Dalam dunia digital marketing seperti saat ini, conversion menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Tak hanya itu, penting juga untuk memahami konsep conversion rate untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi digital marketing suatu bisnis. Namun, sebenarnya apa arti dari conversion dan conversion rate? Temukan jawabannya di artikel ini, yuk!
Definisi Conversion
Dalam dunia digital marketing, banyak istilah yang mungkin kamu temui, mulai dari SEO hingga CTR. Namun, terkadang beberapa orang lupa untuk memahami dasarnya terlebih dahulu, yaitu definisi.
Terjebak dalam berbagai istilah mutakhir tersebut tidak akan membuat strategi marketing bisnismu langsung menjadi canggih jika konsep dasarnya belum dipahami dengan baik. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan conversion?
Saat diminta untuk menjelaskan apa itu conversion, sebenarnya tidak perlu panik. Jadi, conversion adalah proses penerimaan pesan pemasaran dari tindakan yang telah dilakukan pengunjung situs web atau platform. Dengan kata lain, conversion adalah keberhasilan dalam mendapatkan respons pengunjung terhadap Call to Action (CTA) yang telah dibuat di situs web atau platform lainnya.
Mengenal Conversion Rate
Selain conversion, terdapat istilah conversion rate. Conversion rate adalah persentase pengunjung situs web bisnis yang melakukan tindakan tertentu selama kunjungannya. Ini mencakup berbagai tindakan yang dilakukan oleh pengunjung, baik itu menghasilkan transaksi penjualan maupun tidak.
Matriks dari conversion rate marketing ini perlu kamu perhatikan dengan baik, sebab dengan memahami matriks conversion rate ini, kamu bisa menggunakan strategi digital marketing yang efektif untuk bisnismu. Khususnya, jika berkaitan erat dengan persentase pengunjung pada situs web yang telah kamu targetkan sebelumnya.
Mengapa conversion rate begitu penting untuk digunakan? Jawabannya sederhana, karena matriks ini dapat menjadi panduan dalam mengevaluasi seberapa efektif taktik atau strategi pemasaran digital yang tengah kamu implementasikan, sehingga kamu dapat melakukan analisis secara lebih detail.
Apa Fungsi Conversion?
Selain membantu bisnis kamu mendapatkan lebih banyak pelanggan, ada beberapa manfaat penting dari konversi yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
1. Meningkatkan Keuntungan
Salah satu manfaat utama dari conversion adalah memperoleh peningkatan keuntungan pada bisnis. Sebagai contoh, jika kamu menjual produk seharga Rp50.000 dan yang mengunjungi situsnya sebanyak 100 pengunjung. 5 pengunjung di antaranya melakukan pembelian dengan laba Rp25.000, total keuntungan penjualan yang bisa kamu dapatkan adalah Rp125.000 dengan tingkat konversi sebesar 5% yang didapat dari total keuntungan dibagi dengan laba.
2. Mampu Memahami Konsumen
Dalam upaya mengoptimalkan strategi digital marketing, memahami perilaku konsumen adalah kunci bisnis yang sukses. Terkadang, kendala dalam meningkatkan keuntungan penjualan dapat diatasi melalui Conversion Rate Optimization (CRO). CRO ini akan membantu kamu dalam menganalisis interaksi pengunjung dari situs web bisnismu.
3. Mengurangi Cost per Acquisition (CPA)
Mengurangi Cost per Acquisition (CPA) menjadi tujuan utama dalam strategi digital marketing. Jika pengunjung situs web berhasil melakukan transaksi, biaya Cost per Acquisition (CPA) menjadi lebih efisien dan tentunya menguntungkan bisnismu secara finansial.
4. Memberikan Dampak Positif Terhadap SEO
Penerapan strategi Search Engine Optimization (SEO) yang baik dapat meningkatkan peringkat situs web perusahaan dalam hasil pencarian mesin telusur. Dengan menerapkan Conversion Rate Optimization (CRO), interaksi pengunjung dengan situs web bisnismu dapat ditingkatkan dan memberikan dampak positif terhadap peringkat SEO website-mu.
5. Menghasilkan Pelanggan Tetap
Conversion juga berperan penting dalam menciptakan loyal customer bagi bisnismu. Melalui penawaran promo pada produk yang dibeli, kamu dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan mereka.

Cara Menghitung Conversion Rate
Menghitung conversion rate sebenarnya cukup mudah. Conversion rate adalah indikator yang umum digunakan dalam pemasaran online untuk mengevaluasi keberhasilan konten atau strategi pemasaran yang sedang dilakukan.
Secara umum, terdapat tiga rumus yang dapat digunakan untuk menghitung conversion rate, yaitu:
- Rumus 1
Conversion Rate = (Conversions : Total Visitors) x 100%
- Rumus 2
Conversion Rate = (Conversions : Sessions) x 100%
- Rumus 3
Conversion Rate = (Conversions : Leads) x 100%
Pilihan rumus tergantung pada jenis konversi yang ingin kamu evaluasi dan bagaimana kamu ingin mengukur traffic situs web bisnismu.
Contoh Menghitung Conversion Rate
Agar kamu lebih paham cara pengaplikasian rumus di atas, di bawah ini terdapat contoh perhitungan conversion rate-nya.
- Contoh 1
Misalnya, sebuah toko poster menemukan bahwa dari 12.355 pengunjung website-nya terdapat 181 orang membeli poster konser. Berapa conversion rate-nya?
Conversion Rate = (Conversions : Total Visitors) x 100%
Conversion Rate = (181 : 12.355) x 100%
Conversion Rate= 1,46%
Dengan menggunakan rumus dasar, tingkat konversi situs website toko poster tersebut adalah 1,46%.
- Contoh 2
Sebuah toko kaos kaki mencatat adanya 800 pesanan selama bulan Mei dengan total 55.000 pengunjung website. Berapa conversion rate toko ini?
Conversion Rate = (Conversions : Total Visitors) x 100%
Conversion Rate = (800 : 55.000) x 100%
Conversion Rate = 1,45%
Jadi, bisa dilihat bahwa conversion rate toko kaus kaki ini adalah 1,45%
Angka conversion rate yang ideal biasanya berkisar antara 2% hingga 5% sesuai dengan industri bisnis yang dijalani. Jika tingkat konversi bisnismu berada di bawah kisaran tersebut, seperti pada contoh kasus di atas, hal tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaranmu perlu diperbaiki guna meningkatkan tingkat konversinya.
Cara Meningkatkan Conversion
Berikut ini terdapat beberapa cara untuk meningkatkan conversion dan bisa kamu terapkan pada bisnismu.
1. Menggunakan Pop-Up
Gunakan fitur pop-up pada website bisnis milikmu untuk mempromosikan produk atau layanan. Isi pop-up dapat berupa desain visual, headline, atau promosi yang dirancang untuk menarik minat pengunjung. Pasalnya, cara ini sangat efektif untuk meningkatkan conversion rate pada website bisnismu.
Pastikan untuk menggunakan pop-up pada halaman utama website dan buatlah sekreatif mungkin untuk menarik perhatian pengunjung.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan plugin yang dapat membuat pop-up menarik dan optimal. Coba variasikan jenis pop-up untuk halaman website yang berbeda. Uji dua jenis pop-up berbeda tersebut untuk mengidentifikasi yang memberikan conversion rate lebih tinggi.
2. Sisipkan Call to Action Berupa Teks di Blog
Tidak semua pengunjung blog membaca artikel sampai selesai. Oleh karena itu, kamu bisa menambahkan Call to Action (CTA) di akhir artikel dengan ajakan untuk mengunjungi laman produk, halaman free trial, atau melakukan pembelian.
CTA yang berupa teks, ternyata dapat mendorong pengunjung website untuk melakukan konversi, terutama jika mereka tidak membaca seluruh artikel.
Meskipun terlihat sederhana, CTA berbentuk teks terbukti lebih efektif daripada bentuk lainnya. Tempatkan CTA di dalam artikel blog yang diatur sesuai dengan alur artikel dan dibuat senatural demi meningkatkan conversion.
3. Kemudahan Mengakses Customer Service
Pastikan customer service bisnismu mudah diakses oleh konsumen. Tampilkan icon chat di seluruh situs web dan cantumkan kontak yang dapat dihubungi pada bagian header atau footer. Ketika konsumen mudah mengakses nomor telepon atau email bisnismu, tentunya mereka akan menghubungi bisnis dengan mudah dan juga meningkatkan conversion.
4. Membuat Landing Page yang Menarik
Kesan pertama sangat penting bagi sebuah bisnis. Untuk mendapatkan kesan positif pertama di mata pengunjung, kamu perlu merancang landing page dengan desain UI & UX yang menarik. Cara ini dilakukan agar pengunjung tertarik pada produk atau layanan bisnismu dan mendorong mereka untuk melakukan konversi melalui website bisnismu.
5. Melakukan Remarketing Strategy
Strategi remarketing membantu menampilkan produk atau layanan bisnis kepada audiens yang sebelumnya telah mengunjungi website bisnismu. Remarketing strategy yang bisa kamu lakukan misalnya dengan cara mengirim email penawaran produk atau layanan agar mereka kembali tertarik dan melakukan konversi yang tertunda.
Strategi ini membantu menarik audiens yang belum melakukan konversi dan mengingatkan mereka untuk melakukannya setelah melihat konten remarketing bisnismu.
Kesimpulan
Conversion adalah keberhasilan dalam mendapatkan respons pengunjung terhadap Call to Action (CTA) yang telah dibuat di situs web atau platform lainnya. Selain conversion, terdapat istilah conversion rate yang artinya indikator yang digunakan dalam pemasaran online untuk mengevaluasi keberhasilan konten atau strategi pemasaran yang sedang dilakukan.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan kamu dapat meningkatkan conversion dan mendukung keberhasilan strategi digital marketing bisnismu.
Referensi
- https://www.makewebeasy.com/id/blog/apa-itu-conversion-hal-penting-yang-wajib-diketahui-pemilik-bisnis-online/
- https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/conversion-adalah-hal-penting-di-pemasaran-mari-berkenalan/
- https://www.barantum.com/blog/conversion-adalah/#Mengapa_Conversion_Dalam_Digital_Marketing_Penting_Dalam_Bisnis




