budget
Sekarang kamu telah mengetahui apa itu crawl budget, manfaat, dan hingga cara kerjanya. Selanjutnya kamu harus belajar bagaimana cara melihat report crawl budget melalui Google Search Console. Adapun langkah-langkahnya adalah:
- Pertama, login ke Google Search Console menggunakan akun milikmu
- Setelah itu, pilih property website, kemudian pilih Setting
- Lalu pilih crawl stat.

- Tunggu hingga sistem memuat seluruh report crawl budget yang ada pada website milikmu.

Dalam report crawl budget di atas, ada tiga fitur yang perlu kamu perhatikan, yaitu Total Crawl Requests, Total Download Size (Bytes), dan Average Response Time (ms). Setiap fitur mempunyai fungsi masing-masing, berikut penjelasannya:
1. Total Crawl Requests (Total Permintaan Crawl)
Total Crawl Request adalah metrik yang menampilkan berapa kali Googlebot membuat permintaan untuk mengakses halaman dan sumber daya lain yang ada di website kamu dalam periode tertentu. Sumber daya di sini mencakup file CSS, halaman HTML, JavaScript, gambar, teks, dan lain sebagainya.
Dalam report di atas, website-nya menerima sekitar 3.320 permintaan dari Googlebot selama bulan Februari hingga April. Dari total 3.320 permintaan, 97% di antaranya berhasil selesai, 1% tidak ada, dan <1% sisanya pindah secara permanen karena alasan tertentu.
2. Total Download Size (Total Ukuran Download)
Metrik Total Download Size memperlihatkan berapa total data yang telah diunduh oleh Googlebot dari website kamu dalam waktu tertentu. Perhitungan jumlah total datanya berasal dari penjumlahan semua file, mulai dari HTML, file CSS, multimedia, JavaScript, dan yang lainnya.
Semakin besar jumlahnya, semakin besar pula Googlebot mengunduh datanya. Ini menandakan bahwa website kamu cukup “berat”. Oleh karena itu, sebaiknya optimalkan ukuran file, khususnya file multimedia seperti gambar, video, dan yang lainnya. Caranya bisa dengan kompresi gambar dan menggunakan format yang efisien. Dengan begitu, ukuran download oleh Googlebot akan berkurang secara signifikan.
3. Average Response Time (ms)
Average Response Time (ms) merupakan sebuah metrik yang berfungsi untuk menampilkan berapa rata-rata waktu server website-mu merespons permintaan dari Googlebot. Pwngukuran dan perhitungan waktu responnya dalam besaran milidetik (ms).
Jika waktu untuk menampilkannya cukup tinggi, berarti server website kamu lambat dalam merespons permintaan Googlebot. Untuk mengatasinya, segera hubungi penyedia hosting dan minta bantuan mereka mengidentifikasi sekaligus mengatasi masalah yang menyebabkan server menjadi lambat.
Baca Juga: Web Hosting Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya
Penutup
Dengan mempelajari dan memahami apa itu crawl budget kamu dapat meningkatkan performa website. Alhasil pengalaman pengguna menjadi lebih baik lagi dan peringkat website di hasil pencarian ikut membaik. Di samping itu, jika kamu telah memiliki pemahaman tentang hal tersebut sejak awal, kamu tidak akan kesulitan menerapkan berbagai optimasi crawl budget saat website telah tumbuh besar.
Referensi:
- https://www.semrush.com/blog/crawl-budget
- https://yoast.com/crawl-budget-optimization/
- https://www.toprankindonesia.com/apa-itu-crawl-budget/




