Jika kamu berencana menggunakan content marketing untuk bisnis milikmu, pembuatan content plan menjadi tahap yang sangat penting untuk kamu perhatikan.
Dengan memiliki content plan yang terstruktur, kamu dapat membuat konten secara terjadwal dan bervariasi, sehingga membantu meningkatkan penjualan dan kesadaran merek pada bisnismu. Selain itu, content plan juga menghemat banyak waktu karena kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari ide konten setiap harinya.
Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang content plan, mulai dari definisi hingga contohnya. Yuk, simak penjelasan content plan di bawah ini, ya!
Apa Itu Content Plan?
Secara sederhana, content plan adalah jadwal perencanaan untuk mengembangkan konten dengan tujuan mendukung pencapaian tujuan bisnis. Perencanaan ini mencakup ide konten yang disesuaikan dengan target pasar, platform konten, dan waktu unggah yang tepat.
Selain itu, content plan juga merupakan teknik yang penting bagi mereka yang ingin membuat konten dengan tujuan menarik pelanggan baru untuk produk atau layanan yang ditawarkan. Proses pembuatan konten ini juga melibatkan beberapa tahap perencanaan.
Jika dilihat dari prinsipnya, content plan memang dapat membantu pemilik bisnis atau social media stragetic dalam merancang strategi konten yang lebih fokus dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi konsumen.
Baca Juga: 10 Cara Membuat Konten yang Menarik dan Berkualitas
Manfaat Content Plan
Content plan atau perencanaan konten memiliki beberapa manfaat penting dalam pemasaran dan penciptaan konten. Berikut adalah beberapa manfaat lainnya yang perlu kamu ketahui, antara lain:
-
Mengarahkan Strategi Konten
Content plan membantu kamu dalam mengidentifikasi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dari bisnis. Dengan membuat content plan, kamu dapat menciptakan konten yang sesuai dengan tujuan.
-
Menghemat Waktu dan Sumber Daya
Dengan content plan kamu dapat mengatur jadwal dan sumber daya dengan lebih efisien. Ini memungkinkan kamu untuk memprioritaskan tugas, menghindari pengulangan pembuatan konten, dan memastikan penggunaan waktu dan sumber daya yang optimal.
-
Konsistensi Merek
Dengan menggunakan content plan, kamu bisa memastikan bahwa kontenmu mencerminkan nilai dan pesan dari merekmu sehingga membantu menjaga konsistensi merek untuk membangun kepercayaan dan brand awareness (kesadaran merek).
-
Optimasi SEO
Dengan memilih kata kunci yang sesuai, kamu dapat meningkatkan visibilitas kontenmu di mesin pencari sehingga membuat kontenmu lebih mudah ditemukan oleh target audiens atau pelanggan.

-
Penyelarasan Tim
Content plan juga digunakan untuk menyelaraskan konten yang akan dibuat ke berbagai pihak yang terlibat, seperti penulis konten, graphic designer, dan digital marketer. Jadi, semua pihak yang terlibat tersebut memiliki pemahaman jelas tentang konten yang harus diproduksi dan waktu pembuatannya.
-
Untuk Membuat Konten yang Berkualitas
Dengan lebih banyak waktu yang tersedia untuk riset dan pengembangan konten, kamu dapat meningkatkan kualitas dan nilai konten yang dihasilkan. Hal ini akan memengaruhi pembuatan konten yang lebih berkualitas dan mampu menarik target audiensmu.
-
Sebagai Alat Analisis Konten yang Lebih Baik
Dengan menetapkan metrik kinerja sejak awal, kamu dapat dengan mudah mengevaluasi kesuksesan konten dan membuat perbaikan sehingga kamu bisa mengambil suatu keputusan berdasarkan data yang tepat.
-
Mengatasi Hambatan Kreatif
Adanya content plan, tentunya akan membantu mengatasi hambatan kreatif dengan cara memberikan referensi dan ide yang telah dipikirkan sebelumnya. Ini membantu agar aliran kreativitas tetap terjaga dan mampu menghasilkan konten yang lebih inovatif.
Baca Juga: Konten adalah: Pengertian, Jenis, dan Hubungannya dengan Marketing
Cara Membuat Content Plan
Membuat content plan bukanlah hal yang sederhana. Diperlukan serangkaian tahapan agar konten yang dihasilkan tetap relevan dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Berikut adalah beberapa langkah dalam pembuatan content plan beserta penjelasannya.
-
Menetapkan Tujuan dan KPI
Langkah pertama dalam membuat content plan pada pemasaran digital adalah dengan menetapkan tujuan dan Key Performance Indicator (KPI). Tujuan dan KPI ini penting untuk mengarahkan strategi pemasaran bisnis. Kamu bisa menuliskan tujuan utama yang diharapkan dari konten yang dibuat. Selain itu, buatlah daftar KPI yang lebih spesifik dalam tabel atau grafik.
Dengan menetapkan tujuan ini, kamu akan memiliki gambaran jelas tentang strategi pemasaran bisnismu dan juga menjaga tim agar tetap fokus dalam pembuatan konten. Oleh karena itu, pastikan untuk menetapkan tujuan yang dapat diukur, ya.
Pastikan juga tujuan yang kamu buat sesuai dengan konsep SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound). Untuk penjelasan SMART ada di bawah ini.
- Specific (Spesifik): Pastikan tujuanmu jelas dan spesifik sehingga kamu dapat mengidentifikasi dengan detail apa yang ingin dicapai dari konten yang kamu buat.
- Measurable (Terukur): Pastikan tujuan dapat diukur dengan parameter yang jelas sehingga kamu dapat memantau kemajuannya dan mengevaluasi pencapaian tujuan tersebut.
- Achievable (Dapat Dicapai): Pastikan tujuan yang kamu buat realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Hal ini akan membantu kamu untuk tetap fokus dalam membuat konten.
- Relevant (Relevan): Pastikan tujuanmu relevan dengan visi, misi, dan sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Tujuan yang relevan akan membantu kamu dalam memgembangkan bisnismu.
- Time Bound (Batas Waktu): Tentukan batas waktu yang spesifik untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan memiliki batas waktu yang jelas, kamu dapat fokus dan tanggung jawab secara tepat waktu untuk mencapai tujuan tersebut.
-
Menetapkan Target Audiens
Sebelum membuat content plan, kamu perlu menetapkan target audiens yang jelas. Pasalnya, dengan menentukan target audiens yang jelas ini, kamu akan mengetahui topik dan gaya tulisan yang sesuai dengan minat mereka.
Kamu dapat menyesuaikan segmentasi ini berdasarkan usia, pekerjaan, lokasi, dan faktor lainnya. Misalnya, jika kamu ingin menargetkan sesama profesional pemasaran, pilihlah topik-topik yang relevan dalam dunia pemasaran atau audiens kamu berasal dari daerah tertentu, sesuaikan bahasa yang digunakan dalam kontenmu.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu kamu dalam melakukan riset audiens untuk membuat content plan.
- Apa topik yang paling menarik bagi target audiensmu?
- Platform mana yang paling sering digunakan oleh target audiensmu?
- Format konten apa yang paling disukai oleh target audiensmu?
- Bagaimana kamu dapat mengumpulkan data audiens yang cukup untuk memahami kebutuhan target pasarmu?
- Bagaimana kamu dapat menyesuaikan jenis konten dengan platform yang berbeda agar sesuai dengan preferensi audiensmu?
-
Menentukan Topik Utama
Langkah selanjutnya membuat content plan yaitu menentukan topik utama yang sesuai dengan bidang bisnismu. Walaupun ada beberapa informasi tambahan yang relevan, pastikan kamu tetap memiliki topik utama sebagai acuan dari konten yang akan kamu buat.
Contohnya, jika bisnismu bergerak di bidang teknologi, fokuslah pada topik seputar teknologi. Namun, kamu juga dapat menyertakan informasi lain seperti manajemen dan komunikasi. Untuk topik yang lebih spesifik, sesuaikan juga dengan kebutuhan target audiensmu.
-
Melakukan Riset Topik Konten
Setelah menentukan topik utama, kamu perlu melakukan riset terhadap topik yang ingin kamu jadikan konten. Riset ini mencakup riset keyword, angle penulisan, visual image yang akan digunakan, serta isi konten yang akan dibahas.
Konten yang informatif, lengkap, dan menarik akan meningkatkan keterlibatan audiens dengan akun bisnismu. Kamu juga dapat membuat konten interaktif seperti kuis atau polling untuk membuat kontenmu lebih menarik dan beragam.
-
Menentukan Marketing Channel
Langkah berikutnya adalah menentukan saluran pemasaran untuk mendistribusikan kontenmu. Beberapa marketing channel yang bisa kamu gunakan meliputi media sosial seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, TikTok atau bahkan website bisnismu
Selain itu, kamu juga dapat membuat konten yang bervariasi dari satu topik untuk didistribusikan ke beberapa saluran pemasaran sekaligus. Namun, penting untuk memperhatikan format konten yang sesuai dengan masing-masing platform. Konten yang kamu unggah di website tentu akan berbeda dengan konten yang kamu unggah di Instagram atau TikTok.
Baca Juga: Marketing Funnel Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Tahapannya
-
Menentukan Tools dan Sumber Daya
Setelah kamu memiliki gambaran yang jelas tentang rencana pemasaran konten digital bisnismu, langkah selanjutnya adalah menentukan tools dan sumber daya yang kamu butuhkan. Berikut ini ada beberapa pertanyaan untuk menentukan tools dan sumber daya yang kamu butuhkan.
- Siapa saja yang bertanggung jawab atas pembuatan konten?
- Siapa saja yang mengelola produksi dan distribusi konten?
- Siapa yang bertanggung jawab atas analisis metrik konten?
- Platform apa yang akan digunakan?
- Alat apa yang diperlukan untuk membantu dalam menganalisis data dari konten yang sudah dibuat?
Baca Juga: Ingin Membuat Kalender Konten yang Efektif? Begini Caranya!
-
Membuat Jadwal Konten
Langkah selanjutnya dalam membuat content plan pemasaran digital bisnismu adalah membuat jadwal konten. Jadwal konten ini untuk mengetahui kapan konten akan diunggah di setiap saluran pemasaran. Sebaiknya kamu membuat jadwal konten per periode pendek agar lebih mudah menganalisisnya dan membuat strategi pemasaran berikutnya.
-
Mengikuti Tren
Salah satu cara efektif untuk menjaga konten pemasaranmu tetap relevan dengan perkembangan zaman adalah dengan mengikuti tren yang sedang populer. Kamu perlu menyesuaikan kontenmu dengan tren agar tidak target audiensmu juga tertarik untuk melakukan pembelian produk atau layanan yang kamu tawarkan.
-
Memperbarui Konten
Kontenmu tidak harus selalu baru dan berbeda drastis dari konten sebelumnya. Untuk menghemat waktu dan energi, kamu dapat memperbaharui konten lama dengan menyajikannya kembali dalam format yang lebih fresh. Kamu cukup mengubah cara penyampaian konten tanpa harus merubah substansi dari pesan yang ingin disampaikan, ya.
-
Memantau Progress Konten
Selalu pantau dan evaluasi kemajuan kontenmu secara teratur. Dengan melakukan evaluasi berkala, kamu dapat mengidentifikasi area-area yang perlu perbaikan dan melakukan revisi sesuai kebutuhan bisnismu. Cara ini akan membantu kamu untuk terus meningkatkan kinerja strategi pemasaran yang sedang kamu jalani.
Contoh Content Plan
Jika kamu masih merasa kurang jelas, berikut adalah contoh content plan Instagram dan contoh content plan TikTok yang dapat kamu gunakan sebagai panduan untuk membuat content plan.

Kamu bisa menyesuaikan kebutuhan dari content plan yang kamu buat sesuai dengan jenis kontennya, misalnya video TikTok atau video untuk Instagram Reels. Jadi, kamu menambahkan kolom untuk membuat script dari konten yang akan kamu buat.
Selain itu, kamu juga bisa menambahkan kolom untuk referensi konten orang lain yang sesuai dengan konten yang kamu buat. Pastikan konten yang akan kamu buat tidak sama persis dengan referensi tersebut, aplikasikan ATM (Amati Tiru Modifikasi) pada kontenmu agar tidak disangka plagiat.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa content plan atau perencanaan konten, sangat berperan penting dalam digital marketing strategy. Dengan membuat content plan yang baik, kamu dapat mencapai tujuan bisnismu dengan cara yang lebih efisien, menghasilkan konten yang berkualitas, dan pesan bisnismu akan tetap konsisten.
Jadi, pembuatan content plan menjadi strategi penting dalam pemasaran digital karena content plan akan membantu kamu dalam memaksimalkan konten yang kamu buat terhadap target audiensmu.
Referensi:
- https://idcloudhost.com/blog/content-plan/
- https://suitmedia.com/ideas/berikut-langkah-langkah-membuat-content-plan
- https://kontenesia.com/content-planning/




