Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Copywriting Untuk Pemula: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Gilang Oktaviana by Gilang Oktaviana
25 June 2025
in Content Marketing, Search Engine Optimisation
Reading Time: 8 mins read
0
Apa itu copywriting?
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kamu yang sedang belajar digital marketing, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah copywriting. Teknik pemasaran yang satu ini sering digunakan oleh perusahaan atau brand untuk mempromosikan produk kepada konsumen.

Dengan menggunakan copywriting, perusahaan atau brand dapat membujuk konsumen untuk melakukan suatu tindakan tertentu yang diharapkan oleh perusahaan atau brand tersebut. Penasaran bagaimana cara membuat copywriting yang menarik? Yuk simak penjelasannya!

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu Copywriting?
  • Perbedaan Copywriting dan Content Writing
    • Definisi
    • Media
    • Tujuan
  • Jenis-jenis Copywriting
    • Marketing Copywriting
    • Direct Response Copywriting
    • Brand Copywriting
    • SEO Copywriting
    • Technical Copywriting
    • Social Media Copywriting
  • Framework Copywriting
    • Attention, Interest, Desire, Action (AIDA)
    • Problem, Agitate, Solution (PAS)
    • Awareness, Comprehension, Conviction, Action (ACCA)
    • Clear, Concise, Compelling, Credible (4C)
    • Problem, Promise, Proof, Proposal (PPPP)
  • Cara Membuat Copywriting yang Menarik
    • Pelajari Produk Atau Layanan Yang Akan Ditawarkan
    • Pahami Kebutuhan Konsumen
    • Membuat Headline yang Memikat
    • Buat Kalimat Pembuka yang Menarik
    • Tulis Isi (Copy) yang Berkualitas
    • Akhiri Dengan Ajakan
  • Contoh Copywriting
    • Direct Response Copywriting
    • Media Sosial Copywriting
    • Marketing Copywriting
    • Brand Copywriting
    • Technical Copywriting
  • Kesimpulan

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah salah satu cara mempromosikan produk menggunakan tulisan yang persuasif. Copywriting dapat diterapkan dalam berbagai media seperti iklan TV, billboard, media sosial, radio, hingga website.

Perusahaan atau brand yang dapat menggunakan copywriting secara optimal akan memperoleh beberapa manfaat, diantaranya:

  1. Membuat konsumen membeli suatu produk atau layanan
  2. Meraih dan meningkatkan kepercayaan konsumen
  3. Meningkatkan reputasi
  4. Meningkatkan profit
  5. Membuat konsumen selalu mengingat produk atau layanan yang ditawarkan

Perbedaan Copywriting dan Content Writing

Selain copywriting, dalam digital marketing ada juga istilah content writing. Sekilas keduanya terlihat sama, namun sebenarnya ada beberapa perbedaan yang cukup menonjol dalam definisi, dan tujuannya.

Definisi

Copywriting merupakan sebuah tulisan persuasif yang dibuat untuk memperkenalkan dan mempromosikan suatu produk atau jasa kepada konsumen. Di dalamnya terdapat informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pembaca.

Sementara itu, content writing adalah sebuah tulisan yang dapat mengedukasi, membangun minat, dan menumbuhkan kepercayaan serta loyalitas konsumen.

Media

Perbedaan copywriting dan content writing yang kedua terletak pada media yang digunakan. Content writing biasanya menggunakan media seperti website atau blog untuk menyampaikan informasi. Sedangkan copywriting menggunakan billboard, iklan media sosial, poster, hingga website banner. 

Tujuan

Perbedaan antara content writing dan copywriting yang terakhir adalah tujuannya. Tujuan copywriting dalam marketing adalah untuk mengajak konsumen melakukan suatu tindakan dengan menggunakan tulisan yang persuasif.

Sementara itu content writing mempunyai tujuan menghibur dan mengedukasi konsumen sehingga mereka mendapatkan informasi yang lengkap tentang suatu produk atau layanan.

Jenis-jenis Copywriting

Berdasarkan tujuan dan media yang digunakan, copywriting dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis copywriting tersebut adalah:

Marketing Copywriting

Marketing copywriting merupakan copywriting yang dibuat untuk mengedukasi konsumen tentang produk atau layanan tertentu sehingga mereka merasa yakin untuk menggunakannya. Jenis copywriting ini biasa digunakan dalam video Youtube, iklan TV, iklan radio, online display ads, email, hingga homepage website. 

Direct Response Copywriting

Direct response copywriting dibuat untuk memperoleh tanggapan langsung dari pelanggan melalui push notification maupun pop up. Media yang sering digunakan untuk menyampaikan direct response copywriting adalah homepage dan landing page. 

Brand Copywriting

Brand copywriting merupakan jenis copywriting yang bertujuan untuk menampilkan identitas suatu perusahaan atau brand agar mudah diingat oleh konsumen. Ciri utama jenis copywriting ini adalah singkat, unik, dan catchy. 

SEO Copywriting

SEO copywriting adalah jenis copywriting yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen tentang suatu produk atau layanan melalui mesin pencari seperti Google. Biasanya SEO copywriting ditulis menggunakan kaidah SEO yang sesuai dengan algoritma mesin pencari.

Technical Copywriting

Jenis copywriting yang selanjutnya sering digunakan untuk membantu konsumen memahami cara kerja suatu produk atau layanan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan teknologi.

Social Media Copywriting

Social media copywriting sering ditemukan dalam media sosial seperti Instagram, Facebook, X, atau Tiktok. Perusahaan atau brand menggunakan copywriting ini untuk mendapatkan pengikut dan berinteraksi langsung dengan konsumen.

Framework Copywriting

Framework copywriting

Dalam teknik penulisan copywriting dikenal istilah “framework copywriting”. Istilah ini merujuk pada formula atau struktur tulisan yang dapat membantu meningkatkan efektivitas suatu produk copywriting.

Ada beberapa framework copywriting yang populer dan sering digunakan oleh banyak perusahaan maupun brand, diantaranya:

Attention, Interest, Desire, Action (AIDA)

AIDA adalah framework copywriting yang paling populer dan sering digunakan oleh copywriter pemula maupun yang sudah berpengalaman. Alasannya karena framework ini dapat digunakan ke dalam berbagai media.

Poin utama dalam framework AIDA adalah:

  1. Merebut perhatian pembaca dengan kalimat yang mencolok (Attention),
  2. Kemudian membangkitkan minat mereka terhadap produk atau layanan yang ditawarkan (Interest)
  3. Setelah pembaca merasa berminat, ciptakan keinginan yang kuat dalam diri pembaca (Desire)
  4. Terakhir, ajak mereka melakukan suatu tindakan (Action)

Problem, Agitate, Solution (PAS)

PAS adalah framework copywriting yang membuat pembaca sadar bahwa mereka memiliki masalah yang gawat. Setelah itu, pembaca akan diarahkan untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Kemudian diakhiri dengan menawarkan solusi yang tepat untuk masalahnya.

Perlu diingat, poin utama dalam framework PAS adalah masalah yang relate dengan pembaca. Oleh karena itu, usahakan tidak membuat cerita bohong atau mengada-ngada.

Prinsip utama dalam framework copywriting ini adalah:

  1. Menyebutkan masalah yang benar-benar dialami oleh pembaca (problem)
  2. Buat seolah-olah masalah tersebut adalah masalah yang genting (agitate)
  3. Tawarkan solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut (solution)

Awareness, Comprehension, Conviction, Action (ACCA)

ACCA adalah framework yang fokus memberikan informasi tentang masalah yang dialami oleh pembaca sehingga mereka sadar dan memahaminya. Setelah itu dilanjutkan dengan meyakinkan pembaca untuk mengatasi masalah tersebut menggunakan sebuah tindakan yang nyata.

Kalau dirunut, urutannya akan jadi seperti ini:

  1. Pertama membuat pembaca sadar tentang masalah yang mereka alami (awareness)
  2. Setelah itu, bantu mereka untuk memahami masalah tersebut (comprehension)
  3. Kemudian yakinkan pembaca bahwa masalah tersebut bisa diatasi (conviction)
  4. Ajak mereka melakukan tindakan yang dapat menjadi solusi (action)

Clear, Concise, Compelling, Credible (4C)

Framework yang ketiga ini lebih fokus pada memberikan panduan kepada copywriter untuk membuat tulisan yang berpegang pada empat fondasi, yaitu clear (jelas), concise (ringkas), compelling (menarik), dan credible (kredibel).

Maka dari itu, framework ini sangat cocok untuk membuat tulisan yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele, mengundang rasa penasaran, dan bisa dipercaya oleh pembaca.

Problem, Promise, Proof, Proposal (PPPP)

PPPP adalah framework yang sangat cocok untuk menyampaikan cerita yang dapat menghilangkan keraguan pembaca. Karena itu, biasanya framework ini berisi bukti yang solid berupa data, angka, atau testimoni.

Inti dari framework PPPP adalah:

  1. Membuat pembaca menyadari masalah yang dialaminya (problem)
  2. Tawarkan cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan (promise)
  3. Berikan bukti pendukung yang kuat (proof)
  4. Berikan tawaran yang menarik seperti diskon atau promo khusus (proposal)

Cara Membuat Copywriting yang Menarik

Setiap copywriter boleh menggunakan framework copywriting yang berbeda saat membuat copywriting, namun prosedur pembuatan yang digunakan tetap sama. Berikut langkah-langkah untuk membuat copywriting menarik yang bisa kamu jadikan panduan:

Pelajari Produk Atau Layanan Yang Akan Ditawarkan

Pertama, pelajari dulu produk atau layanan yang akan kamu tawarkan kepada konsumen. Cari tahu dan pahami keunikan, fitur, dan manfaat produk atau layanan tersebut bagi konsumen.

Tanpa pemahaman yang baik, kamu tidak dapat membuat copywriting yang menarik dan mudah dipahami oleh konsumen.

Pahami Kebutuhan Konsumen

Setelah mempelajari produk atau layanan yang akan ditawarkan, langkah selanjutnya adalah memahami kebutuhan konsumen. Tujuannya agar kamu dapat menjelaskan manfaat dari produk atau layanan tersebut pada konsumen dengan tulisan yang mudah dipahami.

Untuk mengetahui kebutuhan konsumen, kamu bisa mencari tahu jawaban dari tiga pertanyaan berikut ini:

  1. Apa yang membuat konsumen tertarik pada produk atau layananmu?
  2. Apakah mereka pernah menggunakan produk atau layanan lain yang serupa?
  3. Jika pernah, bagaimana pengalaman yang dirasakan oleh mereka saat menggunakan produk atau layanan tersebut?

Membuat Headline yang Memikat

Langkah yang selanjutnya adalah membuat headline yang memikat. Pasalnya, persaingan untuk mendapatkan konsumen dalam copywriting sudah dimulai sejak dari judul atau headline. 

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan saat membuat headline, diantaranya:

  1. Menjelaskan manfaat yang ditawarkan misalnya “5 Trik Mengatasi Insomnia”
  2. Buat agar pembaca ingin melakukan tindakan secepat mungkin. Misalnya “Promo Terbatas! Dapatkan Voucher Gratis Makanan Kucing Seumur Hidup Bagi 3 Orang Pelanggan yang Beruntung”
  3. Tambahkan Persentase dalam judul seperti “Rahasia Meningkatkan Penjualan 50% dalam Satu Minggu”

Buat Kalimat Pembuka yang Menarik

Setelah menarik minat pembaca melalui headline, gunakan kalimat pembuka yang menarik agar mereka mau membaca tulisanmu sampai tuntas. Bagaimana cara membuat kalimat pendukung yang menarik? Ada beberapa opsi, yaitu:

  1. Menunjukkan empati seperti “Pernahkah kamu mengalami sakitnya ditinggal pergi kucing kesayangan?”
  2. Sampaikan fakta. Contohnya “Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Pemilik Kucing Jantan Indonesia…”
  3. Bangkitkan rasa penasaran pembaca. Misalnya “Jumlah bakteri dalam satu buah tuts keyboard lebih banyak dari jumlah kucing di bumi.”

Tulis Isi (Copy) yang Berkualitas

Dalam copywriting, isi adalah bagian utama yang berisi informasi penting. Karena itu, usahakan buat isi yang berkualitas. Tips yang bisa kamu gunakan saat menulis isi (copy) diantaranya adalah:

  1. Gunakan diksi yang mudah dipahami
  2. Buat isi untuk satu orang saja agar lebih personal
  3. Berikan penjelasan tentang manfaat yang akan didapatkan oleh pembaca
  4. Gunakan subheading

Akhiri Dengan Ajakan

Bagian terakhir yang tidak kalah penting dalam copywriting adalah ajakan untuk melakukan suatu tindakan seperti membeli, melakukan pendaftaran, menjadi pelanggan, atau yang lainnya. Ajakan ini dikenal dengan istilah Call to Action (CTA). 

Contoh Copywriting

Setelah mengetahui jenis-jenis, framework, dan cara membuat copywriting, kamu perlu melihat contoh copywriting yang dibuat oleh copywriter berpengalaman. Berikut beberapa contoh copywriting menarik yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi:

Direct Response Copywriting

Pop Up promo Flash Sale 2.2 dari Blibli di atas merupakan contoh dari direct response copywriting. Pop up ini bisa kamu lihat ketika membuka website maupun aplikasi Blibli di ponsel.

Melalui pop up tersebut, Blibli mengajak penggunanya untuk melihat berbagai promo menarik yang bisa mereka dapatkan.

Media Sosial Copywriting

Postingan Instagram Shopee Indonesia di atas adalah salah satu contoh copywriting menarik yang bisa kamu turuti. Dalam postingan tersebut, Shopee mengajak penggunanya untuk berbelanja dengan promo yang menarik setelah menerima gaji bulanan.

Bisa dilihat, Shopee hanya menggunakan delapan kata dengan format percakapan di aplikasi pesan instan untuk menarik minat pembaca.

Marketing Copywriting

Web Banner Tokopedia Affiliate dari Tokopedia pada gambar di atas adalah contoh marketing copywriting yang menarik. Dengan satu gambar yang berisi sedikit tulisan, Tokopedia dapat memberi tahu bahwa pelanggan akan mendapatkan keuntungan sampai Rp500 ribu jika menjadi affiliator.

Brand Copywriting

Gambar di atas diambil dari akun Instagram resmi Brodo Indonesia. Melalui postingan tersebut, Brodo mengenalkan salah satu produk sepatu mereka yang bernama Comforto Boots gambar yang simple. 

Selain itu, Brodo juga menggunakan caption yang memberikan kesan bahwa pengguna sepatu Comforto Boots adalah seorang yang memiliki keinginan untuk maju dan membawa perubahan.

Technical Copywriting

Dalam gambar di atas, Warung Pintar menjelaskan berbagai fitur dalam aplikasi Warung Pintar yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya. Fungsi setiap fitur dijelaskan secara singkat dan jelas.

Kesimpulan

Copywriting adalah sebuah tulisan yang mampu memengaruhi konsumen untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, peran copywriting dalam digital marketing tidak bisa dianggap sepele.

Jika dibuat secara optimal, copywriting dapat mendatangkan banyak manfaat kepada perusahaan. Mulai dari meningkatkan reputasi dan profit, mendapatkan kepercayaan konsumen, hingga membuat konsumen selalu ingat produk atau layanan yang ditawarkan.

 

 

Referensi:

  • https://blog.skillacademy.com/belajar-copywriting
  • https://digitalskola.com/blog/digital-marketing/contoh-copywriting
  • https://markey.id/blog/marketing/seo/contoh-copywriting-2
ShareTweetPin
Gilang Oktaviana

Gilang Oktaviana

Penulis Konten SEO freelance sejak tahun 2021. Berpengalaman menulis dalam berbagai topik sesuai kebutuhan. Lebih tertarik di bidang digital marketing dan bisnis.

Related Posts

Pengertian Schema Mark Up
Search Engine Optimisation

Schema Mark Up Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1 June 2026

Schema Mark Up adalah satu dari banyaknya cara yang ada untuk mengoptimasi SEO (Search...

Impression menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan strategi pemasaran
Content Marketing

Impression: Definisi, Jenis, serta Perbedaannya dengan Reach

1 June 2026

Impression merupakan salah satu istilah yang umum ditemukan pada dunia digital marketing. Istilah ini...

Pengertian robots.txt
Search Engine Optimisation

Robots.txt Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

1 June 2026

Robots.txt adalah bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika mengoptimasi website, sebab robots.txt akan...

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!
Search Engine Optimisation

URL Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

29 May 2026

Apakah kamu pernah mendengar istilah URL? Bagi para pengguna internet tentu tidak asing saat...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka