Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Buyer Persona Adalah Strategi Untuk Menemukan Audiens yang Idealnya

Retna Kumalasari by Retna Kumalasari
23 June 2025
in Digital Marketing
Reading Time: 5 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah kamu mendengar istilah buyer persona? Buyer persona adalah salah satu strategi yang kerap digunakan untuk mengidentifikasikan keinginan atau kebutuhan calon konsumen.

Strategi ini dapat membantu bisnis untuk lebih memahami dan menentukan target pasar yang lebih sesuai dengan produk atau layanan yang mereka miliki. Pasalnya, jika proses pemasaran yang dilakukan tidak tepat sasaran, hal ini dapat membuat tahapan pemasaran menjadi tidak efektif dan cenderung membuang sumber daya yang dibutuhkan dengan percuma.

Maka dari itu, buyer persona menjadi hal yang cukup krusial bagi sebuah bisnis. Namun, apa sih buyer persona itu?

Table of Contents

Toggle
  • Definisi Buyer Persona
  • Manfaat Buyer Persona
    • Mengetahui Minat dan Kebutuhan Pelanggan
    • Mengetahui Kebiasaan Pelanggan
    • Membantu dalam Pengembangan Produk
    • Memudahkan Identifikasi Negative Persona
    • Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan
  • Cara Membuat Buyer Persona
    • Kumpulkan Data Pelanggan
    • Buat Segmentasi Pelanggan
    • Buat Nama dan Latar Belakang Pelanggan
    • Identifikasikan Goals dan Pain Point
    • Memahami Cara Membantu Pelanggan
  • Contoh Buyer Persona
    • B2B (Business-to-Business)
    • B2C (Business-to-Consumer)
  • Penutup

Definisi Buyer Persona

Dikutip dari Social Media Today, definisi buyer persona adalah representasi dari target pasar yang berhasil didapatkan melalui upaya riset yang mendalam.

Buyer persona juga bisa diartikan sebagai deskripsi rinci dari seseorang yang mampu mewakili target audiens perusahaan atau calon konsumen ideal yang bersifat semi-fiktif. Representasi semi-fiktif ini tercipta berdasarkan market research dan data riil mengenai pelanggan yang sudah ada sebelumnya.

Dalam hal ini, persona dapat mencakup beberapa informasi seperti perilaku, demografis, kebiasaan, tujuan, dan preferensi dari pelanggan.

Buyer persona dapat memberi gambaran ideal buyer persona, permasalahan yang dihadapi pelanggan, dan metode pengambilan keputusan pelanggan ketika akan membeli produk dari perusahaanmu.

Manfaat Buyer Persona

Agar kamu bisa lebih memahami pentingnya buyer persona bagi sebuah bisnis, kamu perlu mengetahui apa manfaat dari buyer persona itu sendiri. Adapun manfaat yang bisa perusahaan dapatkan dengan memiliki buyer persona adalah sebagai berikut:

Mengetahui Minat dan Kebutuhan Pelanggan

Buyer persona dapat memberi potensi pada bisnis untuk memahami lebih dalam calon pelanggan potensial mereka. Salah satu caranya dengan mencari tahu lebih banyak mengenai latar belakang, motivasi pelanggan, tantangan, dan cara bisnis untuk dapat menyesuaikan produk mereka agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang spesifik.

Contohnya saja, kamu sudah memilih jenis usaha industri kecantikan. Kemudian, kamu bisa menentukan target pasar yang lebih spesifik, misalnya anak remaja di usia 17-20 tahun.

Biasanya, pelanggan dengan rentang usia tersebut memiliki lebih banyak aktivitas di luar ruangan, sehingga produk yang paling cocok adalah yang memiliki perlindungan terbaik dari sinar UV dan radikal bebas.

Mengetahui Kebiasaan Pelanggan

Manfaat lainnya adalah membantu mengetahui kebiasaan yang dilakukan para pelanggan. Informasi terkait latar belakang dari setiap persona pelanggan yang perusahaan miliki akan sangat membantu untuk memahami kebiasaan yang mereka lakukan.

Informasi yang dimaksud bisa berbentuk data di mana pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu mereka secara online, ke mana saja mereka pergi untuk mendapatkan informasi, serta media sosial apa saja yang mereka gunakan untuk menjalin hubungan dengan teman, keluarga, hingga rekan kerja.

Membantu dalam Pengembangan Produk

Setelah perusahaan mendapatkan informasi mengenai calon pelanggan mereka, perusahaan bisa melakukan pengembangan atau improvement yang jauh lebih baik. Tentunya, hal ini bisa dilakukan ketika kamu memahami apa saja yang calon pelanggan butuhkan.

Memudahkan Identifikasi Negative Persona

Dengan adanya buyer persona, perusahaan akan lebih mudah untuk mengetahui negative persona dari pelanggan. Negative persona sendiri merupakan kepribadian dari pelanggan yang tidak masuk ke dalam target audiensmu.

Mengetahui negative persona pelanggan merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Dengan informasi tersebut, perusahaan bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas penjualan mereka dan tidak akan menghabiskan sumber daya yang dimiliki untuk mengupayakan calon pelanggan yang salah.

Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Adanya buyer persona juga bisa membuat kamu memiliki hubungan yang baik dengan para pelanggan.

Sebab, melalui data-data yang didapatkan, perusahaan bisa mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan kebutuhan mereka. Dengan begitu, perusahaan dapat memahami cara yang tepat untuk merespon dan merekomendasikan produk yang paling tepat dan sesuai untuk mereka.

Hubungan yang terjalin dengan lebih kuat dan personal dengan pelanggan akan meningkatkan peluang konversi pada bisnis tersebut.

Baca Juga: CRM adalah: Contoh Penerapan yang Perlu Dipahami Pebisnis

Buyer persona dapat membantu bisnis untuk mendalami calon pelanggan potensial mereka.

Cara Membuat Buyer Persona

Lantas, bagaimana cara membuat buyer persona? Sebelum kamu bisa membuatnya, kamu perlu mengetahui dan memahami unsur-unsur yang terdapat pada buyer persona, yakni:

Kumpulkan Data Pelanggan

Tahap yang pertama dan tak kalah penting adalah mengumpulkan banyak informasi mengenai calon pelangganmu. Metode yang digunakan bisa berupa wawancara atau survei.

Kemudian, kamu bisa menentukan topik yang berpusat pada preferensi, gaya hidup, kendala yang mereka hadapi, serta keputusan yang mereka ambil untuk melakukan pembelian.

Buat Segmentasi Pelanggan

Setelah melakukan pengumpulan data, kamu bisa melakukan segmentasi guna mengidentifikasi kesamaan atau pola dari para pelanggan. Data ini bisa kamu kategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan, atau kebiasaan mereka ketika melakukan transaksi.

Lewat informasi tersebut, kamu pun mengetahui seberapa banyak pelanggan di kategori A, B, dan C. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih memfokuskan sumber daya mereka kepada kategori yang memiliki jumlah pelanggan paling banyak.

Buat Nama dan Latar Belakang Pelanggan

Selain melakukan segmentasi pada pelanggan, kamu juga bisa memberikan nama dan latar belakang pelanggan, untuk memperkuat gambaran siapa sosok pelanggan tersebut.

Membuat nama dan latar belakang pelanggan ini juga bisa mempermudah perusahaan untuk mengetahui ideal buyer persona dari calon pelanggan yang telah kamu miliki datanya.

Identifikasikan Goals dan Pain Point

Perlu kamu perhatikan, alasan buyer persona dipakai adalah untuk membantu perusahaan melihat sisi manusiawi dari pelanggan. Oleh sebab itu, menentukan goals dan pain point akan sangat membantu untuk lebih memahami sisi manusia dari pelanggan tersebut.

Biasanya, informasi yang diidentifikasikan dapat berupa:

  • Problem atau kendala apa saja yang sedang pelanggan coba hadapi.
  • Hal apa yang menahan pelanggan untuk mencapai kesuksesan.
  • Hambatan apa saja yang sedang mereka hadapi dalam proses mereka mencapai tujuan.

Memahami Cara Membantu Pelanggan

Setelah perusahaan mengetahui goals dan pain point yang ada pada pelanggan, maka tahap berikutnya adalah berupaya untuk membuat produk yang bisa menjadi jawaban dan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan.

Contoh Buyer Persona

Untuk mempermudah dalam memahaminya, perhatikan contoh buyer persona yang bisa kamu buat untuk perusahaan. Ada dua model bisnis yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan bisnis, yaitu B2B dan B2C.

B2B (Business-to-Business) lebih mengacu pada hubungan antara dua perusahaan, sementara B2C (Business-to-Consumer) lebih cenderung digunakan antara bisnis dengan konsumen secara langsung.

B2B (Business-to-Business)

Contoh B2B bisa kamu temukan saat sebuah perusahaan yang memproduksi sebuah mesin dan mengirimkan mesin tersebut kepada perusahaan manufaktur lain yang membutuhkannya. Perusahaan yang memproduksi mesin ini merupakan jenis bisnis yang menjual produk-produknya kepada bisnis atau perusahaan lain, tidak secara langsung menjualnya kepada konsumen akhir.

B2C (Business-to-Consumer)

Model kedua adalah B2C. Contoh buyer persona B2C adalah saat perusahaan skincare menawarkan produknya secara langsung kepada konsumen. Berikut adalah contoh buyer persona skincare yang bisa kamu buat.

  • Nama persona: Nadia
  • Usia: 18 tahun
  • Demografi: Perempuan, tinggal di lingkungan perkotaan
  • Masalah kulit: Jerawat hormonal di area T-Zone
  • Kebutuhan: Produk yang sangat efektif mengontrol minyak dan mengurangi peradangan, tanpa membuat permukaan kulit menjadi kering. Ia juga lebih menyukai produk dengan bahan baku alami.
  • Personalitas: Tertarik dengan gaya hidup sehat, aktif di media sosial, senang berbelanja secara online untuk kemudahan dan kenyamanan.

Melalui informasi seperti ini, perusahaan skincare dapat lebih mudah untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen tersebut.

Baca Juga: 10 Daftar B2B Marketplace di Indonesia yang Terbesar

Penutup

Buyer persona digital marketing dianggap sangat penting bagi bisnis, sebab dengan adanya buyer persona perusahaan dapat membuat buyer persona untuk menjangkau audiens potensial yang memang memerlukan produk atau layanan dari perusahaan.

Selain itu, buyer persona menjadi salah satu tahapan penting untuk menciptakan strategi marketing yang lebih tepat dan sesuai bagi calon audiens. Perusahaan juga bisa membuat lebih dari satu buyer persona yang didasarkan pada karakter calon pelanggan yang tentunya akan berbeda antara satu dan lainnya.

Dengan mengelompokkan pelanggan tersebut, perusahaan bisa membuat konten promosi hingga pengembangan produk yang sesuai dengan target audiens dari perusahaan tersebut.

 

Referensi:

  • https://www.mokapos.com/blog/buyer-persona
  • https://blog.skillacademy.com/buyer-persona-adalah
  • https://glints.com/id/lowongan/buyer-persona-adalah/
  • https://toffeedev.com/blog/business-and-marketing/buyer-persona/ 
ShareTweetPin
Retna Kumalasari

Retna Kumalasari

Retna Kumalasari memiliki ketertarikan untuk menulis artikel sejak lama. Retna pun memutuskan untuk mendalami bidang penulisan sejak awal tahun 2022. Topik artikel yang ditulis tidak hanya seputar wirausaha, bisnis, dan keuangan. Namun, ada beberapa topik lainnya, seperti olahraga, kesehatan, game, anime, dan teknologi.

Related Posts

Apa itu Google Analytics?
Digital Marketing

Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya

1 June 2026

Google Analytics adalah salah satu tools yang sangat populer bagi digital marketer, khususnya SEO...

Branding yang baik mampu membantu bisnis dikenal dengan lebih luas.
Digital Marketing

Branding Adalah: Definisi, Jenis, Tujuan, beserta Contohnya

26 May 2026

Saat menjalankan suatu bisnis, perusahaan tentu membutuhkan adanya branding, agar produk yang perusahaan pasarkan...

Membangun koneksi atau relasi menjadi aspek pendukung yang penting dalam pengembangan sebuah bisnis.
Digital Marketing

Networking Adalah Cara Penting Membangun Karier dan Bisnis

25 May 2026

Di dalam dunia bisnis, networking adalah salah satu aspek penting yang perlu kamu miliki...

Big Data adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaatnya
Digital Marketing

Big Data adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaatnya

25 May 2026

Dalam era digital saat ini, informasi atau data menjadi aset yang sangat penting dalam...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka