Jika kamu ingin mempromosikan produk melalui email, kamu harus mempelajari contoh email penawaran produk yang menarik. Saat ini banyak perusahaan yang memanfaatkan email marketing untuk bisnisnya, jadi kamu tidak akan kesulitan mencari contoh email penawarannya.
Dari satu email penawaran produk kamu bisa melihat bagaimana perusahaan lain “menggoda” pelanggan melalui kata-kata singkat. Selain itu, kamu akan melihat apa kekurangan yang ada pada email penawaran tersebut.
Nah, dalam artikel ini kamu akan melihat beberapa contoh email marketing penawaran produk dan mempelajari cara membuatnya.
Pengertian Email Penawaran Produk
Sebelum masuk ke pembahasan utama, kamu harus mengenal apa yang dimaksud dengan email penawaran produk terlebih dulu.
Email penawaran produk adalah email yang dikirimkan kepada pelanggan atau perusahaan lain dengan tujuan mempromosikan suatu produk. Penerima email ini biasanya dianggap sebagai pihak yang tertarik pada produk yang ditawarkan.
Melalui email penawaran ini, diharapkan akan terjadi kesepakatan atau kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemilik produk memperoleh keuntungan dari produk yang dijual dan pembeli mendapatkan keuntungan dengan menggunakan produknya.
Cara Menawarkan Produk Lewat Email
Penawaran produk lewat email cukup menantang karena kamu harus bisa menarik perhatian pelanggan dengan cepat. Jika tidak, email yang kamu kirim mungkin tidak akan dibaca sama sekali. Nah, berikut ini ada beberapa tips cara menawarkan produk lewat email:
Buat Email yang Sederhana dan Singkat
Ingat baik-baik, tujuan utama kamu menulis email penawaran produk adalah mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian. Maka, buatlah tulisan yang fokus pada produk, sederhana dan singkat.
Penawaran produk melalui email tidak memerlukan terlalu banyak informasi, jadi kamu tidak butuh paragraf yang terlalu panjang. Kemudian, hindari menawarkan lebih dari tiga produk dalam satu email karena akan membuat pelanggan kebingungan.
Ciptakan rasa urgensi
Saat menawarkan produk melalui email, kamu tidak bisa memaksa pelanggan melakukan pembelian. Akan tetapi, kamu masih bisa menciptakan rasa urgensi agar pelanggan tidak menunda pembelian lebih lama lagi.
Untuk menciptakan rasa urgensi, coba gunakan kata-kata yang menunjukkan adanya keterbatasan waktu seperti “penawaran berakhir dalam 3 hari”, “hanya berlaku hari ini”, “stok terbatas”, dan yang lainnya.
Segmentasikan Penjualan
Menjual pada banyak orang memang hal yang luar biasa, tapi percayalah, hal ini sulit dicapai dengan email penawaran produk. Maka dari itu, coba segmentasikan penjualanmu berdasarkan kategori tertentu seperti riwayat pembelian sebelumnya, demografi, atau yang lainnya.
Dengan cara ini, kamu bisa mengirimkan informasi yang relevan kepada pelanggan sehingga mereka merasa kamu mengetahui apa yang mereka butuhkan. Misalnya, anggaplah hari ini kamu berhasil menjual satu buah celana jeans. Nah, kamu bisa menawarkan kemeja atau sepatu yang matching dengan jeans tersebut pada pembelinya.
Tawarkan Promosi
Untuk mendorong orang melakukan pembelian, kamu harus menawarkan promosi yang menarik. Kadang-kadang, orang ingin membeli sesuatu, tapi tak punya alasan yang jelas untuk melakukan pembelian. Nah, promosi yang kamu tawarkan bisa jadi alasannya. Semakin menarik promosinya, semakin besar kemungkinan produkmu terjual.
Cara Membuat Email Penawaran Produk

Menurut Mailchimp, rata-rata tingkat keterbukaan email marketing di semua industri adalah 34,23%. Ini berarti sebagian besar email penawaran produk kurang bisa menarik perhatian pelanggan untuk membacanya, apalagi mendorong mereka melakukan pembelian.
Supaya email yang kamu buat tidak dibiarkan begitu saja, lakukan tips cara membuat email penawaran produk yang menarik dan efektif berikut ini:
Pahami Target Audiens
Pertama, pahami target audiens atau orang yang akan menerima email penawaran produk darimu. Cari tahu berbagai informasi penting tentang mereka seperti:
- Apakah mereka pernah membeli produkmu sebelumnya?
- Berapa usia mereka?
- Apa minat dan hobi mereka?
- Di mana mereka tinggal?
- Dan lain sebagainya
Jika kamu bisa memahami target audiens, kamu bisa membuat email yang sesuai dengan preferensi mereka.
Buat Subjek yang Menarik dan Powerful
Subjek email merupakan bagian yang pertama kali dilihat oleh pelanggan saat mereka menerima email penawaran darimu. Untuk itu, usahakan subjek email-mu menarik dan powerful. Bagaimana caranya?
- Gunakan kata-kata yang mengundang rasa ingin tahu pelanggan
- Sebutkan nama pelanggan di subjek email
- Sebutkan keresahan pelanggan
- Sebutkan apa yang menjadi keinginan pelanggan
Gunakan Kata Persuasif
Gunakan kata-kata persuasif dalam email untuk menjelaskan manfaat dan kelebihan produkmu. Usahakan kalimat yang kamu tulis harus singkat dan jelas agar tidak membingungkan. Selain itu, hindari menggunakan kata-kata yang terlalu formal atau terlalu teknis karena dapat membuat pelanggan kesulitan memahami produkmu.
Berikan Tawaran Menarik
Berikan tawaran yang menarik kepada pelanggan agar mereka mau melakukan transaksi. Misalnya, kamu bisa menawarkan diskon, paket bundling, gratis ongkir, atau voucher spesial. Biasanya tawaran ini yang meyakinkan pelanggan untuk membeli produkmu.
Gunakan Call to Action yang jelas
Gunakan call to action (CTA) yang jelas dalam email-mu agar pelanggan tahu apa yang harus mereka lakukan. Selain itu, pastikan CTA yang kamu tulis sesuai dengan tujuan penulisan email-nya. Contohnya, jika kamu ingin pelanggan melakukan pembelian, gunakan CTA “beli sekarang juga”.
Perhatikan Tampilan Email
Selain isi atau tulisan, tampilan juga jadi hal penting yang harus kamu perhatikan. Mengapa begitu? Karena tampilan yang baik bisa meningkatkan efektivitas email penawaran produk yang kamu kirim.
Jadi, pastikan tampilan email-mu responsif agar bisa dibuka di semua perangkat, mulai dari HP, tablet, sampai komputer. Kemudian, gunakan gambar dengan resolusi tinggi agar tidak mudah pecah atau rusak. Yang paling penting, tata letak email-nya harus mudah dipahami oleh pelanggan.
Lakukan A/B Testing
Lakukan A/B testing untuk mengetahui efektivitas email yang kamu kirimkan ke pelanggan. Dengan A/B testing, kamu bisa menguji apakah semua komponen email yang kamu buat efektif atau tidak. Pada akhirnya, kamu akan mengetahui bagaimana cara membuat email penawaran produk yang lebih baik dan mampu meningkatkan penjualan.
Contoh Email Penawaran Produk
Setelah mengetahui cara menawarkan produk lewat email dan cara membuat email penawarannya, kamu mungkin ingin segera mempromosikan produkmu sendiri. Namun sebelum itu, coba cek dulu lima contoh email penawaran produk di bawah ini, siapa tahu kamu dapat inspirasi.
LinkedIn Premium

Gambar di atas adalah email penawaran produk dari LinkedIn. Mereka menawarkan produk LinkedIn premium yang dapat membantu meningkatkan kemampuan dengan ilmu dari para expert.
Dalam email tersebut, LinkedIn menggunakan angka “21.000+” pada bagian subjek untuk menunjukkan bahwa ada banyak sekali kursus yang bisa diakses. Selain itu, di bagian isi, mereka menggunakan frasa “to grow skills to be a visionary leader”. Frasa ini memberitahu bahwa mereka tahu apa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Coach Builder Book

Contoh yang kedua ada email penawaran buku Coach Builder dari Donald Miller. Dalam email ini, Donald Miller menggunakan frasa “giving away something BIG” yang menunjukkan bahwa dia memberikan sesuatu yang spesial kepada pelanggannya, yaitu website gratis seharga 10.000 dolar .

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa pembeli bukunya akan mendapatkan tools untuk bekerja lebih efektif. Agar pesannya mudah dipahami, dia menggunakan frasa “work for yourself”, “work fewer hours”, dan kalimat “Bring in even more money than you do in your current career”.
Freepik AI

Contoh email penawaran produk yang selanjutnya datang dari Freepik. Mereka mempromosikan produk AI generator yang membantu pelanggan membuat gambar yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat. Kalimat dalam bagian isi menunjukkan kemudahan yang didapatkan oleh pelanggan.

Tak hanya itu saja, Freepik juga menawarkan Freepik Pikaso yang merupakan produk untuk membuat sketsa. Untuk menarik pelanggan, mereka menggunakan frasa “the evolution of sketching” yang menawarkan pengalaman baru dalam membuat sketsa.
Clickup 3.0

Contoh email yang keempat adalah penawaran produk ClickUp 3.0 dari ClickUp. Dalam email ini, ClickUp menulis “Say hello to ClickUp 3.0” yang terkesan santai dan dapat mengundang rasa ingin tahu pelanggan.
Pada bagian isi, mereka menggunakan call to action “Experience” yang memberitahu pelanggan bahwa mereka sudah bisa menggunakan ClickUp 3.0. Sebagai pelengkap, mereka juga memberitahu apa saja fitur-fitur menarik dari ClickUp 3.0.

VPS Rumah Web

Contoh yang terakhir adalah email penawaran produk VPS murah dengan cPanel gratis dari Rumah Web. Dalam email ini, Rumah Web menggunakan subjek yang to the point sehingga pelanggan bisa langsung mengetahui produk yang ditawarkan.

Kemudian untuk mendorong pelanggan melakukan pembelian, mereka menawarkan diskon sebesar 50% dengan keterangan “terbatas”. Kata “terbatas” dalam email ini menciptakan rasa urgensi sehingga pelanggan tidak melewatkan tawaran diskon 50% yang mereka berikan.
Penutup
Demikianlah informasi tentang contoh email penawaran produk, pengertian, dan cara membuatnya. Mudah-mudahan kamu sudah punya gambaran seperti apa email penawaran yang akan kamu buat, ya.
Ingat baik-baik, ketika menulis email untuk menawarkan produk kamu harus membuat subjek yang powerful dan menarik, menggunakan call to action yang jelas, menggunakan kata-kata persuasif, dan memastikan tampilannya responsif. Selamat mencoba!
Referensi:
- https://mailchimp.com/resources/email-marketing-benchmarks/
- https://snapretail.com/snapretail-blog/sell-email-4-tips/
- https://tips-bisnis-online.mayar.id/tips-menulis-email-penawaran-produk-yang-menarik/




