Bagi kamu yang bekerja di bidang konten dan marketing, tentu kamu sudah sering mendengar istilah content pillars, bukan? Content pillar adalah sebuah pedoman yang dipakai untuk menjalankan dan memastikan konten sudah dibuat sesuai dengan yang direncanakan.
Content pillar merupakan hal yang wajib untuk kamu kuasai, sebab content pillar menjadi pondasi penting yang akan menopang seluruh perencanaan konten. Tentunya, penerapan content pillar ini tidak terbatas hanya pada media sosial marketing saja, tetapi kamu bisa menggunakan strategi content pillar ini untuk jenis konten lain, seperti podcast, posting blog, e-book, infografis, dan lain sebagainya.
Apa itu Content Pillar?
Secara sederhana, dapat diartikan bahwa content pillars adalah sebuah panduan yang memuat berbagai macam informasi penting mengenai strategi dari sebuah konten. Content pillar merupakan panduan umum yang berisi tema atau topik besar yang akan menjadi pedoman perusahaan dalam membuat konten-konten bisnis.
Melalui content pillar ini, kamu bisa membuat lebih banyak konten beserta pengembangan dari konten tersebut, namun tetap memperhitungkan relevansi untuk audiens yang dituju. Content pillar tentu sangat dibutuhkan bagi bisnis, terlebih jika bisnis tersebut ingin menjaga relevansi dan konsistensi konten yang dibuat untuk target audiens mereka.
Baca Juga: Jenis Konten yang Ditolak Monetisasi dan Penyebabnya
Jenis-Jenis Content Pillar
Setelah kamu memahami apa yang dimaksud dengan content pillar, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis content pillar yang dapat kamu aplikasikan. Berikut adalah jenis content pillar yang perlu kamu ketahui:
Educational
Educational content merupakan sebuah konten yang dibuat dengan tujuan untuk memberi edukasi kepada audiens, mengenai berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi sebuah produk.
Melalui strategi ini, perusahaan bisa mendapatkan perhatian dari target audiens yang berpotensi untuk menjadi pelanggan loyal mereka.
Selain itu, audiens yang tidak sengaja melihat atau mengetahui fitur dan produk dari sebuah perusahaan, akan tertarik untuk membeli produk tersebut karena informasi dan edukasi yang mereka dapatkan sebelumnya.
Promotional
Selanjutnya adalah jenis content pillar promotional. Content pillar yang satu ini merupakan jenis content pillar yang berfungsi untuk mendorong target audiens, agar mau melakukan pembelian terhadap produk atau layanan dari brand tersebut.
Jenis konten seperti ini bisa dengan mudah kamu temukan pada ulasan produk yang diunggah di sosial media.
Melalui konten ini, perusahaan dapat menyampaikan keunggulan dari fitur produk atau kemudahan lain yang bisa audiens dapatkan, ketika memiliki atau menggunakan produk dari brand tersebut.
Tentunya, jenis konten yang memasarkan produk secara tegas seperti ini perlu digunakan oleh perusahaan, agar audiens yang menjadi target mereka mampu mengingat dan mau membeli produk yang perusahaan tawarkan tersebut.
Conversational
Tidak hanya itu, sebuah konten juga dapat dibuat dengan mengandalkan pengalaman dari pengguna. Pada penerapannya, perusahaan yang ingin membuat konten akan memperhatikan seluruh tahapan yang perlu dilalui calon konsumen, saat mereka ingin memiliki produk dari perusahaan tersebut.
Cara ini dapat kamu gunakan untuk meraih kedekatan dengan calon konsumen dengan cara yang lebih efektif. Pasalnya, konten yang dibuat benar-benar sesuai dengan perjalanan audiens, mulai dari mereka mengenal sebuah brand hingga menjadi pelanggan yang loyal.
Entertainment
Jika kamu tidak ingin terlalu menekan audiens dengan konten promotional, kamu bisa tetap melibatkan audiens dengan perusahaan melalui konten yang bersifat entertainment.
Dengan adanya konten ini, audiens dapat merasa terhibur dan membantu mereka untuk tidak terus merasa menjadi objek pemasaran dari sebuah brand. Tentunya, dengan tetap memperhatikan tren, kebutuhan, dan segmen dari target audiens tersebut.
Agile
Selain untuk tujuan promosi dan entertainment, konten yang dibuat juga harus relevan dengan kebutuhan audiens. Pada jenis agile content pillar, perusahaan akan membuat konten melalui konten-konten yang sedang trending.
Konten yang sedang trending ini tidak selalu berbentuk informasi yang sedang viral saja, namun bisa juga dengan konten yang berisi momen-momen tertentu atau perayaan hari besar.
Manfaat Content Pillar
Penggunaan content pillar dapat memberi banyak manfaat bagi bisnis, lho! Beberapa manfaat yang bisa perusahaan temukan ketika menggunakan content pillar ini adalah sebagai berikut:
Perencanaan Konten Lebih Tertata
Keberadaan content pillar akan sangat membantu dalam proses pencarian ide untuk konten selanjutnya. Apabila kamu sudah merasa kehabisan ide, kamu bisa mengingat kembali apa saja kategori atau tema konten yang akan kamu buat.
