Seiring dengan perkembangan bisnis online, istilah merchant adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Merchant adalah istilah umum untuk menjelaskan proses penjualan melalui platform online, seperti pasar online, situs web, maupun media sosial.
Menjadi seorang merchant tentunya bertanggung jawab atas banyak hal. Mulai dari proses penjualan, promosi, penyediaan produk atau layanan, pengiriman barang, penerimaan pembayaran, hingga memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Namun sebenarnya, apa itu merchant? Penasaran? Yuk, simak penjelasan lengkapnya, di bawah ini!
Apa Itu Merchant?
Secara umum, merchant online adalah istilah yang menggambarkan proses jual beli barang atau jasa yang dilakukan secara online maupun offline. Selain itu, definisi lain dari merchant adalah individu maupun kelompok yang memiliki peran dalam proses penjualan barang atau jasa, baik dalam bentuk fisik atau toko online.
Satu hal yang membedakan merchant dengan toko biasa adalah pada transaksi atau sistem pembayaran yang berlangsung di dalamnya. Biasanya, merchant akan bekerja sama dengan pihak lain yang menyediakan layanan penerimaan pembayaran nontunai.
Merchant merupakan salah satu komponen penting dalam proses perdagangan. Oleh sebab itu, penting bagi pelaku bisnis untuk bisa memahaminya dengan baik.
Tujuan Merchant
Tujuan dari seorang merchant dapat bervariasi tergantung dengan industri, jenis bisnis, serta strategi yang diterapkan dalam bisnis tersebut. Akan tetapi, secara umum, terdapat dua tujuan utama, yakni:
Meningkatkan Keuntungan dan Nilai Usaha
Tujuan utama dari sebagian besar merchant adalah untuk meningkatkan keuntungan dan nilai dari sebuah usaha. Mereka bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan mengurangi biaya operasional atau produksi, mengoptimalkan harga produk, hingga meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis.
Memperluas Jangkauan Pasar
Tujuan lainnya adalah untuk memperluas jangkauan pelanggan potensial. Hal ini dapat dilakukan dengan diversifikasi produk, melakukan ekspansi ke pasar baru, atau memilih segmen pasar yang berbeda.
Baca Juga: Jangkauan Pemasaran Online vs Offline, Mana Lebih Efektif?
Apa yang Dijual oleh Merchant?
Lantas, apa saja yang dijual oleh merchant? Berikut adalah beberapa jenis produk yang biasanya ditawarkan.
Produk Fisik
Salah satu produk yang bisa dengan mudah ditemui adalah produk fisik, seperti berbagai keperluan rumah tangga, kendaraan, dan produk fisik lainnya.
Tentu setiap produk yang ditawarkan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian produk yang dijual tidak selalu harus dilihat terlebih dahulu. Sebab, biasanya calon konsumen sudah memiliki pengetahuan dan informasi tersendiri mengenai produk yang ingin mereka beli.
Tapi, ada juga produk-produk yang mengharuskan calon pembeli untuk menyentuhnya terlebih dahulu. Hal tersebut sangat penting ketika kamu menawarkan produk-produk yang memiliki bentuk fisik.
Produk Informasi
Selain produk fisik, biasanya juga menyediakan berbagai produk informasi yang berupa video, e-book, software, dan lain-lain. Dalam perkembangan digital seperti saat ini, semakin banyak pihak yang membuat sebuah produk informasi tertentu dan tergabung dengan jaringan khusus dengan produk informasi.

Alur dan Cara Menjadi Merchant
Apabila kamu tertarik, ada beberapa alur proses cara menjadi merchant yang perlu kamu lalui. Berikut adalah cara daftar merchant yang bisa kamu lakukan.
Tentukan Jenis Bisnis
Langkah pertama untuk menjadi seorang merchant adalah dengan menentukan jenis bisnis seperti apa yang ingin kamu jalankan. Apakah kamu tertarik untuk menjual produk-produk fisik, layanan, atau keduanya.
Identifikasi Niche
Kemudian, lakukan identifikasi niche pasar yang ingin kamu kerjakan. Pilih niche yang memang sesuai dengan minat dan ketertarikan kamu, memiliki permintaan yang tinggi, dan memberi potensi yang besar untuk mendapatkan keuntungan.
Lakukan Riset Pasar
Pastikan kamu melakukan riset pasar untuk memahami siapa saja target audiens kamu, tren pasar, hingga kompetitor pada bisnis tersebut. Hal ini tentu dapat membantu menentukan produk dan strategi pemasaran yang tepat.
Temukan Produsen atau Supplier
Apabila kamu ingin menjual produk fisik, pastikan kamu mendapatkannya dari produsen atau pemasok yang tepat. Kamu bisa menghubungi distributor langsung, memanfaatkan platform grosir, atau bahkan membuat produkmu sendiri.
Melakukan Pengaturan Bisnis
Selanjutnya, daftarkan bisnis yang ingin kamu bangun dan lengkapi semua izin serta lisensi sesuai dengan peraturan dan hukum setempat. Termasuk memilih struktur bisnis secara legal yang tepat, misalnya perseorangan, kemitraan, atau mungkin dalam bentuk perusahaan.
Buat Identitas Merek
Setelah itu, pastikan kamu membuat identitas brand yang kuat dan menarik. Brand identity atau Identitas merek ini bisa dibuat dalam bentuk logo, nama brand, desain branding, dan lain sebagainya. Nantinya, identitas merek ini akan sangat bermanfaat untuk membedakan bisnis kamu dengan kompetitor.
Buat Situs Web atau Toko
Apabila kamu menjalankan bisnis secara online, kamu bisa membuat situs web atau toko online sebagai media promosi dan menjual produk-produk kamu. Tentunya, situs yang dibuat harus menarik, aman, dan mudah dinavigasi oleh para pengunjungnya.
Pemasaran dan Promosi
Langkah selanjutnya adalah mulai memasarkan produk dan melakukan promosi kepada calon pelanggan potensial, melalui berbagai platform atau saluran pemasaran, seperti iklan online, email marketing, SEO, dan juga media sosial. Selain itu, kamu bisa membuat strategi promosi yang efektif untuk menarik pelanggan baru dan meningkatkan brand awareness pada mereka.
Penjualan dan Pengiriman
Selanjutnya, setelah bisnis mendapatkan pesanan dari pelanggan, merchant harus dapat memenuhi dan kemudian mengirimkan pesanan tersebut kepada pelanggan. Fokuslah pada pelayanan pelanggan agar mereka bisa mendapatkan pengalaman yang positif dan pengalaman baik saat berbelanja di tokomu.
Keuntungan Menjadi Merchant
Seperti sudah kamu ketahui, menjadi seorang merchant memberikan banyak manfaat dan keuntungan di dalam bisnis. Beberapa keuntungan menjadi merchant yang dapat dengan mudah dirasakan adalah sebagai berikut:
Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan
Saat ini, semakin banyak merchant yang bermunculan dengan produk dan layanan atau target audiensnya masing-masing. Dengan menjadi seorang merchant, kamu bisa memperbesar peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial yang tertarik untuk melakukan transaksi, baik secara online maupun offline.
Mudah Memantau Transaksi
Keuntungan lainnya adalah kamu bisa lebih mudah untuk memantau setiap transaksi yang terjadi. Pasalnya, setiap jenis transaksi yang terjadi akan tercatat secara otomatis ke dalam sistem, seperti pemasukan, transaksi penjualan, maupun pengeluaran operasional.
Meningkatkan Kredibilitas Bisnis
Mengingat perkembangan dunia digital yang semakin masif, hal ini tentu sangat memengaruhi tindakan dan perilaku cashless pada calon konsumen. Sebagian besar calon konsumen memilih untuk melakukan transaksi secara nontunai.
Dalam kondisi tersebut, apabila bisnis tidak bisa mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat, hal ini dapat mengurangi ketertarikan konsumen pada brand. Dengan menjadi merchant, kredibilitas dan kepercayaan konsumen kepada brand tersebut akan ikut meningkat.
Solusi untuk Kenyamanan Pelanggan
Keberadaannya dapat membuat konsumen merasa senang, sebab mereka diberikan lebih banyak pilihan metode pembayaran yang akan mempermudah proses transaksi mereka. Bukan itu saja, banyaknya metode pembayaran yang diberikan, konsumen bisa mendapatkan pengalaman berbeda dengan melakukan transaksi pada merchant.
Analisis Hasil Penjualan Lebih Mudah
Keuntungan lain dari merchant adalah dapat menganalisis berbagai transaksi jual beli dengan lebih cepat dan mudah. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi bisnis, sebab kamu tidak perlu lagi membuang waktu lebih banyak untuk mengetahui setiap transaksi yang terjadi pada bisnis tersebut.
Selain itu, data-data yang bisa kamu dapatkan akan sangat berguna untuk menentukan kebijakan atau strategi pemasaran selanjutnya.
Contoh Merchant
Setelah memahami pengertian, tujuan, dan keuntungan menjadi merchant, kamu juga perlu mengetahui contoh merchant di Indonesia. Ada banyak contoh merchant yang dapat kamu temukan.
Misalnya saja sebuah rumah makan yang menyediakan beragam pilihan metode pembayaran, seperti QRIS, kartu debit, kartu kredit, hingga e-wallet. Dengan memberikan pilihan metode pembayaran non tunai ini, rumah makan tersebut sudah masuk kategori sebagai seorang merchant.
Contoh lain adalah toko online atau online store, seperti halnya Samsung Store, Indomaret, Starbucks, dan lain sebagainya. Toko-toko ini menyediakan metode atau layanan pembayaran nontunai, melalui kartu kredit, kartu debit, atau e-wallet.
Kedua contoh tersebut dapat menjelaskan bahwa menjadi merchant tidak hanya bisa dilakukan dengan membuka toko online saja, tetapi juga pada toko offline.
Baca Juga: Toko Online adalah: Pengertian dan Keuntungannya
Penutup
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa merchant adalah pihak yang menjual produk atau layanan yang dapat berupa bisnis online maupun offline.
Untuk dapat memberikan berbagai layanan atau metode pembayaran yang beragam, kamu akan bekerja sama dengan pihak lain yang menyediakan layanan penerimaan pembayaran nontunai, seperti bank dan lainnya. Dengan menyediakan lebih banyak metode pembayaran ini, kamu bisa mendapatkan lebih banyak benefit saat menjalankan bisnis. Menarik, bukan?
Referensi:
- https://accurate.id/bisnis-ukm/merchant-adalah/
- https://majoo.id/solusi/detail/merchant-adalah
- https://gobiz.co.id/pusat-pengetahuan/merchant-adalah/
- https://blog.rumahweb.com/merchant-adalah/#Contoh_Merchant
- https://mekari.com/blog/merchant/




