Di dalam sebuah bisnis, tagline adalah salah satu hal penting untuk membantu meningkatkan branding dari bisnis yang kamu jalankan.
Tagline tidak hanya sebagai sebuah slogan, akan tetapi digunakan sebagai ciri khas atau identitas dari produk dan layanan suatu perusahaan.
Semakin baik perusahaan membuat tagline, semakin mudah konsumen untuk dapat memahami nilai, identitas, dan produk yang ditawarkan dari sebuah brand.
Biasanya, tagline dibuat sebagai representasi dari sebuah perusahaan. Oleh sebab itu, kamu perlu membuat tagline unik dan menarik, jika ingin audiens tertarik pada produk atau layanan yang ditawarkan.
Apa itu Tagline?
Secara umum, tagline merupakan sekumpulan kata yang dapat menjelaskan atau mendeskripsikan keunggulan dari suatu produk. Biasanya, tagline digunakan untuk menarik perhatian audiens dan diharapkan akan berkembang menjadi sebuah tindakan pembelian.
Tagline adalah slogan atau deskripsi singkat yang dapat menggambarkan value beserta aspek penting lain yang ada pada sebuah brand.
Dengan adanya tagline, konsumen dapat dengan mudah membedakan produk dan layanan dari bisnis kamu atau kompetitor dari industri yang sama.
Jenis-Jenis Tagline
Setelah memahami apa itu tagline, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis tagline yang dapat kamu gunakan untuk mendeskripsikan bisnis secara singkat dan jelas. Berikut adalah beberapa jenis tagline yang perlu kamu ketahui, antara lain:
Tagline Deskriptif
Jenis tagline deskriptif merupakan sebuah tagline yang memberi penjelasan mengenai sebuah produk dan layanan yang dapat berupa keunikan atau keunggulan dari brand tersebut. Contohnya ada pada produk Hemaviton ”Stamina Plus”, HSBC “The World’s Local Bank”, atau TEBS “Tea With Soda”.
Tagline Imperative
Tagline selanjutnya adalah tagline imperative yang lebih banyak mengajak seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan produk layanan dari brand tersebut. Misalnya, “Santai, ada Sanken”, “Untung Pakai Esia”, atau “LA Light, Enjoy Aja”
Tagline Superlative
Ada pula jenis tagline superlative yang menjelaskan keunggulan dari suatu produk atau layanan, dengan lebih berani. Pada tagline ini, ada banyak unsur penegasan yang membuat tagline tersebut terasa lebih menantang seperti “Jelas Lebih Enak” dari produk Kapal Api, atau “Semakin di Depan” dari brand Yamaha.
Tagline Spesifik
Kemudian, ada tagline spesifik yang menampilkan slogan dengan keunggulan tertentu dari sebuah brand. Jenis tagline seperti ini akan memberi kesan bahwa produk atau layanan dari brand tersebut lebih baik dibandingkan dengan brand kompetitornya.
Contoh tagline spesifik adalah, “Raja Mint” dari Frozz, Relaxa dengan “Permen Wangi, Ya Relaxa”, serta Teh Botol Sosro “Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro”.
Tagline Provokatif
Terakhir ada jenis tagline provokatif yang berisi ajakan atau tantangan yang dapat memancing emosi dan logika audiens atau publik.
Bahkan, di beberapa bentuk tagline provokatif, mereka akan menggunakan kata tanya pada akhir tagline tersebut, seperti “Oli Kamu Top One Juga Kan?” dari Top One, “Orang Pintar Minum Tolak Angin” dari Tolak Angin, atau X-Mild Ekspresikan Aksimu” dari produk rokok X-Mild.

Contoh Tagline
Setiap perusahaan tentu menginginkan produk atau layanan yang mereka berikan dapat dipilih dan dirasakan oleh para audiensnya. Namun, dengan banyaknya kompetitor di dalam bisnis, membuat perusahaan harus mampu menampilkan keunggulan produk-produk mereka.
Salah satu upaya untuk membuat audiens menginginkan produk dari perusahaanmu adalah dengan membuat tagline yang unik, agar produk atau jasa yang ditawarkan mudah untuk diingat oleh audiens.
Nah, di bawah ini ada beberapa ide tagline dan contoh tagline menarik yang bisa kamu jadikan referensi untuk membuat tagline-mu sendiri.
Connecting People – Nokia
Nokia merupakan perusahaan telekomunikasi multinasional yang berasal dari Finlandia dan didirikan pada tahun 1865. Nokia sempat menjadi salah satu brand ponsel terbesar dengan tagline yang membuat banyak orang terus mengingat produk mereka.
Dengan tagline “Connecting People”, Nokia ingin mengajak para penggunanya untuk terus menjalin hubungan dengan orang-orang terkasih, meskipun terhalang oleh waktu dan jarak.
Because You’re Worth It – L’oreal
Perusahaan yang bergerak di industri perawatan diri yang berbasis di Perancis dan Amerika Serikat ini telah beroperasi mulai tahun 1909. Perusahaan ini memilih untuk menggunakan tagline “Because you’re worth it”, untuk mengingatkan dan memberi motivasi pada wanita, bahwa mereka layak dan sama berharganya dengan orang lain.
Open Happiness – Coca-Cola
Jika dilihat dari tagline yang mereka gunakan, perusahaan minuman soda Coca-Cola selalu ingin membantu menciptakan kebahagiaan kepada diri setiap orang.
Bahkan, sering kali konten yang mereka buat selalu mengajarkan kita untuk terus berbuat baik kepada orang lain.
Tidak heran apabila setiap campaign yang dibuat oleh Coca-Cola selalu berhasil memenangkan hati dan menyebarkan kebahagiaan bagi audiensnya.
Moving Forward – Toyota
Brand otomotif asal Jepang, Toyota hadir dengan tagline “Moving Forward” yang berarti jalan terus atau dapat ditafsirkan sebagai terus melangkah ke depan.
Dengan tagline ini, Toyota ingin menyampaikan kepada publik bahwa perusahaan mereka mempunyai visi dan misi, ide-ide cemerlang, dan terus berupaya untuk maju dan menjadi yang terdepan.
Selain untuk mendefinisikan brand dari perusahaan tersebut, tagline ini juga bisa digunakan sebagai pengingat bahwa dalam hidup kita harus terus melihat dan melangkah ke depan.
Cara Membuat Tagline
Nah, jika kamu tertarik untuk membuat tagline unik untuk bisnis kamu sendiri, perhatikan beberapa cara membuat tagline yang baik berikut ini:
-
Singkat, Padat, dan Jelas
Tips pertama untuk membuat tagline adalah memilih kata-kata yang mampu menyampaikan seluruh informasi produk secara singkat, padat, dan jelas. Mulai dari produk, tujuan, keunggulan, hingga manfaat yang bisa didapatkan dari produk tersebut. Hindari kalimat yang membingungkan dan sulit diingat oleh target audiens kamu.
-
Sesuaikan dengan Produk yang Dipasarkan
Tagline yang dibuat bisa disesuaikan dengan produk atau layanan yang akan kamu tawarkan. Meski kalimat yang digunakan pada tagline singkat, kamu tetap bisa membuat tagline yang mampu menjelaskan produk atau layanan pada bisnis kamu.
-
Menampilkan Kepribadian dan Kelebihan Bisnis
Kamu juga bisa membuat tagline yang mampu menunjukkan kepribadian dan kelebihan dari bisnis yang dijalankan.
Misalnya saja pada tagline Bukalapak, yakni “Jual Beli Online Mudah & Terpercaya”. Lewat tagline tersebut, perusahaan ingin menjelaskan bahwa pelanggan dapat mengakses media tersebut dengan mudah, baik melalui aplikasi mobile maupun desktop.
-
Bersifat Persuasif
Kemudian, kamu bisa membuat tagline yang bersifat persuasif atau ajakan. Bentuk tagline seperti ini dianggap cukup efektif untuk menarik konsumen agar dapat lebih mudah mengingat produk dan layanan yang kamu tawarkan.
Contohnya pada tagline milik Ditjen Pajak “Orang Bijak Bayar Pajak”, tagline ini mengajak para wajib pajak untuk mau membayar kewajibannya tepat waktu.
-
Memahami Target Konsumen
Dalam membuat tagline, kamu juga perlu memahami target audiens yang sedang kamu tuju. Dengan begitu, tagline yang dibuat akan lebih bertarget dan tepat sasaran.
-
Fokus pada Manfaat
Biasanya, konsumen akan cenderung fokus pada manfaat yang ditawarkan, sehingga kamu bisa membuat tagline yang mampu menyampaikan informasi penting mengenai manfaat utama dari produk yang perusahaan tawarkan.
-
Berikan Kesan
Gunakan rima, ritme, dan struktur kata yang tepat untuk membuat tagline unik untuk bisnis kamu. Hal ini dapat membantu mempermudah audiens mengingat produk dari brand tersebut, lewat ciri khas tertentu dari tagline yang dibuat.
-
Tagline yang Jujur
Upayakan untuk membuat tagline yang jujur dan apa adanya. Jangan sampai konsumen menerima produk yang tidak berkualitas dan membuat mereka kecewa terhadap produk atau jasa yang mereka dapatkan.
-
Lakukan Brainstorm
Luangkan waktumu untuk mengumpulkan informasi mengenai bisnis yang kamu jalankan secara mendalam. Catat dan tuliskan hal apapun yang muncul dalam pikiran kamu saat mencari tahu perihal bisnis tersebut. Mulai dari hal apa saja yang dapat kamu kerjakan, hingga kemungkinan yang akan terjadi dalam bisnis tersebut.
-
Hindari Plagiasi
Hal utama yang tidak boleh kamu lakukan saat membuat tagline adalah melakukan plagiasi. Hindari membuat tagline yang sama atau meniru tagline dari brand lain. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi citra perusahaan kamu.
Penutup
Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk membuat tagline-mu sendiri? Tagline menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan sebuah bisnis.
Sebagian orang menggunakan tagline untuk membedakan produkmu dengan produk sejenis yang disediakan oleh kompetitor.
Tagline juga dipakai untuk mempromosikan sebuah produk hingga membantu meningkatkan penjualan produk tersebut. Tidak heran apabila banyak perusahaan yang benar-benar memikirkan tagline yang akan mereka gunakan.
Referensi:
- https://glints.com/id/lowongan/tagline-menarik-perusahaan-besar/
- https://accurate.id/marketing-manajemen/apa-itu-tagline/
- https://majoo.id/solusi/detail/tagline-adalah
- https://revou.co/kosakata/tagline




