Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Pengertian, Jenis, dan Perbedaan Model Bisnis E Commerce

Gilang Oktaviana by Gilang Oktaviana
23 June 2025
in E-Commerce
Reading Time: 8 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah kamu merasa bisnismu sulit bersaing dengan kompetitor? Kalau pernah, mungkin kamu belum mempunyai model bisnis e commerce yang tepat. Dengan model bisnis yang tepat, kamu bisa menentukan arah dan nilai yang akan ditawarkan ke konsumen.

Nah, kira-kira apa saja jenis model bisnis e commerce yang bisa kamu gunakan? Sebelum menentukan pilihan, mari simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Table of Contents

Toggle
  • 6 Model Bisnis E Commerce
    • Business to Business (B2B)
    • Business to Consumer (B2C)
    • Consumer to Consumer (C2C)
    • Consumer to Business (C2B)
    • Business to Administration (B2A)
    • Consumer to Administration (C2A)
  • Model Bisnis E Commerce Di Indonesia
    • Iklan baris
    • Online Marketplace
    • Shopping Mall
    • Toko Online
    • Toko Online di Media Sosial
    • Situs Crowdsourcing dan Crowdfunding
  • 4 Model Bisnis E Commerce untuk Pemula
    • Business to Business (B2B)
    • Business to Consumer (B2C)
    • Consumer to Consumer (C2C)
    • Consumer to Business (C2B)
  • Perbedaan Model Bisnis E Commerce (B2B, B2C, C2B, dan C2C).
    • Target Pasar
    • Jumlah Pembelian dan Harga
    • Pembuatan Keputusan
    • Persaingan
    • Strategi Marketing
    • Hubungan Penjual dan Pembeli
    • Motivasi
  • Bagaimana Cara Memulai Bisnis E-Commerce?
    • Temukan Ide Bisnis
    • Tentukan Target Pasar
    • Memilih Supplier
    • Tentukan Nama Bisnis
    • Luncurkan Bisnis
  • Penutup

6 Model Bisnis E Commerce

Secara umum, ada 6 model bisnis e commerce yang paling sering digunakan oleh perusahaan, yaitu Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), Consumer to Consumer (C2C), Consumer to Business (C2B),  Business to Administration (B2A), dan Consumer to Administration (C2A). Berikut penjelasan untuk setiap model bisnis tersebut:

  • Business to Business (B2B)

Business to Business (B2B) adalah bisnis model berskala besar dengan konsep menjual produk atau layanan ke pelaku bisnis lainnya. Contohnya seperti toko grosir yang menjual produk ke pemilik warung atau agen yang menjual barang ke pengecer. Model bisnis ini banyak dipilih karena bisa meningkatkan brand awareness tanpa melakukan strategi khusus.

  • Business to Consumer (B2C)

Business to Consumer adalah model bisnis yang menjual produk atau layanan ke konsumen secara langsung. Mirip seperti sistem jual beli konvensional yang sering kamu temukan di lingkungan tempat tinggalmu. Model bisnis ini membantu pelaku bisnis untuk menjangkau lebih banyak konsumen secara mudah dan menjalin komunikasi secara langsung.

  • Consumer to Consumer (C2C)

Konsep model bisnis e commerce yang ketiga ini cukup banyak ditemukan di forum jual beli atau tempat yang memungkinkan konsumen menjual barang ke konsumen lainnya. Karena itu, bisnis C2C ini identik dengan proses tawar menawar dan penjualan barang bekas pakai.

  • Consumer to Business (C2B)

Consumer to Business (C2B) merupakan model bisnis yang cukup menantang dan tidak bisa dilakukan semua orang. Pasalnya dalam model bisnis ini, seorang konsumen menjual produk atau layanannya ke perusahaan besar. Misalnya seperti seorang freelance desain grafis yang menawarkan layanannya ke perusahaan F&B.

Salah satu kelebihan model bisnis C2B adalah konsumen bisa menentukan harga dan kesepakatan tertentu saat menjalin kerja sama dengan perusahaan.

  • Business to Administration (B2A)

Konsep Business to Administration (B2A) memiliki konsep pelaku bisnis melakukan transaksi dengan lembaga pemerintahan, baik dalam bentuk penyediaan barang maupun jasa. Karena itu, model bisnis ini lumayan menantang sebab perkembangan bisnis ditentukan oleh nilai dan popularitas brand-nya.

Biasanya pelaku bisnis dengan model B2A yang masih pemula memulai karirnya dengan mengerjakan proyek-proyek kecil. Setelah popularitas brand-nya meningkat, dia akan menerima tawaran proyek yang lebih besar lagi.

  • Consumer to Administration (C2A)

Consumer to Administration (C2A) adalah transaksi yang dilakukan antara konsumen dengan lembaga pemerintahan. Misalnya seperti seorang freelance yang membayar pajak atau individu yang membayar tagihan listrik dan BPJS.

Model Bisnis E Commerce Di Indonesia

Banyak orang menganggap semua situs e commerce mempunyai model bisnis yang sama. Padahal sebenarnya tidak begitu, karena masing-masing e commerce memiliki model bisnis sendiri sehingga mereka dapat bersaing dengan value yang dimiliki.

Lantas apa saja model bisnis e commerce di Indonesia? Berikut daftar dan penjelasannya:

  • Iklan baris

Iklan baris merupakan platform dimana konsumen (individu) memasang produk atau barang secara gratis. Biasanya, platform hanya membantu konsumen memasarkan produk yang akan dijual, namun transaksinya harus diselesaikan oleh konsumen langsung. Karena itu, platform iklan baris biasanya banyak digunakan oleh penjual yang stok produknya sedikit atau ingin menjual barang bekas.

Salah satu contoh platform dengan model bisnis iklan baris yang terkenal di Indonesia adalah Forum Jual Beli (FJB) KasKus. Melalui FJB ini, Kaskuser bisa menawarkan produk ke Kaskuser lain secara gratis dan melakukan COD (Cash on Delivery) untuk menyelesaikan transaksinya.

  • Online Marketplace

Model bisnis yang satu ini bisa kamu temukan pada situs e commerce terkenal seperti Tokopedia atau Bukalapak. Ciri-ciri utamanya adalah semua proses jual beli akan difasilitasi oleh platform, mulai promosi barang, pengiriman, sampai dengan pembayarannya.

Karena itu, setiap penjual yang menggunakan platform dengan model bisnis ini harus menggunakan rekening pihak ketiga saat bertransaksi. Rekening pihak ketiga ini digunakan sebagai “penyimpan” uang sementara, jadi sebelum barang sampai ke pembeli, uang tidak akan diserahkan ke penjual.

  • Shopping Mall

Model bisnis e commerce yang ketiga ini hampir sama dengan online marketplace, namun yang bisa mempromosikan barang hanya penjual yang sudah lolos proses verifikasi. Biasanya bisnis shopping mall mendapatkan keuntungan dari komisi hasil penjualan para penjual.

  • Toko Online

Toko online adalah model bisnis yang memanfaatkan website dengan domain sendiri untuk mempromosikan dan menjual produk kepada konsumen. Artinya, transaksi dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen secara langsung, tanpa melalui perantara (B2C). Karena transaksinya terjadi tanpa perantara, pelaku bisnis akan mendapatkan 100% keuntungan dari hasil penjualan.

  • Toko Online di Media Sosial

Seperti namanya, model bisnis ini adalah toko online yang memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan produk kepada konsumen. Itulah sebabnya, model bisnis ini biasanya memanfaatkan jaringan pertemanan atau jumlah pengikut di media sosial.

  • Situs Crowdsourcing dan Crowdfunding

Crowdsourcing dan crowdfunding adalah situs yang digunakan untuk menggalang dana atau mengumpulkan individu dengan skill yang sama. Contohnya seperti kitabisa.com dan fastwork.id.

4 Model Bisnis E Commerce untuk Pemula

Model bisnis ecommerce untuk pemula

Paling tidak ada 4 model bisnis e commerce yang cocok untuk kamu yang baru mulai menjalankan bisnis atau masih pemula, yaitu:

  • Business to Business (B2B)

Model bisnis B2B bisa kamu pilih jika mempunyai produk yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis lain seperti reseller atau pengecer. Kamu tidak perlu menawarkan produk ke konsumen secara langsung namun kamu harus bisa memenuhi permintaan produk dalam jumlah yang besar. Dengan begitu, kamu akan memperoleh keuntungan yang tinggi.

  • Business to Consumer (B2C)

Jika kamu ingin menjual berbagai jenis barang, sebaiknya gunakan model bisnis B2C yang siklus penjualannya lebih singkat daripada bisnis B2B. Biasanya konsumen akan langsung melakukan transaksi ketika sudah menemukan produk yang cocok.

  • Consumer to Consumer (C2C)

Kelebihan utama model bisnis C2C adalah konsumennya sudah mengetahui produk apa yang diinginkan sehingga kamu tidak perlu melakukan usaha keras dalam mempromosikan produk. Sayangnya, harga jual produknya akan terus turun dari waktu ke waktu sehingga tidak bisa dijadikan sumber penghasilan utama.

  • Consumer to Business (C2B)

Model bisnis consumer to business sangat cocok untuk kamu yang ingin menjual layanan atau keahlian ke pelaku bisnis. Saat melakukan transaksi, kamu memiliki kebebasan untuk menetapkan harga dan aturan lainnya hingga terjadi kesepakatan.

Namun, kamu harus berusaha keras untuk mempromosikan layanan kepada calon klien karena kompetitornya banyak sekali. Selain itu, klien biasanya lebih memilih penyedia layanan yang menawarkan harga murah.

Perbedaan Model Bisnis E Commerce (B2B, B2C, C2B, dan C2C).

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, bisa dikatakan bahwa ada tujuh perbedaan model bisnis e commerce, diantaranya:

  • Target Pasar

Setiap model bisnis mempunyai target pasar yang berbeda-beda. Untuk bisnis B2B dan C2B, target pasarnya lebih fokus ke pelaku bisnis atau perusahaan. Kemudian, B2C dan C2C, target pasarnya adalah konsumen.

Ini berarti, prospek pasarnya juga berbeda. B2B dan C2B prospek pasarnya lebih kecil dan spesifik karena hanya menyasar pelaku bisnis. Tetapi prospek pasar C2C dan B2C sangat luas dan besar karena harus menargetkan semua konsumen di berbagai wilayah.

  • Jumlah Pembelian dan Harga

Pelaku bisnis yang menggunakan model bisnis B2C, C2C, dan C2B harus bisa menjual banyak produk agar omzet penjualannya meningkat. Lain halnya dengan bisnis B2B yang harga satu produknya sudah cukup tinggi, pengguna model bisnis ini bisa mendapatkan keuntungan meskipun produk yang terjual jumlahnya sedikit.

  • Pembuatan Keputusan

Pembuatan keputusan dalam model bisnis B2B biasanya lebih rumit karena harus melalui persetujuan beberapa pemangku kepentingan seperti pemimpin, kepala divisi, marketing, dan lainnya. Sementara itu, bisnis B2C, C2C, dan C2B, biasanya lebih sederhana karena pembuatan keputusan bisa dilakukan oleh satu individu saja.

  • Persaingan

Dari segi persaingan, bisnis B2B cenderung lebih rendah karena tidak banyak pelaku bisnis yang bisa menggunakan model ini. Karena itu, biasanya bisnis ini dipenuhi oleh “pemain lama” yang sudah berpengalaman dan mempunyai koneksi luas.

Berbeda dengan B2C, C2C, dan C2B yang persaingannya sangat ketat karena ketiga model bisnis ini bisa dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari perusahaan besar, industri rumahan, sampai individu. Akibat persaingan yang ketat, pelaku bisnis harus melakukan promosi sebanyak mungkin atau bahkan perang harga.

  • Strategi Marketing

Strategi marketing B2C dan C2C cenderung fokus pada sisi emosional konsumen seperti sedih atau senang untuk mendorong mereka membeli produk. Namun dalam bisnis B2B dan C2B, strategi marketing-nya lebih fokus pada peningkatan reputasi agar dipercaya oleh calon klien.

  • Hubungan Penjual dan Pembeli

Hubungan antara penjual dan pembeli dalam bisnis B2B cenderung berjangka panjang karena akan merepotkan jika harus berganti klien setiap ingin melakukan transaksi. Lain halnya dengan bisnis B2C, C2C, dan C2B, hubungan antara penjual dan pembeli lebih singkat karena banyaknya pilihan produk dan proses pengambilan keputusan yang lebih singkat.

  • Motivasi

Motivasi pemilik bisnis B2B adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal, investasi, dan efisiensi kerja. Sementara B2C cenderung ingin memanfaatkan sisi emosional konsumen untuk meningkatkan penjualan. Pada bisnis C2C, motivasi terbesarnya adalah memenangkan persaingan di marketplace atau media sosial agar produknya bisa dilihat banyak orang.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis E-Commerce?

Bisnis e commerce sekarang bisa dijadikan sebagai pekerjaan utama atau sampingan oleh siapa saja. Namun kamu tidak bisa terjun begitu saja ke dalam bisnis ini, karena ada banyak hal yang harus disiapkan.

Lalu, bagaimana cara memulai bisnis e commerce agar bisa mendapatkan keuntungan? Berikut langkah-langkahnya:

  • Temukan Ide Bisnis

Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah menentukan ide bisnisnya. Di tengah persaingan yang sangat ketat, ide bisnis yang matang akan membantu kamu memenangkan persaingan dan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Sebaiknya pikirkan ide bisnis yang belum ada sama sekali. Namun jika ternyata ide bisnisnya sudah ada, kamu bisa memikirkan cara promosi yang berbeda dari kompetitor.

Nah, berikut ini ada beberapa ide bisnis yang bisa kamu coba:

  1. Bisnis fashion
  2. Bisnis teknologi
  3. Bisnis produk kecantikan
  4. Bisnis alat-alat rumah tangga
  5. Bisnis produk kesehatan
  • Tentukan Target Pasar

Setelah menentukan ide, kamu perlu menentukan target pasar untuk produknya. Dalam tahap ini, kamu harus menentukan pasarnya dan menemukan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, kamu bisa mengoptimalkan strategi bisnis, Membuat strategi kampanye yang lebih personal, dan mendistribusikan produk secara mudah.

  • Memilih Supplier

Langkah yang ketiga adalah mencari dan memilih supplier produk yang terpercaya dan bisa memenuhi permintaanmu. Kamu bisa memilih supplier dari perusahaan besar, UMKM, usaha rumahan, atau yang lainnya.

  • Tentukan Nama Bisnis

Setelah menentukan ide bisnis, target pasar, dan supplier, selanjutnya kamu perlu menentukan nama bisnis. Usahakan nama bisnismu unik, beda, dan catchy. Biasanya nama yang memenuhi tiga kriteria ini akan mudah diingat oleh pelanggan.

  • Luncurkan Bisnis

Langkah yang terakhir adalah meluncurkan bisnisnya. Kamu bisa memilih apakah ingin berjualan di marketplace seperti Tokopedia, membuat situs toko online sendiri, atau memanfaatkan media sosial.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai model bisnis e commerce yang bisa kamu gunakan, mulai dari B2B, B2C, C2C, C2B, B2A, hingga C2A. Semoga informasi dalam artikel ini bisa membantu kamu menentukan model bisnis yang paling sesuai untuk bisnismu, ya!

 

Referensi: 

  • https://flip.id/business/blog/model-bisnis-e-commerce-dan-metode-operasinya
  • https://journal.trunojoyo.ac.id/neo-bis/article/download/1271/1095
ShareTweetPin
Gilang Oktaviana

Gilang Oktaviana

Penulis Konten SEO freelance sejak tahun 2021. Berpengalaman menulis dalam berbagai topik sesuai kebutuhan. Lebih tertarik di bidang digital marketing dan bisnis.

Related Posts

Keberadaan marketplace akan sangat memudahkan para pelaku usaha untuk menjajakan barang atau jasa mereka.
E-Commerce

Marketplace Adalah: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

29 May 2026

Perkembangan teknologi yang semakin maju tentunya turut memengaruhi cara seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk...

Apa itu e commerce?
E-Commerce

e Commerce adalah: Arti, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

29 May 2026

Apa kamu termasuk orang yang suka berbelanja secara online? Pasti, iya, bukan? Saat ini,...

Toko online adalah sarana yang mempermudah proses jual beli di era digital.
E-Commerce

Toko Online adalah: Pengertian dan Keuntungannya

25 May 2026

Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, toko online adalah sarana yang dinilai sangat efektif. Dengan kemudahan...

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya
E-Commerce

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya

25 May 2026

Reseller kerap menjadi model bisnis yang dipilih oleh pemula karena cukup mudah dijalankan dan...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka