Dalam mengelola bisnis, diperlukan strategi pemasaran untuk memasarkan produk atau layanan agar semakin dikenal banyak orang dan dapat mendatangkan penjualan. Terdapat berbagai strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam menjalankan bisnis.
Salah satu strategi pemasaran digital yang dapat diimplementasikan adalah STP marketing. Pertanyaannya, apa sebenarnya STP marketing?
STP marketing adalah sebuah pendekatan tentang proses pemasaran pada suatu bisnis atau usaha. Tujuan dari STP marketing yaitu untuk mengidentifikasi target dan segmen dari produk atau layanan yang dimiliki suatu bisnis.
Agar kamu lebih memahami tentang STP marketing, mulai dari definisi, manfaat, dan cara membuatnya, yuk simak penjelasan di artikel ini!
Apa Itu STP Marketing?
STP singkatan dari Segmentation, Targeting, Positioning. STP dalam marketing adalah sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses pemasaran untuk menjalankan bisnis atau usaha. Pendekatan ini terbukti efektif sebagai strategi pemasaran yang kuat.
STP marketing adalah pendekatan yang dilakukan dalam proses pemasaran karena akan membantu perusahaan dalam mengomunikasikan pesan yang relevan kepada konsumen dan lebih fokus terhadap pemasaran di segmen pasar yang tepat.
Hubungan STP dan marketing mix adalah STP membantu menentukan segmen pasar yang tepat dan bagaimana produk atau layanan akan diposisikan di dalam segmen pasar tersebut.
Sedangkan, marketing mix 4P (Product, Price, Place, Promotion) merupakan instrumen yang digunakan perusahaan untuk merancang strategi pemasaran yang mencakup produk, harga, distribusi, dan promosi guna memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen dalam segmen yang telah ditargetkan
Dengan demikian, STP marketing membantu dalam penentuan variabel marketing mix yang tepat untuk setiap segmen pasar.
Implementasi STP marketing membuat perusahaan dapat menentukan segmen pasar yang tepat dan memposisikan mereknya dengan tepat di pasar.
Manfaat STP Marketing
Dengan menggunakan STP marketing yang tepat, diharapkan bisnismu akan semakin berkembang. Berikut ini beberapa manfaat STP marketing yang perlu kamu ketahui.
-
Meningkatkan Personalisasi untuk Pelanggan
Dengan menerapkan STP marketing, kamu dapat mengirim pesan pemasaran yang lebih personal kepada pelangganmu. Ketika target pasar sudah tepat, target audiensmu akan merasa lebih terhubung dengan merek bisnismu.
Personalisasi pesan kepada audiens dapat membantu bisnis meningkatkan retensi pelanggan. Selain itu, STP marketing juga membantu bisnis dalam mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru.
-
Meningkatkan Efisiensi Pengeluaran
STP marketing dapat membantumu mengelola biaya pemasaran dengan lebih efisien. Ketika kamu mengetahui siapa target pasar produk atau layanan bisnismu, kamu dapat terhindar dari pemborosan biaya terhadap target audiens yang tidak relevan dengan bisnismu. Oleh karena itu, STP marketing akan membuka peluang meningkatkan pendapatan bisnis, sebab segmen yang ditargetkan adalah calon pelanggan potensial.
-
Meningkatkan Efektivitas Riset Pasar dan Inovasi
STP marketing juga meningkatkan efektivitas riset pasar dan inovasi dalam bisnismu. Dengan mengetahui dengan jelas siapa target pasarmu, kamu dapat mengumpulkan saran dan feedback (umpan balik) saat mengembangkan produk atau layanan baru.
Saran dan feedback dapat kamu gunakan untuk menghasilkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan mencapai target penjualan yang diinginkan.
-
Memanfaatkan Peluang Secara Optimal
Penerapan STP marketing juga mampu mengoptimalkan posisi produk atau layanan bisnis agar lebih mudah dijangkau berbagai kelompok pelanggan secara efisien.
Pendekatan yang terdiri dari tiga tahap ini membantu kamu dalam mengidentifikasi bagian mana dari bisnismu yang paling menguntungkan. Setelah itu, kamu dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

Cara Membuat STP Marketing
Untuk menempatkan produk atau layanan bisnismu dengan tepat, penting bagi kamu memahami strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) marketing.
Namun, ada hal yang perlu diingat, bahwa STP marketing fokus pada pendekatan audiens atau pasar target, bukan pada produk atau layanan itu sendiri. Agar kamu lebih memahami STP, berikut ini cara membuatnya.
-
Segmentation
Segmentation atau segmentasi pasar adalah langkah awal dalam membuat STP marketing. Dalam segmentation, kamu perlu membagi target pasar menjadi beberapa kelompok konsumen potensial.
Ada beberapa kategori segmentasi pasar yang dapat digunakan sebagai panduan dalam segmentation, yakni:
- Demografis: membagi pasar berdasarkan karakteristik demografis, seperti usia, jenis kelamin, ras, tingkat pendidikan, pekerjaan, agama, dan kewarganegaraan.
- Geografis: membagi pasar berdasarkan lokasi geografis, seperti negara, kota, provinsi, atau wilayah tertentu.
- Psikografis: membagi segmen pasar berdasarkan karakteristik psikologis, seperti gaya hidup, kepribadian, minat, dan hobi.
- Perilaku: membagi target pasar berdasarkan perilaku konsumen, seperti perilaku dalam melakukan pembelian, ketertarikan akan produk, tujuan pembelian produk, dan lainnya.
Empat kategori segmentasi ini dapat menjadi panduan ketika kamu menentukan segmentasi pasar untuk bisnis. Sebagai contoh, seorang pemilik bisnis kopi mungkin memilih menargetkan karyawan berdomisili di Jakarta Selatan, jam kerja fleksibel, dan menyukai kopi manual brew.
-
Targeting
Dalam proses targeting, kamu perlu menentukan segmen yang telah diidentifikasi melalui segmenting yang paling cocok dengan kebutuhan bisnismu. Targeting dalam STP marketing juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Profitabilitas
Keuntungan atau profit menjadi faktor kunci yang harus dipertimbangkan saat kamu menetapkan target pasar. Profitabilitas sangat penting untuk memastikan kelangsungan bisnismu. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih segmen yang memiliki potensi memberikan keuntungan sesuai dengan target profit yang telah ditetapkan.
- Business Growth (Pertumbuhan Bisnis)
Sebagai seorang pebisnis kamu juga harus merencanakan proyeksi pertumbuhan bisnismu untuk beberapa periode ke depan. Kamu bisa memperkirakan hasil yang akan kamu capai setelah menerapkan STP marketing. Tentukan beberapa cara yang perlu diambil untuk mencapai visi atau target yang telah ditetapkan.
- Kemudahan Akses Pembelian Produk atau Jasa
Pertimbangkan juga bagaimana kamu akan mempromosikan produk atau jasa bisnismu dan pastikan kemudahan akses bagi konsumen. Misalnya, jika kamu ingin memasarkan produk ke pasar internasional, pastikan kamu telah memahami mekanisme pengiriman barang serta potensi hambatan yang mungkin kamu hadapi dalam memilih target pasar.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu dapat menetapkan target pasar yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnismu.
-
Positioning
Langkah selanjutnya dalam membuat STP marketing adalah positioning. Di tahap ini kamu perlu mengetahui cara menempatkan iklan atau promosi produk di segmen yang telah dipilih dengan target yang telah ditentukan. Cara ini penting dilakukan untuk mempresentasikan produkmu kepada target pasar. Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika menentukan positioning.
- Memberikan Solusi yang Dibutuhkan Target Audiens
Setelah mengidentifikasi masalah atau kebutuhan umum dalam segmen pasar yang telah kamu targetkan, langkah selanjutnya yaitu menentukan solusi yang dapat kamu tawarkan kepada mereka.
Kamu bisa membuat beberapa pertanyaan terkait ini, misalnya, “Apa yang mereka butuhkan dan bagaimana produk dapat memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah mereka?” Jawaban atas pertanyaan ini akan membentuk pesan yang nantinya kamu sampaikan melalui marketing campaign bisnismu.
- Menentukan Unique Selling Point (USP)
Ketika merencanakan positioning untuk bisnismu, kamu perlu mencari tahu apa yang membuat produk atau jasamu unik dan berbeda dari kompetitor. Identifikasi keunggulan ini sebagai “senjata” untuk membedakan merekmu di pasar.
- Membuat Marketing Campaign yang Disukai oleh Target Pasar
Agar target pasar mengenali produk, jasa, atau merekmu, kamu bisa membuat marketing campaign yang menarik dan sesuai dengan preferensi mereka.
Sebagai contoh, Tokopedia, sebuah platform e-commerce, menggunakan grup musik populer asal Korea, BTS dalam marketing campaign mereka. Dari contoh tersebut bisa dikatakan, Tokopedia memanfaatkan kepopuleran yang disukai oleh target pasar untuk mempromosikan bisnisnya.
-
Implementasi Strategi
Dengan penerapan STP marketing yang jelas, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan rencana tersebut. Tahap ini melibatkan pengembangan produk baru atau penyesuaian penawaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap target segmen. Pada tahap ini, bisnismu akan mulai membuat dan mengunggah marketing campaign untuk menarik dan melibatkan target segmen.
-
Perlu Adanya Pengawasan dan Penyesuaian
STP marketing yang efektif harus fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar, respons pelanggan, dan faktor internal bisnis.
Salah satu elemen penting dari pendekatan ini yaitu mengawasi dan menganalisis secara rutin kinerja STP marketing. Pengawasan dan analisis akan membantu kamu memahami apakah strategi tersebut berjalan secara efektif atau tidak. Selain itu, kamu juga perlu mengumpulkan feedback (umpan balik) dari pelanggan dan terus mengikuti tren pasar yang sedang berlangsung.
Ketika kamu mampu memahami respons pasar dan kebutuhan pelanggan dengan baik, bisnismu dapat dengan cepat menyesuaikan strategi pemasaran jika diperlukan. Pada akhirnya, cara tersebut akan membantu kamu dalam memaksimalkan tingkat Return of Investment (ROI).
Contoh STP Marketing Brand Terkenal
Setelah kamu mengetahui definisi, manfaat, dan cara membuat STP marketing, berikut ini contoh brand terkenal yang telah menggunakan STP marketing pada bisnisnya.
- McDonald’s
McDonald’s adalah perusahaan makanan cepat saji raksasa yang telah berhasil mengimplementasikan STP marketing dalam produknya. McDonald’s menyesuaikan menu mereka berdasarkan selera lokal di berbagai negara, sehingga berbagai segmen konsumen tertarik untuk membelinya. Mereka juga secara khusus menargetkan konsumen anak-anak dengan membuat paket ‘Happy Meal’ yang dilengkapi dengan mainan.
- Coca-Cola
Coca-Cola Company adalah salah satu perusahaan minuman bersoda terkenal yang telah berhasil menggunakan STP marketing untuk memperluas jangkauan produknya. Selain menargetkan segmen pasar umum, Coca-Cola juga memperkenalkan produk seperti Diet Coke dan Coke Zero untuk mencapai segmen yang lebih peduli akan kesehatan.
- Apple
Sebagai salah satu pemimpin dalam industri teknologi, Apple telah menerapkan STP marketing untuk memperkuat posisinya di pasar. Apple tidak membidik seluruh pasar untuk semua produknya.
Sebaliknya, mereka lebih fokus pada segmen premium, menargetkan konsumen yang menghargai inovasi, kualitas, dan desain superior. Konsumen Apple cenderung bersedia membayar lebih untuk teknologi terbaru dan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Kesimpulan
STP marketing adalah pendekatan yang dilakukan dalam menyusun strategi pemasaran produk atau layanan pada suatu bisnis Dengan memahami karakteristik dan kebutuhan target pasar melalui segmentasi, serta menargetkan segmen yang tepat dengan pesan yang relevan, kamu dapat memposisikan produk atau layanan bisnismu secara efektif di pasar.
Implementasi STP marketing pada suatu bisnis bermanfaat untuk memahami preferensi dan perilaku konsumen, sehingga bisnis tersebut dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efisien.
Dengan memanfaatkan STP marketing ini, bisnis dapat mengidentifikasi peluang pasar yang lebih baik, meningkatkan daya saing produk, dan memperkuat posisi merek di pasar. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan dan mengimplementasikan STP marketing, bisnis bisa mengembangkan produk, jasa, atau mereknya di pasar.
Referensi:
- https://www.smartinsights.com/digital-marketing-strategy/customer-segmentation-targeting/segmentation-targeting-and-positioning/
- https://www.topkarir.com/article/detail/stp-adalah-segmentation-targeting-dan-positioning-ini-cara-menerapkannya
- https://www.sekawanmedia.co.id/blog/stp-marketing/