Sebagai sebuah panduan, content pillar dapat menjadi acuan yang akan mempermudah pencarian topik atau pembuatan konten baru.
Relevan dengan Audiens
Content pillar tidak dibuat tanpa perencanaan yang jelas. Umumnya, perusahaan akan membuat content pillar berdasarkan apa yang ingin ditampilkan oleh brand.
Selain itu, content pillar juga cenderung bersifat fleksibel, sehingga perusahaan bisa menyesuaikan tren, minat, dan kebutuhan dari target audiens yang terus berubah.
Memperkuat Identitas dan Konsistensi dari Brand
Sebagai sebuah pedoman, content pillar dibuat untuk menjaga dan mengatur agar konten tidak terlalu banyak berubah dari perencanaan awal.
Biasanya, audiens akan mengikuti setiap konten pada akun media sosialmu karena suatu alasan tertentu, salah satu yang menarik perhatian audiens adalah karena brand tersebut memiliki identitas yang kuat.
Namun, jika konten yang dibuat tidak memperlihatkan konsistensi yang jelas, audiens berpeluang untuk meninggalkan dan lebih sulit untuk mengingat brand tersebut.
Optimasi SEO
Perlu kamu ketahui, bahwa content pillar mempunyai peranan yang cukup besar untuk mengoptimalkan SEO. Struktur website dapat terjaga dan terlihat lebih rapi baik dari segi hierarki maupun navigasinya.
Semakin mudah pengunjung menavigasi konten atau website perusahaan, semakin tinggi skor SEO website pada mesin pencari. Hal ini disebabkan, karena search engine akan memindai sebuah situs secara keseluruhan.
Meningkatkan konversi
Membuat konten yang sesuai dengan content pillar berpeluang untuk meningkatkan konversi. Terlebih jika kamu juga bisa mengoptimalkan CTA yang mampu menarik perhatian target audiens tersebut.
Jika perusahaan membuat content pillar yang tepat, seluruh strategi marketing yang sudah direncanakan dapat dijalankan dengan lebih efektif.
Baca Juga: Contoh Konten Menarik untuk Pemasaran Online, Apa Saja?
Cara Membuat Content Pillar
Jika kamu tertarik memiliki content pillar yang sesuai dengan bisnis kamu, perhatikan cara membuat content pillar berikut ini:
Kenali Target Audiens
Langkah pertama adalah dengan mengenali target audiens yang kamu tuju. Mulanya, kamu bisa membuat user persona yang akan memberi gambaran tentang target audiens kamu secara tepat.
Rumuskan Kebutuhan Audiens
Setelah kamu melakukan riset untuk dapat mengenali calon konsumen tersebut, kamu bisa merumuskan apa saja yang menjadi kebutuhan dari target audiens tersebut.
Di dalam tahap ini, perusahaan akan diminta untuk mengidentifikasi pain point dari target konsumen yang dapat kamu berikan penawaran pada konten media sosial.
Selain itu, perusahaan juga bisa melakukan riset keyword agar dapat menghasilkan analisis yang lebih akurat. Riset yang dilakukan dapat memberi insight yang kamu butuhkan atau yang paling banyak dicari oleh target audiens.
Buat Content Pillar dengan Keyword Mapping
Tahap selanjutnya untuk membuat content pillar adalah dengan mengelompokkan keyword atau kata kunci yang telah didapatkan sebelumnya, berdasarkan dengan topik atau subjek tertentu.
Apabila pembuatan keyword mapping selesai dilakukan, perusahaan akan melihat keyword tersebut berada pada kategorinya masing-masing yang kemudian bisa kamu terapkan dalam proses pembuatan konten.
Buat Content Planning
Apabila seluruh tahapan content pillar sudah selesai dilakukan, kamu bisa melanjutkan ke tahap pembuatan kalender konten untuk content planning.
Kalender ini umumnya berisi beberapa hal, seperti keyword yang digunakan, tanggal upload, hingga jenis konten (artikel, media sosial, video). Tidak hanya itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan untuk membuat ulang konten menjadi media lain, seperti halnya reels atau video.
Contoh Content Pillar
Berikut adalah contoh content pillar yang bisa kamu gunakan:

Selain itu, ada pula contoh content pillar social media yang sangat berguna untuk memajukan sebuah bisnis.

Penutup
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa content pillar memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan sebuah bisnis. Pasalnya, elemen yang satu ini sangat penting untuk bisa diterapkan dengan baik dalam berbagai konten digital perusahaan.
Content pillar sendiri merupakan sebuah fondasi yang dijadikan panduan dalam setiap proses pembuatan konten. Dengan begitu, perusahaan bisa terus membuat konten-konten yang konsisten dan tentu relevan dengan kebutuhan target audiens.
Referensi:
- https://mtarget.co/blog/content-pillars/
- https://glints.com/id/lowongan/content-pillar-adalah/
- https://revou.co/kosakata/content-pillar
- https://www.jagoanhosting.com/blog/content-pillar/#1-educational
- https://www.belajarlagi.id/post/contoh-content-pillar-dan-4-tips-cara-membuatnya#contoh-emcontent-pillarem
- https://zahiraccounting.com/id/blog/content-pillar/#contoh-social-media-content-pillar-dan-website




