Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Subscribe
Digitaloka
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing
No Result
View All Result
Digitaloka
No Result
View All Result

Brand Equity Adalah: Arti, Manfaat, dan Cara Membangunnya

Faiqotul Himma by Faiqotul Himma
23 June 2025
in Digital Marketing
Reading Time: 6 mins read
0
Apa itu brand equity? 
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kamu ingin mengetahui mengapa produk dengan harga tinggi tetap diminati dan laris di pasaran? Di balik itu, ternyata terdapat proses panjang yang dilakukan, salah satunya adalah meningkatkan brand equity. Dalam dunia pemasaran, brand equity adalah ukuran atau nilai dari produk atau layanan sebuah merek.

Dari brand equity ini konsumen akan mengevaluasi produkmu dari produk sejenis lainnya di pasaran, sehingga mereka akan mengetahui produkmu mempunyai nilai tinggi atau tidak.

Agar kamu lebih memahami brand equity ini lebih dalam lagi, yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya! 

Table of Contents

Toggle
  • Apa Itu Brand Equity?
  • Manfaat Brand Equity untuk Bisnis
  • Indikator Brand Equity
  • Faktor-Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Brand Equity?
  • Cara Membangun Brand Equity
  • Contoh Brand Equity
  • Kesimpulan

Apa Itu Brand Equity?

Jika kamu berencana meluncurkan sebuah brand, penting untuk memahami konsep brand equity. Secara sederhana, brand equity adalah pada nilai yang terkait dengan brand sering dijadikan marketing strategy karena memengaruhi traffic dan value perusahaan.

Brand equity adalah penilaian konsumen terhadap produk atau layanan dari suatu brand. Jika penilaian konsumen terhadap produk atau layanan dari brand tersebut berjalan konsisten dan positif, bisa dikatakan bahwa brand equity merek tersebut kuat.

Bahkan beberapa orang menganggap brand equity adalah indikator utama penentu konsumen telah mengenal brand dari bisnismu dengan baik atau belum.

Manfaat Brand Equity untuk Bisnis

Penting untuk diakui bahwa brand equity memiliki dampak signifikan pada kepercayaan konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Ini bisa dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya dengan merek bisnismu atau merasa dekat dengan karakteristik brand bisnismu.

Menurut Simamora, bahwa brand equity mempunyai beberapa manfaat, antara lain:

  • Brand equity dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan bisa meningkatkan pembelian ulang atau bahkan mendorong konsumen menjadi loyal customer. Adanya loyal customer ini membuat mereka akan merekomendasikan produk dari bisnismu kepada orang lain.
  • Untuk menetapkan harga yang lebih tinggi, sehingga akan menghasilkan lebih banyak keuntungan.
  • Memberikan kredibilitas produk lain yang menggunakan brand milikmu.
  • Mendorong konsumen melakukan repurchase pembelian ulang.
  • Brand equity juga membuat brand milikmu terlihat berbeda dari kompetitor.
  • Mmeungkinkan konsumen untuk lebih toleran terhadap kesalahan produk atau bisnis, karena loyalitas mereka terhadap merek tersebut.
  • Brand equity menjadi salah satu faktor yang dapat menarik pegawai berkualitas dan bisa mempertahankan loyalitas pegawai.
  • Mendorong konsumen untuk mempertimbangkan brand bisnismu sebagai faktor utama saat mereka membeli suatu produk.

Indikator Brand Equity

Menurut Soehadi (2005), brand equity dapat diukur melalui 7 indikator di bawah ini.

  • Leadership: kemampuan untuk memengaruhi pasar, termasuk harga dan atribut non-harga.
  • Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyal customer dari waktu ke waktu.
  • Market: kemampuan suatu brand untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor di pasar.
  • Internationality: kemampuan suatu brand untuk ekspansi ke wilayah geografis baru atau memasuki pasar internasional.
  • Trend: meningkatnya brand dalam industri pasar yang dituju.
  • Support: jumlah dana yang dialokasikan untuk mempromosikan brand.
  • Protection: keberadaan perlindungan hukum terhadap brand tersebut.

Brand equity adalah ukuran atau nilai dari produk atau layanan sebuah merek.

Faktor-Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Brand Equity?

Sama seperti customer journey, brand equity juga mempunyai roadmap. Roadmap ini adalah tahapan yang akan memengaruhi brand equity. Jadi, faktor-faktor yang memengaruhi brand equity akan dijelaskan di bawah ini, ya.

  1. Brand Awareness (Kesadaran Merek)

Brand awareness atau kesadaran merek membuat pelanggan menjadi akrab dengan produk atau layanan bisnismu sehingga mereka mudah mengingatnya. Dengan kata lain, tahapan ini merupakan ‘pendekatan pertama’ kepada pelanggan. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan cara free trial (uji coba produk gratis), influencer marketing, atau menggunakan strategi lainnya.

  1. Brand Association (Asosiasi Merek)

Ketika brand memiliki konsep yang bersinergi sehingga mudah diingat atau dikenali oleh pelanggannya, itu menandakan bahwa bisnis tersebut telah memiliki brand association (asosiasi merek).

Pada tahap ini, calon pelanggan mulai mengingat merek pada bisnismu, sehingga mereka akan mulai mempelajari kualitas produk tersebut.

  1. Perceived Quality (Persepsi Kualitas)

Pada tahapan perceived quality (persepsi kualitas) ini terdapat beberapa pertanyaan, misalnya bagaimana orang-orang mempersepsikan brand milikmu? Apakah mereka merasa puas atau kecewa?

Perceived quality berkaitan erat dengan kesan pelanggan terhadap produk atau layanan pada bisnismu. Untuk menciptakan kesan positif, kamu perlu memperkuat kualitas dan customer experience (pengalaman pelanggan).

  1. Brand Loyalty (Loyalitas Merek)

Brand loyalty akan berdampak pada loyalitas pelanggan, karena mereka sudah memiliki kepercayaan pada merek tersebut.

Bisa dikatakan, bahwa brand loyalty dan brand equity adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Customer loyalty akan membawa mereka menuju brand equity yang positif sehingga membuat pelanggan tidak mudah beralih ke merek lain. Selain itu, hubungan jangka panjang dengan pelanggan juga cenderung lebih awet. Saat meluncurkan produk baru, konsumen lebih suka memilih merek favorit mereka daripada milik kompetitor.

  1. Proprietary Brand Assets (Aset Merek Proprietary)

Apakah kamu tahu mengapa Nokia pernah menjadi raja pasar ponsel dan pada akhirnya bisa digilas kompetitornya?

Alasannya, karena Nokia menolak mengadopsi Android dan tetap mempertahankan sistem operasi Windows. Padahal, perilaku pengguna akan berubah seiring berjalannya waktu, sehingga brand perlu fleksibilitas untuk selalu berkembang.

 

Bisa dikatakan, bahwa memperluas aset merek sangat penting untuk menjaga brand equity. Caranya dengan mempunya hak paten, menjalin partnership, dan secara teratur menghasilkan inovasi baru pada produk atau layanan.

Cara Membangun Brand Equity

Brand equity adalah sesuatu yang tidak bisa dicapai secara instan. Perusahaan perlu menerapkan sejumlah strategi inovatif untuk membangun atau meningkatkan brand equity. Berikut adalah beberapa strategi untuk membangun brand equity.

  1. Memperluas Jaringan

Langkah pertama dalam membangun brand equity adalah memperluas jaringan. Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu meningkatkan kualitas interaksi dengan berbagai pihak secara tulus tanpa motif tersembunyi. Ketika kamu telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, kamu akan lebih mudah untuk menjalankan strategi untuk meningkatkan brand equity lainnya.

  1. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan dengan Uji Coba Produk

Salah satu kunci untuk menciptakan citra positif brand equity adalah kemampuan merek dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk memastikan produkmu memenuhi standar ini, kamu bisa meningkatkan customer experience dengan menyediakan uji coba produk secara gratis. Dengan cara ini, pelanggan atau calon konsumen akan langsung menilai kualitas dan keunggulan produkmu dibandingkan dengan produk kompetitor.

  1. Menciptakan Produk Berkualitas

Aspek terpenting dalam membuat konsumen menyukai produkmu yaitu dengan memastikan produk tersebut memiliki kualitas yang bagus. Beberapa cara yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan produk berkualitas, misalnya dengan mengetahui target dan buyer persona, baik melalui lingkup perilaku, demografis, atau permintaan pasar.

Selain itu, sebagai pemilik bisnis, kamu juga perlu memperhatikan brand story seputar history brand, visi, misi, dan nilai yang dimiliki bisnismu.

  1. Sering Menggelar Acara

Menggelar event atau acara secara rutin merupakan cara lain untuk membangun brand equity. Acara-acara ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada konsumen, tetapi juga meningkatkan brand awareness di kalangan konsumen.

  1. Memastikan Keefektifan Strategi Pemasaran

Citra perusahaan bergantung pada strategi pemasaran yang diterapkannya. Oleh karena itu, tim pemasaran harus aktif dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Beberapa strategi yang bisa meningkatkan brand equity meliputi community marketing, pengembangan situs web bisnis yang tidak rumit, menghindari perang harga, dan membuat copywriting yang menarik.

Contoh Brand Equity

Setelah memahami konsep brand equity, mari kita lihat contoh brand equity dari beberapa merek terkenal di dunia seperti di bawah ini.

  1. Apple

Brand Apple berfokus pada niche market-nya, yaitu komputer dan gadget, berbeda dengan Samsung yang juga mencakup elektronik rumah tangga (lemari pendingin, kompor, AC, dan lain sebagainya).

Apple merancang produknya untuk memenuhi kebutuhan kelompok usia yang relatif matang (25 hingga 44 tahun) dan kalangan profesional.

Secara umum, orang-orang dalam rentang usia tersebut cenderung mapan dan bersedia membayar harga premium untuk produk yang menawarkan fasilitas elegan, sesuai dengan janji Apple. Oleh karena itu, ketika Apple meluncurkan produk baru, antusiasme konsumen tinggi, meskipun harga produk tersebut tergolong tinggi. Inilah contoh kekuatan brand equity dari brand Apple.

  1. Aqua

Ketika membicarakan air mineral, brand apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu?

Kemungkinan besar, kamu langsung memikirkan brand Aqua. Mengingat brand ini sangat mudah diingat, apalagi ‘Aqua’ sendiri berarti ‘air’.

Pada tahap ini, calon pelanggan sudah mulai mengenali brand tersebut dan mereka akan mempelajari tentang kualitas produknya.

  1. Hansaplast

Brand equity Hansaplast terbentuk melalui kekuatan brand awareness, brand image, dan brand trust yang kuat. Hansaplast secara rutin mengembangkan berbagai varian produk sehingga tetap relevan dengan kebutuhan pelanggannya.

Brand awareness mereka tetap terjaga, terlihat dari agenda rutin yang diadakan oleh Hansaplast yang melibatkan masyarakat, mulai dari acara olahraga sampai kegiatan sosial.

  1. Indomie

Contoh brand yang mempunyai brand equity yang kuat adalah Indomie. Indomie adalah brand mie instan dari Indonesia yang berhasil membangun brand equity di dalam negeri dan luar negeri. Brand satu ini dikenal dengan variasi rasa, lezat, dan harganya yang terjangkau.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, brand equity adalah nilai tambah yang diberikan produk atau layanan dari suatu brand, sehingga terlihat lebih baik dari produk milik kompetitor.

Ketika kamu menawarkan produk atau layanan dengan brand equity yang kuat, pelanggan akan percaya produk atau layanan bisnismu dan kamu bisa membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.

 

Referensi:

  • https://www.sribu.com/id/blog/brand-equity-adalah/
  • https://info.populix.co/articles/brand-equity-adalah/
  • https://kumparan.com/berita-bisnis/brand-equity-pengertian-indikator-dan-kategorinya-20TeZLk475j/full
ShareTweetPin
Faiqotul Himma

Faiqotul Himma

Menulis artikel sejak tahun 2019. Topik yang ditulis memang kebanyakan tentang bisnis, finansial, dan marketing. Namun, topik lain sering ditulis juga mencakup topik lifestyle, kuliner, kecantikan, dan parenting. Selain itu, selama 3 tahun terakhir ini sedang mendalami profesi Social Media Strategist.

Related Posts

Apa itu Google Analytics?
Digital Marketing

Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya

1 June 2026

Google Analytics adalah salah satu tools yang sangat populer bagi digital marketer, khususnya SEO...

Branding yang baik mampu membantu bisnis dikenal dengan lebih luas.
Digital Marketing

Branding Adalah: Definisi, Jenis, Tujuan, beserta Contohnya

26 May 2026

Saat menjalankan suatu bisnis, perusahaan tentu membutuhkan adanya branding, agar produk yang perusahaan pasarkan...

Membangun koneksi atau relasi menjadi aspek pendukung yang penting dalam pengembangan sebuah bisnis.
Digital Marketing

Networking Adalah Cara Penting Membangun Karier dan Bisnis

25 May 2026

Di dalam dunia bisnis, networking adalah salah satu aspek penting yang perlu kamu miliki...

Big Data adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaatnya
Digital Marketing

Big Data adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaatnya

25 May 2026

Dalam era digital saat ini, informasi atau data menjadi aset yang sangat penting dalam...

Digitaloka

Conversations on digital marketing & freelancing.

Recent Article

  • TikTok Ads: Pengertian hingga Cara Pasangnya
  • Engagement adalah: Arti, Jenis, dan 5+ Cara Menghitungnya
  • Pengertian Google Analytics, Fungsi dan Cara Menggunakannya
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2025 Digitaloka

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Digital Marketing
    • Digital Marketing Fundamental
    • Search Engine Optimisation
    • Search Engine Marketing
    • Social Media
    • Content Marketing
    • Email Marketing
    • Performance Marketing
    • Affiliate Marketing
    • E-Commerce
  • Freelancing

© 2025 Digitaloka