Dalam dunia yang terus berkembang ini, apakah kamu pernah melihat brand atau produk suatu perusahaan melakukan digital campaign atau promosi online? Atau mungkin, kamu sering menemui informasi tersebut melalui website dan media sosial suatu perusahaan? Kini, kejadian semacam itu menjadi semakin umum dalam keseharian kita dan dikenal dengan istilah digital marketing.
Digital marketing adalah konsep dan implementasi strategi pemasaran yang bertujuan meningkatkan penjualan produk dari suatu brand. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tren bisnis pun mengalami variasi, salah satunya melalui penerapan digital marketing.
Untuk penjelasan lengkap seputar digital marketing dari definisi hingga strategi efektif membangunnya, yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya!
Apa Itu Digital Marketing?
Digital marketing menjadi semakin umum di era digitalisasi seperti saat ini, karena bisnis menyadari bahwa transformasi ke ranah online yang semakin kuat.
Digital marketing adalah kegiatan pemasaran sebuah produk atau jasa dengan penggunaan media digital dan internet.
Menurut Denny Santoso, seorang ahli di bidang ini, digital marketing adalah cara untuk menarik perhatian banyak orang agar tertarik dan menginginkan produk tertentu. Dari pernyataannya ini, terdapat tiga poin penting yang diungkapkannya, yakni:
- Strategi: Di dunia digital marketing, kita perlu menggabungkan beberapa strategi agar pendapatan bisnis lebih meningkat.
- Menarik perhatian banyak orang: Kelebihan digital marketing dibandingkan dengan marketing konvensional adalah kemampuannya yang bisa menjangkau banyak orang sekaligus serta bisa menekan biaya dan waktu.
- Menghasilkan ketertarikan dan permintaan: Digital marketing memiliki kekuatan untuk memengaruhi seseorang yang pada awalnya tidak tertarik, lalu kemudian menjadi tertarik dengan produk atau jasa melalui pesan digital yang disampaikan.
Tujuan digital marketing adalah untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), menarik konsumen dan calon konsumen secara cepat dan tepat (lead generation), meningkatkan traffic konversi (conversion), penjualan (sales), dan meningkatkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction).
Kompleksitas strategi digital marketing ini tergantung dari ukuran bisnis dan tujuan jangka panjang masing-masing bisnis. Misalnya, ketika kamu baru launching bisnismu, kamu mungkin perlu mencoba beberapa channel digital untuk melihat seberapa efektif setiap saluran tersebut.
Namun, berbeda cerita ketika bisnismu sudah dikenal oleh banyak orang, kamu hanya perlu fokus untuk terus mendatangkan konversi secara berkelanjutan, ya.
Manfaat Digital Marketing
Setelah kita membahas pengertian digital marketing, kita akan membahas manfaat digital marketing. Dari segi teknologi dan efisiensi, ada alasan-alasan yang membuatnya menjadi pilihan wajib jika kamu sedang memulai atau mengembangkan bisnis. Berikut beberapa manfaat digital marketing yang harus kamu ketahui, ya.
1. Penargetan Pasar yang Lebih Tepat
Dengan menggunakan berbagai digital marketing tools, kamu bisa mendapatkan data akurat tentang kebiasaan dan preferensi audiens terkait segmen pasar dari produk atau jasa yang kamu tawarkan. Dari sini, kamu dapat merancang strategi yang paling sesuai dengan target pasarmu dan untuk meningkatkan efektivitas penerapan strategi pemasaranmu.
2. Untuk Evaluasi dan Analisis Marketing
Manfaat lain dari digital marketing adalah kemampuannya untuk melakukan evaluasi dan analisis pemasaran. Data seperti tingkat keberhasilan campaign dan jumlah pengguna dapat dievaluasi dan dianalisis dengan mudah. Ini akan memudahkan kamu dalam menentukan strategi pemasaran yang lebih baik, lho! Berdasarkan data akurat ini, kamu juga dapat meningkatkan efektivitas marketing campaign guna meningkatkan angka penjualan.
3. Menjangkau Pasar Global
Dunia online memang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Digital marketing memungkinkan kamu menjangkau dan terhubung dengan pelanggan dari berbagai belahan dunia selama 24/7 dan sepanjang tahun. Ini membuat produk atau layanan yang kamu tawarkan selalu tersedia dan dapat diakses oleh pelanggan kapan saja.
4. Biaya Lebih Terjangkau
Biaya untuk digital marketing jauh lebih terjangkau dibandingkan strategi pemasaran konvensional. Kamu pun tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk mencetak poster atau iklan yang tidak efektif. Ada banyak cara organik tanpa biaya besar yang bisa kamu lakukan, misalnya untuk meningkatkan peringkat web di Google melalui website atau blog dengan menggunakan WordPress.
5. Meningkatkan Reputasi Merek
Dengan pertumbuhan pengguna Internet dan penetrasi online platform, kamu dapat meningkatkan reputasi merek melalui pemasaran digital, lho! Umumnya, calon pembeli cenderung mencari produk atau layanan online sebelum melakukan transaksi. Melalui digital marketing, bisnismu menjadi mudah ditemukan oleh calon pelanggan, meningkatkan kepercayaan brand bisnismu, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan produkmu.
Jenis Digital Marketing Channel
Digital marketing ini dibagi menjadi beberapa channel online. Channel ini berfungsi untuk membantu perusahaan atau bisnis dalam menjangkau calon pelanggan saat mereka menghabiskan waktu dengan menggunakan internet; baik itu melakukan pencarian online, bersosialisasi di media sosial, atau berbelanja online.
Pada dasarnya terdapat dua jenis channel online marketing, yakni:
- Acquisition Channel vs Retention Channel
- Organic Channel vs Paid Channel
Penjelasan kedua jenis channel online marketing ini bisa dilihat di bawah ini, ya.
Acquisition Channels vs Retention Channel
Acquisition channel adalah saluran pemasaran yang memungkinkan perusahaan atau bisnis pertama kali mendapatkan pengguna. Contohnya, nih, seseorang melakukan pembelian pertamanya melalui aplikasi Shopee.
Retention channel adalah saluran pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan atau bisnis untuk mendorong pelanggan mereka agar melakukan transaksi lagi (repurchase).
Contoh retention channel ini yakni email marketing. Misalnya, seseorang melakukan pembelian melalui aplikasi Tiket.com, orang tersebut akan mendapatkan email secara terus-menerus dari Tiket.com yang memberikan informasi terkait penawaran dan layanan mereka.
Organic Channel vs Paid Channel
Organic channel adalah saluran pemasaran yang tidak mengharuskan perusahaan membayar setiap terdapat pertumbuhan kunjungan ke website atau aplikasi ke perusahaan tersebut.
Contohnya, ketika seseorang klik link di email yang dikirimkan suatu perusahaan dan direct ke website perusahaan tersebut, perusahaan tersebut tidak perlu membayar biaya untuk setiap kunjungan ke website tersebut. Perusahaan akan memperolehnya secara organik.
Organic channel channel ini biasanya dipakai untuk tujuan jangka panjang karena pada awalnya saluran ini lebih sulit berkembang dan membutuhkan investasi tenaga kerja yang lebih besar.
Paid channel adalah saluran pemasaran yang lebih mudah digunakan dan tidak memerlukan investasi awal yang besar. Namun, seiring dengan pertumbuhan perusahaan, biayanya akan semakin mahal atau meningkat karena perusahaan harus membayar setiap iklan yang diklik dari kunjungan website perusahaan.
Channel-channel Digital Marketing
Nah, agar kamu bisa lebih memahaminya, berikut ini terdapat beberapa channel sesuai dengan jenisnya di atas, ya.
Acquisition (Upaya untuk Mendapatkan Pelanggan Baru)
Acquisition ini dibagi menjadi dua, yaitu organic dan paid. Apa saja, sih, channel yang masuk ke jenis ini? Simak di bawah ini, yuk!
Organic
-
Social Media Organic (SMO)
Setiap konten yang diunggah di media sosial dianggap sebagai SMO. Social Media Organic (SMO) ini sangat efektif dilakukan untuk meningkatkan brand awareness terhadap suatu bisnis atau perusahaan. Namun, jika SMO ini digunakan untuk meningkatkan sales, impact ke bisnis atau perusahaan sangatlah terbatas, khususnya di Facebook yang jangkauan organic post-nya sangat terbatas.
-
Search Engine Optimization (SEO)
Search Engine Optimization adalah satu cara meningkatkan visibilitas pada website dalam hasi pencarian organik mesin pencari, khususnya Google. Dalam menjalankan SEO, targetmu adalah untuk mencapai peringkat tertinggi dalam organic result, bukan dalam paid result.
SEO ini merupakan salah satu channel digital marketing yang paling berpengaruh, mempunyai skalabilitas tinggi, dan bisa dimanfaatkan hampir semua jenis bisnis.
Baca Juga: Konten adalah: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Hubungannya dengan Marketing
Paid
-
Social Media (FB/IG/Tiktok/LinkedIn/Twitter/Instagram) Ads
Social media ads ini terkait iklan yang tersedia di platform-platform media sosial, seperti di platform Facebook, TikTok, LinkedIn, Twitter, dan Instagram. Dengan social media ads, pemilik bisnis atau suatu perusahaan bisa menargetkan demografi dan ketertarikan audiens. Cara ini akan sangat bermanfaat jika perusahaan atau kamu sebagai pemilik bisnis untuk menargetkan pengguna dengan karakteristik tertentu.
Social media ads ini mempunyai cara kerja yang mirip dengan Google Ads. Sebagai seseorang yang sedang mengiklankan sesuatu produk atau layanan, tentunya perusahaan atau kamu pemilik bisnis perlu membayar setiap kali ada pengguna yang mengklik iklan (Cost per Click) atau melihat iklan (Cost per Impression).
-
Search Engine Marketing (SEM)
SEM adalah bentuk pemasaran di internet yang menggunakan sitem berbayar melalui kegiatan promosi website tujuannya untuk cara meningkatkan website visibility di halaman hasil mesin pencari (SERP) seperti Google.
-
Pay Per Click (PPC)
Pay-Per-Click (PPC) adalah model pembayaran di mana perusahaan membayar setiap kali pengguna mengklik iklan mereka. Google Ads menggunakan model ini, di mana pengiklan membayar setiap kali seseorang mengklik iklan mereka yang muncul di hasil pencarian.
-
Ad Networks
Jadi, ad networks ini memungkinkan kamu pemilik bisnis atau perusahaan untuk beriklan di setiap website utama dan banyak aplikasi mobile. Contohnya, kamu bisa melihat iklan pada situs berita online.
Ad networks yang paling populer dan besar adalah Google Display Network yang bagiannya lebih besar dari Google Ads. Dengan GDN ini, jangkauan iklan akan sangat luas, ya.
Ad networks ini juga digunakan untuk retargeting orang yang telah mengunjungi website atau aplikasi dari bisnismu atau perusahaanmu.
-
Influencer Marketing
Influencer marketing adalah seseorang yang memiliki niche sama dengan bisnis dan memiliki banyak followers. Fungsinya untuk mempromosikan produk atau layanan melalui unggahan mereka di platform media sosial.
Konten yang dibuat pun merupakan konten berbayar yang bentuk, fungsi, dan kualitas kontennya bisa menarik perhatian dan mengundang target audiens untuk mencari tahu produk atau layanan yang sedang dipromosikan influencer.
Retention (Upaya untuk Mempertahankan Pelanggan yang Sudah Ada)
Retention erat kaitannya dengan Customer Relationship Management (CRM). Pada umumnya strategi ini dioptimalkan secara organic terlebih dahulu, seperti dengan email marketing.
Pasalnya email marketing mempunyai kelebihan sebagai retention strategies yang artinya strategi untuk membuat pelanggan tetap tertarik dan terikat dengan suatu produk atau layanan, ya. Email marketing ini terbagi menjadi dua, yaitu email newsletter dan email drip campaign. Pengertian keduanya ada di bawah ini. Simak, ya!
Email newsletter adalah email yang berisi update atau pemberitahuan terbaru dari perusahaan atau bisnis kepada setiap pelanggannya. Isi dari newsletter ini sendiri bisa berupa fitur terbaru untuk digunakan pada aplikasi, artikel rekomendasi, dan masih banyak lagi.
Sedangkan, email drip campaign adalah email yang relevan tepat waktu yang dikirimkan kepada pelanggan secara otomatis. Email ini dikirimkan secara otomatis karena dipicu dari perilaku pelanggan sendiri. Saluran pemasaran ini merupakan saluran yang bisa menghasilkan conversion rate tinggi, lho Strategi ini juga bagus untuk mempromosikan produk dan layanan bisnis jangka panjang, upselling, cross selling, dan mengembangkan loyal customer, ya.
Menurut beberapa perusahaan atau bisnis yang menggunakan email marketing ini, skalabilitas channel ini bisa meningkatkan traffic atau sales antara 15% – 20%, lho!
Jadi, menggunakan paid marketing, perusahaan atau bisnis dapat meningkatkan visibilitas mereka secara online, menargetkan audiens spesifik, dan mengukur hasil campaign mereka dengan lebih rinci sehingga memberikan fleksibilitas dan kendali yang lebih besar dalam mencapai tujuan pemasaran.

Cara Membuat Strategi Digital Marketing yang Efektif
Setelah memahami pengertian digital marketing beserta manfaat dan jenisnya, langkah berikutnya adalah menetapkan strategi untuk membangun digital marketing. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu gunakan, ya.
1. Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Mulailah dengan menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang untuk perusahaan atau bisnismu. Langkah yang pertama ini, kamu perlu memiliki tujuan yang spesifik agar memudahkanmu dalam menentukan strategi paling efektif. Selain itu, pastikan tujuan dan sasaranmu memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound), ya.
2. Mempertimbangkan Buyer Persona
Untuk membangun strategi digital marketing yang efektif, kamu perlu memahami audiens yang ingin ditargetkan. Buyer persona sangat diperlukan sebagai representasi dari target pelanggan yang akan membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnismu. Adanya pemahaman audiens yang ingin ditargetkan, kamu akan terhindar dari fokus yang salah.
Buyer persona adalah gambaran lengkap tentang karakteristik dan kebutuhan pelanggan ideal bisnismu, lho! Apa saja yang masuk ke dalam buyer persona ini? Simak di bawah ini, ya!
-
Demografi
Demografi ini meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, pendapatan. Pertanyaan tentang usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan tentunya akan membantu kamu dalam memahami daya beli pelangganmu. Informasi ini membuka peluang untuk menawarkan produk atau layanan yang sesuai dengan tingkat penghasilan mereka dan membentuk strategi harga.
-
Geografis (Lokasi)
Tentunya dengan menentukan geografis ini, tentu akan memberikan gambaran tentang geografis pelangganmu. Kamu jadi bisa mengetahui lokasi pelanggan yang berbelanja di bisnismu sehingga kamu pun bisa menyesuaikan strategi marketing, mengidentifikasi preferensi regional, dan menyajikan konten yang relevan dengan lingkungan mereka.
-
Psikografis
Buyer persona selanjutnya yaitu psikografis yang mencakup gaya hidup, minat/interest, dan kepribadian. Dengan mengetahui gaya hidup, hobi, dan minat dari audien bisnismu, kamu bisa memahami kebutuhan mereka di luar kebutuhan bisnismu.
Informasi ini memungkinkan kamu untuk membuat konten yang lebih menarik, menyelaraskan produk dengan lifestyle mereka, dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam business campaign milikmu, lho!
-
Behavior
Di poin ini, yang dimaksud dengan behavior adalah perilaku pembelian, penggunaan media, dan sumber informasi. Dengan menyelidiki behavior kamu akan memahami keinginan pelanggan dari produk atau layanan yang kamu tawarkan. Dengan pemahaman ini, kamu dapat menyusun pesan marketing yang menonjolkan manfaat produk sesuai dengan keinginan mereka.
-
Pain and Gain Point
Memahami tantangan atau hambatan yang dihadapi pelanggan membantu kamu mengidentifikasi masalah yang dapat dipecahkan oleh produk atau layananmu. Dengan menawarkan gain points untuk pain points mereka, bisnismu dapat menjadi solusi yang diandalkan dan bernilai bagi pelanggan.
Dengan adanya informasi-informasi di atas, kamu bisa menyusun strategi digital marketing yang lebih terarah dan efektif. Selain itu, informasi-informasi di atas juga akan membantu kamu dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, memberikan pengalaman yang lebih personal, dan meningkatkan peluang sukses dalam berbisnis, ya.
3. Mengaudit Aset Perusahaan atau Bisnis
Langkah selanjutnya yaitu mengaudit aset perusahaan atau bisnis milikmu. Pelajari dokumen aset digital perusahaan saat ini dan berilah peringkat dari yang paling efektif hingga tidak efektif. Dengan memahami aset perusahaan atau bisnis ini, kamu dapat menentukan aset yang perlu ditingkatkan atau dibangun kembali.
4. Membuat Rencana Sumber Daya Pembuatan Konten
Setelah menetapkan campaign yang ingin dibuat, tentunya kamu perlu mengeksekusinya, bukan? Pertimbangkan anggaran, sumber daya manusia, teknologi, dan tenggat waktunya, ya. Kamu bisa merencanakan sumber daya pembuatan konten dan evaluasi sehingga kamu bisa mengetahui akan melibatkan agensi atau menggunakan sumber daya internal untuk eksekusi pembuatan konten pemasaranmu.
5. Memutuskan Cara Pendistribusian Konten
Tentukan juga cara mendistribusikan konten yang telah dibuat. Cara mendistribusikan konten dapat dilakukan melalui beberapa saluran yang umumnya dikelompokkan menjadi saluran yang dimiliki (owned), konten yang didapatkan (earned), dan konten berbayar (paid). Penjelasan ketiganya ada di bawah ini, ya.
-
Saluran yang Dimiliki (Owned)
Saluran yang dimiliki (owned) adalah platform atau media yang dikuasai oleh bisnis atau perusahaan. Saluran ini termasuk situs web, blog, akun media sosial bisnis, email newsletter, dan lainnya.
Mendistribusikan konten melalui saluran ini memberikan kontrol penuh atas pesan dan interaksi dengan audiens, lho! Kamu sebagai pemilik saluran dapat membuat dan mengelola konten sesuai dengan strategi pemasaran bisnismu, memberikan informasi yang lebih mendalam, dan membangun kepercayaan langsung terhadap audiens.
-
Konten yang Didapatkan (Earned)
Konten yang didapatkan (earned) adalah konten yang dibagikan oleh pihak ketiga, seperti media, influencer, atau pelanggan. Konten ini biasanya dibagikan karena dianggap bermanfaat atau informatif oleh pihak ketiga.
Earned content juga dianggap lebih kredibel dan dapat dipercaya daripada konten yang dipromosikan oleh bisnis itu sendiri. Konten yang didapatkan (earned) melibatkan interaksi positif dari audiens atau pihak luar yang menghasilkan exposure atau liputan tambahan.
Strategi ini bergantung pada kualitas, relevansi konten, dan keterlibatan positif dari audiens, lho! Oleh karena itu, kualitas dan originalitas konten sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan perhatian lebih dari audiens.
-
Konten Berbayar (Paid)
Konten berbayar (paid) melibatkan pengeluaran uang untuk mempromosikan konten melalui iklan yang biasanya melibatkan iklan online, seperti Google Ads atau Facebook Ads, serta bekerja sama dengan influencer.
Meskipun budget lebih banyak, konten berbayar memiliki potensi untuk mencapai audiens yang lebih luas dan dapat ditempatkan di berbagai platform. Hal ini memberikan kontrol yang lebih besar atas penargetan dan jangkauan, terutama ketika tujuan bisnismu adalah untuk meningkatkan brand awareness atau mendapatkan exposure lebih besar.
Setiap saluran memiliki keunggulan dan strategi sendiri serta kombinasinya dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam mencapai tujuan pemasaran dan mengoptimalkan interaksi dengan audiens, ya.
6. Menentukan KPIs (Key Performance Indicators) Bisnis
Setiap strategi digital marketing harus diukur secara berkala, lho! Caranya, kamu bisa menetapkan Key Performance Indicators (KPIs), seperti impressions, click-through rates, conversion rates, return on investment (ROI) untuk mengukur keefektifan strategi digital marketing bisnismu. Dengan demikian, kamu dapat terus memantau dan meningkatkan kinerja strategi digital marketing yang telah kamu lakukan, ya.
Contoh Digital Marketing yang Sukses di Indonesia
Digital marketing telah menjadi kunci sukses bagi banyak perusahaan dalam menjalankan strategi marketing mereka. Berbagai brand terkemuka, seperti Gojek, Tokopedia, dan Scarlett Whitening, telah menunjukkan kesuksesan melalui creative campaign yang menggabungkan inovasi dan strategi digital. Yuk, kita bahas strategi digital marketing yang ketiga brand tersebut telah lakukan!
-
Gojek
Gojek adalah salah satu pionir layanan ride-sharing dan on-demand di Indonesia yang telah berhasil meluncurkan campaign “Tata Cara Pemilihan Umum, Bersama Jo & Jek!.”
Dalam video yang humoris, karakter Jo dan Jek mengajak pengguna untuk menggunakan fitur GoVote saat pergi ke tempat pemilu. Dengan pendekatan yang kreatif dan humoris, Gojek berhasil menciptakan interaksi positif dengan audiens, menjadikan iklan ini viral di media sosial. Melalui marketing campaign ini, Gojek tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan sosial di dalam campaign-nya, ya.
-
Tokopedia
Siapa, sih, yang tidak mengenal Tokopedia? Tokopedia adalah marketplace terkemuka di Indonesia yang menggunakan strategi digital marketing dengan menjadikan boyband dan girlband K-POP sebagai brand ambassador mereka. Kehadiran brand ambassador ini membantu Tokopedia menjangkau target pasar yang lebih luas, terutama yang aktif di media sosial.
Dengan menggabungkan kampanye sosial media dan promo menarik, Tokopedia berhasil menciptakan kepercayaan dari audiens mereka dan mendukung pertumbuhan mereka sebagai unicorn di industri e-commerce.
-
Scarlett Whitening
Produsen produk perawatan kulit Scarlett Whitening telah mencapai kesuksesan melalui digital marketing yang berfokus pada konten berkualitas tinggi dan influencer campaign.
Mereka memanfaatkan SEO (Search Engine Optimization) dan iklan online strategis untuk mencapai target pasar mereka. Dengan pendekatan ini, Scarlett Whitening berhasil membangun brand awareness yang kuat dan mendapatkan kepercayaan dari konsumennya.
Dengan menggunakan strategi digital marketing yang tepat dan efektif, ketiga brand di atas telah berhasil mencapai tujuan bisnisnya, ya. Melalui inovasi, kreativitas, dan penerapan strategi digital yang tepat, perusahaan dapat membangun brand image yang kuat, meningkatkan interaksi dengan audiens, dan mencapai kesuksesan di era digital seperti saat ini.
Kesimpulan
Nah, itulah penjelasan dari kami tentang definisi, manfaat, jenis, strategi, dan contoh digital marketing. Kamu bisa melihat bahwa ternyata digital marketing memainkan peran penting dalam meningkatkan visibilitas merek, mencapai audiens yang lebih luas, mengoptimalkan penjualan, dan mengoptimalkan keterlibatan pelanggan, bukan?
Semoga artikel ini bermanfaat untuk mengetahui betapa pentingnyanya digital marketing untuk bisnis atau personal branding, ya.
Referensi:
- https://www.ama.org/what-is-digital-marketing/
- https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-digital-marketing/#Pengertian_Digital_Marketing




