Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Apa Itu Plugin WordPress: Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya

Gilang Oktaviana by Gilang Oktaviana
23 June 2025
in Search Engine Optimisation
Reading Time: 6 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mengelola website akan lebih mudah dan menyenangkan jika kamu mengetahui apa itu plugin WordPress dan kegunaannya. Sebab, plugin dapat membuat tampilan dan fungsi website milikmu jadi sesuai dengan keinginanmu.

Lebih dari itu, plugins bahkan memungkinkan kamu melakukan berbagai perubahan pada website seperti menambah bagian baru di halaman homepage hingga membuat fitur membership. Nah, dalam artikel ini kamu akan mengeksplorasi plugin WordPress lebih dalam lagi.

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu Plugin WordPress?
  • Fungsi Plugin WordPress
    • Menambahkan Fitur pada Website
    • Mengurangi Ukuran Penyimpanan Website
    • Menjaga Keamanan Website
    • Backup Data
  • Cara Install Plugin WordPress
    • Cari Plugin yang Dibutuhkan
    • Aktivasi Plugin
    • Sesuaikan Pengaturan Plugin
  • Cara Menggunakan Plugin di WordPress
  • Contoh Plugin WordPress Paling Populer
    • WooCommerce
    • Jetpack
    • Elementor
    • Yoast SEO
    • WP Rocket
  • Penutup

Apa Itu Plugin WordPress?

Plugin adalah tools yang membantu meningkatkan fungsionalitas website milikmu secara mudah dan cepat sehingga kamu tidak perlu repot-repot belajar coding. Kurang lebih mirip seperti aplikasi di smartphone yang mampu menambahkan berbagai fitur khusus sehingga fungsinya bukan hanya untuk menelpon atau menerima SMS.

Plugins dalam WordPress pun begitu. Semua alat bantu tersebut diciptakan agar fungsi website tidak terbatas pada berbagi konten tulisan saja, tetapi juga menjadi toko online, marketplace, atau media sosial, memudahkan menerjemahkan konten ke dalam berbagai bahasa, hingga menambahkan elemen ke dalam website-mu.

Karena kegunaannya sangat banyak, kamu harus bisa menentukan apa tujuan dari website-mu dan apa plugin yang dibutuhkan untuk membantu mewujudkannya. Misalnya, jika tujuanmu ingin membuat toko online sendiri maka kamu wajib menggunakan plugin WooCommerce yang menyediakan berbagai fitur khusus jual beli online.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Affiliate Website Marketing

Fungsi Plugin WordPress

Setiap plugin mempunyai fungsi serta manfaat masing-masing yang berhubungan dengan pemilik website, pengunjung, dan tujuan dari pembuatan website-nya. Akan tetapi, secara umum fungsi plugin dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

Menambahkan Fitur pada Website

Pertama, membantu pemilik website menambahkan fitur-fitur yang esensial. Contohnya, untuk memaksimalkan strategi on page SEO kamu harus menggunakan plugin seperti Yoast SEO, All in One SEO, Robots Txt, dan sebagainya.

Mengurangi Ukuran Penyimpanan Website

Pada dasarnya, setiap kustomisasi yang dipasangkan ke website membutuhkan script. Setiap kamu menambahkan script kustomisasi, ukuran website akan bertambah karena ruang penyimpanan semakin penuh. Plugin mampu mengurangi ukuran script sehingga ruang penyimpanan website tidak cepat penuh.

Menjaga Keamanan Website

Fungsi plugin yang ketiga adalah untuk menjaga keamanan website dari serangan cyber seperti hacking atau spam. Misalnya kamu ingin melindungi konten dalam website dari komentar dari bot, kamu bisa memanfaatkan plugin dengan fitur anti-spam untuk mengatasinya.

Backup Data

Plugin juga dapat digunakan untuk membuat backup data website seperti tulisan, video, gambar agar tidak hilang walau website-mu error karena alasan tertentu. Misalnya, suatu hari website-mu terkena virus yang membuat semua konten di dalamnya hilang. Jika kamu menggunakan plugin backup, semua konten tersebut bisa dikembalikan lagi.

Cara Install Plugin WordPress

WordPress.com sebagai sebuah platform Content Management System telah diberikan fitur-fitur default yang beragam. Salah satunya adalah Jetpack yang dapat memberikan informasi penting tentang website milikmu dan Akismet untuk menjaga keamanannya.

Jika kamu merasa fitur-fitur default tersebut masih kurang, WordPress menyediakan berbagai macam plugin. Untuk menggunakannya, silakan ikuti panduan cara install plugin WordPress berikut ini:

Cari Plugin yang Dibutuhkan

Pertama, login ke dashboard admin website yang kamu kelola, kemudian pilih menu “Plugins”. Selanjutnya klik tombol “Add New” yang ada di menu sebelah kiri layar untuk dipindahkan ke halaman khusus.

Di halaman khusus ini kamu bebas mencari plugin-plugin yang dibutuhkan melalui search bar di sebelah kanan atas. Cukup masukkan nama plugin atau keyword yang relevan lalu tekan enter.

Aktivasi Plugin

Setelah plugin-nya ditemukan, klik pada judul atau gambarnya. Selanjutnya kamu akan dipindahkan lagi ke halaman yang berisi informasi tentang plugin tersebut.

Di halaman ini, kamu hanya perlu menekan tombol “Install and Activate”. Tunggu proses pemasangan selesai lalu kembali ke dashboard admin website-mu.

Sesuaikan Pengaturan Plugin

Di dashboard admin, cari menu dengan nama plugin yang baru dipasangkan di kolom sebelah kiri layar. Saat kamu menekan nama plugin-nya, menu pengaturan plugin akan ditampilkan. Selanjutnya kamu tinggal menyesuaikan pengaturan plugin tersebut dengan kebutuhan dan tujuan dari website itu sendiri.

Cara Menggunakan Plugin di WordPress

Cara menggunakan plugin di WordPress

Apapun tujuan website-nya, biasanya plugin yang digunakan bisa lebih dari tiga. Agar penggunaannya lebih optimal, kamu harus mengetahui bagaimana cara menggunakan plugin di WordPress yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  1. Buka menu “Plugins” di dashboard admin WordPress.
  2. Kemudian klik menu “Installed Plugins” dan cari plugin yang ingin kamu gunakan.
  3. Setelah plugin-nya ditemukan, klik opsi “Settings” yang terletak di bawah nama plugin tersebut.
  4. Ubah pengaturan sesuai kebutuhan.
  5. Tekan tombol “Install and Activate”.

Contoh Plugin WordPress Paling Populer

Jumlah plugin WordPress ada ribuan dengan fungsinya masing-masing. Tentunya tidak semua plugin dibutuhkan oleh website yang kamu kelola. Menurut WPBeginner, rata-rata website bisnis di seluruh dunia menggunakan 20 sampai 50 plugin.

Dari ribuan plugin yang tersedia, beberapa diantaranya digunakan oleh banyak website sehingga popularitasnya meningkat. Nah, berikut ini 5 contoh plugin WordPress paling populer yang bisa kamu gunakan:

WooCommerce

Bagi kamu yang ingin membuat toko online sendiri, WooCommerce adalah plugin yang wajib digunakan. Soalnya plugin ini mempunyai banyak sekali fitur-fitur khas toko online seperti:

  • Menambahkan ribuan produk ke website dan mengelolanya.
  • Memungkinkan pengunjung menambahkan produk ke keranjang belanja.
  • Memberikan fitur pembayaran melalui kartu debit, kartu kredit, dan metode lainnya.
  • Membantu admin mengelola dan memproses pesanan secara cepat.

Jetpack

Jetpack merupakan plugin default yang diberikan oleh WordPress kepada semua pengguna, baik yang menggunakan versi gratis maupun berbayar. Menariknya, plugin ini dapat meningkatkan performa website dan memberikan kebebasan kepada pemilik website untuk memilih fitur yang akan digunakan.

Adapun beberapa fitur utama dari plugin Jetpack adalah:

  • Mengamankan website dengan berbagai perlindungan seperti firewall dan anti-spam.
  • Membuat cadangan data website agar tidak hilang meski terjadi error.
  • Menerbitkan postingan secara otomatis ke media sosial seperti LinkedIn dan Facebook.
  • Mengumpulkan donasi melalui pembayaran online seperti PayPal.

Elementor

Banyak orang enggan menggunakan website karena tidak mempunyai keahlian coding, padahal sekarang ada plugin Elementor yang memungkinkan seorang non-coder untuk membuat website. Elementor termasuk plugin kategori “page builder” yang dilengkapi ratusan template dan fitur “visual drag and drop” untuk mengeditnya.

Fitur inilah yang dapat membantu semua orang membuat website dengan tampilan menarik dan fungsi yang optimal tanpa keahlian coding. Kamu cukup menambahkan gambar, tombol, headline, blok, atau elemen lain lalu mengaturnya dengan cara menyeret ke tempat yang diinginkan.

Hal yang lebih menarik lagi adalah Elementor menyediakan versi gratis dengan fitur esensial sehingga kamu bisa membuat website secara gratis. Jika kamu ingin mendapatkan lebih banyak template dan elemen, silakan gunakan versi berbayarnya.

Yoast SEO

Mengelola website bukan hanya tentang membuat konten dan menerbitkannya. Kamu harus mengoptimalisasi setiap konten agar mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian mesin pencari (SERP) dengan strategi on page SEO.

Nah, Yoast SEO adalah plugin yang dibuat secara khusus untuk membantu pemilik website meningkatkan strategi on page SEO pada setiap konten. Dengan begitu, konten-konten tersebut akan mendatangkan banyak traffic ke website-mu.

Beberapa fitur penting yang ditawarkan oleh Yoast SEO diantaranya:

  • Keyword analysis
  • Pembuat XML sitemap
  • Optimasi meta deskripsi dan judul
  • Analisis konten
  • Analisis struktur tulisan
  • Optimasi featured snippets
  • Internal link
  • Cek keyword density
  • Menambahkan breadcrumbs
  • Mengganti permalinks
  • Menyembunyikan halaman tertentu dari robot mesin pencari
  • Social media sharing

WP Rocket

Contoh plugin populer yang terakhir yaitu WP Rocket. Plugin ini berfungsi untuk membantu kamu mengelola cache website agar kecepatannya tetap optimal meski website-mu dipenuhi oleh banyak konten, media, plugin, dan script. Beberapa fitur penting yang bisa kamu gunakan dari WP Rocket adalah:

  • Cache preloading
  • Menghapus CSS yang tidak digunakan
  • Lazy loading
  • Optimasi ecommerce
  • Browser caching
  • Optimasi file
  • Mengurangi latensi

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Website Untuk Pemula

Penutup

Plugins WordPress merupakan salah satu fitur yang wajib kamu gunakan karena memiliki manfaat yang sangat penting. Dengan plugins, kamu dapat membuat website yang sesuai keinginan dan kebutuhanmu serta dilengkapi fitur-fitur esensial.

Semoga pengetahuan dari artikel ini dapat membantu kamu memahami apa itu plugin WordPress, fungsi, cara memasang dan cara menggunakannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Referensi:

  • https://www.wpbeginner.com/opinion/how-many-wordpress-plugins-should-you-install-on-your-site/
  • https://wordpress.com/go/website-building/how-to-use-wordpress-plugins/
  • https://wordpress.com/go/website-building/what-are-wordpress-plugins-and-themes-a-beginners-guide
ShareTweetPin
Gilang Oktaviana

Gilang Oktaviana

Penulis Konten SEO freelance sejak tahun 2021. Berpengalaman menulis dalam berbagai topik sesuai kebutuhan. Lebih tertarik di bidang digital marketing dan bisnis.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!
Search Engine Optimisation

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

29 May 2026

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat...

Apa itu SEO?
Search Engine Optimisation

SEO adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

29 May 2026

SEO adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini. Apalagi semakin banyak...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka