Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Anchor Text Artinya Apa? Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuat

Gilang Oktaviana by Gilang Oktaviana
23 June 2025
in Search Engine Optimisation
Reading Time: 10 mins read
0
Anchor text artinya apa?
Share on FacebookShare on Twitter

Anchor text artinya apa? Pertanyaan ini mungkin sering muncul saat membahas tentang SEO. Secara singkat, anchor text artinya sama dengan link dalam teks yang mengarah ke halaman atau file lain. Menariknya, anchor text ini termasuk elemen yang cukup penting dalam SEO namun masih ada sebagian praktisi SEO pemula yang kurang memperhatikannya. 

Di sisi lain, penggunaannya juga membuat pengalaman membaca pengunjung website kamu meningkat. Alhasil mereka akan betah membaca banyak konten di website-mu. 

Lantas, apakah kamu sudah mengetahui bagaimana cara membuat anchor text? Kalau belum, mari simak panduannya di artikel ini!

Table of Contents

Toggle
  • Anchor Text Artinya Apa?
  • Fungsi Anchor Text
    • 1. Meningkatkan User Experience
    • 2. Meningkatkan Ranking Website di SERP
    • 3. Membuat Struktur Internal yang Teratur
    • 4. Membantu Membangun Branding Website 
  • Jenis Anchor Text
    • 1. Exact Match
    • 2. Phrase Match
    • 3. Partial Match
    • 4. Branded
    • 5. Generic
    • 6. Naked URL
    • 7. Image Anchor
  • Cara Membuat Anchor Text
    • 1. Membuat di CMS
    • 2. Membuat dengan Script
  • Tips Mengoptimalkan Anchor Text
    • 1. Menarik dan Ringkas
    • 2. Relevan dengan Halaman yang Dituju
    • 3. Manfaatkan Sinonim Kata Kunci
    • 4. Variasikan Penggunaannya
    • 5. Gunakan Latent Semantic Indexing (LSI)
  • Penutup

Anchor Text Artinya Apa?

Pengertian anchor text yang paling sederhana adalah teks yang mengandung link, bisa di-klik, dan mudah terlihat oleh pembaca. Saat pembaca meng-klik teks ini, mereka akan langsung mengarah ke halaman atau file tertentu. 

Dalam SEO, teks ini berguna untuk membantu bot mesin pencari memahami konteks dari konten yang sedang dia kunjungi. Oleh karena itu, kamu sebaiknya menggunakannya secara teliti dan tepat. Jika keliru, kemungkinan besar peringkat website kamu di hasil pencarian akan menurun.

Contohnya, isi konten dan anchor text yang kamu buat tidak relevan sama sekali. Kekeliruan seperti ini justru membuat mesin pencari memberikan penilaian rendah kepada link tersebut. 

Fungsi Anchor Text

Fungsi anchor text dalam SEO tidak berhenti pada menghubungkan satu halaman website dengan halaman lainnya. Jika kamu menggunakannya secara tepat, dapat meningkatkan kualitas website serta performa SEO. 

Berikut ini empat fungsi lain yang perlu kamu ketahui: 

1. Meningkatkan User Experience

Bagi pembaca, anchor text merupakan elemen yang membantu memudahkan navigasi di situs yang mereka kunjungi. Dengan kata lain, pengalaman mereka selama mengunjungi situs tersebut juga meningkat. 

Jika situs web milikmu mampu memberikan pengalaman yang baik kepada pembaca, besar kemungkinan mereka akan menjadi pengujung setia. Alhasil, situs kamu selalu jadi pilihan utama saat mereka mencari informasi. 

2. Meningkatkan Ranking Website di SERP

Sebelumnya telah disebutkan bahwa anchor text dapat mengoptimalkan performa SEO. Salah satu efeknya adalah meningkatkan ranking situs web kamu di SERP. 

Dengan catatan, kamu harus memperhatikan relevansi antara isi konten dan teks yang dibuat. Sebab, mesin pencari akan menilai apakah backlink dari situsmu tergolong baik atau buruk. Jika nilainya baik, otoritas situs kamu bertambah sehingga dianggap layak ditampilkan ke pengguna oleh mesin pencari. 

3. Membuat Struktur Internal yang Teratur

Dengan anchor kamu bisa membuat struktur internal website yang lebih teratur. Caranya adalah memisahkan halaman menjadi beberapa bagian namun tetap mudah diakses oleh pengunjung. 

Semakin cermat kamu membuat strukturnya, semakin mudah pengunjung berpindah-pindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Di sisi lain, seluruh konten yang ada di website kamu jadi lebih terorganisir. 

4. Membantu Membangun Branding Website 

Membangun branding website jadi lebih mudah jika kamu bisa memaksimalkan penggunaan anchor. Terutama ketika kamu menambahkan link ke halaman atau konten yang identik dengan website-mu. 

Jenis Anchor Text

Sebelum membahas langkah-langkah pembuatannya, sebaiknya kamu mengenal delapan jenis anchor text yang biasa digunakan para praktisi SEO. Berikut ini daftar dan penjelasan singkatnya: 

1. Exact Match

Seperti namanya, exact match merupakan anchor yang ditempatkan pada kata kunci tertentu. Biasanya kata kunci tersebut merupakan target dari halaman yang dituju. Supaya kamu tidak kebingungan, coba lihat contoh kasus berikut ini: 

Katakanlah sekarang kamu memiliki situs tentang Search Engine Optimization. Dalam artikel tersebut kamu menerbitkan satu artikel yang menargetkan kata kunci “SEO Off Page”. 

Dalam artikel tersebut, kamu ingin membuat anchor yang mengarah ke artikel lain dengan judul “SEO Off Page” yang menargetkan kata kunci “seo off page”. Teks yang harus kamu pilih untuk anchor tersebut adalah “seo off page”. Perlu kamu ingat, sebaiknya hindari terlalu banyak menggunakan jenis yang pertama ini. Sebab dapat membuat peringkat situs kamu menurun di hasil pencarian. 

2. Phrase Match

Hampir mirip dengan jenis yang sebelumnya, phrase match anchor text mengandung frasa tertentu yang mencakup target kata kunci. Misalnya, untuk target kata kunci “SEO Off Page” kamu bisa menggunakan frasa “pengertian SEO Off Page”.

3. Partial Match

Partial match merupakan anchor yang tidak berbeda jauh dari exact match. Hanya saja, pada jenis ini kamu bisa menggunakan teks yang lebih variatif. 

Sebagai contoh, jika kamu berniat membuatnya dengan mengarah ke halaman yang menargetkan kata kunci “SEO Off Page”, kamu bisa menggunakan teks “Memahami SEO Off Page untuk pemula”. 

4. Branded

Salah satu anchor yang cukup banyak digunakan adalah branded anchor text. Karena jenis ini bisa kamu manfaatkan untuk menampilkan brand situs milikmu ke pembaca. 

Misalnya, kamu ingin merujuk ke satu halaman dengan url https://digitaloka.com/seo-off-page-adalah/, maka gunakan teks “Digitaloka” untuk anchor-nya. Dengan cara ini, nama situs Digitaloka akan dilihat oleh pengunjung yang membaca artikel tersebut. 

5. Generic

Banyak orang yang sering menggunakan jenis ini karena teksnya yang general dan tidak terpaku pada kata kunci tertentu. Biasanya orang-orang menggunakan generic anchor text untuk CTA seperti “baca di sini”, “download sekarang”, atau “klik di sini”.

6. Naked URL

Naked URL adalah jenis yang menampilkan url situs web secara literal. Sebagai contoh, kamu ingin merujuk ke artikel dengan url “https://digitaloka.com/seo-adalah”, maka anchor text yang digunakan adalah “https://digitaloka.com/seo-adalah. 

7. Image Anchor

Image anchor mengambil alt text dari sebuah gambar dan mengubahnya menjadi anchor text. Untuk jenis ini, kamu harus mengisi alt text tersebut dengan link dari halaman yang dituju. Jika kamu tidak melakukannya, anchor text untuk gambar tersebut menjadi kosong.

Bagaimana cara membuat anchor text?

Cara Membuat Anchor Text

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, saatnya kamu belajar cara membuat anchor text. Pada umumnya, anchor text bisa dibuat dengan dua cara, yaitu menggunakan fitur yang ada di CMS dan script khusus. Berikut langkah-langkahnya:

1. Membuat di CMS

Bagi kamu yang membuat situs web menggunakan Content Management System seperti WordPress, bisa mengikuti panduan di bawah ini: 

  1. Pertama, masuk dulu ke dashboard WordPress milikmu. 
  2. Setelah itu, edit atau buat artikel yang ingin kamu tambahkan anchor
  3. Dalam editor WordPress, pilih kata atau frasa yang akan diubah menjadi anchor
  4. Selanjutnya klik opsi “Insert Link” pada fitur editing WordPress
  5. Masukkan link halaman yang akan kamu tuju dalam kolom yang ada
  6. Terakhir, tekan enter dan kata atau frasa yang kamu blok akan berubah menjadi hyperlink.

2. Membuat dengan Script

Jika kamu tidak memakai Content Management System, pembuatannya bisa dilakukan dengan bantuan script khusus. Berikut caranya: 

  1. Pertama, buat dulu opening anchor tag <a> </a> dalam kontenmu
  2. Kemudian, tambahkan link dengan href atribut, yaitu href=”https://www.domainkamu.com/seo”. Letakkan atribut ini dalam anchor tag tadi. 
  3. Tambahkan target atribut “_blank” jika diperlukan. Misalnya jika kamu ingin url yang ditargetkan terbuka di tab baru. Dengan cara ini, maka script-nya akan menjadi seperti berikut <a target=”_blank” href=”https://www.domainkamu.com/seo”>
  4. Masukkan kata atau frasa yang ingin diubah menjadi anchor text di depan tanda “>”. Contohnya, anchor text-nya adalah SEO, maka penulisannya adalah <a target=”_blank” href=”https://www.domainkamu.com/seo”>SEO</a>

Tips Mengoptimalkan Anchor Text

Sebelum tahun 2012, anchor text pernah menjadi faktor penentu peringkat sebuah website dalam hasil pencarian. Akan tetapi, algoritma seperti ini ternyata cukup tricky dan sangat rawan kecurangan. 

Untuk mengatasinya, Google mengeluarkan algoritma baru bernama Google Penguin. Dalam algoritma yang meluncur April 2012 ini, Google membersihkan situs yang melakukan pelanggaran kode etik, termasuk menyalahgunakan anchor text. 

Kalau begitu, apakah hal ini masih perlu kamu perhatikan? Tentu saja! Namun kamu harus tahu bagaimana cara mengoptimalkannya. Oleh sebab itu, silakan simak beberapa tips yang bisa kamu terapkan di bawah ini: 

1. Menarik dan Ringkas

Anchor mampu memberikan gambaran dan informasi tentang seluruh isi konten pada pembaca dan juga mesin pencari. Maka, buatlah yang menarik dan juga ringkas. 

Buang jauh-jauh pemikiran “semakin banyak anchor text, semakin besar kemungkinan peringkat di SERP naik”. Pasalnya, jika pemikiran tersebut diterapkan Google akan menganggap kamu telah melakukan spam.  Kemudian, gunakan teks yang mengandung kata kuncinya langsung. Dengan begitu, anchor tersebut akan jadi lebih ringkas sekaligus menarik. 

2. Relevan dengan Halaman yang Dituju

Google menilai relevansi antara konten yang mengandung anchor text dengan halaman yang dituju. Artinya, jika kamu menggunakannya secara sembarangan, situs web kamu akan mendapatkan nilai buruk dari Google. 

Di sisi lain, teks yang tidak relevan dengan halaman tujuan juga membuat bounce rate tinggi. Soalnya pengunjung merasa informasi yang mereka butuhkan tidak sesuai sehingga mencarinya ke situs lain. 

3. Manfaatkan Sinonim Kata Kunci

Agar tidak terjadi pengulangan kata kunci yang terlalu sering, sebaiknya manfaatkan sinonim dari target kata kunci. Tujuannya agar situs milikmu tidak mendapatkan penalti dari Google. 

Algoritma Google saat ini akan mendeteksi secara otomatis sinonim-sinonim dari kata kunci yang kamu pakai. Dengan demikian, kamu lebih leluasa memilih kata yang akan diubah menjadi </i>

4. Variasikan Penggunaannya

Hindari menggunakan satu jenis teks secara berulang-ulang karena akan terlihat mencurigakan bagi Google. Lebih tepatnya, Google akan menganggap kamu sedang mengakali algoritma mereka. 

Jalan keluarnya adalah dengan menggunakan beberapa jenis teks dalam konten yang kamu buat. Misalnya kamu bisa memakai 2 buah exact match, 1 naked link, 3 branded, dan sebagainya. 

5. Gunakan Latent Semantic Indexing (LSI)

Latent Semantic Indexing (LSI) merupakan kata kunci yang berhubungan dengan target kata kunci. Kamu bisa menggunakan tool ini untuk memvariasikannya agar terhindar dari keyword stuffing alias pengulangan kata kunci. 

Penutup

Sekarang kamu telah mengetahui bahwa anchor text artinya adalah kata atau frasa dalam konten website yang mengandung link dari halaman tertentu.  Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, selalu perhatikan penggunaannya. Sebab dengan penggunaan yang baik, peringkat website kamu di SERP akan meningkat. Pada akhirnya, traffic organik yang datang ke website-mu pun bertambah banyak. 

 

Referensi:

  • https://blog.hubspot.com/marketing/anchor-text
  • https://www.semrush.com/blog/what-is-anchor-text-and-how-can-i-optimize-it/
  • https://ahrefs.com/blog/anchor-text/
ShareTweetPin
Gilang Oktaviana

Gilang Oktaviana

Penulis Konten SEO freelance sejak tahun 2021. Berpengalaman menulis dalam berbagai topik sesuai kebutuhan. Lebih tertarik di bidang digital marketing dan bisnis.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!
Search Engine Optimisation

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

29 May 2026

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat...

Apa itu SEO?
Search Engine Optimisation

SEO adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

29 May 2026

SEO adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini. Apalagi semakin banyak...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka