Blog yang kamu baca saat ini merupakan salah satu contoh dari strategi marketing modern yang dikenal dengan nama inbound marketing. Strategi marketing yang akan kita bahas ini seperti magnet, menargetkan audiens yang relevan dengan konten bisnismu untuk menarik mereka ke channel konversi, seperti leads generation dan penjualan.
Mari kita pelajari manfaat inbound marketing, tahapan, strategi dan contohnya secara detail di blog ini!
Pengertian Inbound Marketing
Inbound marketing merupakan strategi marketing yang lebih baru dibandingkan outbound marketing. Dulu mungkin pada masanya kamu pernah menerima selebaran brosur dari supermarket terdekat di rumahmu untuk mendapatkan informasi produk dan promo terbaru di bulan tersebut, cara itulah yang disebut dengan outbound marketing.
Inbound marketing memiliki konsep pull marketing, yaitu mendorong audiens untuk memiliki rasa ingin tahu dan terlibat dalam setiap campaign yang kamu buat. Dengan begitu, hasil dari strategi inbound marketing dapat menarik lebih banyak pelanggan yang datang untuk melakukan pembelian produk atau jasa. Dari pengertian inbound marketing tersebut, cara marketing ini juga disebut dengan content marketing.
Strategi inbound marketing dipakai untuk memaparkan pelanggan potensial dengan konten di berbagai channel pemasaran dan pengalaman brand yang relevan dengan target market. Secara bertahap, akan membangun brand awareness, meningkatkan engagement atau keterlibatan mereka, konversi, dan retensi.
Untuk mencapai funnel tersebut, para marketer membuat berbagai jenis konten berbeda seperti media sosial, blog, email marketing, infografis, dan lain-lain.
Manfaat Inbound Marketing
Bila kamu melakukannya dengan tepat, inbound marketing dapat menghasilkan leads dan traffic berkualitas, menghemat biaya marketing, meningkatkan brand awareness dan kepercayaan audiens, dan masih banyak lagi. Berikut penjelasan singkat mengenai manfaat inbound marketing bagi sebuah bisnis:
Mendapatkan Traffic dan Leads Berkualitas
Sebelumnya kamu sudah mengerti bahwa inbound marketing yang fokus pada menarik traffic berkualitas ke websitemu, sedangkan cara tradisional marketing masih memakai cara mengejar konsumen. Salah satu manfaat inbound marketing adalah bisa memperoleh leads berkualitas tinggi.
Konten yang dibuat sesuai kebutuhan target audiens dan informatif dapat menarik lebih banyak traffic karena audiens mendapatkan jawaban dari kendala mereka. Dengan begitu, leads yang dihasilkan inbound marketing cenderung berkualitas karena mereka benar-benar sedang mencari solusi atau tertarik pada produk atau jasamu. Peluang konversi pun menjadi lebih besar.
Meningkatkan Brand Awareness
Ketika kamu menerapkan inbound marketing untuk bisnis dengan memproduksi konten berkualitas dan menjalankan strategi SEO, artikel atau website bisnismu berpotensi besar mendapatkan peringkat teratas di search engine result page (SERP). Tidak hanya website, optimasi media sosial juga dapat meningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak audiens. Semakin banyak audiens mengetahui brand atau produkmu, semakin mudah kamu meningkatkan kredibilitas bisnis dan menjadi top of mind mereka.
Menghemat Biaya Marketing
Bukan rahasia umum jika digital marketing, terutama yang organik (bukan beriklan), cenderung memiliki biaya marketing yang lebih murah dibandingkan dengan tradisional marketing. Ini juga berlaku pada inbound marketing yang lebih menghemat biaya marketing bisnis.
Kenapa bisa, ya? Karena inbound marketing fokus pada membangun hubungan dengan leads, sehingga bisa menghasilkan referral pelanggan bila pelanggan sebelumnya puas dan memiliki visibilitas di SERP yang baik bila konten kamu informatif bagi pembaca.
Menghasilkan Konten Evergreen
Membuat konten yang memiliki value dan evergreen bukan hal yang baru dalam marketing, tapi kamu memang perlu melakukannya. Beberapa konten di blog tidak hilang begitu saja setelah kamu upload, oleh karena itu jangan lupa untuk selalu update artikel blog agar konten tersebut selalu relevan dan fresh dibaca. Konten blog yang dioptimasi SEO dan selalu di-update berpeluang besar mendatangkan banyak traffic.
Meningkatkan Hubungan Baik dengan Pelanggan
Manfaat berikutnya tidak kalah penting, inbound marketing juga berperan membuat hubungan dengan pelanggan menjadi lebih baik. Bagaimana caranya? Membuat konten yang berkualitas dan membagikan pengalaman pribadi dari penggunaan produk atau jasa dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menjalin hubungan jangka panjang.
Ketika pengalaman yang dibagikan bagus dan disenangi banyak audiens dapat membuat pelanggan semakin loyal, mendorong pembelian berikutnya (repurchase), dan word of mouth marketing. Dengan begitu, bisnismu akan mendapatkan pelanggan secara organik lebih banyak.
Baca Juga: CRM adalah: Contoh Penerapan yang Perlu Dipahami Pebisnis

Tahapan Inbound Marketing
Tahapan inbound marketing memiliki empat aktivitas utama yaitu menarik audiens untuk mengenal bisnis atau kontenmu, mengonversi audiens, mendapatkan pelanggan, dan menyenangkan pelanggan. Berikut penjelasan detailnya:
1. Attract
Tahapan pertama dalam inbound marketing adalah attract (menarik), yaitu saat kamu menarik target audiens yang tepat dengan konten yang bernilai seperti postingan video di media sosial dan blog di website. Di tahap ini, proses pembuatan dan pengembangan konten menjadi kunci. Kamu perlu melakukan riset konten, trend saat ini, apa yang disukai audiens, dan lain-lain.
Beberapa ide konten dalam tahap attract dapat berupa penjelasan cara menggunakan produk, solusi produk dalam mengatasi kendala mereka, review dan testimoni pelanggan, serta promosi dan diskon menarik. Konten-konten yang bernilai dapat menjadi top of mind mereka ketika memerlukan informasi penting.
Strategi tahapan attract dapat berupa:
- Buat strategi konten video, gambar, dan blog yang berkualitas.
- Gunakan SEO untuk menargetkan keyword dari kata atau kalimat yang berhubungan dengan brand, produk, atau jenis bisnismu. Saat seseorang mencari sebuah informasi di mesin pencari seperti Google, SERP (search engine result page) akan memunculkan konten organik dari websitemu. Orang ini kemungkinan besar menjadi target yang tepat untuk bisnismu.
- Posting konten ke media sosial secara konsisten agar reach dan engagement meningkat.
2. Convert
Tahapan kedua dalam inbound marketing adalah convert. Di tahap ini, informasikan value yang dapat kamu berikan dari bisnismu dan membuat audiens ingin membeli.
Tahap ini adalah proses untuk mengubah pengunjung website dan audiens media sosialmu menjadi leads. Cara ini memang tidak mudah, tapi kamu bisa mengatasinya dengan tetap membuat konten yang memiliki value dan autentik. Pengunjung website dan audiens website dapat diarahkan untuk melakukan konversi melalui CTA (call to action), landing page, dan leads form.
Strategi convert ini juga dapat berupa menangani telepon masuk yang mengarah pada penjualan. Dalam kasus online seperti di website, tahapan engage berupa orang yang bertanya melalui chatbot mengenai produk atau jasamu. Pastikan kamu dan tim memberikan solusi untuk mereka, bukan hanya hard selling atau mungkin memaksa untuk membeli produk.
Beberapa strategi dalam tahap convert, antara lain:
- Chatbot atau live chat.
- Leads form dan leads flow.
- Download newsletter.
Cara lain untuk mengubah pengunjung website menjadi leads adalah dengan menawarkan konten gratis dan berkualitas, seperti ebook. Mereka dapat mengunduh ebook namun perlu mengisi form yang biasanya berisi nama, email, nama perusahaan, atau bahkan nomor handphone.
3. Close
Tahapan inbound marketing ketiga adalah close, yaitu leads yang didapatkan dari berbagai campaign dan strategi marketing kemudian menjadi pelanggan. Audiens sudah berada di titik percaya bahwa produk atau jasamu adalah solusi terbaik untuk memecahkan masalah mereka.
Salah satu cara terbaik untuk mengubah leads menjadi pelanggan adalah melalui email marketing. Email marketing dapat ditargetkan pada orang-orang di stage tertentu dalam inbound marketing.
Setelah pengunjung website mengisi dan submit form pada tahap convert, kamu bisa memanfaat daftar email mereka untuk menyebarkan informasi mengenai promo menarik dan produk terbaru. Jangan lupa untuk menyertakan CTA pembelian atau panduan pembayaran agar penerima email dapat segera membeli produk atau jasamu.
4. Delight
Setelah audiens engaged dan masuk ke dalam funnel konversi., tahapan berikutnya adalah delight. Pada tahap ini, kamu memastikan pelanggan puas dengan produkmu dan mendapatkan customer support untuk membantu saat mereka membutuhkannya. Ini adalah tahap saat kamu dan tim meningkatkan brand loyalty.
Di tahap delight, kamu bisa menggabungkan obrolan lewat chatbot atau WhatsApp Business dengan menyisipkan survey di waktu yang tepat untuk meminta masukan dan support dari mereka. Cara ini membuat pelanggan merasa didengar dan diperhatikan. Pastikan kamu juga membantu mengatasi kendala mereka selama pemakaian produk atau jasamu agar mereka puas telah terbantu sehingga dapat memberikan review bagus dan mempromosikan bisnismu.
Kamu dapat mengecek kepuasan pelanggan dengan cara social media listening. Followers media sosial di akun bisnismu kemungkinan akan berbagi pengalaman, memberikan masukan, dan bertanya mengenai produk atau jasamu.
Contoh dan Strategi Inbound Marketing
Setiap tahapan inbound marketing (attract, convert, close, dan delight) memiliki strategi yang berbeda-beda. Tidak mungkin di tahap attract kamu sudah meminta review dan mengirimkan email, karena data leads belum kamu miliki. Berikut ini beberapa contoh dan strategi inbound marketing yang bisa kamu terapkan dalam bisnis:
1. SEO
Search engine optimization (SEO) berperan penting dalam memastikan konten blog yang kamu buat mudah ditemukan target audiens di SERP. Dengan mengoptimalkan blog dengan keyword yang relevan, menambahkan alt text, mencantumkan meta title dan meta description yang menarik, dan pengoptimalan SEO lainnya, akan berpeluang besar menarik leads yang sedang mencari solusi untuk kebutuhan mereka.
Backlink juga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan visibilitas dan traffic websitemu. Kamu bisa bekerja sama dengan blogger lain yang relevan dengan kontenmu untuk mempromosikan kontenmu agar audiens mereka juga bisa mengetahui eksistensi bisnismu.
2. Media Sosial
Media sosial menjadi salah satu platform yang dapat menghubungkan bisnismu dengan audiens. Kamu bisa membuat brand loyalty dan memperluas reach dengan berinteraksi dengan followers media sosial, berbagi konten, dan membuka obrolan dengan audiens. Untuk mendapatkan hasil maksimal, sesuaikan strategi konten dan engagement sesuai demografi audiens dan fitur di setiap platform.
Saat ini sebagian besar orang sudah memiliki media sosial dan mereka juga sering menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, kamu bisa mencari tahu platform mana yang relevan dengan bisnis dan target audiensmu agar campaign marketingmu berjalan efektif dan menghasilkan konversi yang diinginkan.
Misalnya, Instagram Stories sangat bagus untuk bercerita secara visual dan berbagi konten interaktif. Kamu dapat posting petunjuk dan tutorial, cuplikan behind the scene, kuis, dan banyak lagi. Kamu juga dapat mengubah konten blog di website menjadi carousel Instagram, cara ini disebut cross platform.
3. Content Marketing
Dalam penjelasan mengenai tahapan inbound marketing sebelumnya, di tahap attract kamu harus bisa membuat audiens tertarik dengan konten yang kamu buat. Content marketing adalah strategi dasar untuk bisa menarik leads lebih banyak dibandingkan outbound marketing.
Jadi, membuat konten yang informatif seperti postingan blog, ebook, video, dan podcast, kamu dapat menarik dan melibatkan target audiensmu. Informasi yang relevan dan bermanfaat akan meningkatkan kepercayaan audiens, akhirnya mendorong mereka menuju konversi.
Baca Juga: Contoh Strategi Konten Marketing: 5 Langkah Efektif untuk Dicoba
4. Email Marketing
Email marketing yang kamu buat secara personal juga bisa menjadi strategi efektif untuk mengelola leads dan mengubahnya menjadi pelangganmu. Sebelum mengirimkan email, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu minat dan preferensi penerima email agar konten yang kamu kirimkan relevan dengan mereka.
Buat salam personalisasi seperti memanggil nama atau disertai emoticon, mengirimkan penawaran atau promosi yang sesuai dengan behaviour dan demografi mereka, dan lengkapi dengan CTA (call to action) untuk meningkatkan konversi.
Ada sejumlah cara menggunakan email marketing dalam strategi inbound marketing, yang paling umum seperti di bawah ini:
- Lead generation: mendapatkan alamat email melalui formulir pendaftaran dan menjadikan leads target campaign email marketing berikutnya.
- Welcoming email: mengirimkan email selamat datang ke pelanggan baru, berikan mereka product tour atau informasi lainnya.
- Content distribution: mengirimkan newsletter, bog, dan konten bermanfaat lainnya melalui email.
- Informasi dan update produk: mengirimkan pengumuman produk, update produk, dan fitur terbaru.
- Survey dan feedback: mengumpulkan feedback dari audiens melalui survey email untuk meningkatkan produk dan pengalaman pengguna.
- Penawaran dan promosi eksklusif: mengirimkan promo eksklusif atau penawaran akses lebih dahulu ke pelangganmu untuk menghargai loyalitas mereka.
- Retensi dan re-engagement: campaign email untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan memberikan loyalty rewards atau feedback agar mereka aktif kembali.
Setelah mengirimkan campaign email, jangan lupa untuk menganalisa data metrik utama dalam email marketing yaitu open rate, click through rate, dan conversion rate. Gunakan data tersebut untuk mengambil keputusan dan membuat campaign email yang lebih baik di waktu mendatang.
5. Landing Page
Landing page adalah halaman website khusus untuk tujuan tertentu, yaitu konversi. Setiap landing page dari campaign marketing memiliki CTA sesuai tujuanmu seperti melakukan pembelian, download ebook, mengisi formulir, mendaftar webinar, dan lain-lain.
Beberapa tips di bawah ini dapat kamu coba agar strategi inbound marketing dengan landing page ini bisa mendapatkan banyak konversi:
- Judul yang jelas, ringkas, dan menarik perhatian.
- Isi tulisan ringkas dan persuasif. Jangan lupa sertakan USP (unique selling point) dan promosi yang kamu tawarkan.
- Gunakan visual seperti gambar, grafik, atau video yang menarik dan relevan dengan isi email.
- CTA (call to action) harus menarik, menggunakan warna mencolok, dan berisi instruksi yang jelas mengenai tindakan yang harus mereka lakukan.
- Layout harus clear, navigasi mudah, dan mobile friendly.
- Sertakan review pelanggan atau sertifikasi apapun untuk menambah kepercayaan dan kredibilitas bisnismu.
- A/B testing elemen di dalam landing page seperti judul, visual, CTA, dan formulir, untuk mengetahui mana yang berhasil dan mana yang tidak.
6. Social Listening
Media sosial adalah platform yang tepat untuk mengetahui informasi mengenai bagaimana pelangganmu. Walaupun followers media sosialmu pernah bertanya mengenai produk di profilmu dan mungkin memberikan review di kolom komentar di salah satu postingan, tetapi ada peluang lain mereka membuat postingan di media sosial atau akun lain.
Pelanggan atau followers media sosialmu bisa saja memuji atau merasa kecewa dalam postingan media sosial mereka tanpa mention akunmu. Social listening sebagai salah satu contoh dan strategi inbound marketing membantu kamu dan tim mendapatkan informasi terbaru mengenai pengalaman mereka. Hasil dari social listening dapat kamu gunakan untuk melakukan perbaikan di internal bisnis.
7. Chatbot dan Live Chat
Dua cara ini adalah strategi inbound marketing untuk membantu akuisisi dan retensi pelanggan. Chatbot dapat melakukan support kepada pelangganmu di luar jam kerja. Kekurangan chatbot adalah tidak bisa mengatasi kendala yang sangat spesifik, chatbot hanya menjawab pertanyaan umum, seperti:
- Harga dan diskon: “Berapa harga [produk/layanan]?”
- Informasi pemesanan dan pengiriman: “Bagaimana cara melacak pesanan saya?”
- Bantuan saat kendala login: “Lupa password, bagaimana cara mengatasinya?”
- Dukungan teknis: “Bagaimana cara memecahkan masalah [masalah umum]?”
- Pemesanan dan reservasi: “Apakah ada slot yang tersedia untuk [tanggal tertentu]?”
Berbeda dengan chatbot, live chat menawarkan komunikasi real-time antara pelanggan dan tim support. Live chat sangat bagus untuk mengatasi masalah kompleks sekaligus menawarkan interaksi yang dipersonalisasi dan empati.
Perbedaan Inbound Marketing dan Outbound Marketing
Perbedaan inbound marketing dan outbound marketing dari segi pemasaran, target audiens, konten, interaksi, biaya, dan kredibilitas:
1. Pemasaran
- Inbound: menarik pelanggan potensial melalui konten, SEO, media sosial, dll.
- Outbound: mendorong pesan pemasaran ke khalayak luas melalui cara iklan tradisional seperti iklan TV, cold call, dll.
2. Target Audiens
- Inbound: menarik audiens tertentu yang aktif mencari informasi atau solusi terkait produk atau jasa.
- Outbound: menargetkan khalayak luas tanpa segmentasi khusus untuk menarik perhatian tanpa memperhatikan minat atau kebutuhan audiens.
3. Tipe Konten
- Inbound: menyediakan konten yang informatif, seperti postingan blog, ebook, dan video, untuk mendidik dan melibatkan leads dalam konten.
- Outbound: biasanya menggunakan konten promosi seperti iklan atau email blast untuk mempromosikan produk atau jasa secara langsung.
4. Interaksi
- Inbound: komunikasi dan keterlibatan dua arah, memungkinkan prospek untuk memulai kontak dan berinteraksi dengan brand.
- Outbound: mengandalkan komunikasi satu arah di mana brand memulai kontak dengan leads, sering kali mengganggu aktivitas mereka.
5. Biaya
- Inbound: lebih hemat biaya dalam jangka panjang karena fokus pada pembuatan konten yang selalu menarik leads dari waktu ke waktu.
- Outbound: lebih mahal karena biaya yang terkait dengan iklan berbayar, cold call, dan lain-lain.
6. Kepercayaan dan Kredibilitas
- Inbound: membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan memberikan informasi berharga dan mengatasi kebutuhan target audiens.
- Outbound: bisa saja menghadapi skeptisisme atau penolakan dari leads karena sifat outbound yang mengganggu.
Kesimpulan
Inbound marketing sangat efektif untuk dapat menjangkau audiensmu di mana saja di seluruh dunia selama mereka menggunakan internet. Outbound marketing akan lebih efektif jika kamu gunakan pada bisnis yang menargetkan warga lokal yang dapat melihat informasi atau promo mengenai bisnis kamu melalui brosur katalog dan reklame.
Strategi marketing yang berhasil menjadi keinginan setiap bisnis. Campaign kamu di tanggal cantik bulan lalu berhasil, mungkin di bulan ini tidak berhasil. Usahakan untuk selalu menganalisis data audiens dan market yang selalu berubah. Apapun strategi marketing yang kamu gunakan, kamu harus selalu mengukur, mengoptimasi, dan konsisten untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Referensi:
- https://www.outbrain.com/blog/inbound-vs-outbound-marketing
- https://www.sapbwconsulting.com/blog/inbound-marketing/attract-convert-close-delight-inbound-marketing-strategy
- https://mailchimp.com/resources/inbound-marketing/
- https://growthrocks.com/blog/inbound-marketing-strategies/
- https://talentport.com/blog/inbound-marketing




