Viral marketing merupakan salah satu strategi pemasaran produk yang mampu menarik perhatian banyak orang. Oleh sebab itu, jika bisa membuatnya dengan cermat strategi ini dapat membantu mencapai berbagai tujuan bisnis seperti menambah jumlah followers, meningkatkan brand awareness, hingga meningkatkan engagement.
Akan tetapi membuat konten yang viral memang bukan tugas yang mudah. Terlebih saat ini ada banyak sekali bisnis yang memanfaatkan media sosial sehingga persaingan menjadi sangat ketat.
Dalam artikel ini kita akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan viral marketing, bagaimana cara kerjanya, apa saja indikator dan faktor pendukungnya, hingga contoh-contohnya.
Apa Itu Viral Marketing?
Menurut Sproutsosial, pemasaran viral atau viral marketing adalah sebuah gaya promosi yang bertujuan untuk mendorong orang-orang menyebarkan informasi tentang bisnis secara organik di internet. Biasanya penerapan gaya promosi ini adalah pada media sosial yang menjadi tempat penyebaran informasi secara cepat.
Dengan memanfaatkan penyebaran informasi yang cepat di media sosial, bisnismu bisa menjangkau lebih banyak orang dan juga meningkatkan brand awareness. Pada akhirnya, penjualan bisnismu ikut bertambah.
Cara Kerja Viral Marketing
Bagaimana cara kerja viral marketing? Sebenarnya cara kerjanya sama seperti pemasaran dari mulut ke mulut, yaitu menciptakan pesan yang relate dengan banyak orang. Dengan begitu, mereka mau membagikan kontenmu kepada orang lain.
Artinya, viral marketing bisa juga termasuk sebagai pemasaran dari mulut ke mulut yang terjadi di internet, terutama di media sosial. Hanya saja penyebarannya bukan melalui mulut, tetapi tombol share, like, dan comment.
Semakin banyak orang yang membagikan kontenmu, semakin besar kemungkinan konten tersebut mendapatkan interaksi dari pengguna internet lainnya. Ketika jumlah interaksinya mencapai ribuan atau jutaan, berarti kontenmu telah berhasil menjadi konten yang viral.
Baca Juga: 7 Alasan Konten Viral Penting dalam Strategi Pemasaran Digital
Indikator Viral Marketing
Banyaknya bisnis yang memanfaatkan pemasaran viral membuat persaingan semakin ketat. Oleh sebab itu, pebisnis dan marketer harus mengetahui apa saja yang menjadi indikator viral marketing. Menurut Wiludjeng dan Nurlela (2013), indikator tersebut terdiri dari:
Media Sosial
Indikator pertama adalah media sosial yang menjadi tempat berbagi informasi tentang produk atau layanan secara langsung dan jelas kepada konsumen.
Opinion Leader
Opinion leader merupakan pihak-pihak yang memberikan informasi tentang produk atau layanan melalui media sosial seperti keluarga, teman, atau saudara. Keterlibatan opinion leader dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik suatu konten.
Pengetahuan Produk atau Layanan
Tujuan utama suatu bisnis menggunakan gaya promosi pemasaran viral adalah untuk mengedukasi orang-orang tentang produk atau layanannya. Secara umum, penerapan edukasinya adalah dengan menambahkan informasi penting tentang produk atau layanan melalui konten visual, caption, atau iklan.
Kejelasan Informasi Produk atau Layanan
Kejelasan informasi produk adalah rincian tentang produk atau layanan yang kamu tawarkan kepada audiens. Dengan informasi yang jelas, audiens tidak akan merasa kecewa saat mendapatkan serta menggunakan produk atau layanan yang mereka beli.
Membicarakan Produk atau Layanan
Produk atau layanan yang menjadi bahan pembicaraan audiens akan mendapatkan kredibilitas. Kredibilitas ini kemudian menjadi tolok ukur saat mereka menilai kualitas dari suatu produk atau layanan.
Biasanya audiens akan melihat apakah produk atau layanan yang mereka inginkan mempunyai kredibilitas yang tinggi atau tidak. Jika kredibilitasnya tinggi, berarti kualitasnya tidak perlu diragukan lagi dan tidak akan mengecewakan setelah dibeli. Begitupun sebaliknya.
Jenis Konten
Jenis konten yang kamu bagikan dalam viral marketing sebisa mungkin harus mampu menarik perhatian audiens atau membangkitkan emosi seperti membuat audiens merasa bahagia, sedih, bahkan marah saat melihat konten. Karena jenis konten seperti ini terasa lebih berkesan sehingga audiens termotivasi untuk membagikan ulang sehingga kontennya menjadi viral.
Interaksi
Konten-konten yang mampu mendorong audiens untuk berinteraksi seperti memberikan pertanyaan, berkomentar, atau mengisi polling biasanya memiliki peluang lebih tinggi untuk viral. Ditambah lagi konten yang mendapatkan banyak interaksi akan meningkatkan engagement di media sosial.

Faktor Pendukung Viral Marketing
Setiap pebisnis atau marketer yang telah menyadari keunggulan viral marketing pasti tidak akan ragu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi melalui kontennya. Penyusunan dan penyampaian informasi ini tidak bisa kamu lakukan sembarangan.
Jika ingin hasilnya maksimal, pesan yang disampaikan harus berorientasi kepada faktor pendukung viral marketing. Apa saja faktor pendukung tersebut? Berikut penjelasannya:
Konsumen
Antara satu konsumen dengan yang lainnya biasanya terjalin hubungan interpersonal sehingga mereka bisa saling berinteraksi. Interaksi antar konsumen ini dapat terbentuk dari dua komponen, yaitu frekuensi serta kekuatan.
Frekuensi adalah seberapa sering interaksi antara konsumen terjadi, sementara kekuatan adalah level keterikatan konsumen dalam interaksi tersebut. Level keterikatan ini dapat dilihat dari keakraban, kebersamaan, atau keintiman. Semakin tinggi level keterikatannya, hubungan antara konsumen pun akan semakin erat.
Melalui hubungan yang erat antar konsumen, informasi tentang bisnis, produk, dan layanannya akan mengalir dengan lancar. Alhasil, pemasaran dari mulut ke mulut pun terjadi.
Buzz
Faktor yang kedua adalah buzz atau topik pembicaraan. Supaya interaksi antara konsumen terjadi secara organik, diperlukan topik pembicaraan yang menarik, unik, sekaligus hangat. Jika tidak, interaksi antar konsumen akan sulit terjadi sehingga pemasaran viral pun tidak bisa terwujud.
Kondisi yang mendukung
Ada dua kondisi yang mendukung konsumen untuk membicarakan produk atau layananmu secara positif, yaitu peer pressure dan kebanggaan.
Peer Pressure
Peer pressure merupakan pengaruh dari orang yang seumuran agar seseorang dapat mengubah kebiasaan, perilaku, serta nilai dirinya. Dengan begitu, dia akan diterima dalam suatu kelompok.
Pengaruh ini diberikan pada seseorang dengan paksaan sehingga dia harus mengikuti kelompoknya, suka atau tidak suka. Oleh karena itu, peer pressure bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang dihindari atau dibenci.
Kebanggaan
Kebanggaan pada dasarnya adalah kebutuhan semua orang karena siapapun pasti ingin dihormati dan dipandang oleh lingkungannya. Faktor kebanggaan ini bisa kamu dapatkan dengan berbagai cara, mulai dari membeli barang mewah, bersedekah, menunjukkan kecerdasan, hingga menceritakan produk atau layanan yang dibeli kepada orang lain.
Misalnya, seseorang yang hobi teknologi akan menceritakan produk smartphone terbaru miliknya kepada teman-temannya. Jika ada temannya yang menggunakan smartphone tersebut, dia akan merasa bangga.
Analisis
Analisis adalah hal penting dalam viral marketing karena dapat membantu memantau dan menilai performa konten yang akan kamu unggah. Hasil dari pantauan tersebut kemudian menjadi pertimbangan untuk memaksimalkan strategi viral marketing di masa depan.
Baca Juga: Cara Membuat Konten Di Facebook Yang Menarik Dan Viral
Contoh Viral Marketing
Viral marketing dapat berupa apa saja, mulai dari video, tulisan, banner, baliho, hingga gambar. Hal yang terpenting adalah konten tersebut mendapatkan banyak interaksi dari pengguna internet maupun media sosial.
Agar kamu mempunyai gambaran yang lebih jelas, berikut ini ada tiga contoh viral marketing yang pernah meramaikan media sosial di Indonesia:
Marjan Cinematic Universe
Marjan cinematic universe adalah julukan yang diberikan oleh masyarakat kepada iklan sirup Marjan yang tayang setiap bulan Ramadan. Produk sirup yang satu ini memang selalu habis-habisan menggarap iklan bulan Ramadan untuk keperluan promosi.
Setiap tahun tema iklannya selalu unik sehingga menjadi pembicaraan oleh banyak orang, baik penikmat sirup Marjan hingga yang tidak pernah meminumnya sama sekali. Ini berarti, Marjan berhasil menggunakan viral marketing untuk menjangkau target audiens sekaligus masyarakat luas.
Nugget Kanzler
Contoh viral marketing yang kedua adalah iklan dari Nugget Kanzler. Mereka membuat iklan billboard yang disebar di wilayah Jakarta dan menjadikan aktor terkenal Nicholas Saputra sebagai bintang iklannya.
Pemilihan Nicholas Saputra berhasil membuat iklan Nugget Kanzler menjadi topik perbincangan di internet. Jutaan orang membagikan foto billboard Nugget Kanzler di media sosial sehingga peminatnya bertambah banyak.
Billboard Idul Fitri Nu Tea
Contoh yang terakhir ada iklan billboard Idulfitri dari Nu Tea dengan konsep desain yang unik, yaitu doodle khas anak kecil lengkap dengan copywriting yang menggelitik. Konsep ini berbeda dengan iklan billboard pada umumnya sehingga ramai dibicarakan di media sosial oleh masyarakat.
Penutup
Demikian pembahasan tentang viral marketing dan seluk beluknya. Perlu diingat bahwa gaya promosi yang satu ini harus diupayakan secara sengaja, walaupun penyebarannya terjadi secara organik.
Untuk meningkatkan peluang keberhasilan, kamu harus memperhatikan indikator dan faktor pendukung viral marketing saat membuat konten.
Referensi:
- https://sproutsocial.com/insights/viral-marketing/
- https://www.investopedia.com/terms/v/viral-marketing.asp
- https://unars.ac.id/ojs/index.php/cermin_unars/article/download/488/408
- https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/52137/1/MHUHAMMAD%20SYAFIQ%20AS%27AD-FEB.pdf




