Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Dropship Adalah: Definisi, Cara Kerja, serta Keunggulannya!

Retna Kumalasari by Retna Kumalasari
23 June 2025
in E-Commerce
Reading Time: 7 mins read
0
Dropship menjadi pilihan bisnis yang mudah, sehingga banyak digemari oleh para pelaku bisnis.
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kamu memiliki ketertarikan dalam berbisnis, tapi terkendala dengan waktu dan juga modal? Jika iya, dropship adalah jawaban yang pas untuk dipilih!

Ya, dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, semakin banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuka sebuah bisnis termasuk sistem dropship ini.

Dropship dianggap sebagai alternatif cara untuk menjalankan bisnis dengan mudah dan murah. Lantas, apa itu dropship dan bagaimana cara menjadi seorang dropshipper? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di sini!

Table of Contents

Toggle
  • Pengertian Dropship
  • Perbedaan Reseller dengan Dropship
  • Cara Kerja Dropship
  • Keuntungan Bisnis Dropship
    • Mudah untuk Memulai
    • Tidak Membutuhkan Modal Besar
    • Packing dan Pengiriman Barang oleh Supplier
    • Produk yang Dijual Tidak Terbatas
    • Dapat Dilakukan di Mana Saja
    • Bos di Bisnis Sendiri
  • Kekurangan Bisnis Dropship
    • Proses Pengiriman Rumit
    • Branding Terbatas
    • Potensi Margin Keuntungan yang Rendah
  • Cara Menjadi Dropship
  • Penutup

Pengertian Dropship

Istilah dropship merupakan salah satu cara yang cukup populer untuk menjual dan memasarkan produk, tanpa modal besar.

Jika melihat definisi dari eCommerceFuel, dropship adalah suatu bentuk bisnis yang memungkinkan seorang penjual untuk membeli produk secara satuan dari toko grosir, kemudian mengirimkannya secara langsung kepada pelanggan.

Sementara itu dilansir dari Shopify, dropship atau dropshipping merupakan suatu metode dalam pemenuhan pesanan pada bisnis yang tidak membutuhkan ruang untuk menyimpan stok produk yang dijual.

Forbes juga menjelaskan istilah dropshipping adalah model bisnis pemenuhan pesanan yang tidak menyimpan produk-produknya sendiri.

Dropshipper biasanya hanya akan menerima pesanan dari produk yang terdaftar di etalase toko, kemudian diteruskan kepada pemasok atau supplier agar dapat segera dikirimkan kepada pelanggan.

Perbedaan Reseller dengan Dropship

Melihat pengertian dari dropship sendiri, tentu banyak orang yang masih menyamakannya dengan istilah reseller. Padahal dropshipper dan reseller merupakan dua hal yang berbeda.

Berikut adalah beberapa perbedaan reseller dan dropship yang mesti kamu ketahui, antara lain:

Modal

Perbedaan pertama antara dropship dengan reseller adalah penggunaan modal. Seperti yang kita tahu, menjadi seorang dropshipper tidak membutuhkan modal yang besar untuk memasok barang dari supplier atau produsen.

Sementara itu, menjadi seorang reseller membutuhkan modal sesuai kebutuhan untuk membeli produk yang kamu pasarkan dari para supplier atau pemasok.

Stok Barang

Seorang dropshipper juga tidak perlu melakukan penyetokan barang. Berbeda dengan reseller yang mesti menyetok barang sebelum dijual kembali kepada pelanggan.

Seorang dropshipper hanya perlu memasarkan dan mempromosikan produk kepada pelanggan, sedangkan seluruh proses pengemasan dan pengiriman barang akan dilakukan oleh produsen atau supplier.

Keuntungan

Jika melihat dari segi keuntungan, menjadi seorang reseller dapat memberi keuntungan yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan dropship. Sebab, seorang reseller bisa mendapatkan harga khusus dari produk yang dibeli dari distributor.

Sementara dropshipper, hanya bisa mendapatkan keuntungan beberapa persen saja dari setiap produk yang berhasil dijual. Tentunya, semakin banyak produk terjual, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

Strategi Pemasaran

Menjadi seorang dropshipper dan reseller juga mempunyai strategi pemasaran yang berbeda. Dropshipper biasanya akan memasarkan produknya secara online menggunakan media sosial seperti Facebook, Tiktok, Instagram, dan lain sebagainya.

Reseller memerlukan strategi pemasaran yang cenderung lebih kompleks, mulai dari berjualan secara online hingga direct selling untuk meningkatkan potensi penjualan produk-produknya.

Risiko

Perbedaan yang terakhir adalah risiko karena keduanya menggunakan modal yang berbeda, alhasil risiko yang akan dihadapi juga pasti berbeda.

Umumnya sistem dropship mempunyai risiko yang minim karena tidak membutuhkan modal yang banyak. Sedangkan, sistem reseller memiliki risiko yang jauh lebih tinggi karena mereka perlu melakukan stok barang yang tentunya ini membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Jika barang yang disimpan tidak laku, reseller berpotensi menanggung kerugian dari produk yang tidak terjual ini.

Bisnis dropship bisa kamu jalankan di mana pun kamu mau.

Cara Kerja Dropship

Secara umum, ada beberapa pihak yang turut berkaitan dengan cara kerja dropship ini, yakni dropshipper, pelanggan, dan produsen atau supplier. Adapun urutan yang tepat dalam sistem dropship adalah sebagai berikut:

  • Dropshipper menentukan produk yang akan dijual.
  • Pemasok atau supplier membuat sebuah produk.
  • Dropshipper membuat perjanjian dengan supplier.
  • Supplier kamu akan mempersiapkan dan menyimpan stok produk yang kamu pasarkan.
  • Dropshipper membuat toko online miliknya sendiri.
  • Toko online kamu mendapatkan pesanan dari pelanggan.
  • Dropshipper memproses pembayaran.
  • Dropshipper akan meneruskan pesanan tersebut ke layanan dropshipping.
  • Layanan dropship mempersiapkan pesanan, kemudian mengemas serta mengirimkannya kepada pelanggan.
  • Produk diterima oleh pelanggan.

Keuntungan Bisnis Dropship

Setelah kamu memahami cara kerja dropship, kamu perlu mengetahui pula keuntungan serta kerugian dari sistem dropship ini. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dropship dibandingkan sistem bisnis lain yang bisa kamu dapatkan, antara lain:

  1. Mudah untuk Memulai

Untuk membangun bisnis dropship tentu bukanlah hal yang sulit. Setelah kamu menentukan jenis produk apa yang ingin kamu jual, selanjutnya kamu bisa membuat toko dropshipping secara offline atau online.

Kamu bisa membuka toko online di berbagai platform untuk meningkatkan potensi penjualan, seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, dan lain sebagainya.

Menjadi seorang dropshipper juga tidak perlu menyetok produk yang akan kamu jual, sehingga kamu tidak memerlukan ruang untuk menyimpan produk-produk tersebut.

  1. Tidak Membutuhkan Modal Besar

Keuntungan lain dari menjadi dropshipper adalah tidak membutuhkan dana yang besar untuk memulai bisnis tersebut. Pasalnya, kamu tidak perlu menyewa gudang atau toko untuk menyimpan stok produk yang kamu jual. Bahkan, untuk membuat toko online pun kamu bisa melakukannya secara gratis.

  1. Packing dan Pengiriman Barang oleh Supplier

Selain itu, membuka bisnis dropshipping tidak perlu mengkhawatirkan proses penyimpanan, pengepakan, dan pengiriman barang pesanan pelanggan.

Pihak pemasok yang nantinya akan memproses seluruh pesanan pelanggan kamu, sampai dengan mengirimkan pesanan tersebut ke alamat pelanggan.

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti retur barang, kamu juga tidak perlu turun tangan untuk memprosesnya.

  1. Produk yang Dijual Tidak Terbatas

Pada bisnis dropship, kamu bisa menawarkan berbagai macam pilihan produk kepada pelanggan. Hal ini dapat dilakukan sebab menjadi seorang dropshipper tidak akan dibatasi untuk menjual apapun yang bisa dijual.

  1. Dapat Dilakukan di Mana Saja

Keuntungan selanjutnya yang akan kamu dapatkan adalah bisa menjalankan bisnis di mana saja yang kamu inginkan.

Lokasi tempat tinggalmu tidak akan membatasi seluruh proses penjualan kamu, selama pertimbangan ongkos kirim yang ditentukan sepadan. Kamu juga bisa menjalankan bisnis ini di mana pun asal tersedia jaringan internet.

  1. Bos di Bisnis Sendiri

Terakhir, menjalankan bisnis dropshipping ternyata bisa memberi kita kebebasan dalam mengelola bisnis tersebut.

Bukan hanya karena kamu bisa menjalankan bisnisnya di mana saja, tapi kamu juga bisa menentukan strategi bisnis seperti apa yang akan kamu gunakan.

Dengan begitu, kamu dapat memegang kendali penuh atas bisnis yang kamu jalankan ini.

Kekurangan Bisnis Dropship

Setelah kamu mengetahui kelebihan dari bisnis dropship ini, tentu kamu juga perlu memahami apa saja kekurangan yang akan dihadapi dari bisnis tersebut. Berikut adalah beberapa kekurangan yang bisa dijadikan pertimbangan, yakni:

  • Proses Pengiriman Rumit

Salah satu kendala yang bisa kamu temui saat membangun bisnis dropship adalah kesulitan dalam proses pengiriman ketika kamu memiliki lebih banyak supplier.

Dengan beban biaya pengiriman dari berbagai supplier tidak bisa diperhitungkan dengan baik, ini dapat mengurangi daya tarik pelanggan saat ingin membeli produk-produkmu.

Ketika pelanggan menginginkan beberapa item barang yang berbeda dalam satu pesanan atau pengiriman. Untuk meminimalkan hal ini, kamu bisa memulai bisnis dengan satu pemasok saja.

  • Branding Terbatas

Membangun bisnis dropshipping tidak selalu bisa mengaturnya secara leluasa. Sebagian supplier menerapkan aturan-aturan tertentu yang tidak bisa diubah, seperti ukuran kemasan, branding yang diinginkan, atau instruksi-instruksi yang disematkan di dalam produk.

Hal ini bisa menghambat kreativitas dan kebebasan kamu saat menjalankan bisnis sebagai seorang dropshipper.

  • Potensi Margin Keuntungan yang Rendah

Kekurangan lainnya dari bisnis dropship adalah potensi margin keuntungan yang bisa didapatkan akan rendah karena banyaknya orang yang menjalankan bisnis serupa. Alhasil, kamu akan menemukan kompetitor bisnis lebih banyak.

Apabila kamu tidak bisa menjaga kualitas dan stabilitas harga di pasaran, akan banyak bisnis serupa lain yang akan mengungguli bisnis kamu.

Cara Menjadi Dropship

Lalu, bagaimana cara jadi dropship (Shopee, Lazada, Tokopedia)? Berikut adalah beberapa cara menjadi dropshipper yang bisa kamu lakukan.

  1. Riset Supplier

Cara yang pertama adalah melakukan riset supplier. Tahap ini sangat penting untuk menentukan produk apa yang laris di pasaran dan masih memberi peluang untuk kamu mendapatkan keuntungan.

  1. Tentukan Produk dan Niche

Tahap selanjutnya adalah menentukan produk dan niche. Pastikan kamu memilih supplier dengan memiliki niche yang jelas, misalnya produk kecantikan, produk makanan, dan lainnya.

  1. Daftar menjadi Dropshipper

Kemudian, kamu bisa mendaftarkan diri sebagai dropshipper pada para pemasok yang telah kamu pilih. Pastikan kamu memahami kerja sama baik secara teknis dan non teknis yang ditawarkan oleh supplier.

  1. Bangun Brand di Toko Online

Kamu juga bisa segera membuka toko online, seperti Lazada, Shopee, atau Tokopedia, untuk meningkatkan jangkauan produk kepada calon konsumen. Manfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh e-commerce tersebut untuk meningkatkan potensi keuntungan.

  1. Siapkan Media Promosi Visual

Agar calon konsumen makin menyukai produk yang kamu tawarkan, kamu bisa membuat elemen visual yang menarik sebagai media promosi bisnis.

  1. Analisis Pasar

Setelah mempersiapkan elemen promosi, kamu harus melakukan analisis pasar secara berkala. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kompetitor mana saja yang menawarkan produk serupa dan bagaimana cara mereka memasarkannya.

  1. Optimalkan Pemasaran di Media Sosial

Cara lain yang dapat membantu perkembangan bisnis dropship ini adalah dengan mengoptimalkan pemasaran pada media sosial. Kamu bisa memanfaatkan seluruh fitur yang disediakan pada media sosial, seperti fitur stories pada Facebook, Instagram, dan lain-lain.

  1. Gunakan Strategi Promosi

Jangan lupa untuk terus meningkatkan promosi dengan strategi yang tepat. Penggunaan strategi dan media promosi yang pas dapat meningkatkan awareness calon konsumen.

Di samping itu, strategi promosi juga bisa mendorong peningkatan pada proses penjualan produk.

Penutup

Dengan penjelasan lengkap tentang dropship di atas, apakah kini kamu sudah memahami istilah dropship, keunggulan, dan kerugiannya?

Dropship merupakan salah satu jenis bisnis yang bisa kamu bangun dengan modal minim dan cara yang mudah. Sementara itu, dropshipper adalah pihak yang menjalankan sistem bisnis dropship.

Bisnis ini bisa menjadi alternatif yang tepat untuk memulai suatu bisnis dengan mudah, lho! Tertarik membukanya?

 

Referensi:

  • https://www.shopify.com/id/blog/what-is-dropshipping
  • https://www.ecommercefuel.com/what-is-drop-shipping/
  • https://www.forbes.com/advisor/business/what-is-dropshipping-everything-you-need-to-know/
  • https://dailysocial.id/post/pengertian-dropship-dan-perbedaannya-dengan-reseller
  • https://mekari.com/blog/penjelasan-tentang-dropshipping/
  • https://www.gramedia.com/best-seller/cara-menjadi-dropshipper-sukses/
ShareTweetPin
Retna Kumalasari

Retna Kumalasari

Retna Kumalasari memiliki ketertarikan untuk menulis artikel sejak lama. Retna pun memutuskan untuk mendalami bidang penulisan sejak awal tahun 2022. Topik artikel yang ditulis tidak hanya seputar wirausaha, bisnis, dan keuangan. Namun, ada beberapa topik lainnya, seperti olahraga, kesehatan, game, anime, dan teknologi.

Related Posts

Keberadaan marketplace akan sangat memudahkan para pelaku usaha untuk menjajakan barang atau jasa mereka.
E-Commerce

Marketplace Adalah: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

29 May 2026

Perkembangan teknologi yang semakin maju tentunya turut memengaruhi cara seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk...

Apa itu e commerce?
E-Commerce

e Commerce adalah: Arti, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

29 May 2026

Apa kamu termasuk orang yang suka berbelanja secara online? Pasti, iya, bukan? Saat ini,...

Toko online adalah sarana yang mempermudah proses jual beli di era digital.
E-Commerce

Toko Online adalah: Pengertian dan Keuntungannya

25 May 2026

Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, toko online adalah sarana yang dinilai sangat efektif. Dengan kemudahan...

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya
E-Commerce

Reseller Adalah Bisnis Menguntungkan! Begini Sistem Kerjanya

25 May 2026

Reseller kerap menjadi model bisnis yang dipilih oleh pemula karena cukup mudah dijalankan dan...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka