Dalam era digital saat ini, informasi atau data menjadi aset yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan informasi, kamu dapat mencari atau mengakses data yang tersedia. Big data adalah istilah untuk kumpulan data tersebut.
Sebelum memulai pembahasan inti mengenai apa itu big data, penting bagi kamu untuk memahami konsep data terlebih dahulu. Data adalah sejumlah informasi yang terdiri dari fakta-fakta yang bisa berupa angka, teks, atau simbol-simbol tertentu. Informasi ini bisa diperoleh melalui proses pencarian atau pengamatan dengan menggunakan pendekatan yang sesuai sesuai dengan sumber-sumber yang ada.
Mengenal Apa Itu Big Data
Lantas apa itu big data? Big data adalah sekelompok data yang sangat besar yang tersedia di internet. Data ini dapat berasal dari berbagai sumber dan individu yang aktif online, digunakan baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Terdiri dari data yang terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur, yang dapat bertambah seiring berjalannya waktu.
Di zaman sebelum internet, data biasanya terkait dengan informasi dasar seperti nama, alamat, nomor telepon, atau tanggal lahir. Tetapi, dengan adanya internet, konsep data telah berkembang menjadi mencakup berbagai informasi, seperti postingan di media sosial, riwayat belanja online, atau jejak pencarian di mesin pencari.
Semua data ini terus dihasilkan oleh pengguna internet di seluruh dunia. Bahkan, pengguna internet menghasilkan sekitar 2,5 quintillion bytes data setiap harinya. Data-data tersebut merupakan sumber informasi yang berharga. Itulah sebabnya bermanfaat bagi pelaku bisnis untuk membantu mengidentifikasi minat atau preferensi calon konsumen mereka.
Baca Juga: Digitalisasi adalah: Pengertian, Contoh, dan Tujuan
Karakteristik Big Data
Big data adalah data dalam jumlah sangat besar, dengan beberapa karakteristik khusus. Karakteristik big data tersebut dikenal dengan sebutan 5V, inilah penjelasannya.
Volume
Sesuai namanya, data ini memiliki volume yang besar, baik secara total maupun berdasarkan platform yang menghasilkannya. Sebagai contoh, Instagram telah mengumpulkan lebih dari satu miliar data personal dari pengguna di seluruh dunia.
Velocity
Big data juga dikenal dengan kecepatan produksi data, mulai dari input hingga penggunaan. Dengan adanya internet, proses ini berlangsung secara instan dan berubah secara real-time. Sebagai ilustrasi, jumlah pengguna Instagram terus bertambah lebih dari 100 juta akun tiap tahunnya, dengan setiap akun menghasilkan data secara bersamaan.
Variety
Data yang berasal dari platform seperti Instagram memiliki beragam bentuk, mulai dari data formulir personal, foto, video, hingga data filter Instastory. Variasi ini juga terjadi pada data dari platform dan bisnis lainnya, dengan format yang berbeda-beda seperti dokumen presentasi atau tabel.
Veracity
Dalam era industri 4.0, keakuratan data menjadi sangat penting karena peran besar data dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam pengelolaan data dapat memiliki dampak besar, oleh karena itu, veracity atau keakuratan data menjadi salah satu karakteristik big data yang penting.
Value
Big data memiliki value dengan memudahkan akses informasi dan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, fitur Instagram Stories yang memiliki 500 juta pengguna setiap hari, menunjukkan value fitur tersebut bagi pengguna dan keberhasilannya dalam mempertahankan dan mengembangkan fitur tambahan.
Mengapa Big Data Penting?
Big data merupakan sesuatu yang penting karena beberapa fungsinya. Berikut adalah fungsi big data dalam penerapannya di berbagai bidang.
- Untuk meramalkan atau menganalisis akar penyebab suatu masalah sistem. Dengan memanfaatkannya, dapat meminimalisir risiko kegagalan. Hasil analisis tersebut dapat kamu gunakan secara langsung dan perbaharui secara real-time.
- Untuk menjadi sumber referensi dalam pengembangan produk. Informasi yang relevan tersimpan dalam big data dan hasil analisisnya dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam pengembangan bisnis.
- Untuk mengoptimalkan penggunaan waktu dan biaya. Dengan menggunakan data yang besar ini, biaya penyimpanan data dapat kamu tekan. Selain itu, proses pengiriman dan penerimaan data juga dapat dipercepat, menghemat waktu dan biaya.

Konsep Big Data
Konsep big data adalah pengumpulan dan pengolahan seluruh hasil data untuk memberikan nilai yang kamu inginkan. Secara ringkas, konsep ini terdiri dari tiga elemen utama:, yaitu:
Integrasi Data
Integrasi data merupakan proses pengumpulan semua data untuk membentuk data yang besar. Fokus utama pada tahap ini adalah pengumpulan data. Contohnya adalah menggabungkan data dari pendaftaran akun baru dan daftar wishlist pada website toko online.
Pengelolaan Data
Pengelolaan semua data harus secara optimal, baik dalam penyimpanannya maupun aksesibilitasnya. Untuk itu, perlu adanya penyimpanan data yang luas dan aksesnya cukup fleksibel, seperti menggunakan layanan hosting website yang andal.
Dengan begitu, semua aktivitas bisnis dan data yang terkait akan diproses secara terpusat. Data kemudian dapat diorganisir dalam sistem penyimpanan agar dapat diakses dengan mudah saat diperlukan.
Analisis Data
Elemen terakhir dari konsep big data adalah analisis data. Terdiri dari proses pengolahan data yang sudah disimpan dan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya untuk keperluan analisis lebih lanjut. Sebagai contoh, kamu dapat menganalisis riwayat belanja konsumen di toko online untuk menentukan jenis produk yang dapat kamu tawarkan saat konsumen sedang berbelanja.
Penerapan Big Data Analytics
Tadi sudah diuraikan secara singkat mengenai konsep analisis big data. Konsep tersebut dikenal juga dengan sebutan big data analytics. Terdapat banyak manfaat dari penerapan big data analytics, terutama bagi perusahaan.
Big data analytics adalah keseluruhan proses pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data besar yang dikenal sebagai big data. Penerapan big data analytics sudah merambah berbagai industri seperti perawatan kesehatan, pendidikan, asuransi, kecerdasan buatan (AI), ritel, dan manufaktur. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pemahaman mendalam tentang proses, sistem, serta tingkat profitabilitas yang berhasil dan tidak berhasil dalam suatu organisasi.
Beberapa manfaat big data analytics adalah:
- Mengurangi biaya produksi
- Mempercepat proses pengambilan keputusan
- Memudahkan pengembangan produk baru sesuai dengan keinginan dan ekspektasi pasar sasaran.
Seperti yang sudah diuraikan pada konsep big data tadi, proses pengumpulan data hingga bisa dianalisis melibatkan berbagai cara dan kombinasi dari beberapa aplikasi atau perangkat lunak. Dari konsep tersebut, bisa kita pahami bahwa cara kerja big data analytics adalah sebagai berikut:
Machine Learning
Dalam proses pengumpulan data, mesin berbasis kecerdasan buatan (AI) digunakan sebagai mesin pencarian. Mesin ini dapat dengan cepat mencari dan mempelajari data yang diperlukan
Manajemen Data
Sebelum penyerahan kepada perusahaan, data harus kamu pelajari ulang dan mendapatkan verifikasi oleh pihak terkait. Hal ini penting untuk memastikan bahwa data tersebut berkualitas tinggi dan bukan data palsu.
Pertambangan Data
Teknologi pertambangan data bermanfaat bagi para analis data untuk meneliti pola-pola dalam kumpulan big data. Hasil analisis bisa berguna untuk menjawab berbagai pertanyaan dari perusahaan.
Analisis dalam Memori
Dengan menggunakan teknologi memori dalam sistem, para analis data dapat memperoleh informasi dari data dengan cepat. Teknologi ini memungkinkan analisis cepat, pembuatan algoritma baru, penciptaan model baru, dan peninjauan analisis yang keliru.
Analisis Prediktif
Teknologi analisis prediktif menggunakan data, algoritma statistik, dan teknik machine learning untuk mengidentifikasi hasil berdasarkan riwayat data yang tersedia. Hasilnya adalah prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan.
Inilah beberapa big data analytics tools yang penggunaanya cukup umum:
- Hadoop, membantu dalam penyimpanan dan analisis data.
- Talend, biasanya digunakan untuk integrasi dan manajemen data.
- Cassandra, merupakan database terdistribusi yang menangani potongan-potongan data.
- Spark, digunakan untuk pemrosesan dan analisis data secara real-time.
Baca Juga: Data Scraping: Definisi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Contoh Big Data
Bagaimana contoh big data dalam penerapannya di bidang bisnis? Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat melihat beberapa contoh perusahaan yang berhasil menerapkan solusi big data dalam operasional mereka.
Gojek
Gojek merupakan salah satu contoh perusahaan yang berhasil memanfaatkan analisis big data untuk kesuksesan bisnisnya. Aplikasi layanan ojek online ini mengumpulkan berbagai data pengguna, mulai dari lokasi atau alamat pengguna, hingga riwayat pembelian dan aktivitas pengguna dalam aplikasi tersebut.
Dengan data ini, Gojek dapat memberikan rekomendasi kuliner dan promosi lain yang sesuai dengan preferensi pengguna. Selain itu, Gojek juga menggunakan data dan riwayat pengantaran dari mitra pengemudi mereka. Informasi ini sangat berguna, sehingga Gojek dapat memberikan update kepada pengemudi mengenai area yang tidak dapat dilalui karena berbagai alasan.
Traveloka
Traveloka berhasil menerapkan konsep big data dalam bisnisnya. Perusahaan ini menggunakan big data analytics untuk personalisasi layanan mereka dan memahami kebutuhan konsumen. Traveloka mencatat kebiasaan konsumen, termasuk lokasi dan preferensi perjalanan mereka.
Dengan data ini, Traveloka dapat menawarkan rekomendasi hotel dan tiket perjalanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan konsumen. Selain itu, riwayat pencarian pengguna juga digunakan untuk menawarkan produk yang relevan dengan preferensi tersebut.
Manfaat Big Data dalam Bisnis
Melalui contoh penerapan dalam bisnis tersebut, dapat kamu lihat bahwa big data adalah sesuatu yang dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Selain itu juga membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif.
Beberapa manfaat big data lainnya adalah:
Membuat Produk Lebih Mudah untuk Dikembangkan
Perusahaan dapat mengarahkan pengembangan produk sesuai dengan preferensi konsumen. Pada akhirnya dapat meningkatkan angka penjualan.
Misalnya, jika produk dengan kemasan ekonomis mendapat respon positif, perusahaan dapat meningkatkan produksinya. Sebaliknya, produk yang kurang mendapatkan peminat dapat kamu analisis menggunakan data yang ada untuk menentukan langkah selanjutnya, entah melakukan perbaikan atau menghentikan produksinya.
Membuka Peluang Inovasi Bisnis
Big data adalah sesuatu yang membantu perusahaan untuk mengidentifikasi tren dan minat konsumen, baik dari jenis produk maupun dari jumlah transaksi. Dengan demikian, perusahaan dapat dengan lebih mudah menciptakan inovasi produk baru yang sesuai dengan tren dan dapat menarik lebih banyak konsumen.
Menciptakan Pengalaman Pengguna yang Lebih Ramah
Interaksi konsumen dengan aplikasi atau situs web sangat memengaruhi tingkat penjualan produk. Perusahaan dapat menyimpan dan menganalisis riwayat belanja konsumen untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Mengurangi Risiko Manipulasi Data
Manfaat lainnya adalah berperan dalam keamanan data. Dengan volum data yang besar, perusahaan dapat mengidentifikasi pola data yang mencurigakan yang mungkin merugikan bisnis.
Misalnya, jika terjadi peningkatan tak terduga dalam pengeluaran untuk bahan baku, perusahaan dapat menggunakan big data untuk mengidentifikasi penyebabnya, apakah itu kenaikan harga atau penambahan jumlah bahan baku yang perlu kamu beli. Hal ini membantu mencegah terjadinya manipulasi data.
Penutup
Dari penjelasan mengenai apa itu big data tadi, kesimpulannya bahwa big data adalah kumpulan informasi dalam volum yang besar. Volum yang terus meningkat setiap tahunnya memerlukan adanya penggunaan tools yang tepat untuk menyimpan data. Selain itu diperlukan juga adanya pembaruan data secara berkala. Jika tidak dilakukan, hasil analisisnya dapat menjadi tidak akurat.
Referensi:
- https://www.niagahoster.co.id/blog/big-data-adalah/
- https://glints.com/id/lowongan/big-data-analytics/




